Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_082


__ADS_3

Pukul 19.30,


"Zrrrrrrssshhhhhh..... "


Hujan saat itu belum berhenti juga. Zuan dan beberapa orang suruhannya mendatangi kedai mie di kompleks perumahan Ray membawa satu mobil box dan satu mobilnya


Setelah turun dari mobilnya, salah satu pelayannya memayungi Zuan hingga ia sampai di depan pintu kedai, "Sampai sini saja. Tidak enak jika membawa payung masuk ke dalam restoran" Ucap Zuan kalem


"Baik tuan" Ucap pelayannya sambil menundukkan kepalanya sejenak. Saat masuk ke dalam Kedai, Zuan di sambut oleh beberapa pelayan yang merasa heran terhadap kehadirannya


"Ah... Silahkan duduk tuan. Sebuah kehormatan bisa kedatangan tamu terhormat seperti tuan di kedai kami yang kecil ini" Ucap sopan Rinny


"Terima kasih atas tawarannya. Saya tidak punya banyak waktu disini, bisakan anda mempertemukan saya dengan pemilik restoran ini?" Tanya Zuan sopan


"Baiklah tuan.. akan segera saya panggilkan" Ucap Rinny. Ia berbalik dan pergi ke ruang belakang untuk memanggil pemilik kedai. Beberapa saat kemudian, ia kembali dengan seorang pria yang cukup tua bersamanya


"Selamat malam Pak" Sapa Zuan sopan sambil menundukkan kepalanya sejenak

__ADS_1


"Iya.. Malam" Ucap pemilik kedai itu dengan senyum lebar


"Perkenalkan Saya Zuan, Asisten dari Nona Vani Osamu. Ia memberi pesan kepada saya supaya mengirimkan beberapa payung ke restoran ini. Ia juga berpesan pada saya untuk menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang ia dapatkan ketika makan disini" Jelas Zuan


"Waaahhh... Vani? Temannya Ray kan?" Ucap Rinny terkejut


"Kamu tahu Rin?" Tanya pemilik kedai


"Iya.. Tadi aku yang layanin mereka. Dia juga sempat bilang akan kirim payung kesini, aku kira bercanda, ternyata serius" Jawab Rinny


"Bawa masuk" Ucap Zuan pada pelayannya. para pelayannya membawa payung payung dengan kualitas terbaik masuk ke dalam kedai dan meletakkannya di lantai kedai. Pelayan Kedai dan pemiliknya merasa terkejut melihat tumpukan payung dengan kualitas terbaik berada di hadapan mereka


"Woahhhh... Tapi.. Untuk apa payung sebanyak ini?" Tanya Rinny terkagum


"Saya hanya menjalankan perintah Nona Vani, untuk selanjutnya kalian bisa sesuka hati mengatur payung payung itu. Maaf, masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan. Saya undur diri dari sini. Permisi" Ucap Zuan sopan sambil menundukkan kepalanya sejenak. Ia berbalik dan berjalan keluar dari kedai menuju mobilnya. Setelah itu, ia kembali ke perusahaan DV untuk melanjutkan pekerjaannya


Di sisi lain, Vani mencoba memejamkan matanya untuk tidur. Namun bayangan Ray selalu muncul dalam ingatannya, ia kembali membuka matanya, 'Kenapa aku kepikiran Ray mulu sih' Gumamnya lirih, 'Selama ini dia suka ke aku yaa, trus aku harus gimana?'

__ADS_1


"Hahhhhhh.. jadi bingung" Vani bangkit dari tidurnya dan duduk bersandar di atas kasur


("Aaaa.. Kenapa dia pake cium aku segalaa") batinnya. Saat mengingat kejadian itu, "blushh" wajahnya merona, ("Ahhh.. S*al.. kenapa aku nggak kesel dan malah ngerasa senang")


("Hmm... apa aku suka Ray ya.. Eh.. Tapi Dia bilang, orang yang kita cintai itu orang yang sedang dekat dengan kita. Aku sama Ray kan nggak deket, ketemu aja jarang"), "Berarti aku nggak cinta Ray ya?" Ucapnya sedikit kecewa


(" Hm... Terus siapa orang yang ku cintai? Hmm...Orang yang deket.. orang yang deket... Hemmm... Jack?.. Ah nggak mungkin. Apa Kai?! aku sama dia deket banget, kan tinggal serumah tiap hari juga ketemu") batinnya


"Akhh.. apaan sih cinta cinta, jadi susah tidur kan!!" Ucapnya kesal. ia kembali membaringkan tubuhnya, "Aku coba pikirin lagi" Ucapnya serius. Ia mencoba memikirkan masalah rumit yang ia alami. Hingga tanpa di sadari, ia tertidur dengan sendirinya


Di pagi harinya, Vani terbangun dari tidurnya. Saat membuka matanya, ia melihat Kaituo yang tertidur di sofa kamarnya, 'Ehh? Kai?' Gumam Vani lirih. Dengan keadaan masih mengantuk, ia berdiri dan menghampiri Kaituo, ("Kenapa dia nggak tidur dikasur? apa takut ketular demamku?") batinnya


"Kai.. Bangun woy. Ka iii!! KAI!! BA NG UN!!" Teriak Vani. Kaituo terkejut dan bangun dari tidurnya, "Apa sih.. Pagi pagi" Ucap Kaituo kesal


"Hehe, ngapain tidur disitu" Tanya Vani


"Eh.. Kamu udah bangun?" Tanya balik kaituo yang masih belum sadar sepenuhnya

__ADS_1


"Belum.. Aku belum bangun" Jawab Vani dengan ekspresi datar. Kaituo mengucek kedua matanya untuk mengembalikan kesadarannya. Ia bangkit dari tidurnya dan berdiri, "Demammu udah mendingan?" Tanya Kaituo


"Udah lah... Begini doang mahh kecil" Jawab Vani bangga


__ADS_2