Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_073


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, bel pulang sekolah berbunyi. para guru kembali ke kantor dan para murid pulang ke rumah masing masing. Saat itu, mereka berempat berjalan bersama menelusuri lorong kelas


"Eh.. aku mau cari kai" Ucap Vani


"Hm.. Oke.. Minggat gih" Usir Agnes


"Yee.. Kamvret" "Kalau gitu.. bye bye" Ucap Vani. ia berbalik dan pergi menuju gedung kelas 3


Sementara itu, saat mereka bertiga berjalan melewati kantor tanpa Vani. Seseorang memanggil mereka, "Kalian bertiga tunggu!" Teriak orang dari dalam kantor. Mereka bertiga langsung menoleh dan orang yang memanggil mereka menampakkan diri


("Guru tadi") batin Agnes, "Ada apa bu?" Tanyanya


"Kalian bilang sudah buang seluruh sampahnya kan?" Tanya guru


"Iya bu" Jawab kompak mereka bertiga


"Tapi.. Di cctv, nggak kelihatan tuh kalian buang sampah. Ibu cek juga, tempat sampah lain masih penuh" jelas guru


("Sampe Segitunya? Nggak percaya amat sama kita. Cek CCTV segala, kurang kerjaan nih guru") batin Agnes


"haha.. Sebenarnya kita dari kantin doang" Ucap Putri sambil tertawa kecil


'Jangan ngaku b*go!' Bisik Agnes


'Udahlah, jangan di perpanjang masalahnya' Bisik balik Putri


guru itu menyeringai, "Kalian bohong ke ibu?"


("Iyain aja deh, lagian udah jam pulang, kelamaan!") batin Putri, "Iya bu, maaf" Ucapnya


"Hm... begitu ya.. Seperti yang ibu bilang sebelumnya, kalian dapat hukuman. Hukumannya... Em.. Karena kalian udah bohong ke ibu soal buang sampah dan juga kebetulan belum ada pembersihan sampah. Jadi.. Hukuman kalian, buang sampah dari kelas satu sampai kelassssss.. Tiga. Kalau ibu cek masih ada.. Ibu suruh buang sampah di seluruh sekolah ini" Jelas guru sambil tersenyum lebar


"Apa!!" Teriak Putri terkejut


"Yang bener aja bu! Dari kelas satu sampe kelas tiga?" ("Mipa A sampai G, tujuh.. Trus ips A sampai J, sepuluh.. Di tambah jadi tujuh belas.. Abis itu di kali tiga kelas.. Jadi.. Lima puluh satu!!!.. lima Puluh satu??!!!") "Bu.. Jangan lah bu. Ruang kelas di sekolah ini lebih dari lima puluh ruangan! Masa kita harus ambil sampah dari setiap kelas sih! Sekarang juga udah sore!" Ucap Agnes terkejut

__ADS_1


"Woy! Gila apa! Mau bunuh kita?" Sambung Awani terkejut


("Ngerii.. Guru psikopat!") batin Agnes takut


("Nggak waras ni guru") batin Awani kesal


"Jangan ngeluh.. Kalian itu di bantu lima tukang dari sekolahan. Udahlah.. Kalian cepetan gih beraksi, ibu pantau dari cctv ya" Ucap guru dengan senyum lebarnya. ia kembali masuk ke kantor guru


Mereka bertiga terpaksa menerima hukuman itu. Dengan berat hati mereka berjalan menghampiri para tukang yang sedang berkumpul di halaman sekolah, "Eh.. Tunggu. Vani juga terlibat" Ucap Agnes. ia mencoba menghubungi Vani dengan handphonenya


"Tut.."


"Hallo Van" Panggil Agnes


'Iya Nes? Ada apa?' Tanya Vani dari telon


"Kamu dimana? bantuin kita beresin sampah gih! Kita di halaman" Ucap Agnes


'Hallo Nes?.. Barusan bilang apa? Nggak kedenger.. Di jalan sinyal ilang ilang' Ucap Vani dari telepon


"Buruan balik ke sekolah!" teriak Agnes ngegas


"Tut.. tut.. Tut.. " Panggilan terputus


"Kamvret nih anak!" Ucap Agnes kesal


"Kenapa Nes?" Tanya Awani


"Dia bilang dia lagi di jalan. Pasti udah pulang tu anak" Jawab Agnes


"Nyesel aku... Lewat kantor" Ucap Putri


"Iya.. Harusnya tadi ikut Vani" Sambung Awani


"Oyyy.. Kalian anak yang katanya mau bantu kita kan!!" Teriak salah satu tukang

__ADS_1


'Haissshh.. Niat pulang malah bersih bersih!' gumam lirih putri


"Iya iya!!!" seru Agnes. Mereka bertiga menghampiri para tukang


"Ayo.. Keburu gelap, kita selesaikan tugas ini dengan cepat" Ajak Tukang


"Eh... Tunggu. Aku ada rencana" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Paan Nes?" Tanya Putri


"Hehe.. Oh ya.. Pak tukang, biasanya kalian bersihin sampah di sekolahan ini berlima?" Tanya Agnes


"Iya.. Dari ujung sekolah. Sampai ujung lainnya, kita yang bersihkan" Jawab tukang bangga


"Kenapa kalian mau lakukan hal itu?" Tanya Agnes


"Karena, inilah pekerjaan kami" Jawab tukang


"Yee.. Kamvret. Maksudnya.. Kenapa kalian mau kerja jadi tukang?" Tanya Agnes lagi


"Buat kebutuhan hidup sehari hari lah... Biaya hidup di kota mahal.." Jawab tukang


"Hm.. Kalau gitu, aku ada penawaran. Gimana kalau kalian selesaikan pekerjaan ini tanpa kita dan nanti kita bayar" Tawar Agnes


"Kalian mau sogok kita? Bocah SMA kayak kalian.. Emang punya uang berapa?" Tanya Tukang


"Dua juta!" Ucap Agnes,  "Oh.. Oke. Kali ini kita setuju. Tapi.. Jangan harap di kesempatan lain, kita setuju lagi" Saut tukang bersemangat


"Ye.. Mata duitan. Lagian, ini terakhir kalinya. Mana mungkin kita bersihin sampah lagi" Ucap Putri


"Oke.. Jadi deal nih ya" Ucap Agnes senang


"Deal!" Ucap tukang senang


"Eh g*blok!!.. Cctvnya?" Tanya Awani teringat

__ADS_1


"Tenang aku ada rencana, hehe" Jawab Agnes


"gini.. Kalian berdua pura pura bantu tukang, bersih bersih sekitar sini. Setidaknya, kalian nongol di cctv dan kelihatan lagi bersih bersih. Abis itu, aku ke bank depan ambil duit buat bayar tukangnya. Trus... Akh.. Kelamaan kalau di jelasin. Nanti kalian tahu sendiri. Udah.. ayo beraksi!!" Ucap Agnes


__ADS_2