Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_071


__ADS_3

'Kenapa nongol disini' ucap Putri lirih


"Pak! Kenapa pak Azka bisa disini?" Tanya Vani


"Saya yang tanya... jam pelajaran, kenapa kalian keluyuran di sini?" Tanya Balik Azka


"Lah, saya tanya balik. Jam ngajar kenapa bapak keluyuran juga di sini?" Tanya Balik Vani


"Ini bapak mau ngajar, di kelas sebelas mipa C" "Kalian kenapa bisa disini? mau bolos?" Ucap Azka


"Yee.. Siapa bilang kita mau bolos?" "Kita juga mau balik ke kelas, habis makan barusan. Ya kan?" Ucap Vani


"Iya.. Betul" Jawab Agnes mengangguk


"Tapi bukannya arah jalan kalian berbalik dari jalan ke kelas kalian ya?" Tanya Azka


"Owh.. Soal itu.. Kita mau cuci tangan di toilet kelas dua belas, hehe" Jawab Vani


"Loh.. Bukannya di kantin ada tempat cuci tangan?" "trus juga di gedung kelas dua kan juga ada toilet, kenapa harus ke toilet kelas tiga?" Tanya Azka


"Em... Kata putri di sana ada cermin yang lebih besar dari cermin toilet kelas sebelas pak" Jawab Agnes


'Kok aku?' Bisik Putri


"Ya kan put" Ucap Agnes


"Oh... Iya iya haha" Ucap Putri sambil tertawa kecil


"Jangan banyak alasan, kalian mau bolos kan?!" "Lagian, semua fasilitas dari kelas satu sampai tiga sama. Nggak di beda bedakan. Cermin di toilet wanita kelas tiga juga sama dengan cermin toilet kelas satu dan dua" Jelas Azka


"Wah.. Wah parah" "Kok pak Azka bisa tahu sih ukuran cermin di toilet wanita? Jangan jangan pak Azka suka ngintipin muridnya ya" Ucap Agnes pura pura terkejut


"Ya nggak mungkin. Saya kan cuma lewat dan kebetulan pintunya kebuka dikit. Lihatnya cuma sekilas" Ucap Azka


"Aw.. Udah kerekam?" Tanya Vani

__ADS_1


"Sip.. Udah!" Jawab Awani sambil mengakhiri rekaman di handphonenya


"Heh? Sejak kapan?" Ucap Azka terkejut


"Wah.. Pelanggaran nih. Ini namanya pelecehan! Pak Azka sudah melakukan pelecehan. Harus laporin kepala desa nih" Ucap Putri


"Pelecehan dimananya t*lol.. Ngapain juga ngadu ke kepala desa" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Ya.. Biar kepala desanya tahu lah. Pak Azka di usir keluar dari desa. Kan kita juga yang untung, pak Azka pindah" Jelas Putri


"Nice idea, dari pada lapor ke kepala sekolah. Bikin heboh satu sekolah, kan gawat. Mending diem diem buat heboh warga satu desa" sambung Awani


"Tunggu!! Kalian beneran mau laporin saya ke kepala Desa?" Ucap Azka terkejut


"Wuahahaa.. Berlututlah di hadapanku dan mintalah ampunan. Aku pasti akan merubah pikiranku" Ucap Putri bangga


"Woy! Dosa begituan! Jangan" Ucap Agnes


"Oh maaf pak.. Barusan becanda" Ucap Putri sambil menundukkan kepalanya sejenak


"Iya pak.. Gimana? Setuju?" Sambung Agnes


"Terserah kalian! Sekarang kembali ke kelas!" Perintah Azka


"Bapak nggak takut Kita laporin ke kepala desa?" Tanya Agnes


"Bapak nggak perduli kalian mau aduin bapak ke kepala desa" "Toh bapak tinggal di kota" Ucap Azka


"Eh.. Iya juga!" "Kita sekarang di kota! gimana mungkin kita lapor ke desa" Ucap Putri


"Yah.. Percuma ngerekam, hapus aja lah" Ucap Awani kecewa. ia langsung menghapus rekaman itu


"Tunggu! Jangan di hapus. Kita bisa laporin ke kepala kota" Seru putri


"Udah ke hapus juga" Ucap Awani

__ADS_1


"Control Z!! cepetan Control Z!!" Ucap Putri panik


"Control Z, palakau" "Btw, kepala kota paan?" tanya Agnes sambil tertawa kecil


"Stop, jangan dilanjut!! Gaje banget sumpah! Dari tadi bahas apaan sih! Sampai setengah jam ini wkwk" Ucap Vani sambil tertawa


"Bhaks.. Ahahahaa. Parah parah" Mereka berempat tertawa terbahak bahak mengingat kekonyolan yang baru saja mereka lakukan


"Kalian ini terlalu banyak bercanda! Sekarang waktunya belajar! Simpan lelucon garing kalian untuk nanti sepulang sekolah!" Ucap Azka tegas


"Hum.. Baik. Kita balik ke kelas" "Pak, lupakan saja apa yang tadi kita bicarakan" Ucap Vani serius, "Kuy cabut" Ajaknya. Mereka berempat berbalik dan berjalan menuju ke kelas mereka. Saat mereka berbelok menuju lorong kelas, mereka berhenti


"Kita ambil suara" "Ke atap kelas tiga, apa ikut pelajaran?" Ucap Agnes, "yosh.. udah di putuskan, Kita ke atap kelas tiga" sambungnya


"Yee.. Ngomong sendiri jawab sendiri, gaje kau" Ucap Vani datar


Mereka berempat keluar dari gedung kelas dua dari pintu dekat kelas mereka. Mereka berjalan memutar melewati taman belakang gedung kelas 2 menuju gedung kelas tiga. Saat mereka hampir sampai di ujung gedung kelas dua, seseorang muncul dari balik tembok gedung. Mereka terkejut dan langsung bertingkah polah


"Mau kemana kalian?" Tanya Azka


("Kenapa dia bisa disini juga") batin Vani penasaran. ia mencoba mencari alasan, "Wah... Ketemu! Ini dia rumput langka buat praktikum biologi" Ucap Vani sambil mencabut beberapa helai rumput. ia menoleh ke arah Azka, "Eh.. Pak Azka. Kenapa bisa disini?"


"Kenapa kalian di belakang gedung?" Tanya Azka serius


"Nih.. Ambil sampel buat praktik biologi" Jawab Vani sambil menunjukkan rumput di tangannya, "Ya udah pak.. Kita pergi dulu" sambungnya sambil tersenyum. Mereka berempat kembali menelusuri jalan yang baru saja mereka lewati


"Dasar.. Empat anak itu" "Oh.. Aku lupa mengajar" Ucap Azka. ia bergegas pergi ke kelas XI Mipa C untuk mengajar


'Sebaiknya kita urungkan niat bolos ini' Bisik Agnes


"Benar juga.. Terlalu ngeri kalau kita terus terusan di hadang Pak Azka. Apa dia bisa teleportasi ya" Sambung Vani


"Entahlah.. Mungkin dia alien yang menyamar" Ucap Putri


"Atau dia itu makhluk mars" Ucap Awani

__ADS_1


"Bhaks ahaha.. Gaje kali" Ucap Vani. Mereka berempat memutuskan untuk kembali ke kelas mereka dan mengikuti pembelajaran


__ADS_2