Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_046


__ADS_3

"Jadi, menurutmu itu ruangan Vani?" Tanya Ray


"Sepersen yakin, sisanya ragu" Jawab Agnes


"Gimana kita bisa percaya" Ucap Ray


"Hum... Kalian tau kan, Vani itu bar bar. Kalau dia nggak di jaga, pasti dia bakalan kabur dan juga dari ruangan ruangan yang kita lewati sebelumnya, cuma itu kan yang ada penjaganya" Jelas Agnes


"Wih Nes, nggak rugi aku sekolahin kamu selama ini" Ucap Putri bangga. Awani menggapai tangan putri dan menjabatnya, putri merasa bingung dengan apa yang Awani lakukan, "Ngapain?" Tanya Putri bingung


"Put, Aku nggak nyangka, ternyata selama ini kamu itu mamanya Agnes" Ucap Awani


"Owh" Ucap Putri saat ia mengetahui maksud dari Awani


"Perkenalkan, saya Awani. Temannya Agnes, dan itu Ray, trus itu Jack" Ucap Awani


"Hallo tante" Sapa Jack


"Jack ngapain ikutan" Ucap Ray


"Dunia yang mereka buat lumayan seru" jawab Jack


"Ya elah" Ucap Ray


"Terimakasih kalian semua sudah mau berteman dengan Agnes. Agnes itu kasihan, dia nggak pandai bicara pas bayi. Jadi dia susah dapet temen saat itu. Saya dulu sedih lihatnya. Hiks.. Untung saja sekarang dia sudah punya teman yang baik kayak kalian" Jelas Putri terharu


"Hiks.. Emakk!!" Teriak Agnes terharu


"Cukup, sampai disini. Jangan lupakan tujuan kita datang kesini" Ucap Awani yang menghentikan drama mereka


"Yang mulai dulu kan kamu" Ucap Putri


"hehe iya juga sih" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Hum.. Sekarang apa?" Tanya Jack


"Sesuai dugaan awalku, ruangan Vani di lantai satu. Ruangan VVIP disini, belakang kamar pasien ada teras. Nah, di teras belakang ada pintunya. Kita lewat situ" Jelas Agnes


"Lagi lagi, emak bangga padamu Nak" Ucap Putri bangga


"Stop put, bukan waktunya bercanda" Ucap Awani menghentikan putri

__ADS_1


"Hm.. Oke" Jawab Putri serius


"Pintu belakang nggak ada penjaganya?" Tanya Ray


"Di pinggiran teras di pasangi pagar njerr. Ngapain di jaga segala" Ucap Agnes


"Kamu udah pernah kesini?" Tanya Jack


"Udahlah" Jawab Agnes, "Pagarnya nggak tinggi tinggi amat sih, tapi buat orang sakit mustahil loncatinnya" Ucap Agnes


"Kalau begitu kita gunakan rencanamu. ayo jalan" Ucap Ray


Mereka berlima pergi ke halaman belakang ruangan. Setelah sampai di halaman belakang ruangan ruangan. Mereka mencari ruangan Vani, "Yang mana?" Tanya Jack


"Aku tadi hitung, kayaknya yang ke lima" Jawab Awani


"Tunggu dulu.. kayaknya ke empat" Sambung Ray


"Kalian lebih percaya ke orang ini dan nggak percaya aku?" Tanya Awani murung


"Nggak lah, kita percaya kamu kok" Ucap Putri sambil tersenyum


"Hum... Kayaknya Awani yakin deh, kalau gitu kita ikuti saran dia" Ucap Agnes


"Njirr, tingginya satu meteran nih" Ucap Awani


"Kalian bertiga bisa manjatnya?" Tanya Ray


"Di banding tembok sekolahan segini bukan apa apa" Ucap Agnes


"Kalian suka bolos?" tanya Jack


"Nggak lah, cuma ukur tinggi doang" Ucap Agnes


"apa faedahnya ukur tembok?" ucap Ray


"Kalau bolos sih, lewat gerbang bisa. Asal banyak akal" Sambung Awani


"Mau sampai kapan ngobrol?" Tanya Jack


"Oke, Ladies first" Ucap Awani

__ADS_1


"Aku ya?" Tanya Jack


"Njirr, hode lepas" Ucap Awani terkejut


"ahahaa" Jack tertawa kecil. Mereka memanjat pagar itu satu persatu. Beberapa saat kemudian, mereka berlima sudah berada di dalam pagar teras. Ray mencoba membuka pintu ruangan, namun pintu itu terkunci


"Terkunci" Ucap Ray


"Udah kuduga lagi haha" Ucap Agnes bangga, "Put, pinjem jepit rambutmu"


"Owh, alasanmu tanya aku bawa jepit rambut buat ini?" Ucap Putri sambil melepaskan jepit rambutnya. ia memberikannya pada Agnes


"Hehe, buat apa lagi emang" Ucap Agnes sambil menerima jepit rambut itu


"Jack, bantu buka" Ucap Agnes sambil memberikan jepit rambut pada Jack


"aku?" Tanya Jack


"Kamu itu tipe orang yang hampir mirip sama Vani, menurutku bagusan Vani tapi. Tanpa latian pasti bisa" Ucap Agnes


"Aku sering melakukannya" Ucap Jack


"Alasan kamu ajakin Jack buat bukain pintu ya" Ucap Awani


"Hehe, mana mungkin aku ajakin orang yang nggak berguna" Ucap Agnes sambil tertawa kecil. Jack mencoba membuka pintu dengan menggunakan jepit rambut. Tidak sampai dua menit, Jack berhasil membuka pintu tersebut


"woah.. Mantap Jack, kamu lebih pro dari Vani" Ucap Putri senang. Jack membuka pintu dan mereka berlima masuk ke dalam ruangan. di dalam ruangan mereka terkejut melihat ada beberapa orang berada di sana


"Hah?" Ucap Agnes terkejut


"Vani.. Kenapa?" Tanya Awani yang ikut terkejut


"Dia oplas? Kenapa wajahnya berubah? Dan juga siapa dua orang itu?" Tanya putri


"Dia bukan Vani" Jawab Ray


"Siapa kalian? Kenapa kalian masuk lewat teras?" Tanya orang yang sedang menjenguk pasien


'Salah kamar njirr, mukaku mau taruh dimana nih' Ucap Agnes lirih


'Udah kubilang, ruangan empat' Ucap Ray lirih

__ADS_1


"Ahahahaaa, maaf mengganggu. Sepertinya kami salah kamar, Kami pamit sekarang" Ucap Ray sambil tersenyum pahit. Mereka berlima keluar lewat pintu tempat mereka masuk


__ADS_2