Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_088


__ADS_3

Di perjalanan kembali ke sekolah, mereka bertiga mengobrol


"ahahaa.. Kamu barusan keren banget sumpah" Puji Awani sambil tertawa kecil


"deg deg an aku tuh.. Ku kira mereka mau langsung kroyok kita" Ucap Agnes cemas


"Untung mereka ngikut alur yang kamu buat. Kalau nggak, bisa bisa kita keluar dari situ babak belur wkwk" Ucap Putri


"Kamu sih.. Ngomong sembarangan, nggak tau tempat" Ucap Agnes kesal


"Maaf.. Nak STM sini kan emang ga guna. Suka bolos ga jelas" Ucap Putri


"Kamu sendiri, sekarang lagi ngapain emang?" Tanya Agnes


"Loh.. Kita kan bukan bolos. Ijin ke pak satpam juga ambil buku kan" Jawab Putri


"Woo.. Iya juga wkwk" Ucap Agnes sambil tertawa


"Kok mereka bisa muncul gerombolan gitu ya" Ucap Awani heran


"Ya bisa lah.. Orang mereka mau" Jawab Putri


"Kayaknya ada sekitar lima belas orang tadi. Kalau kita nggak ngalihin topik, bisa repot aku. Secara kan cuma aku yang bisa berantem" Ucap Agnes


"Iya juga, aku sama Awani cuma bisa diem nonton kamu di sikat wkwk" Ucap Putri sambil tertawa kecil


"Njir.. Kejamnya kalian" ucap Agnes


"btw kamu ngajakin mereka war besok? Mau dateng?" Tanya Putri


"Ntar kita tanya Vani. Kalau dia mood, kita dateng. Kalau nggak ya.. Biarin aja" Ucap Agnes


"Okey sip" Jawab Putri


"Kalian berdua nggak usah ikut tapi. Nyusahin kalau kalian ketangkep" Ucap Agnes


"Iya deh iya.. Tapi hati hati" Ucap Putri


"Santuy.. Dah lama juga aku nggak berantem" Ucap Agnes


"Tadi.. Kamu nonjok orang" Ucap Putri


"Ya elah.. Cuma nonjok sekali doang kan" Ucap Agnes


Tanpa disadari, mereka sampai di ujung depan sekolah, Agnes melihat jam di tangannya, "Ehh.. Stopp" Sambungnya. Mereka bertiga berhenti berjalan

__ADS_1


"Apaan? " Tanya Awani


"Udah sejam t*lol, jangan lewat depan" Ucap Agnes


"Woo iya.. Lupa" Ucap Awani teringat


"Manjat tembok belakang yok" Ucap Putri


"Nice" Ucap Agnes. Mereka bertiga mengelilingi sekolah hingga sampai di belakang tembok sekolah


"Pohon nya ga ada woy. Manjatnya gimana? Dua meter nih" Ucap Awani


"Siapa orang kamvret yang tebang pohon itu. Kayaknya dia nggak suka banget sama kita" Ucap Putri


"Mana Kutahu. Kalian bantu aku naik, ntar ku tarik" Ucap Agnes


"Hah.. Emang kamu kuat tarik kita?" Tanya Awani


"Kuat lah.." Jawab Agnes. Putri dan Awani membantu Agnes hingga sampai di atas tembok. Setelah itu, Agnes menarik Awani dari atas tembok, "Berat woy.." Ucap Agnes sambil menarik


"Aww.. Tanganku mau putus" Ucap Awani. Putri membantu mendorong kaki Awani ke atas hingga naik ke atas tembok


"Wah.. Berat banget kamu" Ucap Agnes sambil mengibas ngibas kan tangannya


"Maaf.. hehe" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Yok" Jawab Awani


"Woy! Aku!" Teriak Putri


"Hussttt.. Jan keras keras b*go! " Ucap Agnes


"Kalian sih.. Masa aku di tinggal" Ucap Putri yang masih di bawah


"Hilih.. Becanda doang" Ucap Awani. Awani dan Agnes menarik putri hingga ia juga naik di atas tembok. Di sana mereka bertiga berdiri berderet


"Mayan tinggi juga ya berdiri disini" Ucap Putri sambil berpegangan pada Awani


"Jan pegang pegang woy.. Kalau goyang dikit jatuh ntar" Ucap Awani


"Pemandangan dari sini juga bagus" Ucap Agnes sambil melihat sekitarnya


"Eh? Rok kita pendek g*blok" Ucap Putri terkejut, ia langsung jongkok dan menutup roknya


"Ga ada orang di bawah, aman" Ucap Agnes cuek

__ADS_1


"hey.. Kalian!!" Teriak seseorang dari jarak yang lumayan jauh. Mereka bertiga langsung menoleh ke asal suara


"Siapa tuh.. Jauh banget. Eh.. Kamvret, Guru!" Ucap Putri terkejut. Saat itu, guru berlari menuju tempat mereka


"Kabur! " Ucap Agnes


"Bugg.." Ia langsung loncat ke dalam sekolah, kemudian Awani dan putri ikut meloncat


"bugg.. Bug.."


Saat sampai di bawah tiba tiba sesuatu terjadi


"Buruan ayo lari!" Ucap Agnes panik


"Akh.. Kakiku! Aku kesleo woy" Ucap Putri kesakitan sambil mencoba berdiri


"Woy... Gurunya udah deket!" Ucap Awani panik


"S*alan!" Ucap Agnes. Ia langsung jongkok dan berniat menggendong Putri, "Buruan naik" Sambungnya panik. Awani membantu putri hingga ia tergendong Agnes, 'Berat banget..' Gumam Agnes. Agnes dan Awani segera melangkah pergi dari tempat itu


"Buruan buruan.. " Ucap Awani panik


"Sabar.. Berat woy" Ucap Agnes sambil terus mencoba melangkah cepat


"Eh... Masuk gudang!" Ucap Awani. ia berlari mendahului mereka dan membuka pintu gudang, "Sini woy" Sambungnya. Agnes segera masuk ke dalam gudang itu dan Awani menutupnya dengan rapat


Di dalam gudang, Agnes menurunkan Putri. Mereka bertiga duduk tergeletak di lantai


Sementara itu, guru yang sedang mengejar mereka merasa bingung karena kehilangan jejak. Ia terus berlari dan mencari, "Kemana mereka. Awas aja kalau ketangkap" Ucap guru itu kesal


Dari dalam gudang, Awani mengawasi situasi di luar lewat jendela, 'Aman... Gurunya dah lewat' Ucapnya lirih


'Okey sip' Jawab Agnes lirih


"Kaki ku woy.. Sakitt" Ucap Putri kesakitan


"Loncat segitu aja sampai kesleo. Sini ku benerin" Ucap Agnes sambil menarik kaki putri


"Anj*ng! Pelan pelan g*blok!" Ucap Putri ngegas


"ahahaha.. Maaf maaf" Ucap Agnes. ia memijit kaki Putri perlahan, "Aw.. Bantu kek, malah celingak celinguk di jendela gitu. Ketauan ntar"


"Wkwk.. Sorry. aku cuma heran.. Kok ni gudang nggak di kunci. Makanya ku cek keluar, siapa tau ada yang sengaja jebak kita disini, trus kita nggak bisa keluar, gimana coba?" Jelas Awani


"Negatif thinking mulu" Ucap Putri

__ADS_1


"Coba berdiri put" Ucap Agnes. Ia membantu putri berdiri dari duduknya


__ADS_2