Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_014


__ADS_3

ketika sedang serius mengamati jalan, tiba tiba Vani terkejut karena seseorang, "Lihat apa? Serius banget" Tanya seseorang sambil menepuk pundak Vani


"Hah!!" Vani terkejut dan menoleh ke arah belakangnya, "Papa, hehe.. Itu pa, pohonnya bagus banget"


"Pohon? Kamu belum pernah lihat?" Tanya papa Vani


"Pernah sih, cuman... Pohon disini terlalu banyak" Ucap Vani


"Pastinya banyak, ini kan di tengah hutan" Ucap papa Vani


("Njerrr mencurigakan) batin Vani. ia segera mencari handphonenya dan membukanya, ("Aku harus cari lokasinya")


"Kamu mau ngapain? Disini nggak ada sinyal buat akses internet" Ucap papa Vani


("Apa?! Dia sengaja cari tempat di tengah hutan tanpa sinyal biar aku nggak bisa pesan taxi buat pulang") batin Vani, "Oh, gitu ya pa" Ucapnya sembari meletakkan kembali handphonenya. Ia mulai mempertimbangkan pikiran pikiran sebelumnya, ("Mereka beneran nggak berencana buat buang aku kan?")


"citt.." Tiba tiba mobil terhenti


"Sampai" Ucap Kim


( "Villa? Kenapa ke Villa, di tengah hutan lagi. Siapa juga yang mau repot repot buat Villa di pedalaman gini") batin Vani penasaran


"Ayo turun" Ajak Kim. Ia dan kedua orang tuanya turun dari mobil. Sementara itu, Vani masih tetap duduk di posisinya


"Kenapa kamu diam di situ? Barang kamu sudah papa bawakan, ayo turun" Ucap papa Vani


("Sejak kapan aku bawa barang? Aku keluar dari rumah cuma bawa handphone ini") batin Vani, ("Sepertinya mereka sengaja siapin semua ini. Kalau aku turun, mungkin aku nggak akan bisa balik. Aku nggak akan turun")


"Turun Van" Ucap Kim

__ADS_1


"Oh, iya" Jawab Vani menurut, ("Untuk sementara, aku akan mengikuti rencana mereka. Toh aku udah hapal setengah jalan yang udah dilalui") Ia melangkah turun dari mobil dan mengikuti Kim masuk ke dalam Villa


"Van, kamu suka Villa ini? Kakak sengaja pilihkan Villa di tengah hutan asri ini buat kamu" Ucap Kim sambil tersenyum


("Khakim juga mencurigakan. Fiks, mereka komplotan") batin Vani, "Ahahahaa, suka. Di sini sejuk, di tengah hutan lagi. Malam malam pasti gelap gulita dan juga pasti banyak serangga. Senangnyaaa" Ucap Vani sambil tertawa kecil


"Ahahaha Kamu pasti akan mulai terbiasa" Ucap Kim sambil tertawa kecil


("Apa maksudnya terbiasa?.Akhhh.. Gawat gawat!! Jangan bilang beneran!") batin Vani cemas


"Vani, kamu bawa barang kamu ke kamar di lantai dua. Kamu bisa pilih kamar sesukamu" Ucap mama Vani


"Oh iya, Khakim antar aku" Ucap Vani


"Kakak juga harus bawa barang kakak, kamu sendiri aja" Ucap Kim


"Eh, jangan, Kamar di sini banyak. Kakak nggak mau sempit sempitan sama kamu", "Hmm.. Ayo kakak antar" Ucap Kim


"Makasih Khakim" Ucap Vani sambil tersenyum, ("Aku harus selalu di sekitar mereka, buat jaga jaga juga") Ia mengikuti Kim ke kamar di lantai dua, setelah memasukkan koper Vani ke kamarnya, Kim beranjak keluar


"Ini kamarmu, kakak pergi ya" Ucap Kim


"Oke Kak" Jawab Vani. Saat Kim keluar dari kamarnya, Vani membututinya diam diam. Kim yang menyadarinya, langsung menoleh ke arah Vani, "Kenapa kamu ngikutin kakak?" Tanya Kim


"Yee, siapa yang ngikutin Khakim? Orang aku mau ke toilet" Ucap Vani


"Di kamarmu kan ada toilet" Ucap Kim


"Mana aku tahu" Ucap Vani. Saat Vani melihat ke bawah, kedua orang tuanya sedang duduk di sofa. Vani memutuskan untuk turun ke bawah, "Ah, udah nggak kepengen ke toilet. Cari minum deh. Bye Khakim" Ia turun ke bawah dan menghampiri orang tuanya

__ADS_1


"Ada apa Van?" Tanya mama Vani


"Emm... Aku haus, kulkas di mana ya?" Tanya Vani


"Itu, kelihatan dari sini. Kamu ke sana aja" Ucap mama Vani sambil menunjuk ke arah kulkas


"Oh, makasih ma" Ucap Vani sambil tersenyum kecil, ("Bagus deh, kulkasnya di sana. Aku bisa tetap pantau mereka") Ia berjalan ke arah kulkas. setelah sampai, ia mengambil cukup banyak minuman kaleng dari kulkas dan meletakkannya di atas meja. ia duduk dan tetap memantau keberadaan orang tuanya, ("Hoho, kalian nggak akan bisa lolos dari pantauanku") Ia mulai meminum minuman di depannya satu persatu. Saat itu Kim datang menghampirinya, "kamu mau habisin semua itu?" Tanya Kim


"Hehe, aku haus setelah perjalanan tadi" Jawab Vani


"Nggak segitunya juga, nanti malam kamu susah tidur lo" Ucap Kim


"Nih buat khakim satu" Ucap Vani sambil memberikan satu kaleng minumannya ke Kim


"Nggak usah" ucap Kim sembari pergi dari hadapannya. Vani melanjutkan minumnya


"Yah, abis. Aku harus ambil lagi" Ucap Vani. Ia kembali menghampiri kulkas dan mengambil beberapa minuman. Kemudian, Ia kembali ke tempat duduk sebelumnya, ("Nah, ini baru sambil menyelam minum air. Selagi aku minum, aku bisa pantau mereka") batin Vani


"Glekk... glekk.. glekk"


("Anjirrr, pen pipis. Kebanyakan minum nih... b*go, harusnya minum dikit aja. Tahan tahan") batin Vani cemas


beberapa saat kemudian,


("Mana tahan njerr") batin Vani. Ia dengan cepatnya pergi ke toilet terdekat. Setelah selesai, Ia keluar dari toilet dan kembali menghampiri meja


"Huuuh, leganya" Ucap Vani. Saat melihat ke arah orang tuanya duduk, Ia terkejut karena orang tuanya tidak ada di tempatnya, "he?! Kemana mereka?" Dengan cepat Vani berlari ke seluruh ruangan untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya, namun Ia gagal menemukannya


"Pasti dikamar" Ia segera pergi ke kamar orang tuanya untuk mengecek, namun kamar itu kosong, ("Barangnya masih ada") batin Vani sedikit lega, ("Oh!  Khakim"), Ia berlari ke kamar Kim, namun Kim juga tidak berada dikamarnya, ("Dia juga ngga ada. Di seluruh ruangan Villa ini, ngga ada tanda tanda keberadaan mereka. Jangan jangan barang barang tadi cuma buat mengelabuhi?!")

__ADS_1


__ADS_2