Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_104


__ADS_3

"Aku sama Agnes yang samperin dia, kalian fokus obatin luka. Kalau dah selesai gabung ke dalam" Ucap Jack


"oke Jack, tolong ya" Ucap Ray


"Oke jack? Kok nama itu nggak asing ya" Ucap Agnes heran. Jack menoleh ke arahnya


"Apanya?" Tanya Jack


"Oke Jack, ojek online kan?" Tanya balik Agnes


"Hum.. Mana aku tau. Jangan promo disini Nes" Ucap Jack


"Ahahahaha.. Maaf" Ucap Agnes dengan tawa kecil


"Ayo masuk ke dalam" Ajak Jack


"Oke Jack" Jawab Agnes, "eh? aku promo lagi" Sambungnya


"Ahahahaha.. Kamu lucu juga" Ucap Jack dengan tawa kecil, "Ayo masuk" Sambungnya. Mereka berdua masuk ke dalam ruang kumpul dan menghampiri Vani yang sedang duduk terdiam di sofa. Mereka ikut duduk di sofa


"Van" Panggil Agnes. Vani menoleh ke arahnya, "Apa?" Tanya Vani


"Cemburu sama Citra yaa?" Ucap Jack. Vani menoleh ke arah Jack dan menatapnya, "Hmm...  Aku nggak cemburu, cuman pas mereka deket, aku nggak suka liatnya" Jelas Vani


"Itu cemburu namanya" Ucap Jack


"Tadi pagi pas kamu liat Kaituo sama pacarnya, perasaanmu gini nggak?" Tanya Agnes


"Tadi pagi dadaku rasanya sakit banget. Ga tau kenapa, apa gara gara liat itu ya. Tapi sekarang ku udah lupa rasanya, udah banyak yang terjadi hari ini" Jelas Vani


"Bagus kamu lupa, kalau bisa jangan sampai inget. Inget begituan cuma bisa bikin nangis doang, lupain aja" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Wahh.. Agnes perhatian ke temennya yaa" Ucap Jack dengan senyum manisnya


"Najis Jack!! Jan senyum woy, ga pantes kamu senyum begitu" Ucap Vani ngegas


"Sirik kamu ya" Ucap Jack


"Kagak lepel maap" Ucap Vani cuek. Saat itu  ketiga member lain telah selesai mengobati luka mereka, mereka masuk ke dalam ruangan itu dan duduk bergabung dengan Vani dan yang lainnya. Ray menatap Vani dengan tatapan seriusnya


"Kamu.. Baik baik aja kan?" Tanya Ray cemas


"Eh? Aku?" Tanya Vani bingung


"Iya" Ucap Ray


"Oh.. Aku baik, kamu sendiri?" Tanya balik Vani


"Ahahahaaa bagus lah. kamu baik aku juga baik" Jawab Ray


"Ehem.. Cie cieee.." Goda Citra


"Apaan si? Gaje bat" Ucap Vani malu. Saat Agnes menoleh ke arah Vani, ia melihat sesuatu di pipi Vani, "Van.. Bekas tonjokan tadi pagi bekas ungu tuh" Ucap Agnes


"He? Masa? Perasaan nggak kena keras banget deh" Ucap Vani sambil memegang pipinya, "Aw.. iya sakit" Sambungnya


"Yaa jangan diteken juga megangnya" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"ahahaha..." Vani tertawa keras


"Kalian berantem lagi?" Tanya Jack, "Pasti Vani nih biang keroknya" Sambungnya


"Yee.. Kamvret, salahin aja aku" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Eh.. Bukan bukan.. Kali ini aku yang mulai, bukan Vani" Ucap Agnes


"Wahh.. Kamu baik banget ya. Nggak mau temennya disalahin" Puji Jack


"Aku yang salah kamu sewot, Agnes yang salah kamu puji puji gitu" Ucap Vani heran


"Kenapa kalian berantem?" Tanya Ray serius


"Buat bela diri, buat apa lagi?" Jawab Vani. Saat itu Ray memegang tangan Vani dan berdiri dari duduknya, "Ikut aku" Ucap Ray. Vani berdiri dari duduknya dan mengikuti Ray keluar dari ruangan itu


Mereka berjalan menuju kursi di ruangan pertama, "Duduk disini bentar" Ucap Ray. Vani hanya diam menuruti kemauannya, Ray pergi mengambil air hangat di dapur dan kembali. Ia duduk di samping Vani. Ray mencelupkan kain ke air hangat itu dan memerasnya, "Hadap sini" Ucap Ray. Vani menoleh ke arah Ray dan Ray mulai mengompres pipi Vani yang memar. Vani memperhatikan Ray dari jarak yang cukup dekat, ia memandang Wajah Ray yang sedang fokus mengompres pipinya


("Humm... Ray gans juga di liat sedekat ini, trus juga padahal dia baru berantem tapi tetep wangi") batin Vani. ketika mata Ray menatap balik matanya, Vani merasa sedikit terkejut dan jantungnya mulai berdebar


"Degg.. Deg.. Deg"


"Gawat.. Kambuh lagi!" Ucap Vani panik. Ia mengambil alih kain untuk mengompres pipinya dan langsung mengalihkan pandangannya dari Ray, "Aku sendiri aja" Sambungnya gugup


"Oh.. iya. em.. maksudmu kambuh apanya? Kamu punya semacam.. penyakit?" Tanya Ray penasaran


"Ga tau, aku belum periksa ke dokter, akhir akhir ini aku sering ngerasain perasaan asing" Jelas Vani


"Kayak apa rasanya? Mungkin aku tau penyebabnya" Ucap Ray


"Emm... Ngga bisa dijelasin dengan kata kata. Aku ngga tau cara ungkapinnya juga" Ucap Vani

__ADS_1


"Aku nggak maksa, kalau nggak bisa jelasinnya nggak usah" Ucap Ray


"Hum.. Maaf" Ucap Vani singkat


"Iya iyaa" Ucap Ray sambil tersenyum, "Udah mendingan? Ayo balik ke dalam" Sambungnya


"Iya" Ucap Vani. Ia memberikan kain yang ia pegang pada Ray, "Thanks ya" Sambungnya


"Iya" Jawab Ray. Mereka berdua berdiri dan pergi menuju pintu ruang Kumpul. Mereka masuk ke dalam dan kembali bergabung dengan yang lainnya


"Ciee.. Habis ngapain nih berduaan" Goda Citra


"Hum.. Ray kompresin memarku, nih liat" Ucap Vani sambil menunjukkan memar di pipinya


"Gitu doang? Yang lainnya?" Tanya Citra


"Yang lain gimana?" Tanya Vani bingung


"Ray .. Kamu nggak ngapa ngapain?" Tanya Citra, "Yah payahh.. ngga ada kemajuan" Sambungnya


"Cukup. Sekarang jam tujuh malem, kasihan mereka pulangnya" Ucap Jack


"Oh ya, kalian kesini mau ngapain?" Tanya Jorhan


"Oh itu.. Akhir pekan ikut aku yuk, Liburan" Ucap Vani


"Aku nggak, males" Jawab Jack


"Ada.. Vani, Aku.. Trus si.." Ucap Agnes terhenti, "aku ikut" Saut Jack


"Hmm.. Jack tinggal aja dah" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Aku ikut, Ikut!!" Ucap Jack serius


"Iya deh.. Ntar ku masukin bagasi mobil" Ucap Vani


"Liburan ya, kayaknya nggak bisa deh" Ucap Citra


"Aku juga nggak bisa. Maaf" Sambung Jorhan


"Aku bisa kayaknya" Ucap Ray


"Yah.. Sayang banget dong. Nggak rame nggak asik liburannya" Ucap Vani


'Gimana Van?' Bisik Agnes


'Tenang' Bisik balik Vani


"Kok kamu tahu?" Tanya Jorhan


"Jack yang kasih tau aku" Jawab Vani. Saat itu, Ray, Citra dan Jorhan menatap Jack dengan tajam


"Rahasia disembunyiin seperti apapun pasti bakal terungkap" Ucap Jack kalem


"Ternyata.. Selama ini, kalian ngga percaya sama aku ya. Aku tahu kok, aku sadar. Kemampuanku masih... " Ucap Vani terhenti, "bukan begitu Van" Saut Citra. Vani menoleh ke arah Citra dan memasang muka sedihnya, "Bukan gitu apa? Emang itu kenyataannya" Ucap Vani, "Lebih baik aku keluar dari komunitas ini" Sambungnya. Ia berdiri dari duduknya, "Nes .. Ayo pulang" Ajaknya. Agnes mengikuti Vani berjalan menuju pintu ruangan


"Itu pilihan yang bagus buatmu!" Seru Ray. Mereka berdua berhenti berjalan dan menoleh. Ray menatap Vani, "Aku dukung kamu keluar dari komunitas ini" Sambungnya


'Tceeeehh..' Gumam Vani dengan ekspresi datar, ("anjirr.. mereka nggak bisa di ajak kompromi. harusnya mereka cegah aku, nggak malah dukung gini") sambung batinnya


'Pufftt.. Rencanamu nggak mulus sama sekali' Bisik Agnes sambil menahan tawanya


'S*alan emang' gumam Vani. Mereka kembali bergabung duduk di sofa, ("kalau udah begini, cuma ada satu cara biar mereka setuju") sambung batinnya, "Gini aja.. Dari pada kelamaan, kita buat kesepakatan" Ucap Vani serius


"For what?" Tanya Jack


"Aku nggak jadi keluar dari komunitas ini dan maafin kalian soal masalah grup chat itu. Dengan syarat tentunya" Ucap Vani


"No basa basi ya Van" Ucap Agnes


"Gimana?" Tanya Vani


"Aku tanya, buat apa kita pertahanin kamu di sini kalau kamu cuma bisa nyusahin, trus juga kenapa kita harus minta maaf?" Tanya Jack


"Jahat.. Padahal aku udah anggap kalian temen, tapi kalian anggap aku apa?" Ucap Vani sambil memasang ekspresi sedih


"Syaratnya apa?" Tanya Citra penasaran


"Kamu sama Jorhan juga ikut liburan" Jawab Vani serius. Saat itu mereka semua terdiam dan seketika keadaan di sana menjadi hening


Vani berdiri dari duduknya, "Oke Fiks.. Kalian ikut. Besok ku jemput kalian di tempat ini jam empat sore, ngga usah bawa barang yang ngerepotin, cukup bawa diri sama terserah kalian aja si. Di luar udah gelap, aku sama Agnes pulang dulu" Ucap Vani


"Besok??!" Tanya Jorhan terkejut


"Yapp.. Jan terlambat yak!" Ucap Vani, "Kuy pulang Nes" Sambungnya. Agnes mengikuti Vani berjalan keluar dari Markas CRIFITY. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Vani melajukan mobil itu pergi dari tempat itu, di dalam mobil mereka berdua mengobrolkan sesuatu


"Adegan di tempat tadi serasa dipaksakan" Ucap Agnes


"Gimana lagi? Mereka aja nggak ikut alur yang ku buat" Ucap Vani

__ADS_1


"Ahaahaha... Pemaksaan ini namanya" Ucap Agnes sambil tertawa


"Its okay, yang penting mereka ikut" Ucap Vani. Ia melihat jam di jam tangannya, "Masih jam setengah delapan, mau makan?" Sambungnya


"Okee" Jawab Agnes


"Kemana?" Tanya Vani


"Ke.. Restoran yang nggak jauh dari SMA aja, yang deket toko material itu loh. Dulu kita pernah ke sana sekali pas kelas sepuluh. Inget nggak?" Jelas Agnes


"Hum... Owh.. Inget, pas itu aku juga dari komunitas. Jalan kaki lewat terobosan" Ucap Vani


"Nah sip.. Kita kesana" Ucap Agnes. Vani melajukan mobilnya ke restoran yang di maksud Agnes. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan restoran itu. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran, mereka duduk di tempat yang sama seperti saat mereka ke sana dulu


"Disini udah banyak yang berubah, makin canggih aja ni restoran" Ucap Agnes sambil mengamati restoran


Seorang pelayan datang menghampiri mereka, "Selamat datang di restoran kami, ada yang ingin di pesan?" Tanya pelayan ramah


"Em.. Menu favorite disini apa?" Tanya Vani


"Menu favorite dan terlaris di sini yaitu Chiken Noodle, Kami juga merekomendasikan menu itu untuk para pelanggan baru kami" Jelas pelayan ramah


"ahahahaaa.. Chiken noodle?" Ucap Agnes dengan tawa kerasnya


"Iya.. Chiken Noodle sendiri adalah Mie Ayam spesial yang di jamin keenakannya dan menjadi favorite di restoran ini. Banyak anak remaja, bahkan orang dewasa yang tertarik dengan nama unik itu dan mampir ke sini untuk mencoba menu itu. Dan setelah mereka mencicipinya, Chiken Noodle menjadi semakin banyak peminat dan menjadi menu favorite disini. Nama Chiken Noodle di ambil atas usulan anak SMA yang berkunjung ke restoran ini satu tahun yang lalu. Berkat usulan mereka, restoran ini menjadi semakin berkembang dan ramai" Jelas pelayan


"ahahahahahaha.. Inget aku. Oke kita pesan itu dua, sama es teh dua" Ucap Vani senang


"Baiklah.. Mohon tunggu sebentar" Ucap pelayan ramah. Pelayan itu mengundurkan diri dan pergi mengambil pesanan mereka


"Nggak habis pikir njirr, ganti nama doang bisa bikin perubahan sebesar ini. Ternyata kita berguna juga ya buat orang lain" Jelas Agnes bangga


"Eh.. Mbak pelayan yang dulu masih disini nggak ya" Ucap Vani penasaran


"Mana ku tahu" Ucap Agnes


"Kira kira dia ingat muka kita nggak ya? Kali aja abis ini kita jadi terkenal" Ucap Vani


"Mau coba cari tahu?" Tawar Agnes


"Nggak ah, males" Ucap Vani


"Sama.. Ngga usah dah, ngga penting juga" Ucap Agnes


"Drrtt.. Drrttt..."


Vani merasa handphone di sakunya bergetar, ia mengeluarkan handphone itu dari sakunya dan mengeceknya. Ia terkejut melihat siapa yang menelponnya saat itu, "Kai!" ucap Vani terkejut, "Kamu yang angkat" Sambungnya sambil menyerahkan handphonenya pada Agnes. Agnes mengambil handphone itu dan mengangkat telepon


"Hallo? Kaituo? Ada apa? Kamu ganggu" Sapa Agnes


'Agnes? Handphone Vani di kamu?' Tanya Kaituo dari telepon


"Iya.. Vani lagi.. Ke toilet kayaknya" Ucap Agnes


'Kayaknya?? Kalian berdua dimana?' Tanya Kaituo dari telepon


"Kita lagi makan di restoran, kenapa?" Ucap Agnes


'Dari tadi kalian di restoran?' Tanya Kaituo dari telepon


"Hmm.. Nggak percaya ya udah" Ucap Agnes kalem


'Ganti VC, akuu mau pastiin kalian bohong apa enggak' Ucap Kaituo dari telepon


"Ya elah.. Nggak percayaan amat" Ucap Agnes. Ia mengganti panggilan telpon menjadi Video call. Ia menunjukkan tempat itu pada Kaituo


"Tu tu tu tuu.. Liat" Ucap Agnes


'Iya iya, percaya. Bagus kalian nggak bohong' Ucap Kaituo sambil tersenyum, 'Vani mana?' Sambungnya. Agnes mengganti kamera depan dengan kamera belakang, ia menunjukkan Vani yang sedang diam membolak balik buku menu, 'Katamu dia di toilet' Ucap Kaituo dengan ekspresi datar


"Oiya, Eh.. Barusan balik dia" Ucap Agnes panik


'Hm... Iya deh. Dia baik baik aja kan?' Tanya Kaituo


"ahahahahaa.. Jelas. Dia lagi nunggu makanan, kelaperan paling" Ucap Agnes


'Kalian di restoran mana? Aku susul' Ucap Kaituo


"Ngga usah, abis makan kita langsung pulang" Ucap Agnes


'Beneran? Awas kalau keluyuran' Ucap Kaituo


"Iya iyaa.. Udah dulu ya bye bye" Ucap Agnes sambil melambaikan tangannya. Ia memutus video call itu. Agnes memperhatikan Vani yang sedang diam melamun menghadap sebuah buku menu, "Woy! Jangan melamun!" Ucap Agnes sambil merebut buku menu dari tangan Vani. Vani terkejut dan langsung tersadar dari lamunannya


"Eh? Udah selesai?" Tanya Vani tersadar


"Iya.. Nih handphonenya" Ucap Agnes sambil mengembalikan handphone pada Vani. Vani menerima handphone itu dan kembali memasukkannya ke saku sweaternya, "Dia bilang apa?" Tanya Vani penasaran


"Nggak penting, lupain aja" Ucap Agnes

__ADS_1


"Owh" Ucap Vani


__ADS_2