Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_098


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, tepatnya pukul 06.00. Vani terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang masih mengantuk, ia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi ia pergi ke ruang ganti dan menggunakan seragam sekolah. Tak lupa ia juga memasukkan buku buku yang di butuhkan ke dalam tasnya. Ia menggendong tasnya dan berjalan menuju pintu kamarnya


"Woahhh.. Kok masih ngantuk aja, padahal ngga gadang juga" Ucapnya sambil menguap


"Cklek.." Ia membuka pintu kamarnya dan keluar. Ia berjalan menuruni anak tangga dan pergi menuju ruang makan. Di sana, ia melepas tasnya kembali dan menaruhnya di salah satu kursi. Ia duduk di kursi sebelahnya meletakkan tas. Dengan keadaan mengantuk, ia meletakkan kedua tangannya di atas meja makan dan menyangga kepalanya. Bibi datang menghampiri meja makan membawa sarapan untuknya


"Non Vani, tumben sudah siap siap sepagi ini. Biasanya kan nunggu di panggil ke kamar sama tuan Kaituo. Padahal tuan Kaituo aja belum keluar dari kamarnya loh" Ucap bibi sambil meletakkan dua piring omelet di atas meja makan


"Hmm.. Ngga sabar ke sekolah aku bi" Ucap Vani dengan keadaan mengantuk


"Wah.. Bagus deh non, non Vani sudah berubah. Sekarang jadi semangat ke sekolah ya" Puji bibi senang


"Iya bi.. Dari dulu aku gini kok" Jawab Vani lesu


"Ya udah, di makan sarapannya. biar nggak lemas gitu. Apa masih ngantuk?" Ucap bibi


"Woahhh... Iya bi.. Ngantuk berat aku" Ucap Vani sambil menguap. Saat itu, Kaituo datang menghampiri meja makan dan duduk berhadapan dengan Vani. Sementara bibi kembali ke dapur dan mengambil susu untuk mereka berdua. Bibi kembali menghampiri meja dan meletakkan dua gelas susu untuk mereka. Bibi berbalik dan kembali ke dapur untuk melanjutkan tugasnya


"Tumben udah siap, biasanya jam segini masih tidur kamu" Ucap Kaituo


"Aku pen cepet cepet sampai sekolahan" Ucap Vani lesu


"Heh? Ada apa di sekolah? Ada yang menarik?" Tanya Kaituo penasaran


"Ada dong, nggak biasanya kan aku sesemangat ini" Jawab Vani lesu


"Semangat? Dimananya? Nggak kelihatan tuh?" Tanya Kaituo


"Masih ngantuk, semangatnya nanti aja lah. Woahh" Ucap Vani sambil menguap


"Iya deh terserah. Makan gih, abis ini kita langsung berangkat" Ucap Kaituo sambil mendekatkan piring dan gelas susu ke Vani


"Hmmm... " Gumam Vani. Mereka berdua melahap sarapan mereka sampai habis. Setelah habis, bibi datang menghampiri meja makan, ia mengambil piring serta gelas kotor dan membawanya kembali ke dapur untuk membersihkannya


Kaituo berdiri dari duduknya, ia menoleh ke arah bibi yang sedang mencuci piring di dapur, "Bi.. Kita berangkat" Seru Kaituo. saat mendengarnya, Bibi menoleh ke arah Kaituo, "Oh iya tuan Kaituo, hati hati di jalan. Semangat belajarnya" Seru balik bibi


"Iya bi" Seru Kaituo. Ia kembali menoleh ke arah Vani yang masih duduk diam di kursinya dan memasang ekspresi lesu


"Haishh.. Masih ngantuk nih?" Tanya Kaituo


"Enggak.. Ayo berangkat" Ucap Vani. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului kaituo menuju pintu rumahnya. Ia membuka pintu rumahnya dan berjalan melewati halaman rumahnya menuju trotoar depan rumahnya. Sementara Kaituo keluar dari rumah dan pergi menuju garasi mengambil mobil, ia masuk ke dalam mobil dan melajukannya keluar dari garasi. Di depan rumah, Kaituo menghentikan mobilnya dan Vani masuk ke dalam mobil. Kaituo melajukan mobilnya menuju ke sekolah


Beberapa menit berkendara, Mereka berdua sampai di pintu gerbang parkiran sekolah. Di depan gerbang, Vani menyuruh Kaituo untuk menghentikan mobilnya, "Stop Kai!" Ucap Vani


"Cittt... " Rem mendadak


Kaituo langsung menoleh ke arah Vani, "Kenapa?" Tanya Kaituo


"Aku turun sini" Jawab Vani


"Kenapa emangnya?" Tanya Kaituo lagi


"Mau nunggu Agnes" jawab Vani. Ia membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil, ia kembali menutup pintu mobil itu. Saat itu kaituo membuka kaca mobil dan menoleh ke arah Vani, "Jangan ngantuk lagi, ntar kalau ketiduran di situ gimana?" Ucap Kaituo


"Ngga ngantuk aku" Jawab Vani


"Ya udah, aku pergi ke depan bentar ya" Ucap Kaituo


"Mau ngapain?" Tanya Vani


"Jemput orang" Jawab Kaituo


"Siapa?" Tanya Vani lagi


"Next time ku kenalin" Jawab Kaituo sambil tersenyum


"Ya udah sana jemput orang, yang penting bukan setan" Ucap Vani


"Oke, kamu masuk gih" Ucap Kaituo


"Bentaran.. Sana pergi" Usir Vani


"Ya udah, bye bye" Ucap Kaituo


"Bye bye" Jawab Vani. Kaituo melajukan mobilnya pergi meninggalkan Vani untuk menjemput Nova di rumahnya. Sementara Vani masih menunggu kedatangan Agnes di depan gerbang sekolah seorang diri. Setelah menunggu beberapa saat, sebuah mobil berhenti di depan gerbang dan Agnes turun dari mobil itu. Mobil itu pergi meninggalkan sekolah dan Agnes datang menghampiri Vani yang sedang berdiri di depan gerbang


"Lamaa.." Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Kamu aja yang kecepetan" Ucap Agnes, "Ngantuk?" Sambungnya


"Iya, ngantuk berat. Kamvret bat ni mata" "Woahh.." Ucap Vani sambil menguap


"Minum kopi sana" Ucap Agnes


"Iya.. Nanti lewat vending machine ku ambil kopi" Ucap Vani


"Ya udah ayo" Ajak Agnes


"Abis ini.. Taruh tas dulu, baru berangkat kita" Ucap Vani lesu


"Iya.. Tapi kan masih nunggu jam delapan" Ucap Agnes


"Nongkrong di sana dulu lah, yok masuk" Ucap Vani. Mereka berdua berjalan masuk melewati gerbang sekolah dan pergi menuju kelasnya untuk meletakkan tas. Di tengah lorong kelas, mereka berhenti di depan vending machine. Vani memasukkan uang ke dalam mesin itu dan menekan tombol. kopi kalengan keluar dan ia mengambilnya. Ia membuka kaleng kopi itu dan meminumnya


"Glek.. Glekk.. Glekk... "


"Mau?" Tanya Vani sambil menyodorkan kaleng itu


"Nggak.. Aku kan ngga suka kopi" Ucap Agnes menolak


"Tau aku.. Dah habis juga" Ucap Vani sambil tersenyum. Ia melemparkan kaleng itu ke dalam keranjang sampah di samping vending machine


"Woo.. Masuk Van. Biasanya dua kali percobaan loh, kamu lempar itu" Ucap Agnes takjub


"Woo iya dong.. Kemampuanku dah update" Jawab Vani bangga


"Iya dah percaya,  yok kelas" Ajak Agnes. Mereka berdua kembali berjalan menelusuri lorong ke kelas mereka. Di dalam kelas, mereka berdua menghampiri Putri dan Awani yang sedang asik mengobrol


"Woyy.. Kalian berdua!" Sapa Agnes. Awani dan putri menoleh ke asal suara


"Eh.. Dah berangkat aja, tumben" Ucap Awani


"Iya.. Kita mau langsung keluar abis ini" Ucap Agnes sambil meletakkan tas di bangkunya

__ADS_1


"Kalian bikin alasan yang bagus loh" Ucap Vani


"Siyap boss.. Gampang itu mah, kalian hati hati ya. Van.. bawa handphone, kalau ada apa apa telpon langsung" Ucap Putri


"Okeysip" Ucap Vani mengangguk


"Ya udah.. Kita berdua berangkat. Doakan sukses" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Iya iya. Kalau nggak sanggup nyerah aja, handphone bisa beli lagi Nes" Ucap Awani


"Iya tau, bye bye" Ucap Agnes sambil melambaikan tangannya. Vani dan Agnes keluar dari kelas mereka dan berjalan menelusuri lorong kelas menuju pintu keluar gedung


Saat berjalan di halaman sekolah menuju gerbang sekolah, tanpa di sengaja mereka berdua berpapasan dengan Kaituo yang sedang bersama Nova di sampingnya. Saat melihatnya, Vani menghentikan langkahnya dan terdiam di tempatnya. Kaituo yang mengetahui keberadaan Vani, datang menghampirinya bersama Nova


"Hai Van" Sapa Kaituo ramah


"Oh.. kai" Ucap Vani


"Kenalin.. Ini Nova.. dia pacarku" Ucap Kaituo sambil tersenyum


"Degg.."


("Pacar?") Batin Vani terkejut. Ia hanya terdiam dan menoleh ke arah gadis di samping Kaituo, "Ha?" Ucapnya bingung. Saat itu, ia tidak berani menatap ke arah Kaituo, ("Pacar ya") sambung batinnya, "Oh.. Hai.. Aku Vani" Ucap Vani sambil menyodorkan tangannya. Nova menjabat tangan Vani dengan ekspresi gembira


"Haii.. Aku Novaa" Ucapnya ramah. Vani melepas jabatannya dengan perlahan


"Nes.. Ayo pergi" Ajak Vani cuek. Mereka berdua berjalan melalui Kaituo menuju gerbang sekolah


"Eh.. Kalian berdua mau kemana?" Tanya Kaituo. Vani menghentikan langkahnya dan tidak menoleh sama sekali, "Keluar" Jawab Vani cuek


"Kemana? Bel bentar lagi loh" Ucap Kaituo


"Bentar" Jawab Vani


"Ya udah jan lama lama, awas aja kalau sampai bolos" Ucap Kaituo. Vani dan Agnes melanjutkan perjalanan mereka. Kaituo hanya terdiam memperhatikan Vani berjalan menjauh


"Kenapa sayang?" Tanya Nova. Kaituo tersadar dan menoleh ke arah Nova, "Enggak ada.. Ayo masuk" Ajaknya sambil tersenyum. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju gedung kelas tiga


Di sepanjang perjalanan menuju tempat nongkrong anak STM, Vani hanya terdiam dan menatap ke depan dengan tatapan dingin. Agnes merasa khawatir dengan keadaan Vani saat itu


"Van.." Panggil Agnes sambil menghentikan langkahnya. Vani ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Agnes, "Eh.. Iya kenapa?" Tanya Vani


"Kamu... Nggak papa?" Tanya balik Agnes


"Aku kenapa?" Tanya Vani


"Tadii.." Ucap Agnes terhenti, "Ahahaha... tenang aja" Sambung Vani sambil tertawa kecil


"Kalau kamu mau, kita bisa balik dan nggak usah datang ke sana" Ucap Agnes cemas


"Aku udah semangat, kenapa harus balik?" Tanya Vani, "Udah lah.. Ngga ada yang perlu di khawatirin. Ayo jalan lagi" Ucap Vani. Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju warung tempat nongkrong anak STM


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di warung itu. Mereka masuk ke dalam dan duduk di salah satu meja. Vani hanya terdiam dan melamun sepanjang waktu


"Masih.. Seperempat jam lagi" Ucap Agnes


"Iya" Ucap Vani


"Aku masih ngantuk.. Jadi gini" Jawab Vani


Saat itu, gerombolan anak STM masuk ke dalam ruangan itu. Saat mereka melihat keberadaan Agnes, mereka semua datang mengerubungi meja yang di tempati Agnes. Agnes refleks langsung berdiri dari duduknya, sementara Vani tetap diam duduk di kursinya


"Wih.. Hai.. Agnes. Datang beneran? Sayang banget handphonenya nggak jadi gw jual" sapa boss STM


"Maaf aja ya, kita bukan pengecut" Ucap Agnes bangga


"Ahahahahaa.. Di mana genk lu? Belum dateng?" Tanya boss STM sambil melihat sekitarnya. Ia menoleh ke arah jam dinding di tempat itu, "Owh.. Masih ada beberapa menit lagi sebelum jam delapan" Sambungnya


"Udah dateng" Jawab Agnes


"He? Mana?" Tanya boss STM. Vani berdiri dari duduknya dan menatap tajam boss STM itu


"Hai.. Aku Vani" Sapa Vani sambil menyodorkan tangannya


"Tcih.. Teman lu ganti?" Ucap boss STM sambil menepis tangan Vani. Saat itu, Emosi Vani mulai keluar, "Woy! Yang sopan dong! Di ajak kenalan bener bener juga!" Ucap Vani ngegas


"Waaaa.. Takut.. kakaknya galak" Ejek boss STM


"Ahahahahahahaa.. " Tawa anak anak STM


"Diam kalian!" Seru Vani. Ia berjalan menghampiri boss STM dan berdiri di hadapannya


"Heh? Kamu boss mereka?" Tanya Vani


"Iya, Gw bossnya" Ucap nyolot boss STM


"Krempeng gini, jadi boss?" Ejek Vani


"Woi.. Banyakan b*cod lu" Ucap boss STM kesal


'Tcih.. Baru segitu udah emosian' Ucap Vani lirih, "Mau tanding sekarang?" Sambungnya


"Ayo.. Siapa takut. Keluarin semua orang orang lu" Tantang boss STM


"Ni.. Udah" Ucap Vani sambil merangkul Agnes


"Heee??" Seru orang orang di sana terkejut


"Apa? Cuma kalian berdua?" Tanya boss STM


"Iya.. Siapa lagi emang" Ucap Agnes


"Kalian.. Nggak ada genk buat tawuran?" Tanya boss STM


"Tawuran ramai ramai cuma buat pengecut" Ucap Agnes


"Ngeremehin kita lu. Oke.. Gw nggak bisa ngeraguin kemampuan kalian" Ucap boss STM


"Woo iya jelas.. Orang yang ngeraguin kita. Langsung cepet kalah, setidaknya kalian bisa nambah durasi" Ucap Agnes


"Kalian ngeraguin kita?" Tanya boss STM kesal


"Kerempeng gitu.. Bisa apa? Boss.. Kamu kasih makan anak buahmu ngga sih?" Tanya Vani

__ADS_1


"Buagg..." Boss STM langsung menonjok pipi Vani, "Akh.. Sakit" Vani memegangi pipinya yang terkena tonjokan


"Woy! Belum mulai g*blok!" Ucap Agnes ngegas


"Woii.. Bilangin ke temen lu itu. Bisa kagak jaga mulut" Ucap Boss STM ngegas


"Anyink! Baperan.. Najiss!!" Ucap Vani ngegas


"Wah.. Ngajak gelud beneran ni anak. Mulai sekarang aja ayo" Ucap boss STM Kesal


"Hehe.. Siapa takut" Ucap Vani. Di dalam ruangan itu Vani dan Agnes menghabisi satu persatu anak STM di sana. Di tengah berkelahi\, Vani merasakan sesuatu di hatinya. Hatinya tiba tiba terasa ngilu dan sakit saat ia mengingat fakta bahwa Kaituo memiliki seorang pacar. Ia merasa terbohongi oleh semua itu\, ("S*alan.. Kenapa rasanya sakit banget. dadaku sesak\, rasanya kek ada banyak jarum lancip yang nusuk nusuk. Kai S*alan.. Dia bilang suka ke aku\, kenapa bisa dia kenalin pacar ke aku sambil pasang senyuman bahagia begitu?") batinnya sedih


"Akhh.. Dasar Kpparatt!!" Teriak Vani sambil meluncurkan serangannya. Ia menghajar anak anak STM di sana dengan brutal


"Buag... Bag.. Bug*.. "


Beberapa jam berkelahi, anak anak STM sudah tidak bisa meneruskan berkelahi, mereka semua terkapar di lantai dan merasa kesakitan. Begitu juga dengan Vani dan Agnes, dengan nafas yang terengah engah, mereka berdua tetap berdiri tegak. Saat itu, pikiran Vani menjadi kosong. Ia hanya terdiam dengan nafas terengah engah dan menatap kosong ke arah depan. Matanya mulai berair dalam lamunannya


"Nice.. Van.. Capek juga ya" Ucap Agnes dengan nafas terengah engah. Ia menoleh ke arah Vani dan melihatnya berlinang air mata, "Hee.. Kamu nangiss?" Ucapnya terkejut. Vani tersadar dari lamunannya dan langsung menghapus air matanya itu


"Engga lah. Gila apa aku nangis, barusan kemasukan debu" Ucap Vani


"Udah.. kita nyerah. Handphone lu ada di tas itu, ambil aja" Ucap Boss STM


"Ahahahahaa.. Emang dasar lemah" Ucap Agnes


"Temen lu kayak orang kerasukan woii" Ucap boss STM. Vani menoleh ke arah boss STM yang sedang terkapar di lantai


"Maaf, nggak nggak" Ucapnya memohon


"Sorry, aku kebawa suasana" Ucap Vani. Tiba tiba seseorang datang dan melihat kerusuhan di sana, "Kalian!! Apa yang kalian semua lakukan disini!!" Teriak Orang itu. Seketika pandangan seluruh orang tertuju padanya


"Pemilik warung!" Ucap boss STM, "Kapan anda kembali?" Sambungnya


"Apa yang kalian lakukan!! Rusak sudah warungku ini!! Kalian nggak tau di untung ya! Udah saya sediain tempat buat bolos. Malah di rusak begini! Memangnya mau tanggung jawab?!" Ucap pemilik warung kesal


"Saya akan ganti semua kerugian di sini" Ucap Vani, "Ini juga kesalahan anda. Kenapa anda mau nampung anak anak bolos? Ini melanggar peraturan! Pemilik toko harusnya nggak biarin anak bolos masuk ke tokonya pas jam sekolah berlangsung, anda bisa kami laporkan ke pihak yang berwajib atas dasar menyediakan tempat buat bolos" Jelas Vani tegas


"Jangan.. Jangan laporkan" Ucap pemilik warung takut


"Bagus.. saya nggak akan melaporkan anda, dengan syarat. Setelah perbaikan toko ini, anda nggak boleh lagi nampung anak sekolah yang bolos. Kalau masih ada yang bandel bolos, segera hubungi pihak sekolah" Ucap Vani


"Baik.. Saya akan mengikuti perintah anda" Ucap pemilik warung patuh. Vani menoleh ke arah Anak STM


"Dan buat kalian. sesuai perjanjian, kalian harus janji nggak akan bolos sekolah lagi mulai hari ini! Balik sekarang ke sekolah kalian" Ucap Vani tegas


"Baik.. Kami janji" Seru anak anak STM


"Nice.. masalah clear. Nes.. Kasih uangnya" Ucap Vani


"Oiya.. Lupa" Ucap Agnes. Ia mengambil amplop di sakunya dan melemparkannya ke anak STM


"Ambil itu, kalian bisa balik sekarang" Ucap Agnes


"Haa? Uang ini buat kita?" Tanya boss STM, "Padahal kita kan kalah" Sambungnya


"Ambil aja, balik sana" Usir Agnes


"Terimakasih kalian berdua. Kita janji nggak akan bolos lagi" Ucap boss STM, "Ayo cabut" Sambungnya. Dengan menahan kesakitan, Mereka semua bangkit dari duduk mereka dan berjalan kembali ke sekolahnya


"Anu.." Panggil pemilik warung. Vani menoleh ke arah pemilik warung itu


"Kenapa?" Tanya Vani


"Masalah.. Warung saya" Ucap pemilik warung


"Besok saya kirimkan orang saya buat ke sini. Sekarang saya nggak ada waktu, mari agen Agnes, kita pergi dari sini" Ucap Vani


"Puftt.. Ehem.. Mari direktur" Ucap Agnes mempersilahkan. Mereka berdua berjalan keluar dari toko. Di tengah jalan, Vani menoleh ke arah pemilik warung


"Nama saya Vani dan ini wakil saya Agnes. Ingat itu" Ucap Vani. Ia kembali berjalan keluar dari warung


"Baik.. Nyonya!" Seru pemilik warung


Setelah berjalan cukup jauh, mereka menoleh ke arah belakang, "ahahahahahahaha.. anjirr.. dipanggil Nyonyaa" Ucap Agnes sambil tertawa


"Tadi aku berwibawa banget nggak?" Tanya Vani


"Wah.. Parah aktingmu. Pakai saya saya segala, kayak orang penting beneran sumpah" Puji Agnes


"Ku sering ikut Khakim kumpul sama orang penting, jadi bisalah tiruin dikit" Ucap Vani


"Nice Van.. Salut aku. Eh tapi... mukamu memar, mau obati dulu?" Ucap Agnes


"Hm.. Ngga usah" Ucap Vani


"Eh Van.. Urusan Kaituo, mending kamu lupain dia aja" Ucap Agnes


"Ahahahaa... Kenapa harus lupain?" Tanya Vani sambil tertawa kecil


"Jan dipikirin, ntar sakit hati loh" Ucap Agnes


"Enggak.. Tenang aja" Ucap Vani


.


.


.


"Humm.. Nes. Kamu balik ke sekolah, ntar bawain tasku pulang. Aku pen bolos" Ucap Vani


"Aku ikut" Ucap Agnes


"Aku pen sendiri dulu, lain kali ku ajak" Ucap Vani


"Oh.. Gitu ya. Oke.. Tapi jan nekat" Ucap Agnes murung


"Sans, ku cuma mau nenangin diri doang. Cuma orang orang yang pikirannya sempit yang bunuh diri" Ucap Vani sambil berjalan mendahului Agnes, "Bye" Ucapnya. Ia berjalan pergi meninggalkan Agnes sendirian


'Hum... Ko jadi cemas ya' Gumam Agnes sambil melihat Vani berjalan menjauh, "Aku kan nggak bilang kalau jangan bunuh diri"


"Mau gimana lagi. Dia mau sendiri, ya udah" Ucap Agnes cuek. Ia pergi kembali ke sekolahannya seorang diri

__ADS_1


__ADS_2