
Beberapa saat berlalu, Jack selesai melakukan transfusi darah, "Sus, selesai?" Tanya Jack
"Iya, terimakasih atas donor darahnya" "Kalau boleh tau, pasien itu kakak kamu atau adek kamu?" Ucap Suster
"bukan, dia cuma teman"
"Saya kira anda salah satu keluarganya. Golden Blood di negara ini cuma ada empat kepala keluarga yang tercatat, untung saja ada anda. Kalau tidak, saya tidak tau nasib pasien kedepannya" "um.. mungkin aja kalian berdua ini keluarga yang terpisah ya. Kayak di sinetron gitu" Ucap suster
("Nih suster malah ngajak ngobrolin yang nggak jelas") batin Jack, "Ya.. Mana saya tahu, orang tua saya nggak pernah bilang"
"darahmu keturunan dari ayah atau ibumu?" Tanya Suster
"mana saya tau" jawab Jack, "Tebakanku ayah si"
"Atau jangan jangan, ayahmu dan ibunya pasien itu.. Hah!!.. Punya hubungan gelap" Ucap suster terkejut
"Sus! tidur kah?"
"Saya nggak tidur, saya kan lagi kerja. Emang kenapa"
"kebanyakan mimpi. Urusin urusanmu sendiri" Ucap Jack. ia melangkah pergi meninggalkan suster itu
'Huh.. Dasar anak haram' Ucap Suster Lirih
Jack menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah suster di belakangnya, "Minta di aduin ke atasan?!"
"eh? maaf maaf. Damai aja.. yaaaa" Ucap suster sambil tersenyum lebar
"Awas aja" Ucap Jack dengan tatapan tajamnya, ("baru pertama ketemu suster begitu") sambung batinnya heran. ia kembali melanjutkan langkah kakinya
__ADS_1
Beberapa saat berjalan, Jack sampai di depan ruangan 32A. Saat itu ia melihat Ray yang sedang duduk di kursi depan ruangan, ia menghampirinya dan duduk di sampingnya, "Gimana Ray?" Tanya Jack
"Walaupun aku harus terima kenyataan bahwa yang kecelakaan itu memang Vani. Tapi, Aku.. Baik baik aja" Ucap Ray murung
"Aku tanya keadaan Vani" Ucap Jack dengan ekspresi datar
Ray menoleh ke arah Jack, "Ohh, dia di dalam sama suster"
"Nggak usah sedih. Vani nggak gampang mati, dia main characternya disini" Ucap Jack
"Apa maksudmu?" Tanya Ray bingung
"Aku asal bicara" Ucap Jack dengan senyuman kecil. ia berdiri dari duduknya dan melihat ke dalam ruangan Vani dari jendela pintu, "eh? seingatku dia suster gesrek yang bantu aku donorin darah. tadi dia di ruang donor darah, Kenapa sekarang disini?" sambungnya terkejut
"Dia dari awal di dalam, aku nggak lihat dia keluar. maksudnya suster gesrek?" tanya Ray
"Tadi aku ketemu suster yang mukanya persis kayak dia di ruangan donor darah. Dia ngoceh nggak jelas, setiap omongannya kayak orang ngajak gelut. Untung di rumah sakit dan untungnya dia cewek" Jelas Jack
"Seru dimananya?! nggak jelas lah" "sekarang kau udah ngerasa baikan kan?" ucap Jack
"Permisi, tolong jangan berdiri di depan pintu" Ucap seseorang dari belakang Jack. Jack terkejut dan langsung menghindar dari tempat itu, "Kamu anak har.. Eh, Anak yang donor darah tadi kan?" Tanya Suster yang ikut terkejut
"Hah? Dia.. Ada dua.." Ucap Jack terkejut sambil membandingkan suster itu dengan suster yang berada di dalam kamar Vani
"Oh, dia. Dia adik kembar saya. Wajarlah kalau mirip, tapi cantikan saya sih" Ucap suster itu
"Suster gesrek, ngapain kemari" Ucap Jack
"Mau anterin kantung darah ke pasien. Ada masalah?"
__ADS_1
"Nggak, lewat gih" Ucap Jack
"Nah gitu dong.. Nurut" Ucap suster sambil tersenyum. ia masuk ke dalam ruangan Vani. Saat itu Jack kembali duduk di samping Ray
"Kau akrab juga sama suster itu, kalian berdua saling kenal?" tanya Ray
"Udah lima belas...." Ucap Jack terhenti, "wah.. Lima belas tahun. Kalian awet juga ya, pantes akrab. Orang temen dari kecil" Ucap Ray
"Lima belas menit! Kalau orang lagi ngomong jangan di potong!" Ucap Jack kesal
"Maaf, aku cuma pengen lupain kesedihan ini" Ucap Ray murung
"Lanjutin aja" Ucap Jack sambil menepuk punggung Ray. Ray menoleh ke arahnya, "Kau emang sahabat sejati" Ucap Ray sambil tersenyum
"Kebanyakan nonton sinetron, jijik dengernya" ucap Jack
"film azab the best, bro" Ucap Ray
"Yang ditonton Azab, bukannya tambah tobat. tapi malah hapal lagunya, dasar" ucap Jack
"Oh ya Jack, aku agak penasaran" Ucap Ray serius
"apa?" Tanya Jack
"Kenapa kau bisa punya golden blood?"
"kayaknya keturunan"
"Kenapa kau sama Vani punya darah yang sama? Apa kalian... Saudara?"
__ADS_1
"Bukan lah.. Emang golongan darah sama jadi saudara?" Ucap Jack, ("Kayaknya aku pernah dengar pertanyaan ini sebelumnya. hmm... dimana ya") sambung batinnya