
Selama perjalanan, mereka semua tertidur dengan keadaan duduk di dalam kursi mobil. Kecuali Jack yang masih terjaga sambil memainkan game di handphonenya
Saat itu jam menunjukkan pukul 19.30,
Sudah empat jam lebih mereka duduk di dalam kursi mobil. Keadaan di luar gelap gulita dan lampu di dalam mobil tidak di nyalakan. Di dalam mobil mereka sempat merasakan beberapa guncangan kecil yang terjadi. setelah guncangan itu, mobil terhenti dan mesinnya mati. Jack yang masih terjaga di sepanjang perjalanan, merasa penasaran dan mengintip dari kaca mobil. Sejenak ia hanya melihat kegelapan di luar mobil, namun dalam sekejap mata keadaan di luar mobil menjadi terang di penuhi cahaya
"Cklekk.."
Seseorang membuka pintu mobil dari luar, Jack refleks langsung menoleh ke arah pintu, "Bangun semuanya, pergi lah ke kamar kalian untuk beristirahat" Ucap Zuo
"Kita dimana? Apa udah sampai?" Tanya Jack penasaran
"Masih belum sampai, bangunkan teman temanmu dan bawa mereka ke kamar untuk istirahat" Ucap Zuo
"He?" Ucap Jack terkejut
"Tootthh.."
Suara menggelegar yang seketika membangunkan Vani, Ray, Citra dan Jorhan dari tidurnya. Mata Vani langsung terbuka dan kesadarannya langsung terkumpul dengan cepat, "Heh?! Apa apa?!" Ucapnya terkejut
"Ahaha.. Little Van sudah bangun? Keluarlah dan lihat" Ucap Zuo ramah
"Ha?" Sejenak Vani merasa bingung dengan apa yang di katakan Zuo, "Oh..." Sambungnya tersadar. Ia segera membangunkan ketiga temannya yang masih tertidur dengan lelap walau terdengar suara yang menggelegar. Setelah bangun, satu persatu dari mereka keluar dari mobil. Di luar mobil, mereka terkejut melihat dimana tempat mereka berdiri saat itu. Tempat parkir kendaraan yang sangat luas dengan banyak pencahayaan dari lampu yang terang dan hanya terdapat satu mobil mereka yang terparkir di tempat itu
"Heh? Parkiran?! Luas banget, parkiran mana ini?!" Tanya Citra terkejut
"Kenapa parkiran ini kosong?!" Sambung Jack
"Lahan pribadi kah?" Sambung Jorhan penasaran
"Woahhh... Kita di parkiran kapal" Ucap Agnes sambil menguap
"Hehh??!!" Ucap terkejut Jack, Ray, Jorhan dan Citra serentak, karena mereka tidak mengetahui alasan mereka berada di kapal itu, "Kita di kapal??!" Tanya Jack Kaget
"Yoi.. Kan liburan" Ucap Vani dengan senyuman di wajahnya
"Kamu nggak bilang kita bakalan naik kapal!!" Ucap Citra
"Kan.. Ku bilang liburan" Ucap Vani kalem
__ADS_1
"Sudahi dulu mengobrolnya, mari ke atas untuk makan malam" Ucap Zuo sopan
"Skuy" Ucap Vani. Ia berjalan meninggalkan mereka semua bersama Zuo yang mendampingi di sisinya. Mereka bertujuh bergegas mengejar jalan Vani. Dalam gerombolan, mereka berjalan menuju lift dan naik ke lantai atas parkiran
"Tingg.."
Saat sampai di lantai atas, mereka terkejut melihat berbagai fasilitas yang di sediakan kapal pesiar itu. Kapal itu terlihat seperti mall full fasilitas dengan desain mewah dan berkelas yang di penuhi dengan cahaya terang yang indah. Mereka berjalan menuju restaurant dengan perasaan takjub dan tidak bisa berhenti memandang ke sana kemari. Vani merasa aneh dengan perbedaan yang sangat menonjol dari kapal pesiar itu dengan yang ada di ingatannya, ("Humm... Banyak perubahan di kapal ini") batinnya heran
Beberapa menit berjalan melewati berbagai stand menarik dan mewah, mereka sampai di restaurant yang tentunya juga sangat luas dan megah yang menyediakan menu makanan dari berbagai belahan dunia. Di sana sudah di siapkan meja panjang lengkap dengan kursinya. Meja itu penuh dengan berbagai menu andalan yang di buat oleh chef khusus di kapal pesiar itu. Mereka semua duduk menepati kursi kursi kosong di sana
Lampu yang tidak terlalu terang namun juga tidak terlalu redup, dengan hiasan lilin yang menyala berderet di atas meja makan serta alunan musik klasik yang terdengar dari pemain musik restoran, membuat suasana mewah dan megah tidak dapat di lepas dari restaurant itu
"Woah.. Gila. Baru pertama kali ku ke tempat megah begini" Ucap Citra kagum. Jack, Jorhan dan Ray hanya bisa terdiam mengagumi keindahan yang di suguhkan restoran itu
"Silahkan di nikmati makan malamnya" Ucap Zuo sopan
"Selamat Makann" Mereka semua melepas rasa lapar yang mereka tahan sedari sore dengan menyantap makanan di hadapan mereka. Setelah kenyang, mereka mengakhiri makan malam mereka dengan meminum jus bersama
"Ketua osis? Kamu nggak makan?" Tanya Vani
"Saya bisa makan nanti Little Van, tolong panggil saja saya dengan nama" Ucap Zuo sopan
"Ahaha.. Tidak perlu Nona" Tolak Zuo sopan
"Gabung aja, anggap ini juga liburanmu" Ucap Vani
"Baiklah Little Van, saya akan bergabung" Ucap Zuo. Ia duduk bergabung di salah satu kursi kosong di meja itu. Saat itu, Vani berdiri dari duduknya, "Wih... Kayaknya langit malem bagus nih, keluar kuy liat bintang" Ucap Vani bersemangat
"Ayoo!!" Jawab Serentak ketujuh orang disana. Mereka berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari restoran meninggalkan Zuo yang baru beberapa detik duduk bergabung di meja itu
("S*alan cewek itu.. dia pasti simpan dendam ke aku") Batin Zuo kesal
Di Deck depan kapal, beberapa dari mereka berdiri bersandar ke pagar besi yang tingginya kurang lebih satu meter. Walau angin laut malam yang dingin menerpa kulit mereka, namun hal itu tergantikan dengan kecantikan langit malam dengan berjuta juta gemerlap bintang. Mereka tidak bisa berhenti memandang kecantikan pemandangan itu
"Gilaa.. Di tengah laut gini, bintangnya lebih Waw" Ucap Jorhan takjub dengan mata berbinar binar
"Udah.. Jangan nengok ke atas mulu, Lehermu sakit ntar" Ucap Citra. Jorhan menurunkan pandangannya dan menoleh ke arah Citra, ia beberapa kali memegangi lehernya dan menggeleng gelengkannya, "Ahahaha.. Iya pegel" Ucapnya
"Puftt.. Dasar. Ahahaha" Ucap Citra dengan tawa. Putri berdiri di samping Vani dan saat itu ia melihat pemandangan yang menurutnya kurang mengenakkan
__ADS_1
"Bsstt.. " Bisik Putri. Vani menoleh ke arahnya, "Paan bats bets bats betss" Ucap Vani dengan ekspresi datar
'Hmm.. Mereka berdua temanmu? Kok aku nggak suka ya liat mereka berdua akur' Jelas Putri lirih
"Ha?? Maksudmu? Kamu mau mereka war?" Ucap Vani terkejut. Agnes yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua, berjalan menghampiri mereka dan bergabung, "Paan? Gaduh mulu" Tanya Agnes
"Hustt.. Jan keras keras woy" Ucap Putri ngegas. Pandangan seluruh orang tertuju padanya
"kamu sendiri ngegas" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Ada apa?" Tanya Ray penasaran
"Oh.. Nggak ada" Jawab Putri. Awani yang penasaran ikut bergabung dengan mereka bertiga, "Paan paan?" Tanyanya penasaran
"Ke ujung sana skuy, disini rame" Ajak Agnes. Mereka berempat menjaga jarak dari orang orang di sana
"Padahal masih satu tempat, tapi kelihatan jauh juga ya" Ucap Awani
"Kapalnya besar tulul" Ucap Agnes, "Jadi.. Ada apa?" Sambungnya
"Kayaknya aku suka sama cowok itu deh" Ucap Putri blak blakan
"What?!!" Ucap Awani terkejut, "Cowok? Siapa?" Sambungnya penasaran
"Yang lagi sama cewek itu loh" Ucap Putri. Mereka berempat menoleh ke arah Citra dan Jorhan yang sedang asik berbincang bincang
"Seriusan? Dia? Mereka berdua nggak pacaran kan? Jangan jadi orang ketiga" Ucap Agnes
"Nggak tau juga si" Ucap Putri sambil menoleh ke arah Vani, "Ha? Apa?" Tanya Vani
"Bantuin gan" Ucap Putri dengan senyuman di wajahnya
"Jorhan sama Citra nggak pacaran kayaknya. Jorhan kelas dua belas, Citra seangkatan sama Ray, dia kuliah" Jelas Vani
"Yes!! Kesempatan!!" Ucap Putri bersemangat. Saat itu, Awani mengamati Jorhan dari kejauhan, "Hmm.. Gans juga si, tinggi, putih, senyumnya manis, dari tampangnya dia kelihatan pinter trus juga jago berantem" Jelas Awani dalam pengamatannya
"Bjir.. Kok tau si? Kalau dia pinter trus jago berantem?!" Ucap Vani terkejut
"Wahahaha.. Awani gitu loh" Ucap Awani bangga
__ADS_1