
Di dalam ruang ganti, Putri hanya melihat Agnes yang sedang berdiri sembari menatap tajam ke arah anak yang terbully. ia segera menghampirinya
"Woy! Jangan ngelamun! Kesambet m*mpus kau!" Ucap Putri dari belakang Agnes. Agnes tidak menoleh sedikitpun
"Ngapain kesini?" Tanya Agnes
"Cek kamu lah.. Kayaknya kamu marah banget ya? Mereka kan cewek. Jangan terlalu berlebihan mukulnya" Ucap Putri
"Omongan cewek cewek itu lebih dalem kenanya. Untung aku nggak baperan" Ucap Agnes serius
'Nggak baperan tapi mukulin orang segitunya' Putri merasa penasaran dengan apa yang Agnes lihat, "Liat apaan sih? Gaje sumpah!"
"Aku cuma lagi lihatin anak.. yang diem nunduk di pojok ruangan tanpa ngapa ngapain. Biasanya nih ya.. Kalau udah ditolong bilang makasih kek, atau apa kek" Jelas Agnes. Saat itu, anak di sana datang menghampiri Agnes
'Te.. terimakasih' Ucapnya lirih
"Heh ?apa? Nggak denger?" Ucap Agnes
"terimakasih.." Ucapnya
"Nah gitu dong.. Kamu anak kelas mana?" Ucap Agnes
'Ke.. kelas dua... Ips G' Jawabnya lirih
"Owh pantes, ngak pernah liat. Kelasmu paling jauh ya dari sini. Mereka bertiga juga kelas dua Ips G?" Ucap Agnes
"I.. iya" Jawab nya
"Yaudah gih sana balik.. Kamu tenang aja, aku di kelas Mipa A" Ucap Agnes
"Kamu mau bantu dia lagi?" Tanya Putri
"Maksudku, kalau ada apa apa jangan ke kelasku. Tapi nggak masalah, kalau lagi nggak ada kerjaan" Ucap Agnes
'Ta.. tapi.. Aku takut' Ucapnya lirih
"Kalau takut, diem aja disini sampai berjamur. Jadi orang kok nggak ada greget gregetnya" Ucap Putri dengan ekspresi datar
"Etss.. Jangan gitu Put. Kamu tenang aja, mereka dijamin nggak bakal berani bully kamu lagi dengan syarat kamu mau berubah" Ucap Agnes
__ADS_1
"Kayak power r*ngers ya" Ucap putri
"Matakau! Power r*ngers" Ucap Agnes
"Intinya, jangan mau ditindas. Kalau mereka ngelawan, kamu lawan balik. Jangan takut! Kalau mereka suruh kamu jadi babu mereka juga jangan mau!" Ucap Agnes
"Sip Nes.. Dari kata katamu barusan, bisa di simpulkan.." "Berarti kalau ada guru yang suruh ambil buku di perpus, Jangan mau! Trus kalau gurunya marah marah. Jangan takut, tinggal lawan balik" Jelas Putri sambil tersenyum
"Bhaks.. Ahahahaaa. Bener juga kau put. Nggak nyangka bisa salah pengertian sejauh itu" "Tapi.. Skuy. Langsung praktekin ke lapangan" Ucap Agnes
"Kuy lah.. Berangkat" "Tapi jangan ke lapangan beneran, jam segini panas" Ucap Putri
"Idih tulul" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Becanda mamank! Ahahahaa" Ucap putri sambil tertawa lebar
'kalian sangat lucu' ucap anak itu lirih dengan senyuman kecil di wajahnya
Putri dan Agnes langsung menoleh ke arahnya, "ha? apa?" tanya Agnes
"bukan bukan. Se.. Sekali lagi, terimakasih" "Ak.. ku pergi dulu" Ucap anak itu sambil berjalan pergi meninggalkan Agnes dan Putri. Saat itu, Agnes memegangi perutnya dan merasakan sesuatu
"Waduh.. tanda tanda nih.. Waktumu di dunia udah mau berakhir Nes" Ucap Putri serius
"Serius sumpah, sakit" "Gara gara tadi kena tendang pasti nih, kenceng banget" Ucap Agnes
"Periksain kuy, kerumah sakit" Ajak Putri
"Ke uks aja deket" Ucap Agnes
"Sekalian bolos lah" Ucap Putri
"Sakit beneran ini.."
"Iya iya.. Ayo ke uks" Ucap Putri. ia membantu Agnes berjalan menuju UKS
"Btw, Awani nggak ikut?" Tanya Agnes
"Eh.. Iya juga. Dimana tuh manusia? Bukannya tadi sama kita" Ucap Putri tersadar
__ADS_1
"Aku belum liat dia dari tadi" Ucap Agnes
"Paling keluyuran ga jelas. Biarin aja lah" Ucap Putri. Mereka berdua mempercepat jalan mereka ke UKS
Sementara itu, Awani baru saja kembali dari Toilet. ia masuk ke dalam ruang ganti
"Ceklek.."
"Ahahahaa.. Maaf barusan aku dari toilet hehe" Ucap Awani sambil tertawa lebar. ia menyadari bahwa ruangan itu kosong, "Kemana mereka?" Ucapnya dengan ekspresi datar. ia mengambil handphone disakunya dan menelepon Putri
"Tut.."
'Hallo Aw.. Darimana aja!' Ucap Putri dari telepon
"Maaf, barusan dari toilet hehe" Ucap Awani
'Kenapa nggak bilang!' Ucap Putri dari telepon
"Tadi kebelet, auto lari ke toilet deh. Kamu dimana?" Ucap Awani
"Tempat seseorang setelah melakukan perkelahian! Jawab sendiri ya. bye" Ucap Putri
"Eh.. Tunggu" Ucap Awani, "Tut..." Putri memutus teleponnya
"Yah.. Kamvret. Kenapa nggak langsung bilang aja sih" Ucap Awani kesal
"Humm.. Tempat seseorang setelah melakukan perkelahian ya, Dimana?" ("ada dua jawabannya. Kalau nggak di uks ya di BK, tapi kalau cidera sih. Pasti ke UKS dulu sebelum BK, masalahnya aku nggak tahu siapa yang Cidera. Agnes kali ya? Mana mungkin sih Agnes cidera cuma lawan cewek") batin Awani, "Oke.. Fiks. Berarti dia di BK" Ucapnya yakin
"Eh.. Tapi kalau anak kayak mereka sih. Bisa aja kabur dari BK trus ke kantin. atau ke atap. Bisa jadi juga mereka pulang" "Akh.. S*al. Kenapa jadi banyak banget ya kemungkinan tempat yang mereka datangi" Ucap Awani kesal. ia mendapatkan notifikasi chat dari handphonenya
("Eh.. Putri?") batin Awani
di chat
Putri:" Kelamaan mikir, pasti kamu masih diem di tempat tadi nelpon kan?😂"
Putri :" Kita di UKS🤪"
"Nah loh.. Tau aja" Ucap Awani sambil tertawa kecil. ia menyimpan kembali handponenya ke saku dan pergi menuju UKS
__ADS_1