Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_095


__ADS_3

Di dalam Kamar, Vani berjalan menuju kasurnya dan langsung merobohkan badannya ke kasur. Agnes yang duduk di pinggiran kasur menoleh ke arahnya


"Mana minuman ama cemilannya? Kenapa lagi sih?" Tanya Agnes heran


"Ntar di bawain sama Kai" Ucap Vani


"Owh.. " Ucap Agnes. Ia menyalakan handphone Vani dan menelepon Putri


"Eh Nes.. Rasanya jatuh.." Ucap Vani terhenti


"tutt..."


"Put.. selesai belum?? Eh.. Bentar bentar.." Ucap Agnes. Ia kembali menoleh ke arah Vani, "Kamu bilang apa?" Tanya Agnes


"Lupakan" Jawab Vani


"Aku denger loh.. Rasanya jatuh apa? ya sakit b*go! Kamu kan berkali kali jatuh, masa nggak ngerasain sih" Ucap Agnes


"Iya tau tau, sambung telponmu gih" Ucap Vani


"Hmm.. Hallo?" Ucap Agnes


'Aku sama Awani nggak bisa Nes' Ucap Putri dari telepon


"Heh? Kenapa? Kakimu sakit lagi?" Tanya Agnes


"Di situ hujan nggak?" Tanya Putri dari telepon. Agnes menghampiri korden dan membukanya sedikit untuk mengecek keadaan di luar


"Oh iya.. Ujan.. Kamar Vani, ada peredamnya. nggak kedengeran jadinya" Ucap Agnes


"Kata siapa woy" Saut Vani


"Husstt.." Bisik Agnes


"Ketipu ama Agnes" Seru Vani


"Cklekk" Pintu kamar terbuka. Agnes dan Vani langsung terdiam dan melihat ke arah pintu


"Duarrr" Suara petir


"Telepon matiin woy" Ucap Vani panik. Agnes segera memutus teleponnya. Saat itu seseorang masuk ke dalam Kamar


"Kok matiin sih" Ucap Putri dengan ekspresi datar. Putri dan Awani masuk ke dalam kamar Vani


"Petir t*lol" Ucap Vani


"Loh.. Kok kalian berdua udah sampai sini, katanya nggak bisaa" Ucap Agnes


"Mereka teleportasi" Ucap Vani


"Ngaco" Ucap Agnes

__ADS_1


"Kamvret emang.. Kita berdua naik bus sampe halte depan sana. pas turun.. tiba tiba ujan ngikut turun. lari dah sampe sini" Jelas Putri kesal


"ahahaha.. nggak diberkahi kalian kemari" Ucap Agnes sambil tertawa


"Kita mandi dulu lah. Van.. Pinjem bajumu" Ucap Putri


"Yokay.. pake aja" Ucap Vani


"Yuk Aw.. Mandi. Ntar kita anu.." Ucap Putri bercanda


"Woy.. Kalian mandi berdua?" Ucap Vani ngegas


"Lesbi.. Najis Put" Ucap Awani


"Becanda njing. Aw.. duluan sana" Ucap Putri datar


"Kamu aja dulu.. Bajumu yang paling basah" Ucap Awani


"Yaudah" Jawab Putri. Ia melemparkan tasnya ke sofa dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Saat itu Awani hendak melemparkan tasnya juga, namun ia tertahan


"Nggak ada akhlak, tas main lempar" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Betull" Sambung Vani. Awani berjalan menuju sofa dan meletakkan tasnya dengan baik. Ia duduk di sofa itu


"ahahahaha.. Barusan kamu mau lempar tasmu juga kan" Ucap Vani dengan tawa kerasnya


"Njirr.. Yang bener?" Tanya Agnes sambil tertawa


"Iya.. Dia pas mau lempar denger kita gibahin Putri, trus nggak jadi deh lemparinnya" Jelas Vani


"Ahahahahaa.. Kok kamu tau sih" Ucap Awani sambil tertawa. Di tengah tawa mereka bertiga, kaituo datang membuka pintu kamar Vani membawa nampan berisi cemilan dan makanan di atasnya


"Ngetawain apa sih, seru banget kayaknya" Ucap Kaituo. Mereka bertiga tiba tiba terdiam dan menoleh ke arahnya, "Lah? Kok diem?" Tanya Kaituo bingung, "Dasar. Kalian ini" Sambungnya. Ia berjalan menuju meja sofa dan meletakkan cemilan dan minuman yang ia bawa. Setelah itu, ia duduk di samping Awani


"Heh? Kenapa kalian diem?" Tanya Kaituo lagi


"Ngapain kamu duduk disini" Tanya balik Awani


"Gabung sama kalian lah. Nggak liat apa? Aku bawa lima gelas minuman" Ucap Kaituo


"Nggak boleh.. Pergi sana. Kita tuh mau ngobrolin urusan cewek" ucap Awani


"Ya udah.. Anggap aku cewek" Ucap Kaituo kalem


"Njirr.. Hode" Ucap Agnes, "Pergi kai!" Sambungnya mengusir


"Hmm.. Iya deh iyaa" Jawab kaituo pasrah. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar Vani. Di tengah jalan, ia terhenti dan berjalan balik ke sofa


"Ngapain balik??" Tanya Awani


"Huh" Kaituo mengambil salah satu gelas minuman dan membawanya pergi menuju pintu kamar Vani

__ADS_1


"Eh.. Kai!" panggil Vani. kaituo berhenti berjalan dan menoleh, "Kenapa?" Tanya Kaituo


"Besok suruh orang pasang peredam di dinding kamarku. Pas aku pulang sekolah harus udah selese" Ucap Vani


"Biar apa?" Tanya Kaituo


"Biar.. kalau kita ngobrolin sesuatu kamu nggak bisa nguping di depan pintu" Jawab Vani


"ahahahahaha.. tukang nguping" Ucap Agnes sambil tertawa


"Ya ya ya.. siapa juga yang mau ngupingin kalian" Ucap Kaituo cuek. ia membuka pintu kamar Vani dan pergi keluar


"hmm... Orang yang aneh" Ucap Agnes sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Vani dan Agnes berdiri meninggalkan kasur dan bergabung dengan Awani duduk di sofa


"Jadi.. Kalian mau ngobrolin apa?" Tanya Vani serius


"Eh.. Van. Badanmu sama ragamu sehat kan?" Tanya balik Agnes


"Badan ama raga apa bedanya tulull" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"ahahahaha.. Maksudku badan ama jiwamu sehatkan" Tanya Agnes lagi


"Badanku sih sehat sehat aja... Tapi kalau jiwa, ku nggak tahu" Jawab Vani kalem


"Njirr... Pantes setres. pasien sakit jiwa lepas ternyata" Ucap Agnes


"Wkwk... Emang kenapa?" Tanya Vani


"Nice.. Besok kamu masuk sekolah kan?" Tanya balik Agnes lagi


"Iya.. Besok ku ke sekolah, trus kenapa?" Tanya Vani lagi


"Kamu mood berantem nggak?" Tanya balik Agnes lagi


"Kamu sendiri?" Tanya balik Vani


"Kok tanya aku? Aku kan tanya kamu duluan. Kamu mood berantem nggak?" Tanya balik Agnes lagi


"Ya.. Kamu sendiri gimana?" Tanya balik Vani


"Woy woy woy! Udahh. Kenapa malah tanya tanyaan sih, yang jawab siapa dong" Ucap Awani kesal


"Ya nggak usah jawab, gini aja terus" Ucap Agnes


"Nggak kelar kelar ntar" Ucap Awani


"Mayan kan biar panjang" Ucap Vani sambil tersenyum


"Apanya yang panjang?" Tanya Agnes


"Lupakan" Jawab Vani sambil tersenyum

__ADS_1


"Yeee.. Gaje kau" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Biarin.. " Jawab Vani senang


__ADS_2