Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_081


__ADS_3

Beberapa menit berkendara, Vani hampir sampai di rumahnya. Saat mobilnya berada selang beberapa rumah dari rumahnya, di malam yang cukup gelap, ia melihat samar menembus hujan yang masih turun dengan lebat, seseorang yang berdiri tepat di depan rumahnya dengan membawa payung menghadap ke arahnya


("heh? Siapa") batinnya penasaran. Ia menghentikan mobilnya tepat di depan orang itu. Dari jarak yang cukup dekat, ia menyadari siapa orang yang berdiri di depan mobilnya


"Zrrrrsssshhhhhhhh..... "


'Mmposs.. itu Kai!!!' gumamnya kaget. di tengah guyuran air hujan, Ia langsung membuka pintu mobil dan turun. Ia berdiri di samping mobilnya sembari menatap Kaituo dengan senyum paksanya, "ahahahahaaaa*.. Hai.. Kai" sapa Vani


"Dasar b*doh! Apa yang kamu lakukan!" Ucap Kaituo sambil berjalan menghampiri Vani dan memayunginya


"Hehe.. Kenapa kamu berdiri di depan rumah? Seragammu juga belum ganti. kamu baru pulang?" tanya Vani penasaran


"Aku cemasin kamu! Kenapa kamu sembarangan pergi bawa mobil?!! kalau kejadian apa apa gimana! Kamu itu masih di bawah umur!!" Ucap Kaituo tegas


"Maaf Kai... Aku cuma kangen sama mobilku, kamu kan tau ini mobil kesayanganku" jawab Vani sambil memasang muka memelasnya


"Bukannya mobil kesayanganmu udah nggak ada" ucap Kaituo


'Eh... Iya lupa.. ' Gumamnya tersadar, "Ya kan, walaupun duplikat.. Ini tetap mobil kesayanganku" Ucap Vani


"Iya deh iya.. Lain kali jangan bawa mobil lagi!" Ucap Kaituo


"Hmm.. Iya kai" Jawab Vani pasrah


"Kenapa bajumu basah kuyup begitu?" Tanya Kaituo


"Lah.. Barusan pas aku turun dari mobil aku kehujanan kan. Wajar lah basah. Masa iya aku kebal hujan" Jawab Vani


"Bilang jujur, Aku nggak terima kebohongan" Ucap Kaituo serius


"Hahhhhhhh.... " Vani menatap ke arah Kaituo, "Aku... Tadi main hujan, hehe" Ucapnya sambil tersenyum kecil


"Kamu pikir.. kamu masih kecil apa! Main hujan hujanan begitu! Kalau sakit gimana? " Ucap Kaituo


"Maaf Kai.. Oh ya... Kamu mau nggak?" Tawar Vani


"Apa?" Tanya Kaituo cuek

__ADS_1


"Ya...Hujan hujanan" Jawab Vani


"hah? dasarrr!!!" Ucap Kaituo


"Hehe... Becanda" Ucap Vani


"Kenapa telponku nggak kamu angkat tadi? sebenarnya kamu darimana?! Kamu bohong kan soal pulang bareng Agnes dan yang lainnya, aku tadi lihat mereka bertiga jalan di trotoar tanpa kamu!" Ucap Kaituo


"Zrrrsshhhhhh.... "


"Hachiiihhh... "Vani bersin


"Sebenarnya akutuh dari... " Ucap Vani terhenti, "kamu baik baik aja?" Tanya Kaituo cemas sambil memeriksa suhu dari dahi Vani dengan tangannya, "ah.. bandelnya, kamu kena demam. Ayo masuk.. Kamu bisa jawab pertanyaanku nanti" Ucap Kaituo sambil merangkul pundak Vani. Mereka berdua masuk ke dalam rumah


Saat berada di dalam rumah, kaituo berjalan mendahului Vani menuju kamar Vani, "Tunggu disitu, aku ambilkan handuk!" Ucap Kaituo tanpa menoleh


"Okeysip" Saut Vani


'Hmmm.... Aku demam beneran ya. Ku kira badanku panas karena Ray' Gumamnya lirih sambil memegang dahinya


'Ah.. Bersin kamvret..' Ucapnya lirih


Kaituo datang membawakan sebuah jubah handuk dan satu handuk biasa. ia memberikannya pada Vani, "Pakai ini" Ucap Kaituo sambil memberikan jubah handuk pada Vani. Vani memakai jubah handuk itu dan Kaituo membantu Vani mengeringkan rambut dengan handuk yang ia bawa, "Lain kali jangan sembarangan hujan hujanan. udah sana.. pergi mandi" Ucap Kaituo


"Aku kan udah mandi.. " Ucap Vani terhenti, "apa?" Tanya Kaituo


"Tadi pagi.. Hehe" Sambung Vani


"Pagi ya pagi, sekarang udah malam.. Hujan hujanan lagi.. mandi sana" Ucap Kaituo


"Okeysip Kai! " Ucap Vani. Ia segera pergi ke kamar mandi di kamarnya untuk mandi, ("njirr.. sore ini aku mandi tiga kali.. Sebelum ke rumah Ray, di rumah Ray, sama sepulang dari rumah Ray wkwk")


Setelah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam ruang ganti. Saat selesai dari ruang ganti, ia melihat kaituo yang sedang menyiapkan sesuatu di meja sofa kamarnya. Ia menghampirinya, "Siapin apa Kai?" Tanya Vani


"Duduk" Ucap Kaituo. Vani menurutinya dan duduk di sofa. Saat melihat isi cangkir di hadapannya, ia merasa terkejut


"Coklat panas?? Lagi?" Tanya Vani terkejut

__ADS_1


"Hah?Lagi? Ini kan belum diminum. Nanti ku ambilkan kalau mau nambah" Ucap kaituo


"hehe.. nggak nggak nggak.. " Jawab Vani. Ia mengambil secangkir coklat panas di hadapannya dan meminumnya. Sementara itu, Kaituo mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut Vani


"Zingggggggggggg... "


"Angkat kepalamu sedikit" Ucap Kaituo. Vani hanya menurutinya dan mengangkat kepalanya. Saat sedang mengeringkan rambutnya, Vani mengajak Kaituo mengobrol


"Eh.. Kai.. Tadi kamu pulangnya gimana?" Tanya Vani penasaran


"Taxi" Jawab Kaituo singkat


"Wkwk.. Kamu Kenapa nggak marahin aku?" Tanya Vani


"Aku pending dulu" Jawab Kaituo cuek


"Kenapa?" Tanya Vani penasaran


"Kalau aku marah sekarang! Siapa yang mau rawat kamu b*doh!" Ucap Kaituo


"Ahahahaa... Mana ada marah nunggu orang sembuh dulu" Ucap Vani sambil tertawa kecil


"hmmm... " gumam kaituo


"Kamu belum mandi yaa.. Bajumu juga basah tuh gara gara ngerangkul aku tadi. Mandi sana.. Ntar kamu sakit loh" Ucap Vani


"Iya.. Habis ini" Jawab Kaituo. ia selesai mengeringkan rambut Vani dan kembali menyimpan hair dryer di tempat semula. Setelah itu, ia mengambil sesuatu dan kembali menghampiri Vani


"Angkat ponimu" Ucap Kaituo. Vani mengangkat poninya dengan tangan kirinya. Kaituo memasang plester demam di dahi Vani


"Dah.. Jangan di copot. Kamu mau makan? Bibi udah masak di bawah" Ucap Kaituo


"Aku udah mampir makan tadi, kamu aja" Ucap Vani


"Oh oke.. Tidur gih.. biar besok demammu turun" Ucap Kaituo


"Iya Kai.. Good night" Ucap Vani. Ia pergi ke kasurnya dan berbaring. Sementara itu, Kaituo keluar dari kamar Vani dan kembali ke kamarnya

__ADS_1


__ADS_2