Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_066


__ADS_3

Di dalam rumah, Kaituo dan Vani duduk mengobrol di sofa ruang tamu, "Jadi? Kenapa kamu ke sini?" Tanya Vani serius


"Aku udah putuskan" Jawab Kaituo


"Putusin apa? Tali?" Tanya Vani


"Aku baru aja urus kepindahanku, aku akan tinggal disini sama kamu" Ucap Kaituo


"Apa? Tinggal disini?" "Tunggu.. Gimana bisa?" Ucap Vani terkejut


"Aku udah dapat izin Kim, dia nggak keberatan" "Orang tuaku juga mengizinkannya, jadi nggak masalah" Ucap Kaituo


"Tapi.. Gimana sekolahmu?" "Bukannya semester pertama hampir selesai?" Ucap Vani


"Aku pindah satu sekolah sama kamu" "Untuk materi, nggak ada masalah. Kamu tau aku kan" Ucap Kaituo sambil tersenyum


"Apa? Satu sekolah?" Ucap Vani terkejut, ("Gawat gawat! Berarti kaituo bakal tahu apa yang aku lakuin di sekolah. Gimana kalau dia ceritain ke Khakim?") batinnya cemas


"Kamu kenapa?" Tanya Kaituo


"Untuk masalah tinggal di rumahku, gapapa" "Tapi.. bisa nggak kamu ganti sekolahnya? Di kota ini banyak sekolah elite yang pantas buatmu" Ucap Vani


"Kamu nggak suka satu sekolah sama aku?" Tanya Kaituo


"Bukannya nggak suka, tapi.." "Tapi gimana dengan kedudukanku sebagai ranking satu di sekolah? Kamu pasti gampang menggeserku" Ucap Vani


"Jangan cerewet, aku udah atur semua. Besok kita bisa berangkat sekolah bareng" "Untuk masalah ranking, kamu bisa tingkatin kemampuanmu buat menyaingiku" Ucap Kaituo sambil tersenyum

__ADS_1


("Akh.. S*alnya. Kenapa dia harus ke sekolah yang sama?") batin Vani kesal


"Kamarku ada di bawah, kalau ada apa apa datang aja" Ucap Kaituo sambil berdiri dari duduknya, "Kalau begitu, aku akan ke kamar" ia pergi menuju kamarnya. Sementara itu, Vani masih terdiam duduk di sofa


("Kenapa khakim izinin Kai tinggal disini? Aku harus tanyain") batin Vani. ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Saat melewati dapur, ia melihat bibi yang sedang bersih bersih, ia berinisiatif menghampirinya, "Bi.. Kenapa bibi disini? Bukannya, tugas bibi di pagi hari? sekarang kan udah sore? Bibi nggak pulang?"


"Oh.. Non Vani. Mulai hari ini saya akan tinggal disini untuk melayani Non setiap saat" Jawab bibi sambil tersenyum


"Serius bi?" Ucap Vani senang


"Iya.. Tuan Kim yang suruh bibi tinggal menetap disini. Katanya biar non nggak kesepian" Ucap bibi


("Sip dah.. Kalau laper nggak perlu beli keluar") batin Vani senang, "Ahahahaa.. bagus deh kalau gitu" Ucapnya sambil tertawa kecil


"Syukurlah kalau non suka, bibi juga senang" Ucap bibi sambil tersenyum


"Ya udah bi.. Aku ke kamar dulu" Ucap Vani


Di dalam kamarnya, ia menghubungi Kim dengan handphonenya


"Tut.."


"Halo Khakim?" Panggil Vani


'Iya Van? Baguslah kamu telpon kakak. Maaf, kakak nggak bisa temenin kamu tinggal di negara B. Tapi tenang, kakak akan sering mampir' Ucap Kim dari telepon


"Khakim sekarang dimana?" Tanya Vani

__ADS_1


"Di Negara C, kakak sedang mengurus bisnis papa yang di sini" Jawab Kim


("Njirr, udah pindah tempat aja") "Sibuk ya? tutup aja telponnya, khakim bisa lanjutin pekerjaan Khakim" Ucap Vani


'Nggak masalah, sekarang kakak lagi istirahat. Oh ya.. Gimana kamu? Apa kamu senang? Kakak udah minta Kai buat tinggal dan jaga kamu. Dulu pas kalian kecil, kamu selalu merengek mau ikut dan tinggal dengan kai saat kai pulang ke rumahnya kan' Jelas Kim dari telepon


"Hm.. Iya kak, aku sueenang banget. Bahkan saking suenangnya, aku sampe kesal" Ucap Vani


'Ada apa? Kamu nggak suka?' Tanya Kim dari telepon


"Nggak.. Itu cuma ungkapan senengku, lupain aja" "Gimana kabar khakim? Apa khakim sanggup urus semua perusahaan perusahaan itu?" Tanya Vani khawatir


'Ahahahaa.. Kamu tenang aja. Kakak ini hebat, kamu nggak perlu khawatir' Jawab Kim sambil tertawa kecil


"Apa perlu aku bantu?" Tanya Vani


'Ahahaha.. Apa yang bisa kamu lakukan? Lulus SMA aja belum. Belajar dulu, setelah itu masuk ke perguruan tinggi. Saat lulus nanti, kamu bisa bantu kakak bekerja' Ucap Kim dari telepon


"Hm.. Oke, tunggu aku kalau gitu. Aku akan sekolah dengan cepat" Ucap Vani


'iya percaya. Kalau gitu, udah dulu ya, kakak ada rapat" Ucap Kim dari telepon


"Iya, jaga kesehatan khakim, jangan terlalu paksain diri" Ucap Vani


'Kamu juga, jangan terlarut dalam kesedihan. Kalau kangen kakak, telpon aja. pasti bakal kakak angkat' Ucap Kim dari telepon


"Ngoge kak, bye bye" Ucap Vani. ia memutuskan teleponnya

__ADS_1


("Akh.. padahal niatku telpon mau protes masalah Kaituo. Tapi dengar suara Khakim, keknya dia lelah. Walau dia ketawa senang, tapi aku rasain hawa kelelahan kelilingin dia") batin Vani. Saat itu ia terlihat murung, ("Kasihan juga Khakim. Dia masih bisa pikirin aku biar nggak kesepian, padahal banyak pekerjaan. Dia pasti nggak urus dirinya sendiri dengan baik. Aku harap dia cepat dapetin orang yang tepat buat temenin dia sampe tua")


"Hm.. Kenapa aku jadi sedih gini ya? Main game deh" Ucap Vani. ia duduk di depan komputernya dan mulai memainkan game


__ADS_2