Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_030


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai di depan kelas, "Gelap anying" Ucap Putri


"Kan udah mau malem, pasti gelap lah" Ucap Vani


"Masuk kuy" Ucap Agnes. ia membuka pintu kelasnya, "Klek.." Pintu terkunci, "Anjirr, pintu kelas juga ke kunci" Ucap Agnes


"Akh.. Aku nggak mau buka pake jepit rambut lagi, susah" Ucap Vani kesal


"Yee.. Siapa yang nyuruh kamu buka pake jepit rambut?" Tanya Agnes dengan ekspresi datar


"Hehe, kali aja" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


"Ambilin kunci di ruang guru sana" Ucap Agnes


"Malesss.. Mending pulang" Ucap Vani


"Yee.. Anjirr, tasnya gimana?" Tanya Agnes


"Biarin aja lah, besok nggak perlu bawa tas" Ucap Vani


"Buku pelajarannya, gimana?" Tanya Agnes


"Tinggal bawa apa susahnya" Ucap Vani


"Ntar tas nya berat" Ucap Agnes


"Kebanyakan ngeluh!", "Aku udah harus pulang nih, Khakim pasti cemas" Ucap Vani


"Hm... Oke, kamu balik dulu sana, Jalan kaki" Ucap Agnes sambil tertawa kecil


"No problem" Ucap Vani


"Trus.. Keluarnya harus manjat gerbang tinggi, mending ikut kita ambil kunci" Ucap Agnes


"Nggak perlu, tembok sekolah sebelah kiri cuma dua meter" Ucap Vani


"Yah.. Jangan lah, kita butuh kemampuan spesialmu buat buka pintu ruang guru" Ucap Agnes memohon

__ADS_1


"Njerr, kemampuan spesial" Ucap Putri


"Hm... Okee. Kalian udah mohon mohon gitu, sampe nangis darah segala, aku nggak tega liatnya" Ucap Vani terharu


"Siapa yang mohon mohon sampe nangis darah?" Tanya Agnes dengan muka datar


"Oh.. Nggak mau, oke aku pulang" Ucap Vani sambil berbalik. ia berjalan menjauh dari ketiga temannya


"Eh.. Kalian berdua tau nggak? Sekolah ini dulunya itu bekas pemakaman" Ucap Agnes


"Deg" Saat mendengarnya Vani berhenti berjalan, ("Pemakaman!!") batin Vani terkejut


"Eh? Yang bener aja?" Tanya Putri


"Iya, makanya di sini selalu sepi kalau malem" Ucap Agnes


("Jelas sepi lah, mana ada murid yang sekolah malem malem") batin Vani


"Di sini juga ada bungkusan permen yang lompat lompat" Ucap Agnes


"Woy njirr!" Ucap Vani terkejut. Dengan cepatnya ia berbalik dan berlari menghampiri temannya, "Jangan bilang disini ada pocong" Ucap Vani ketakutan


"Woy! Jangan nakut nakutin napa!" Ucap Vani cemas. ia menengahi teman temannya, "Ayo jalan. Katanya mau buka pintu ruang guru yang ke kunci"


"Easy Level sumpah" Ucap Agnes lirih


"Kenapa?" Tanya Vani sambil menoleh ke arah Agnes


"Pengecut" Ucap Agnes dengan muka datar


"Yeee.. Anjirr" Ucap Vani. Setelah itu, mereka pergi ke ruang guru untuk mengambil kunci sekolahan. Setelah sampai di depan pintu ruang guru, Vani menggunakan keahliannya untuk membuka pintu ruang guru yang terkunci


Lima menit mencoba, Vani berhasil membuka pintu ruang guru, "Selesai" Ucap Vani sambil tersenyum


"Wih, gila. Kemampuanmu udah meningkat aja, padahal ini percobaan kedua" Ucap Putri takjub


"Hehe, kalau udah coba, pasti bakal bisa. Jadi jangan pernah menyerah sebelum mencoba" Ucap Vani sambil tersenyum

__ADS_1


"Njerr, jadi motivator" Ucap Awani. ia masuk ke dalam ruang guru dan mengambil beberapa kunci untuk keluar dari sekolah


"Hm... Kunci kelas sebelas Mipa A, trus kunci gedung kelas sebelas, sama Kunci gerbang" Ucap Awani lirih sambil mengambil kunci dari papan. Setelah itu, ia keluar dari ruang guru, "Nih", "Untung di ruang guru ada kunci serep, kalau nggak ada, kita beneran lompatin tembok yang tingginya dua meter" Ucap Awani


"Nggak masalah juga kalau harus lompat dari tembok, yang penting keluar dari sekolah" Ucap Vani


"Kalau gitu, kita bertiga lewat gerbang, kamu lewat tembok" Ucap Putri


"Kamu aja sana! Ada jalan bener bener ngapain lewat tembok" Ucap Vani


"Katamu, ying pinting keluir" Ucap Putri nyinyir


"Njirrr.. udah lah ayo ambil tas trus balik" Ajak Vani


Mereka berempat kembali ke kelas mereka dan mengambil tas mereka. Setelah mengambil tas, mereka langsung berjalan keluar dari gedung kelas sebelas dan pergi menuju gerbang sekolah. Di perjalanan, mereka mengobrol


"Udah gelap, senter handphone cuma satu lagi" Ucap Awani


“iya iya, aku keluarin handphoneku deh" Ucap Putri. ia mengeluarkan handphone dari tasnya dan menyalakan senter


"Nah gitu dong" Ucap Awani sambil tersenyum


Setelah berjalan beberapa menit, mereka berempat sampai di depan pintu gerbang, Awani membuka gerbang dengan kunci yang ia bawa, "Cklek..." "Sreeekkk..." Awani membuka pintu gerbang. Mereka berempat, keluar satu persatu melewati gerbang


"Baru kali ini aku sekolah sampe lembur gini" Ucap Vani


"Wkwk, kita terlalu rajin" Sambung Agnes


"Calon masa depan cerah pasti" Ucap Vani


"Iya", "Kalau gitu, aku duluan ya" Ucap Agnes


"Yokay, aku juga. bye bye semua" Ucap Vani sambil berjalan pergi dari sekolah. Mereka berempat berpencar dan pulang ke rumah masing masing. Vani pulang dari sekolah dengan jalan kaki


"Huh... Nasib nasib, nggak punya kendaraan, handphone juga gaada, pulang larut gini jalan kaki lagi" Ucap Vani lesu sambil terus berjalan, ("Hm... Jam segini, palingan Khakim udah stay di depan pintu wkwk"), ("Bodo amat dah") batin Vani. ia mempercepat jalannya


Setengah jam kemudian, ia sampai di depan rumahnya dan berdiri tepat di depan pintu rumah, ("Hm.. Lampunya kok nggak nyala, pasti Khakim mau prank aku") batin Vani, ("Pura pura gatau, biar dia seneng deh") ia melihat jam di tangannya, ("Sekarang jam setengah delapan, brarti tiga puluh menit aku jalan kaki. Lama juga ya, biasanya naik sepeda lima belas menitan") ia membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam. Di dalam rumahnya, ia tidak melihat keberadaan Kim

__ADS_1


"Kagak ada orang" Ucap Vani dengan ekspresi datar, "Ah.. Ngantuk! Mending tidur" ucapnya. ia langsung berjalan ke kamarnya, di kamarnya ia  membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu ia berbaring di atas kasurnya, ("Hm.. Padahal tadi siang aku tidur lama banget, tapi kenapa malemnya masih ngantuk juga") batin Vani. ia memejamkan matanya dan tertidur


__ADS_2