Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_107


__ADS_3

"nggak ditawarin Minum?" Tanya Kaituo


"Yang tamu di rumah ini kan aku" Jawab Agnes


"Ahahahaha.. Iya iya" Ucap Kaituo dengan tawa kecil


"Jadi?? Mau tanya apaan? Woahh.. Ku udah ngantuk, buru" Ucap Agnes sambil menguap


"Baru juga jam sembilan" Ucap Kaituo


"Besok kan mau liburan, capek di jalan pasti" Ucap Agnes lesu


"Liburan?" Tanya Kaituo


"Eh.. Sekolah, ngelantur aku, ngantuk bneran ini" Jawab Agnes, ("Hampir aja keceplosan. eh.. udah keceplosan njirr") sambung batinnya tersadar


"Liburan kemana? Siapa aja?" Sambung tanya Kaituo


"Pulang sekolah, main ke game counter, biasa" Jawab Agnes dengan ekspresi datar


"Owh.. Oke" Jawab Kaituo Singkat. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar tamu. Saat hendak membuka pintu kamar itu, Agnes menghentikannya, "Kamu kesin mau ngapain?" Tanya Agnes. Kaituo membuka pintu itu dan menjawabnya tanpa menoleh ke arah Agnes, "Lupain.. Good night" Ucap Kaituo


"Brak.. "


Pintu kamar tamu tertutup dan Sekejap Kaituo hilang dari pandangan Agnes. Agnes hanya diam dan menyandarkan punggungnya ke sofa dengan rileks, "Hahhhh... Pasti jadi masalah baru" Ucapnya pasrah


Keesokan harinya, di Jumat pagi. Agnes, Vani dan Kaituo selesai bersiap untuk berangkat sekolah. Kini mereka duduk berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Sepanjang sarapan berlangsung, tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan sepatah kata apa pun dari mulut mereka. Hingga sarapan berakhir, Agnes mencoba memecah keheningan, "kaituo, kita nebeng ke sekolah" Ucap Agnes


"Oh.. Iya" Jawab Kaituo singkat. Ia menggendong tasnya di punggung dan berdiri dari duduknya, "Ayo berangkat" Sambungnya sambil menoleh ke arah Agnes dan Vani. Mereka berdua menuruti Kaituo dan berjalan mengikutinya keluar dari rumah


Mereka berdiri di trotoar depan rumah menunggu Kaituo mengeluarkan mobil dari garasi. Saat mobil yang Kaituo kemudikan berhenti di depan mereka\, mereka masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Kaituo melajukan mobil itu menuju ke Sekolah. Lagi lagi di sepanjang perjalanan\, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata apa pun. Hal itu membuat Agnes menjadi canggung dan kesal\, "S*alan!! B*su apa?!" Ucapnya ngegas. Vani yang duduk di sampingnya menoleh ke arahnya\, "Apa?" Tanyanya cuek


"Ngobrol kek.. Kalian berdua kayak orang lagi ngambekan tau!" Jawab Agnes kesal


"Hmm.. " Gumam Vani cuek. Ia menyandarkan kepalanya ke kaca pintu mobil dan memperhatikan setiap jalanan yang sedang di lalui mobilnya


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan gerbang sekolah. Vani dan Agnes turun dari mobil dan berdiri di depan gerbang sekolah. Kaituo membuka kaca mobilnya dan menghadap ke arah mereka berdua, "Kalian duluan, aku jemput Nova" Ucap Kaituo


"Bodo amattt" Ucap Agnes cuek, "Yok Van, masuk!" Sambungnya. Ia merangkul pundak Vani dan mengajaknya masuk ke dalam sekolahan. Kaituo menutup kembali jendela mobilnya dan pergi menjemput Nova di rumahnya


Sesampainya di kelas, mereka duduk bergabung dengan Awani dan Putri yang sudah berangkat lebih awal dari mereka, "Ntar jadi kan??" Tanya Putri


"Iyalah, dah ku atur semuanya. eh.. bukan aku juga sih" Jawab Vani

__ADS_1


"Kita pergi berapa orang?" Tanya Awani


"Emm.. Kita berempat. Trus Ray, Jack, Jorhan, Citra. Berarti, berdelapan" Jelas Agnes


"Kaituo?? Nggak ikut?" Tanya Awani. Saat itu Putri menepuk pundak Awani


"Nggak ku ajak" Jawab Vani dengan ekspresi dingin


"Hehe.. Iya juga si" Ucap Awani dengan tawa kecil


"Ahahahahahaaa.. Bolos Kuyy!!" Ucap Putri bersemangat


"Bolos?" Ucap Seseorang. Mereka berempat terkejut dan langsung menoleh ke asal Suara. Di sana mereka melihat, Azka yang berdiri tepat di pintu kelas dengan tangan kanannya memegang buku materi yang ia letakkan di pundak kirinya. Vani menoleh ke arah Agnes di sampingnya


'Mapel pertama?' Tanya Vani lirih


'Pak Azka' Jawab Agnes lirih. Mereka berempat kembali ke bangku mereka masing masing dan duduk dengan diam memperhatikan pelajaran yang Azka sampaikan


Beberapa jam pelajaran, bel istirahat berdering. Azka menyudahi mengajar dan menata buku bukunya. Ia berdiri di depan kelas, "Jangan lupa, seperti yang bapak sampaikan minggu minggu lalu. Senin depan Ulangan Akhir Semester untuk menentukan kenaikan kelas kalian, jangan lupa belajar yang rajin!" Jelas Azka


"Haaa???" Ucap Putri terkejut. Pandangan seluruh kelas tertuju padanya


"Kenapa Putri?" Tanya Azka


"Pak!! Kok udah ulangan aja si?! Kapan bilangnya?!" Tanya Putri ngegas


"Ulangan woy, helpp" Ucap Putri panik


"Cuma ulangan nggak bakal mati Put" Ucap Agnes kalem


"Kita tetap liburan walau udah tau senin depan ulangan?!" Tanya Putri


"Yapp.. Kita bisa belajar di sana" Jawab Agnes kalem


"Heee?! Kalian kok selow selow aja si?!" Ucap Putri kaget


"Di sekolah bolos, di rumah kamu nggak belajar?" Tanya Agnes


"Mana mungkin aku belajar!! Emang kalian belajar?!" Tanya balik Putri


"Ngga juga si, hehe" Ucap Agnes dengan tawa kecil. Vani berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kelas, "Kantin, ikut ngga?" Ucap Vani tanpa menoleh


"Weee.. Tungguu!" Ucap Agnes. Mereka bertiga berdiri dari duduknya dan mengejar jalan Vani. Mereka berempat berjalan beriringan menelusuri lorong kelas menuju kantin sekolah untuk makan

__ADS_1


Di perusahaan DV,


Zuan sedang sibuk mengurus pekerjaan di ruangannya, ia mendapatkan sebuah telepon dari seseorang. Ia mengangkat telepon itu


"tutt.."


'Selamat Siang Tuan Zuan' Sapa orang di telepon


"Oh iya siang, ada apa menghubungi saya tiba tiba?" Tanya Zuan


'Maaf tuan Zuan, sepertinya Kapal Pesiar milik Keluarga Osamu tidak bisa tepat waktu sampai di negara B. Kapal itu sekarang sedang berlabuh di pelabuhan Negara D. Butuh waktu satu minggu lebih untuk sampai di negara B' Jelas orang di telepon


"Cari yang lain" Ucap Zuan


'Kapal pesiar Milik Presdir Kim sedang dipakai oleh Paman Presdir Kim berlibur. Jadi kita tidak bisa menggunakannya juga. Apa perlu saya sewa Kapal lain?' Tawar orang di telepon


"Jangan dulu, nanti saya hubungi lagi" Ucap Zuan tegas


'Baik Tuan' Jawab orang di telepon. Zuan memutus teleponnya dengan orang itu dan segera menghubungi Vani


"Tutt.. Tutt.. Tutt.."


"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah..."


"Tut.. "


'Little Van? Kenapa tidak di angkat?' Gumam Zuan. Ia mencoba menelepon Vani berulang ulang, namun hasilnya tetap sama. Ia memutuskan untuk menelepon Kaituo


"Tutt.."


'Hallo?' Sapa Kaituo di telepon


"Oh.. Syukurlah. Tuan Kaituo mengangkat telpon saya" Ucap Zuan lega


'Asisten Zuan? apa ada hal penting?' Tanya Kaituo di telepon


"Little Van ada bersama Tuan Kaituo?" Tanya Zuan


'Oh.. Kenapa emangnya?' Tanya balik kaituo


"Syukurlah kalau dia bersama tuan Kaituo, dia tidak menjawab telpon dari saya. Tolong berikan handphonenya ke Little Van, saya ingin menyampaikan sesuatu padanya" Ucap Zuan


'Dia.. Lagi makan di kantin, bilang aja ke aku' Ucap Kaituo di telepon

__ADS_1


"Maaf Tuan Kaituo.." Ucap Zuan terhenti, 'Kamu nggak percaya??' Saut Kaituo di telepon


"Maaf tuan Kaituo, saya tidak bermaksud begitu. Baiklah akan saya katakan, tolong sampaikan pada Little Van nanti" Ucap Zuan


__ADS_2