Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_015


__ADS_3

"Mungkin di halaman belakang" Ucap Vani yakin. Ia berjalan ke taman belakang dengan cepatnya


("Semoga mereka di sana, jangan sampe yang ku pikirin jadi kenyataan") batin Vani berharap. Saat ia membuka pintu belakang, ia sedikit terkejut setelah melihat halaman belakangnya, ia tersenyum cukup lebar


"Hehe, mereka nggak ada" Ucap Vani, "Akh.. Kenama mereka tega tinggalin aku disini!", "Tunggu, masih ada satu petunjuk lain" Ucapnya pada dirinya sendiri. ia menutup pintu belakang dan berlari ke halaman depan Villa, ("Kalau mobilnya nggak ada, Fiks.. Mereka beneran tinggalin aku")


Sampai di depan Villa, ia berhenti berlari dan terdiam karena tidak melihat keberadaan mobil Kim. Dengan tatapan Kosong Vani berjalan mundur perlahan hingga punggungnya menyentuh tembok, "Mobil... Mobilnya beneran nggak ada... Semua pikiran negatif ku jadi kenyataan" Ucap Vani lirih, kedua matanya mulai berair, "Ini dimana lagi, Hikss.. Kenapa mereka ninggalin aku", "Hikss.. Huuu.. kenapa.." Setelah beberapa saat, Vani berhenti menangis, "Tunggu.. ngapain aku nangis" Ucapnya sambil mengelap air mata dengan tangannya. ia pergi ke kamarnya untuk mengambil handphonenya


"Di sini nggak ada sinyal. Tapi kalau nggak salah, aku lihat Wi-Fi di bawah" Ia segera turun ke bawah dan pergi ke tempat Wi-Fi yang sebelumnya ia lihat


"Yes masih ada. Aku bisa pulang, aku bisa hubungi Jack dan suruh dia kesini atau taxi online" Ucap Vani senang. ia mencoba menyalakan Wi-Fi itu, "Woy! nggak ada koneksi internet!" Teriak Vani kesal sambil membanting handphonenya. Upaya terakhir yang bisa ia lakukan ternyata tidak berhasil, ia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa mencari jalan keluar untuk masalahnya. Air matanya mulai kembali menetes


"Akh!.. huwaaa.. Sekarang aku beneran nggak bisa pulang. Aku harus gimanaaaa" Ucapnya sedih. ia terduduk di lantai Villa, "Huhuu.. Gimana ini. Udah makin gelap, Aku nggak bisa pulang.. Hikss"


lama kelamaan, Vani hanyut dalam lamunannya, ("Harusnya aku tolak aja tadi kalau begini ujungnya, liburan apanya?! Mereka cuma pura pura baik"), ("Tanpa mereka aku masih bisa hidup. Lihat aja nanti, pas aku sukses, pasti mereka nyesel buang aku. Harusnya aku nggak lahir dari keluarga ini“), ("Aku bakalan tinggalin semua barang barang ini trus pergi dari Villa ini. Aku pasti bisa survive sendiri")


ketika tersadar, ia berhenti menangis

__ADS_1


"Cih.. Mereka nggak pantas buat ku tangisi, sekarang aku harus melangkah maju" Ucapnya sembari berdiri dari duduknya, "Khakim itu! ternyata selama ini dia cuma berpura pura baik di depanku! biarin aja dapet pacar yang ngga punya attitude" Ia melangkah keluar dari Villa


"Mau kemana kamu?" Ucap seseorang menghentikan langkah Vani. Vani menoleh kearah suara


"Khakim!" Teriaknya sambil berlari menghampiri Kim. ia memeluk Kim dengan erat, "Hikss.. Khakim.. Udah ku duga, Khakim nggak akan menghianatiku.. Hikss.." Vani menangis tersedu sedu di pelukan Kim


"Hey kenapa? menghianati apa? kamu ngigo?" Ucap Kim


"Hiks.. Khakim darimana? Kenapa dari tadi aku cari nggak ada" Ucap Vani yang masih menangis


"Kakak dari gudang, ambil grill pan. Kenapa kamu nangis? Ada masalah?" Ucap Kim


("Pasti ada sesuatu") batin Kim, "Tetes mata? Kenapa bisa sampai bengkak gitu? Hidung kamu juga merah. Beneran nggak nangis?" Tanya Kim


"Hachuu... Lihat kak, aku lagi flu, jadi wajar hidungku merah. Trus soal mata bengkak, mungkin aku pakai tetes mata expired" Ucap Vani sambil tersenyum


"Apa? expired? Kamu harus ke dokter mata sekarang, bahaya nanti. Ayo kakak antar!" Ucap Kim khawatir sambil menarik tangan Vani

__ADS_1


"Ehhh.. Stop Khakim. Nggak perlu, nanti juga sembuh sendiri. Lagian, mobil Khakim kan gaada" Ucap Vani sambil menahan Kim


"Iya juga, mobil lagi dipakai mama sama papa. Kalau gitu kakak minta Asisten Zuan buat jemput kita" Ucap Kim. ia berjalan ke kamar untuk mengambil handphonenya


"Buat apa Kak? Lagian disini area tanpa sinyal. Bisa apa coba?" Ucap Vani yang menghentikan langkah Kim, "Lagian, kenapa Wifinya nggak bisa dipakai juga?"


"Wifinya sengaja kakak matiin internetnya. Biar kita bisa ngeluangin waktu buat kumpul bareng tanpa gangguan dari luar. Sepertinya kakak salah, sekarang kamu begini, kakak nggak bisa apa apa" Ucap Kim murung


("Tujuan yang terlalu mulia") batin Vani terpukau, "Nggak masalah Kak, nanti juga hilang sendiri" Ucapnya sambil tersenyum kecil


"Ayo ikut kakak" Ucap Kim sambil menarik Vani ke ruang makan


"Kamu duduk diam disini" Ucap Kim


"Mau makan malam ya, makan apa kita" Ucap Vani senang


Kim pergi menghampiri kulkas dan mengambil sesuatu. Setelah itu, ia kembali ke tempat Vani berada dan duduk disampingnya, "Ini" Ucap Kim sambil meletakkan semangkuk es batu di depan Vani

__ADS_1


("Anjirrr, makan malam es batu") batin Vani, "makan es batu segini mana bisa kenyang, boleh nambah?"


__ADS_2