Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_040


__ADS_3

"Malah balik nanya!", "Jagain orang sakit aja nggak bejus" Ucap Ray kesal


"Kau kan lihat aku tidur" "mana tahu dia keluar " Ucap Jack


"Kenapa tidur! Luka Vani itu parah! Kalau dia kenapa napa diluar sana gimana?" Ucap Ray


"maaf, aku yang lalai" Ucap Jack


"Hufft.. Aku juga.. Maaf.. ", "Dalam keadaan seperti ini, kita nggak boleh panik" Ucap Ray


"hmm... kau sendiri yang panik", "ayo cari dia" Ucap Jack


"Ayo" Ucap Ray. Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju pintu keluar rumah sakit


"Kemana biasanya Vani pergi di saat seperti ini" Tanya Jack


"Aku nggak tahu. Tapi dulu pas Vani sakit dan di rawat di rumah sakit kota sebelah, dia ajak aku pulang" Ucap Ray


"Cari dia ke rumahnya" Ucap Jack


"Oke, kamu juga hubungi teman Vani. Siapa tahu mereka tahu" Ucap Ray


Jack menghentikan langkahnya, "iya Agnes, dia pasti tahu" Ucapnya


Ray menyadari Jack tidak berjalan bersamanya, ia terhenti dan menoleh, "kenapa?"


"Aku akan hubungi Agnes" Ucap Jack. ia mengambil handphone di sakunya dan menelepon Agnes


"Tut.. Tut.. Tut..."


Di tempat lain. Agnes sedang mengikuti pelajaran di kelasnya, ia merasakan getaran dering di sakunya, "Drrttt.. drtt... drtt.."


'Handphone ku getar njirr' Ucap Agnes lirih


"Angkat aja, siapa tahu penting" Ucap Putri


Agnes bangkit dari duduknya, "Bu, saya izin ke belakang"

__ADS_1


"Iya lima menit" Jawab Guru. Agnes segera keluar dari kelasnya dan berjalan menuju kantin sekolah


"Entah kenapa, naluri ku selalu tertuju ke tempat ini wkwk" Ucap Agnes. Setelah duduk di salah satu kursi kantin, ia mengambil handphone di sakunya dan mengecek riwayat panggilan, "Hum.. Jack telepon? kenapa ya" Ucapnya penasaran. ia memutuskan untuk menghubungi Jack kembali


"Tut..."


"Hallo Jack? tadi ada apa?" Tanya Agnes


'Oh, baguslah kamu angkat teleponku' Ucap Jack dari telepon


"Bukannya aku yang telepon kamu ya"


"Iya sih. Oh ya, Kamu tahu keberadaan Vani?"


"Dia dari tadi belum balik ke kelas. Katanya mau ambil handphone di mobil, tapi sampe sekarang belum balik. Palingan bolos" Ucap Agnes


'Kamu belum tahu Vani kecelakaan?' Tanya Jack dari telepon


"Hah!! Vani kecelakaan? Yang bener aja kamu Jack" Ucap Agnes terkejut


"aku bantu cari" Ucap Agnes


'Jangan, kamu terusin kelas aja, nanggung bentar lagi bel pulang' 'abis itu, kamu bisa bantu cari Vani' Ucap Jack dari telepon


"okeoke, sekarang kamu cari dia. Kalau ketemu, kabari aku" Ucap Agnes, "bye Jack" ia memutuskan telponnya dan langsung pergi kembali ke kelasnya. ia masuk ke dalam kelasnya dengan ekspresi tegang di wajahnya "Terimakasih bu" Ucapnya. ia berjalan ke bangkunya dan duduk


'Kenapa ekspresimu? Ada apa?' Tanya Putri lirih


'Abis liat penampakan ya' Sambung Awani lirih


"Vani kecelakaan lagi" Ucap Agnes


"Apa?" Ucap Putri terkejut. Saat itu pandangan seluruh kelas tertuju padanya


"Jangan ngobrol! Kembali mencatat" Ucap Guru


"Maaf bu" Ucap Putri

__ADS_1


'Kita bahas nanti' Ucap Agnes lirih. Mereka kembali mengikuti pelajaran


Sementara itu, supir taxi terlalu lama menunggu kedatangan Vani tertidur di dalam taxi. Beberapa saat kemudian, Mephi yang baru saja kembali dari minimarket, melihat taxi yang terparkir di depan perusahaan DV. ia menghampirinya dan melihat supir taxi yang sedang tertidur. ia mencoba membangunkannya


"Tok.. tok.." Mephi mengetuk kaca mobil, "Pak? Pak.. Bangun pak! Kebakaran!... Sahur!.. Bangun.. oyy!! " seru Mephi


Supir taxi terkejut dan terbangun dari tidurnya, "Eh.. Iya iya.. Mau kemana"


"Ahahaha.. Maaf mengganggu tidur siang bapak", "Tapi di larang parkir di depan perusahaan DV pak" Ucap Mephi


"Saya hanya sedang menunggu penumpang saya mengambil uang di dalam. Tapi kok lama banget, sampai saya ketiduran segala" Ucap supir taxi


"Oh penumpangnya karyawan perusahaan ini ya. Maaf pak, kalau boleh tau namanya siapa?" Tanya Mephi


"Kalau nggak salah. Tadi dia bilang.. Vini.. eh Vina.. Iya.. Namanya Vani" Ucap Supir taxi teringat


"Vani? Dia anak SMA?" tanya Mephi


"Mana saya tahu kalau dia anak SMA. Tapi dia tadi pakai baju kayak baju pasien dan ada corak kayak darah darahnya gitu di punggungnya. Katanya fashion terbaru" jelas Supir taxi


"Biar saya yang bayar biayanya, berapa pak?"


"Baik baik. Saya juga capek lama nunggunya", "Biayanya tiga ratus lima puluh ribu" Ucap Supir taxi


Mephi mengambil dompet di sakunya, "ini pak" Ucap Mephi sambil memberikan uang pas pada supir taxi


"Terimakasih" Ucap supir taxi sambil menerima uang itu, "Oh iya, ini kalung anak itu. Dia tadi kasih kalung ini buat jaminannya, nanti tolong kasihkan ke dia" Sambungnya sambil memberikan kalung ke Mephi


"Baiklah" Ucap Mephi. Supir taxi melajukan taxinya pergi dari tempat itu. Mephi melangkah masuk ke dalam perusahaan DV


Sementara itu, Jack dan Ray memutuskan untuk mencari Vani di rumahnya. Mereka berdua menaiki motor dan pergi ke rumah Vani


"Cepetan Jack, lambat amat!" Ucap Ray


"Jatuh bahaya" Ucap Jack


"Ya.. jangan sampai"

__ADS_1


__ADS_2