
"Nantangin kita ya?! Kamu nggak sadar posisimu?! Disini kamu cuma sendiri, sedangkan kita bertiga" Ucap anak disana
"Nggak masalah! Sini maju! Jangan cuma nyricis nggak jelas!" Ucap Agnes
"Hah! Siapa takut" Ucap anak disana. Kedua anak di sana mendatangi Agnes dan memegangi tangan Agnes dengan kuat
"Woy! Mau ngapain! Lepas woy!! Katanya mau War!" Ucap Agnes sambil mencoba melepas genggaman kedua anak itu
"Ahahahaa.. Baru aja di pegang, udah begitu? Gimana kalau kita udah mulai coba?" Ucap anak disana
"Woy.. War ya war aja. Jangan di pegangin gini t*lol!" Ucap Agnes ngegas
"Kalian berdua pegang lebih kuat, jangan sampai lepas" Ucap anak disana
"Siyap" Jawab mereka berdua
"Coba kita lihat, gimana ekspresi pahlawan kesiangan ini saat kena pukul" Ucap anak disana sambil berjalan mendekati Agnes. Di hadapan Agnes, ia menatap Agnes dengan tatapan jijiknya, "Ahahahaaa.. heyy pahlawan Pecundang! Sekarang bisa apa kamu!!" Ucap anak disana dengan senyum menyeringai
"Langsung pukul aja! Biar dia rasain apa yang kita rasakan tadi!" Ucap anak lain
"Bug..." Anak itu mengambil ancang-ancang dan menendang perut Agnes dengan kuat, "Uakkhhh... Uhuk.. uhukk.. Terlalu lemah" Ucap Agnes sembari menahan rasa sakitnya, ("Cara apa yang bisa ku gunakan disaat seperti ini")
Sementara itu, Awani dan Putri terlalu lama menunggu kedatangan Agnes. Mereka berdua merasa bosan
"Huftt.. Ganti baju aja seabad" Ucap Putri bosan
"Ganti dirumah nih pasti" Sambung Awani
"Huh.. Lama banget sumpah, ngapain aja sih tu anak? Sekalian nyuci kali ya?" Ucap Putri
"Cek aja kuy" Ajak Awani
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Putri
"Kemana lagi emangnya? Ke got lah!" Jawab Awani
"Yeee.. Jokes itu mulu" Ucap Putri dengan ekspresi datarnya. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke ruang ganti
Di ruang ganti, Agnes sudah memikirkan rencana kedepannya. ia mengikuti alur yang di buat ketiga anak disana
"Wah.. Terlalu lemah ya? Padahal barusan aku sudah kerahin semua tenaga ku loh" Ucap anak disana sembari tertawa kecil
Agnes mendapat pukulan berulang ulang dari anak itu, setelah memukul beberapa kali, Mereka semua merasa lengah, saat itu juga Agnes bangkit dan langsung menghajar balik ketiga anak disana
"Buag... bug.. Bagg... Brakk!!" Dengan brutalnya ia menghajar ketiga anak disana hingga salah satu dari mereka pingsan tidak sadarkan diri. Dengan rasa sakit di perutnya, ia mencoba berdiri setelah menghajar mereka bertiga
"Stopp.. Stopp. Tolong.. Stopp" Pinta ketakutan anak disana
"Ahahahahahahahaaa... Cuma segitu kemampuan kalian!" "Sampah.. Pecundang!!" teriak Agnes senang, "Tanpa ada pengalaman berkelahi pun, kalian berani nantangin aku dengan bangganya? Hah!!! Mimpi!" Teriak Agnes sambil menyeringai, "Sekarang! Akui perbuatan kalian di bk! Atau aku akan buat kalian lebih menderita!"
"Mana sampah sombong yang tadi? Tcih.. Udah lenyap aja dari sini" Ucap Agnes
"Ma.. Ma.. maaf.. Tadi kami tidak bermaks..." Ucap salah satu anak disana terhenti, "halahh.. Jangan b*cod deh. Sana keluar!" Ucap Agnes
"Ba.. baikk.." Ucap anak disana. kedua anak disana membawa salah satu temannya yang pingsan pergi dari ruang ganti. Saat baru saja keluar dari ruang ganti, mereka berpapasan dengan Awani dan Putri yang sedang berjalan
"Maa.. Maaf, kami tidak akan mengulanginya lagi.. Jangan hajar kami lagi.." Pinta mereka berdua pada Putri dan Awani
"Heh? Apa maksud?" 'Ohoho.. Aku paham' Bisik Awani
"Woy! Tanya sendiri, jawab sendiri! Gaada faedahnya bisikin aku!" Ucap Putri ngegas
"Ahahaha.. Lihat kan keadaan kalian? Lain kali, hindari masalah yang berurusan dengan kita!" Ucap Awani
__ADS_1
"Maaf.. Kami.. Sudah kapok!" Ucap anak disana
"Kalian mau kemana? Temen pingsan gitu, kenapa di geret geret? Ambilin tandu kek" Ucap Putri
"Kami.. Terlalu takut untuk bertemu teman kalian" Ucap anak disana
"Oh.. Agnes ya?" Tanya Awani
"Apa? Dia Agnes?" Tanya anak disana terkejut
"Emang Agnes.. Kamu nggak tahu nama di bajunya?" Tanya Putri
"Berarti kalian berdua, Vani si preman sama Awani wakil ketua osis kan?" Ucap anak disana terkejut
"Maafkan kami.. Kami tidak akan mengulanginya lagi. Biarkan kami pergii" Pinta anak disana
"Woy! Kenapa aku nggak disebutin?" Tanya Putri kesal
"Maaf.. Van.. Eh? Kamu bukan Vani?" Tanya balik anak disana saat dia melihat nama di baju Putri
"Putri siapa?" Tanya anak lainnya
"kayaknya dia temannya Vani juga" Jawab anak lainnya
("Sepertinya, aku nggak cukup tenar") batin Putri kecewa, ("Aku harus berbuat sesuatu yang membuatku menjadi tenar") "Woy! Jangan ngobrol sendiri!" Ucap Putri ngegas. ia menunduk dan memegang tangan anak yang sedang pingsan
"Eh.. Jangan! Jangan pukulin temen kami ini. Kasihan dia. Dia yang paling parah diantara kamii" Ucap anak disana
"Woy! Siapa yang mau pukul dia! Aku cuma mau bantu!" Ucap Putri kesal. ia kembali berdiri, "Akhh.. Bodoamat dahh dengan ketenaran" "Urus saja teman kalian sendiri, bye!" Ucap Putri ngegas sambil berjalan masuk ke dalam ruang ganti
"Yee.. Emosian amat jadi orang" Ucap Awani. ia pergi menyusul putri ke dalam ruang ganti
__ADS_1