
Setelah selesai bersih bersih, Vani kembali bergabung di ruang makan
"Lah, kok belum jadi" Ucap Vani sambil duduk di kursi
"Entah, Kak Kim belum nongol dari tadi" Ucap Agnes
"Aku cek deh" Ucap Vani. ia langsung pergi ke dapur
"Khakim, kenapa lama banget" Ucap Vani
"Sabar. Lagian yang perempuan kamu, kenapa harus kakak yang masak" Ucap Kim
"Kan khakim yang nawarin. Btw ini apa Kak?" Ucap Vani
"Oh, jangan di buka, nanti dingin. Bantu hidangin ke meja" Ucap Kim
"Siap" Ucap Vani. ia membantu Kim membawakan masakannya ke meja makan. Setelah Semua makanan tertata di meja, Vani dan Kim bergabung dan duduk di kursi
"Wahh, hebat.. Ini kak Kim yang masak?" Ucap Agnes terkagum saat membuka tutup makanan
"Jadi ini yang Khakim maksud makanan hangat?" Tanya Vani
"Iya" Ucap Kim sambil tersenyum
"What the.. Apanya yang hebat Nes? Dia cuma buat mie instan di kasih sayuran!" Ucap Vani
"Hebat kali kan, masak lama lama taunya mie instan. Aku yang buat nggak sampai sepuluh menit, dia ngabisin waktu setengah jam lebih!" Jelas Agnes
"ahahahaa Khakim memang hebat" Ucap Vani
"Kak Kim, kenapa nggak masak aja sih" Ucap Putri
"Hum.. Sayangnya di kulkas nggak ada bahan mentah, di lemari adanya makanan instan" Ucap Kim
"Sayuran ini darimana?" Tanya Awani
"Tadi kakak keluar minta ke tetangga" Jawab Kim
"Oh, jadi alasan Kak Kim masak lama, gara gara cari sayur ya" Sambung Agnes
"Bolelah boleh, Khakim udah berkorban melawan hujan demi buatin kita mie ini" Ucap Vani
"kamu Van, Jangan terlalu sering makan makanan instan. Kalau lapar, minta bibi kesini buatin makanan kalau nggak pergi beli" Ucap Kim
"Tapi kan, aku nggak mau ngerepotin bibi kak. kasihan dia bolak balik kesini" Ucap Vani
"Rumah bibi cuma kehalang dua rumah di belakang rumah ini" Ucap Kim
"Kalau pergi beli, aku males keluar" Ucap Vani
"Apa gunanya kamu punya handphone?" Tanya Kim
"Iya deh iya"
__ADS_1
"Oh makan, makan. Keburu dingin, Khakim juga makan" Ucap Vani. Mereka berlima makan bersama hingga kenyang. Setelah makan, Vani membawa mangkuk kotor ke dapur dan ia kembali ke meja makan
"Udah kamu cuci?" Tanya Kim
"Belum" Jawab Vani tersenyum sambil kembali duduk
"Cuci dulu!" Ucap Kim
"Yah kak, kasihan bibi, besok dia kesini nganggur" Ucap Vani
"Nggak ada tapi tapian, cepat bersihkan" Ucap Kim tegas
"Hm.." Jawab Vani dengan muka datar. ia pergi ke dapur untuk mencuci piring
"Kalian kenapa masih duduk?" Tanya Kim
"Oh, yaudah kak, kami bertiga ijin pulang" Ucap Agnes tersenyum sambil berdiri
"Siapa yang suruh kalian pulang? Bantu Vani cuci piring!" Ucap Kim
"Kita juga?" Tanya Putri terkejut
"Yang barusan makan siapa?" Tanya Kim
"Baik kak" Ucap Putri. Mereka bertiga menyusul Vani ke dapur dan membantunya mencuci piring
"Ahahaha, kalian juga kena" Ucap Vani sambil mencuci piring
"Kak Kim dari dulu nggak pernah berubah njerr" Ucap Agnes
"Sifatnya anjirrr" Ucap Agnes
"Dari dulu emang suka ngatur ngatur kita tuh orang" Ucap Putri
"Tepat! Lihat dia, cuma santai santai di sana. Sementara kita di suruh cuci ginian, di kira pembantu apa" Ucap Vani sambil fokus mencuci mangkuk. Agnes Awani dan Putri menoleh ke arah Kim, namun kim tidak ada di ruang makan. Saat itu, Kim berdiri tepat di belakang mereka. mereka bertiga terkejut melihatnya dan sebelum Kim menyadarinya, mereka langsung berbalik lagi. Tanpa berkata apapun, mereka kembali mencuci mangkuk itu
"Ahahaha, sebenarnya Kak Kim itu baik" Ucap Agnes
"Iya benar sekali, dia baik banget. buatin kita makanan" Sambung Putri
"Kita jadi kenyang kan, haha" Sambung Awani
"Apaan sih kalian, paling cuma di kasih mie instan aja bahagia segitunya. Lagian, bukannya kalian tadi ngeluhin Khakim, kok bisa berubah sih" Ucap Vani
"Ahahaha siapa yang ngeluhin Kak Kim? Dari tadi bukannya kita bahas kebaikannya ya" Ucap Agnes
"Cih, ngomongin kebaikan Khakim? Apa baiknya dia?" Tanya Vani
("Ada yang nggak beres dengan mereka")
"Yosh selesai" Ucap Vani setelah selesai mencuci Piring. ia berbalik dan hendak pergi ke ruang tamu
"Hah!!" Vani terkejut melihat Kim di depannya
__ADS_1
"Ngomongin kakak?" Tanya Kim. Vani dan ketiga sahabatnya hanya terdiam
"Kenapa diem?"
"Kita kan nggak ngomong, jadi ya diem" Jawab Vani
"Nice Van" Ucap Agnes lirih
"Oh, minta hukuman yaa" Ucap Kim
"Lah, kita nggak ngapa ngapain juga" Ucap Agnes
"Udah kepergok, masih nggak ngaku?" Ucap Kim
"Aku tanya deh, Khakim dari kapan berdiri di situ?" Tanya Vani
"Dari awal mereka bertiga ke dapur" Jelas Kim
'Mampos, dia dengar semuanya' Bisik Agnes pada Vani
"Kak, kata guruku nih ya. Kalau ada orang yang ngomongin kejelekan kita brarti orang itu perhatian sama kita. Jadi anggap aja kita perhatian sama Khakim" Jelas Vani sambil tersenyum lebar
'Guru siapa nih yang pernah ngomong gitu?' Bisik Agnes
'Guru khayalanku hehe' Bisik balik Vani
"Tetap nggak bisa.. Ngomongin kejelekan orang di belakang itu tindakan pengecut" Ucap Kim
"Kita bukan pengecut yaa" Ucap Vani dengan suara lantang
"Lihat nih, asal kalian tau ya! Khakim itu orangnya nyebelin, ngeselin, suka ngatur ngatur lagi!"
"Benar, Kak Kim itu nggak ada baik baiknya sama sekali" Sambung Agnes. Saat itu ekspresi Kim tampak sangat kesal
"Nice Nes" Ucap Vani sambil tos dengan Agnes
"Iya gan" Jawab Agnes
"Wihh.. Cuma kalian berdua lo yang ngomong" Ucap Putri
"Yah, kalian gimana sih" Ucap Agnes
"Aku pihak Kak Kim" Ucap Awani sambil tersenyum
"Kalian berdua, bersihkan seluruh rumah ini. Kakak mau antar Putri sama Awani pulang. Sebelum Kakak Pulang, rumah ini harus dalam keadaan bersih" Ucap Kim kesal
"Haishh.. penghianat" Ucap Agnes dengan muka datar
"Weekk.. Mampos kalian berdua.." Ucap Putri mengejek
Putri, Awani dan Kim keluar dari rumah itu. Agnes dan Vani masih berdiri di tempatnya
"Beneran bersih bersih?" Tanya Agnes
__ADS_1
"Ogah lah, kuy main game di kamarku" Ajak Vani
"Aku panggil cleaning service dulu" Ucap Agnes