Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_102


__ADS_3

"Haa? Loncat pak? Kapan?" Tanya Agnes


"Loncat? Kapan? Ngga tuh" Sambung Awani


"Owh.. Iya inget.. pas itu kakiku kan kesleo gara gara loncat dari tembok, masa kalian dah lupa sih" Ucap Putri teringat


"Berarti beneran kalian kan" Ucap Guru BK


'G*blok.. kenapa malah bilang' Bisik Agnes


Putri yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Agnes yang berdiri di sampingnya, "Lah.. Emang kita yang loncat kan? Apa salahnya" Ucapnya


"Dah lah.. Padahal aku rela gendong kamu yang berat gitu biar bisa kabur dari kejaran guru. Sekarang malah nyerahin diri gini, sia sia tau" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Heh? Emang di hukum?" Tanya Putri terkejut


"Nggak" Jawab Agnes singkat


"Ya udah.. Apa masalahnya" Ucap Putri


"Nggak salah maksudnya, otakmu kok jadi lola gini sih" Ucap Agnes heran


"Siapa yang suruh kalian diskusi?" Tanya Guru BK. Mereka bertiga kembali menoleh ke arah guru BK, "Maaf Pak" Ucap Awani


"Kalian bertiga gabung dengan anak ini" Ucap Guru BK. Mereka bertiga berjalan menghampiri Vani yang sedang duduk dan berdiri di belakangnya. Vani menoleh ke belakangnya, "waahahaaaaa.. sukurin too, salah sendiri si" Ucap Vani sambil tertawa


"Diem kamu" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Bweeee" Ejek Vani senang


"Cukup bercandanya" Ucap guru BK tegas. Mereka berempat terdiam dan kembali fokus pada Guru BK, "Karena kasus kalian sama yaitu bolos meninggalkan sekolah, hukuman kalian berempat sama" Sambung guru BK tegas


"Hee? Samaa?" Tanya Vani terkejut


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Guru BK


"Ngga pak.. Cuma kaget dikit biar suasananya bagus" Ucap Vani sambil tersenyum


"ahahaha.. Sok sekali anda ini"  Tawa Agnes


"Jadi.. Hukuman kita apa pak?" Tanya Awani


"Sebutkan nama kalian berempat, bapak mau catat" Ucap Guru BK. ia membuka sebuah buku yang berisi daftar siswa siswi bermasalah


"Saya dulu pak! Saya Putri Hwang, dari Kelas Sebelas Mipa A" Seru Putri bersemangat


"Absensi mau di hukum kok semangat gitu" Ucap Awani dengan ekspresi datar


"Biarin" Ejek Putri


"Marga Hwang? Keluargamu yang pegang perusahaan fashion skala Internasional itu? Kalau nggak salah merk.. Zura? Iya bukan? Eh.. Tapi mana mungkin" Ucap Guru BK


"Kok bapak Tau?" Tanya Putri Kalem


"Ha? Beneran??" Tanya Guru BK terkejut


"Iya.. Mereka berdua jarang pulang gara gara urus itu ke sana kemari" Jelas Putri murung


"Sabar put.. Jan dipikirin" Ucap Awani sambil menepuk pundak Putri


"Setahu bapak, anak perempuan keluarga Hwang baru lulus Kuliah S2 di negara E tahun lalu. Kamu bohong ya" Ucap Guru BK


"Itu kakak ku woy" Ucap Putri kesal


"He? Keluarga Hwang punya dua anak?" Tanya Guru BK terkejut


"Sabar lagi put.. Gimana rasanya nggak di anggap?" Tanya Awani sambil menepuk pundak Putri


"Sad Girl" Ucap Agnes sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Pak.. Mau catat data apa introgasi?" Ucap Vani


"Oh iya maaf... Selanjutnya" Ucap guru BK sambil mencatat


"Saya.. Awani Kwan, kelas sama, sebelas Mipa A" Ucap Awani Kalem


"Kwan? Keluargamu.. Pemilik pertambangan yang terkenal itu? PT Golden AQ. Pertambangan terbesar di Negara B" Ucap Guru BK


"Kok tau juga?" Tanya Awani heran


"Wah.. Gimana kabar ayahmu? Ntar kalau kamu ketemu dia, bilangin dapet salam dari pak Try" ucap Guru BK bersemangat


"Nama bapak, pak Try?" Tanya Vani


"Lha iya. Nggak liat badge name bapak apa?" Tanya balik Guru BK


"Btw bapak kenal papa ku?" Tanya Awani


"Iya dulu kita satu SD di kota sebelah" Ucap Guru BK


"Tapi papaku dari Negara D, dia sekolah dari TK sampai Kuliah S3 disana. Kok bisa satu SD di kota sebelah sama bapak?" Ucap Awani


"Eh? Ahahahahaa... Mungkin bapak salah orang. Bilangin aja dapet salam dari guru BK mu" Ucap Guru BK sambil tertawa Kecil


"Ya kali saya bilang.. Pa.. Dapet salam dari guru BK ku. Trus papaku jawab gini.. Kamu ketemu guru BK? Kena masalah lagi? Ya nggak mungkin lah" Jelas Awani menolak


"Emang kena masalah kan" Ucap Vani kalem


"Iya juga sih" Ucap Awani

__ADS_1


"Kalau gitu bilangin dapet salam dari Pak Try aja deh" Ucap Guru BK, "Ya udah.. Selanjutnya" Sambungnya


"Saya.. Agnes Shin" Ucap Agnes terhenti, "Dari kelas sebelas Mipa A kan?" Saut guru BK sambil mencatat


"Betul.. Soal keluargaku ngga usah di tanya lagi. Papa ku Chef terkenal di negara B. Beliau juga pemilik restoran dengan cabang terbanyak di benua ini" Jelas Agnes bangga


"Papamu Chef? Kamu bisa masak?" Tanya Guru BK


"Jelas bisa.." Jawab Agnes sombong


"Wah... Memang benar. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya" Puji Guru BK


"Masak air pak" Jawab Agnes dengan ekspresi datar


"Ha? Ehem.. Selanjutnya, Kamu yang terakhir" Ucap Guru BK mengacuhkan Agnes


"Saya.." Ucap Vani terhenti, "Owh.. Kamu Vani Osamu? Anak perempuan keluarga Osamu. Bapak turut berduka dengan insiden yang menimpa kedua orang tuamu. Sayang sekali, padahal mereka adalah CEO terbaik di negara A, B dan juga C. Berkat ketekunan mereka, mereka bisa mengatur dengan baik perusahaan perusahaan mereka di ketiga negara itu. Mereka juga di karuniai anak yang memiliki iq tinggi dan pintar, Kim Osamu. Di usianya yang masih muda, dia bisa membangun perusahaan sendiri dengan ciri payahnya tanpa bantuan kedua orang tuanya. Namun sayang..." Jelas Guru BK terhenti, "Sayang kenapa pak? Lanjutin.. Lagi seru nih" Ucap Vani serius


"Di ceritain Keluarga sendiri, kok penasaran banget" Ucap Agnes, "Btw sayang apa pak?" Sambungnya


"Sayang sekali. Di sisi mereka berdua di karuniai anak laki laki yang rajin, pintar, tekun, tampangnya juga tampan, mapan. Mereka berdua juga di karuniai anak perempuan.. masih sekolah seusia kalian, tapi dia sering buat ulah di sekolahnya, berantem, bolos, ngomong Kasar, bandel, nggak nurut. Intinya berbanding terbalik dengan Kakaknya itu" Jelas Guru BK


"Wah... Nggak bener kelakuan tuh anak, bisa coreng nama keluarganya" Ucap Vani sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Maap mengecewakan, yang di maksud pak BK itu kamu" Ucap Agnes Kalem


"Heh? Iya juga, bapak barusan kan cerita tentang keluarga saya. Astagaa.. Bapak ini terlalu melebih lebihkan karakter saya di cerita bapak" Ucap Vani tidak terima


"Udah lupakan.. Kelamaan cerita woy, hukumannya manaa" Ucap Agnes kesal


"Ya sudah... Walau keluarga kalian terkenal. tetap saja Jika kalian berbuat kesalahan harus di hukum" Ucap Guru BK tegas


"Udah pak udah, kebanyakan cingcong" Ucap Agnes kesal


"Hmm.. Kalian berempat, sapu lapangan sekolah" Ucap Guru BK


"Hee?? Lapangan sekolah kan luas pak, yang benar aja" Ucap Awani mengeluh


"Mau tambah sama halaman sekolah juga?" Tawar Guru BK


"Eh nggak pak.. Kita berempat Otw nyapu, bye bye" Ucap Agnes, "Skuy jalan" Ajak Agnes. Mereka berempat keluar dari ruang BK dan berjalan menelusuri lorong kelas menuju gudang. Sesampainya di gudang sekolah, mereka masuk dan mengambil sapu untuk bersih bersih. Setelah itu, Mereka berempat pergi ke lapangan sekolah dan mulai menyapu


Dua jam kemudian, Lapangan sekolah terlihat bersih tanpa sampah dan daun sedikitpun. Mereka berempat menyudahi bersih bersih mereka dan duduk berkumpul di bawah salah satu Pohon rindang. Dengan keadaan yang melelahkan mereka beristirahat dan hanya terdiam


Saat itu, Guru BK datang menghampiri mereka berempat membawa sebuah kantung plastik di tangannya, "Ambil ini" Ucap Guru BK sambil menyerahkan kantung plastik. Putri meraihnya dan menerima kantung itu, "Minuman... sama Roti.. Roti Apa ini!" Ucap Putri saat melihat isi kantung plastik tersebut, "Tapi makasih Pak" Sambungnya sambil menoleh ke arah Guru BK


"Iya.. Hukuman kalian sudah selesai. Lapangan sudah bersih, kerja bagus, habis ini kalian bisa kembali ke kelas" Ucap Guru BK sambil tersenyum


"Oke pak" Ucap Agnes sambil mengambil minuman


"Bapak balik ke ruang BK. Habis ini kalian kembalikan sapu ke gudang dan kembali ke kelas" Ucap Guru BK


"Okeysip" Jawab Vani. Guru BK pergi kembali ke ruang BK untuk lanjut bertugas


"Hmm... Ayo" Ucap Agnes. Ia mengumpulkan semua sapu dan mengangkatnya


"Taruh situ aja Nes" Ucap Vani. Agnes menoleh ke arah Vani, "Kenapa?" Tanya Agnes penasaran


"Tinggal aja disini, gudang ama kelas kan beda arah. Males bolak balik, udah capek gini juga. Ntar paling ada tukang bersih bersih yang beresin" Jelas Vani


"Iya juga" Ucap Agnes. Ia meletakkan kembali sapu sapu yang ia angkat


"Wahh.. Ga bener nih" Ucap Awani dengan senyuman di wajahnya


"Yuk" Ajak Vani. Mereka berempat pergi kembali ke kelasnya dan meninggalkan sapu sapu tergeletak di bawah pohon


Sesampainya di depan kelas, mereka berempat masuk dan di dalam kelas mereka tidak melihat murid lain di sana. Keadaan kelas hening dan Kosong. Hanya ada tas tas murid lain yang berada di bangku masing masing, "Heh? Sepi?" Tanya Vani sambil berjalan menuju bangkunya, "Jam terakhir apa?" Sambungnya sambil duduk di bangkunya


"Biologi" Jawab Agnes sambil duduk di bangkunya


"Di lab berarti" Ucap Putri


"Iya.. Di lab emang" Ucap Awani


"Mau ke lab?" Tanya Agnes


"Maless.. Sini aja nunggu bel pulang" Ucap Vani


"Hmm.. Okeoke" Ucap Agnes, "Btw akhir pekan mau ngapain?" Sambungnya


"Nggak ngapa ngapain, emang mau ngapain?" Tanya Vani


"Liburan yok" Ajak Agnes


"Nice idea" Ucap Putri bersemangat, "Kemana?" Sambungnya


"Ke taman bermain?" Ucap Agnes


"Jangan, nggak seru. Cuacanya lagi panas juga" Ucap Vani menolak


"Trus kemana?" Tanya Agnes


"Camping!!" Seru Putri


"Nggak.. Nyusahin, repot, ribet ahahahaaa" Ucap Agnes menolak, "Nginap Ke Villa keluargaku di gunung yuk" Sambungnya


"Jangan gunung. Jalan susah, trus juga sinyal pasti burik" Ucap Vani


"Yee... Nggak lah. Di sana lancar jaya" Ucap Agnes

__ADS_1


"Jangan gunung" Ucap Vani, "Ke Villaku aja yok" Sambungnya


"Yang dimana?" Tanya Agnes


"Pinggir pantai, panas panas gini enaknya kan ke pantai!" Ucap Vani sambil tersenyum


"Owh.. Yang dulu kita pernah ke sana itu?" Tanya Agnes teringat


"Yang mana?" Tanya Vani bingung


"Yang sama Kak Kim" Ucap Agnes


"Owh.. Bukan. Bukan yang itu" Ucap Vani


"Beda lagi?" Tanya Awani


"Iya.. Kalian belum pernah ke sana. Aku juga cuma baru sepuluh kali ke sana" Ucap Vani


"Humm.. Cuma sepuluh kali ya. Okey kita ke sana" Ucap Putri menyetujui


"Kita berangkat besok, pulang sekolah" Ucap Vani, "Bagus tuh liat pemandangan langit malem hari pas di perjalanan" Sambungnya


"Oke.. Ketemu di rumahmu. Malam ini ku nginep rumahmu aja" Ucap Agnes


"Okeoke" Jawab Vani


"Ajak Ray ama Jack sama temanmu juga di komunitas itu. Makin ramai kan makin bagus yekan" Ucap Agnes


"Woo Nice juga" Ucap Vani bersemangat, "Ntar malem ku vc group sama mereka" Sambungnya


("Dengan gini Vani nggak ada waktu sendirian. Otomatis dia nggak bakal inget sakit hatinya gara gara si Kaituo") batin Agnes tenang


*"*Tettt.."


"Jam pelajaran sekolah telah usai, pastikan barang barang kalian tidak tertinggal. Selamat jalan dan pulanglah ke rumah masing masing" Suara Bel


"Woo.. Selamat jalan jugaa" Seru Putri bersemangat, "Pulang pulang" Sambungnya sambil memasukkan bukunya ke tas


Setelah itu, mereka berempat keluar dari kelas dan berjalan bersama menelusuri lorong sekolah, "Besok kalian pulang ganti baju, nggak usah bawa barang yang ngerepotin" Ucap Vani sambil berjalan


"Baju? Bawa berapa stel?" Tanya Putri


"Nggak usah" Ucap Vani


"He? Dua hari nggak ganti baju? Yang bener aja" Ucap Putri terkejut


"Ntar pake yang disana aja" Ucap Vani


"Baju bekas? Ogah si" Ucap Putri menolak


"Baru njirr. Sebagian besar juga dari perusahaan papamu" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Bosen aku pake baju dari merk yang sama" Ucap Putri sambil menghela nafasnya


"Sok banget, ku aduin ke papamu m*mpos kau" Ucap Awani


"Tenang.. Ada yang lain juga. Ntar ku buatin baju khusus dari daun kelapa" Ucap Vani sambil tersenyum


"Nggak jadi lah" ucap Putri. Saat itu mereka berempat keluar dari gedung kelas XI dan berjalan menuju gerbang sekolah. Di depan gerbang sekolah mereka berpisah


"Ya udah.. Kita pisah dari sini, bye byee" Ucap Putri sambil melambaikan tangannya. Putri dan Awani berjalan pergi berlawanan arah dengan Vani dan Agnes


"Oke bye bye" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah Agnes, "Mereka nunggu jemputan kan?" Sambungnya


" Iya" Jawab Agnes


"Ngapain jalan ke sana segala? Nunggu bareng kan bisa" Ucap Vani sambil melihat Putri dan Awani yang berjalan menjauh dari mereka


"Nggak tau, biarin aja dah. Manusia gaje" Ucap Agnes. Ia ikut melihat apa yang sedang Vani lihat, "Iya.. Biarin aja" Ucap Vani kalem, "Jadi Nes.. Pulang skuy jalan, biar lama di jalan" Sambungnya


"Nggak.. Jauh" Ucap Agnes menolak


"Yee.. ku pernah naik sepeda dari rumahku loh" Ucap Vani


"kuat juga kamu. Tapi maap, nggak tanya" Ucap Agnes


"Hmm..." Gumam Vani. Setelah obrolan singkat mereka itu, mereka hanya diam tanpa membicarakan apa pun sampai mobil jemputan Agnes datang. Mereka berdua berjalan menghampiri mobil itu dan masuk ke dalam


"Lama" Ucap Agnes


"Maaf Non, saya ketiduran" Ucap Supir


"Nggak rajin, Potong gaji" Ucap Agnes


"Jangan non" Ucap Supir terkejut


"Wih serem, gitu aja potong gaji?" Tanya Vani


"Ntar jadi kebiasaan, nggak baik. Biar Kapok" Ucap Agnes


"Emang yang gaji supir, kamu?" Tanya Vani


"Nggak juga sih, papaku" Jawab Agnes


"Nah kan.. Jangan main potong gaji orang dong" Ucap Vani


"Oke.. Pak Supir kalau sampai kejadian ini terulang, beneran ku potong" Ucap Agnes


"Baik non baik, saya tidak akan telat lagi. Terimakasih temannya Non Agnes" Ucap Supir bersemangat

__ADS_1


"Yoi.. Skuy berangkat" Ucap Vani


"Baik.." Ucap Supir. ia melajukan mobilnya menuju rumah Agnes


__ADS_2