Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_091


__ADS_3

"Ahahahaaha, bukan gitu Van. Barusan Agnes beli makanan di kantin, biasanya jam segini kehabisan, tapi dia dapet. Jadi syukur deh" Jelas Awani


'Owh, bilang kek dari tadi' Ucap Vani dari telepon


"Kamu baik baik aja kan? Nggak parah?" Tanya Awani


'Hilih, cuma pusing doang. Ntar sembuh, si kai aja yang lebay. Nggak ngebolehin masuk' Jawab Vani dari telepon


"Pantes ajaa.." Ucap Awani teringat


'Apanya?' Tanya Vani dari telepon


"Bukan apa apa.. Eh.. Pulang sekolah kita ke rumahmu. Ada yang perlu kita diskusiin" Ucap Awani


'Oh.. Kebetulan, aku juga mau minta saran kalian tentang sesuatu' Ucap Vani dari telepon


"Tetttt... Waktu istirahat telah selesai, para siswa di mohon kembali ke kelas masing masing" Suara bel


"Udah bel, udahan ya Van. Bye bye" Ucap Awani


'Hmmm.. Bye' Ucap Vani dari telepon. Awani memutuskan teleponnya dengan Vani. Ia menyimpan handphonenya di saku


"Pulang sekolah, kita ke rumah Vani" Ucap Awani


"Oke oke.. Makan dulu gih Sandwichmu. Keburu gurunya masuk loh" Ucap Agnes. Saat itu Awani melihat bungkus sandwich milik Agnes dan Putri yang sudah kosong dan tanpa bersisa sedikit pun


"Loh.. Punya kalian?" Tanya Awani terkejut


"Abisss.." Ucap Agnes. Ia berdiri dan mengembalikan kursi yang ia pinjam ke tempat semula, setelah itu ia kembali ke bangkunya dan duduk


"Aw.. Balik ke tempat asalmu" Usir putri


"Yeee.. Ngusir" Ucap Awani dengan ekspresi datar. Ia berdiri dari duduknya dan mendorong kursinya kembali ke bangkunya. Ia kembali ke meja Putri dan mengambil sandwich dan minuman miliknya. Saat Awani berbalik dan hendak kembali ke bangkunya, putri menghentikannya


"Aw.. Stop stop" Ucap Putri. Awani menoleh ke arahnya. Putri mengambil bungkus sisa makanan di atas mejanya dan memberikannya pada Awani, "Sekalian buang, hehew" sambung Putri sambil tersenyum


"Yeeee..." Ucap Awani dengan ekspresi datar. Ia menerima bungkus makanan itu dan membawanya kembali ke bangkunya. Ia meletakkan bungkus makanan itu di atas mejanya. Awani membuka bungkus sandwich miliknya, di saat yang bersamaan guru mata pelajaran masuk ke dalam kelas. Ia terdiam dan menatap guru yang sedang berjalan menuju meja guru di depan kelas dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


"This is fucek!" Ucap Awani kesal. Ia memasukkan kembali sandwichnya ke dalam bungkusannya dan menyimpannya di laci meja. Ia juga memasukkan semua bungkus makanan yang berada di atas mejanya ke dalam laci, ("Ku buang nanti") batinnya kesal


"Baiklah.. Selamat siang anak anak" Sapa guru di depan kelas


"Siang.. Bu" Jawab serentak murid sekelas


"Siapkan buku Kimia kalian dan buka halaman tiga ratus dua belas. Kita akan membahas tentang Larutan Asam dan Basa" Jelas guru di depan kelas


Awani mengambil buku di tasnya dan meletakkannya di atas meja, saat hendak mengambil pulpen di laci, tanpa sengaja salah satu bungkus makanan yang ia letakkan sebelumnya ikut tertarik dan terjatuh ke lantai. Di saat yang bersamaan, guru yang sedang mengajar di depan kelas tanpa sengaja melihat kejadian itu


"Apa itu? Ambil!" Ucap guru tegas sambil menunjuk ke arah bungkus makanan di bawah meja Awani. Pandangan seluruh kelas tertuju pada Awani


Saat menyadarinya Awani merasa bingung, ia menunduk untuk memeriksa apa yang berada di bawah mejanya. ketika melihat bungkus makanannya jatuh, ia menoleh ke arah guru dan tertawa kecil, "Ahahahahaa.. sampah jatuh bu" Ucap Awani dengan tawa kecil. Ia kembali menunduk dan mengambil bungkus makanan itu


"Jorok sekali kamu, sampah kenapa di taruh di laci!" Ucap guru tegas


"Niatnya mau saya buang, eh.. Ibu keburu masuk" Jawab Awani


"Halah.. Alasan doang kamu. Kamu tahu kan? Sekolah kita ini menduduki kandidat sekolah terbersih di negara B. Jangan coreng prestasi sekolah kita dengan taruh sampah di laci" Ucap guru kesal


"Hahhh.... Kalian semua berdiri! Ambil semua sampah yang ada di laci kalian, sekarang juga! Yang ketahuan menyimpan sampah di laci! Pulang sekolah bersihkan kelas ini sampai bersih! Ibu yang awasi langsung sampai kelas ini bersih total tal!" Ucap Guru tegas


"What thee.." Ucap Awani terhenti, 'S*alan!' Gumamnya. Ia mengambil semua bungkus makanan di lacinya dan menaruhnya di atas meja. Saat melihat beberapa bungkus makanan yang di keluarkan Awani, Guru itu merasa terkejut dan langsung menghampiri mejanya


"Ya ampun... Bukan hanya satu? Tapi sampah satu toko kamu masukin laci?" Tanya guru kesal


"Bu.. Jangan lebay deh" Saut Putri. Guru itu menoleh ke arah Putri dan menatapnya dengan tajam


"Apa maksud kamu barusan?" Tanya guru itu


"Cuma dua bungkus kosong aja bilangnya bungkus satu toko. Nggak lebay darimana nya coba?" Ucap Putri nyolot


"Kamu nyolot ke ibu?" Tanya guru nyolot


"Ibu juga nyolot ke saya?!" Ucap Putri kesal sambil menatap tajam gurunya


"Astaga.. Kok adaa gitu.. Murid kayak kamu. Berani bantah gurunya! perempuan lagi" Ucap guru

__ADS_1


("Gawat.. Pasti bakal kena surat peringatan!") batin Putri teringat. Saat itu, ia langsung menurunkan pandangannya, "Maaf bu, saya nggak bermaksud bentak ibu" Ucap Putri menyesal. Ia menoleh ke arah Awani yang berdiri di sampingnya, "Bsst!!" Kode dari putri. Awani ikut menurunkan pandangannya


"Saya juga minta maaf bu, saya janji nggak akan mengulanginya lagi" Ucap Awani


"Kalian bersungguh?" Tanya guru


"Iya bu!!" Seru putri dan Awani. Saat itu guru mengamati siswa lainnya dan ia tidak melihat sampah sedikitpun di atas meja mereka. Ia kembali memandang ke arah Putri dan Awani


"Huhhh... Sabar sabar. Tugas bersihkan kelas ibu kasih ke kalian berdua! Ibu akan awasi piket kalian secara langsung!" Ucap guru itu kalem


"Kita berdua? Aku? Sama Awani?" Tanya Putri syok


"Iya.. Awani, buang sampah itu sekarang! Setelah itu kita masuk ke pelajaran!" Ucap guru itu sambil berbalik dan berjalan kembali ke depan kelas. Awani memungut semua bungkus makanan di atas mejanya dan membuangnya di tempat sampah depan kelas, setelah itu ia kembali ke dalam kelas dan duduk di bangkunya


"Nes.. Bantu loh" Ucap Putri sambil menoleh ke arah Agnes


Agnes menoleh ke arah putri sejenak dan kembali memandang ke arah guru, "hahaa... Bantu? Ougahh wkwk, kalian sendiri yang buat masalah juga" Jawabnya Cuek


"Oke Fine" Ucap Putri cuek. Mereka kembali diam dan memperhatikan pelajaran sekolah


Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.30. Bel pulang sekolah berbunyi. Murid murid di kelas XI MIPA A mulai membereskan buku buku mereka dan bersiap untuk pulang. Saat putri memasukkan buku bukunya ke tas, ia menoleh ke arah Agnes yang sama sama sedang berkemas. Saat menyadarinya, Agnes menutup tasnya dan menggendongnya di punggung. Ia menoleh ke arah Putri


"Kakimu masih sakit? Mau ku gantikan bersih bersih?" Tanya Agnes


"Udah mendingan, bisa kalau bersih bersih doang. Mendingan kamu langsung cabut ke rumah Vani. bilang aja rencana kita besok. Aku sama Awani nyusul abis ini" Jawab Putri


"Oke deh.. Semangat di hukumnya, wkwk" Ucap Agnes sambil tertawa kecil. Ia berjalan menuju pintu kelas. Saat sampai di pintu, ia menoleh ke arah Awani, "Aw.. ahahhaaha.. Kita yang makan, kamu yang di hukum" Ucap Agnes senang


"Hmm.. " Jawab Awani dengan ekspresi kesalnya


"See you!" Seru Agnes. ia berjalan pergi dari kelas. Sementara itu, Putri kembali duduk di bangkunya, "Huftt.. Bersih bersihnya nunggu guru dateng aja" Ucap Putri kalem


"Kenapa? Kakimu sakit?" Tanya Awani


"Nggak.. Males aja hehe" Jawab Putri. Saat itu, guru yang baru datang, mendengar apa yang putri bicarakan. Ia masuk ke dalam kelas, "Nggak boleh males dong! Ayo mulai bersih bersihnya. Ibu duduk di depan sambil pantau kalian berdua" Ucap Guru tegas


"Hahhhh... Iya bu!" Jawab Awani sambil menghela nafas panjang. Putri berdiri dari duduknya dan mereka berdua mulai membersihkan kelas mereka

__ADS_1


__ADS_2