
Saat itu, Putri yang baru saja selesai mandi, keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi
"Aw.. gantian!" Seru Putri
"Oh.. Iya" Saut Awani, "Ku mandi dulu" Sambungnya. Ia berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Sementara Putri pergi ke ruang ganti untuk menggunakan pakaian
Di sofa, Agnes meminum setengah minumannya dan memakan cemilan di sana
"Humm.. Oh ya Nes.. si Jack apa kabar?" Tanya Vani
"Jack? Dia lagi sibuk kuliah. Terakhir aku telponan dah lama sih, tadi malem" Jawab Agnes
Vani memasang ekspresi datar "Tadi malem" Ucapnya
"Udah lama kita nggak ketemu" Ucap Agnes
"Ciee.. Kangen yaa" Goda Vani
"Iya sih kangen.. Kangen mabar.. ahahahahaa" Ucap Agnes sambil tertawa
"Ahahahahaha.. iya juga" Sambung Vani tertawa
"Eh..btw Ray apa kabar?" Tanya Agnes
"Kenapa tanya aku?" Tanya balik Vani
"Kamu kan deket sama dia" Jawab Agnes
"Mana aku tau" Ucap Vani
"blusshh" Wajahnya mendadak memerah karena teringat kejadian kemarin
"Pipimu kok merah? demam lagi?" Tanya Agnes cemas
"Enggak, aku dah sembuh" Jawab Vani merona
"Hayolo, jangan jangan" Goda Agnes terhenti, "ah.. Iya keknya, palaku masih agak pusing" Saut Vani sambil memegang keningnya
"Eh? Beneran? Istirahat gih" Ucap Agnes
"Nggak usah... Begini doang ez. Btw, kenapa kamu tanya aku mood berantem apa enggak?" Ucap Vani
"Oh itu.. Tadi siang aku ajak Awani sama Putri ke tempat nongkrong nak STM. Si Putri keceplosan bilang, Nak STM gak guna. Terus ada nak STM yang denger, dia nggak terima. Ku tonjok mukanya, eh.. Temennya pada dateng. Situasinya nggak nguntungin banget, mereka ada sekitar lima belasan orang, nah di posisiku.. Cuma aku yang bisa berantem. Dari pada bonyok, ku buat deh perjanjian ama mereka" Jelas Agnes
"Perjanjian?" Tanya Vani bingung
"Gini nih.. Ku tantang mereka war besok.. Kalau aku menang, mereka lepasin kita plus mereka janji nggak bakal bolos lagi. Trus kalau mereka yang menang, ku kasih sepuluh juta plus kita nggak ganggu mereka lagi" Jelas Agnes
__ADS_1
"Sepuluh juta?" Tanya Vani
"Iya.. Ku kasih handphone ku jadi jaminannya" Ucap Agnes
"Boros amat. Ga ah.. nggak like kalau gitu" Ucap Vani cuek
"Yah.. Van.. Yang bener aja, di handphone itu banyak data data penting" Ucap Agnes
"Maksudku.. nggak like kalau nggak terima" Ucap Vani sambil tersenyum
"Eh.. Van" Panggil Agnes
"Paan?" Tanya Vani
"Cringe" Jawab Agnes dengan ekspresi datar
"Oh.. Ya udah" Ucap Vani dengan ekspresi datar. Saat itu, Putri keluar dari ruang ganti. Di saat yang bersamaan, Awani juga keluar dari kamar Mandi. Awani berjalan menuju ruang ganti. Saat berpapasan dengan Putri, Putri membisikinya sesuatu
'Banyakan sweater' Bisik Putri
'Sudah ku duga' Bisik balik Awani. ia masuk ke dalam ruang ganti untuk mengenakan baju
"Ku denger woy" Seru Vani tanpa menoleh ke arah Putri
"Nggak ada yang bisik bisik juga" Saut Putri sambil berjalan menghampiri sofa. Ia duduk di samping Agnes
"Eh.. Van. Mama sama Papamu udah tenang di sana. Jangan sedih lagi" Ucap Putri
"Iya.. tau ko" Jawab Vani
"Ah.. Bisa kita liat?" Tanya Putri bersemangat
"Apanya?" Tanya balik Vani
"Koleksi pakaianmu" Jawab Putri
"Hmm.. Ayo.. Udah lama aku nggak ke sana, paling cuma bibi yang ke sana buat bersihin tempatnya" Ucap Vani
"Kok kita nggak tau ya? Padahal kita sering ke sini loh. Kamu nggak kasih tau kita?" Tanya Putri
"Kalian nggak nanya, ngapain ku bilang? Pamer?" Tanya balik Vani
"Iya juga sih" Jawab Putri mengangguk. Saat itu, Awani selesai mengenakan pakaian dan ia keluar dari ruang ganti. Mereka bertiga menoleh ke arah Awani yang baru saja keluar dari ruang ganti. Awani berjalan menuju sofa dan duduk di sana
"Yok.. " Ajak Vani. Vani, Putri dan Agnes berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang ganti. Awani yang baru saja duduk merasa heran dengan apa yang sedang terjadi
"Eh? Mau kemana? Aku baru duduk juga" Ucap Awani heran. Putri berhenti berjalan dan menoleh ke arahnya yang sedang duduk di sofa, "Mau ikut nggak?" Tanya Putri
__ADS_1
"Kemana?" Tanya balik Awani
"Ikut nggak?" Tanya Putri lagi. Awani langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Putri. Mereka berempat masuk ke dalam ruang ganti di kamar Vani
Di dalam ruang gantinya, Vani memandu jalan sampai di samping rak sepatunya, ia menekan tombol kecil di dinding dan tiba tiba tembok yang sebenarnya adalah pintu terbuka dengan sendirinya. Awani, Putri dan Agnes merasa terkejut dengan apa yang sedang mereka lihat
"Woah.. Kok bisa Van?" Tanya Putri terkejut
"Tombol sekecil itu? Mana liat" Sambung Agnes terkejut
"Nggak nyangka aku, padahal tembok loh.. Kok jadi pintu? Kayak ruang rahasia aja" Sambung Awani terkejut
"Bisa lah" Jawab Vani bangga. Mereka berempat berjalan masuk ke dalam ruang ganti ke dua di dalam kamar Vani.
"Ctakk"
Vani menyalakan lampu ruangan. Saat seisi ruangan di terangi cahaya, Mereka bertiga kembali di kejutkan dengan rak rak baju dan sepatu yang tertata dengan rapi di sana. Rak rak itu berisikan bermacam macam dress dengan merk mendunia dan terkesan mahal
"What the F*ck!!!" Seru Putri terkejut
"Anjayyy.. Ruangan apa ini?" Sambung Agnes. Awani hanya terdiam melongo melihat seisi ruangan itu
"Ruang ganti" Jawab Vani datar
"Bajumu buanyakk bat ternyata. Ni dress mahal mahal pulaa, nggak pernah kamu pakai?" Ucap Agnes sambil melihat lihat baju di sana
"Ada beberapa yang pernah ku pakai, gara gara ikut dinner sama papa mama kalau nggak Khakim. Tapi sekarang.. Aku bebas pakai pakaian yang ku mau, Khakim bilang gitu" Jelas Vani
"Wahh.. Daebakk.. Dress disini hampir separuh lebih isi di ruang gantiku. Padahal di ruangan tadi, bajumu udah banyak banget. Di tambah di ruangan ini juga, serasa ke toko baju aku" Ucap Putri terkagum
"Lebay.. Toko baju mana yang sekecil ini" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Kita boleh liat liat?" Tanya Awani bersemangat
"Iya.. Kalau mau pakai, pakai aja.. Tapi jangan ambil, soalnya gimana pun juga, baju baju disini banyak yang peninggalan dari mama sama papa. Kalau mau ambil, ambil bajuku di ruang ganti depan" Ucap Vani
"Nggak mau, bajumu di sana model cowok semua" Ejek Awani
"Yee.. Kamvret" Ucap Vani dengan ekspresi datar. Mereka bertiga mengelilingi ruangan itu dan mencoba berbagai dress, sementara Vani hanya diam bersandar di tembok dan memperhatikan mereka
Saat itu, Agnes merasa penasaran dengan sesuatu yang ia lihat. Ia menghampirinya untuk memastikannya
"Eh.. Van? Ini lift?" Tanya Agnes. Vani menoleh ke arah Agnes, begitu juga dengan Awani dan Putri yang sedang melihat lihat dress
"Iya lift" Jawab Vani kalem
"Masih ada ruangan lain?" Tanya Agnes kagum
__ADS_1
"Hum... Mau lihat? Itu.. Lift ke ruangan bawah tanah" Jawab Vani sambil berjalan menghampiri Agnes yang sedang berdiri di depan lift. Ia menekan tombol lift dan "ting" pintu lift terbuka dengan lebar