
ketika Vani mengayuh sepedanya, dari kejauhan ia melihat Ray yang sedang menunggu bus di halte, ("Hehe, itu dia") batin Vani. ia mempercepat laju sepedanya. Di saat yang bersamaan, bus melintas mendahuluinya dengan cepatnya. ia menghentikan sepedanya dan mengamati bus itu. Bus itu berhenti di halte tempat Ray menunggu, saat itu juga Ray naik ke bus dan bus itu kembali melaju
"Yee.. Anjirr" Ucap Vani dengan muka datar. ia melihat jam tangan yang ia gunakan, ("Sekarang udah jam lima, dari sini sampai rumah Ray bisa ngabisin waktu setengah jam kalau naik sepeda, berarti aku bakal sampai di sana jam setengah enam. Arah rumahku berlawanan sama rumah Ray, Kemungkinan besar kalau aku pulang naik sepeda dari rumah Ray bisa ngabisin waktu satu jam lebih. Hum.. Berarti untuk perjalanan berangkat pulang, ngabisin waktu satu jam setengah lebih.. Oke, nggak masalah. Lagian Khakim lagi lembur, dia nggak bakal ada waktu buat cek aku di rumah kan") pikirnya, ("Eh.. Tunggu, waktu yang di habisin buat berangkat pulang kan satu jam setengah lebih, ini belum tepat. Kemungkinan aku juga pasti lelah di jalan trus butuh istirahat. Istirahat, kemungkinan sepuluh menit, trus juga aku harus beli air mineral biar nggak haus, jadi kira kira waktu istirahat seperempat jam. Setiap aku mengayuh sepeda seperempat jam, aku juga akan istirahat seperempat jam. Hm.. Lama banget jadinya, bisa bisa pas aku pulang, Khakim udah stand by")
("Bentar bentar.. Aku nggak bisa di rumah Ray lama lama, aku belum siap ketemu mamanya Ray. Walau kata Ray dia udah maafin aku, tapi tetap aja nggak bisa. Kalau gitu, aku bakal pancing dia keluar dari rumahnya. Trus kita ngobrol, lima menit cukup lah. Abis itu pulang. Oke deh, rencana yang bagus") batin Vani. ia kembali melihat jam tangannya
("Anjirrr.. Kebanyakan mikirin rencana, udah dua puluh menit lebih semenjak bus tadi pergi. Kalau gitu lupakan rencana tadi, aku akan menggunakan rencana tercepat") batin Vani
("Aku ke rumah Ray naik sepeda, trus lewat jalan tikus buat mempersingkat waktu, untung aja aku tahu daerah sekitar markas hehe. Trus pulangnya, tinggal minta Ray pesenin taxi online deh. nice idea") batin Vani
"Yosh oke.. Ayo jalan" Ucap Vani yang bersemangat. ia mengayuh sepedanya dengan cepat menuju ke rumah Ray. Satu jam kemudian, ia sampai di taman yang jaraknya tidak jauh dari rumah Ray. Saat melintasi halte bus dekat taman, Vani merasa melihat Ray yang baru saja turun dari bus. ia menghentikan sepedanya dan memanggilnya
"Ray!" Teriak Vani. Saat itu, orang itu menoleh ke arah Vani
"Kamu panggil saya?" Tanya orang itu bingung
("Njerr, kenapa Ray beli sweater couple sama orang itu") batin Vani terkejut, "Hehe, anda Kena prank. Kita lagi syuting acara prank dari channel Q TV. Lihat di balik anda, di dekat pohon sebelah kiri pojok sana, ada kamera. Dan juga di kanan pojok juga ada kamera" Ucap Vani sambil tersenyum lebar. ia berjalan mendekat ke orang itu
__ADS_1
"Wah, aku masuk tv nih?" Tanya orang itu dengan ekspresi bahagia
"Maaf, tvnya nggak muat kak" Jawab Vani dengan muka datar
"Ahahahaa, nggak masalah" Ucap orang itu sambil tersenyum lebar
"Jadi? Gimana rasanya kena prank?" Tanya Vani. Saat itu orang itu berbisik pada Vani
'Nggak ada mic? Suaraku kecil' Bisik orang itu
"Tenang, di tempat ini udah di pasang kamera sembunyi dan juga mic tersembunyi, jadi suara apapun bisa terdengar" Bisik balik Vani
"Ahahahaa, brarti prank kita berhasil membuat anda terkejut ya. Kalau gitu, mumpung tampil di tv, ada salam yang ingin anda sampaikan untuk keluarga anda atau pun teman teman anda? Kalau bisa satu rt di salamin" Ucap Vani sambil tersenyum
"Oh yang bener nih?" Tanya bambang
"Iya, silahkan" Ucap Vani
__ADS_1
"Hadap mana nih?" Tanya orang itu lirih
"Oh, anda bisa hadap ke kamera di sana, ataupun yang di sana" Ucap Vani sambil menunjuk ke arah kamera khayalannya
"Untuk, temen temen kuliah ku yang sedang nonton ya. Kalian pasti iri sama aku hehe, aku bisa tampil di tv nih.. Blablabla.............." Ucap bambang dengan semangatnya. Saat itu Vani mengendap endap kembali ke tempat sepedanya dan menaikinya lagi
("Njerr, bgo apa gimana? Padahal di sana nggak ada kameranya, di daerah taman ini juga sepi. Mana ada syuting, trus dia semangat amat bicara sendiri, awokawok*") batin Vani senang. ia melihat jam tangannya kembali, "Njerr, udah jam enam, ngapain juga tadi aku ngerjain orang segala si" Ucap Vani. ia menoleh ke arah Bambang yang masih saja mengoceh, ("Yang bener aja, dia masih ngoceh")
"Woy! Kamu kena prank lagi, Dasar Bambank! AHAHAHA" Teriak Vani dari kejauhan. Bambang yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Vani. Setelah itu, dengan cepatnya Vani mengayuh sepedanya menjauh dari tempat Bambang berdiri
"F*ck You!!" Teriak Bambang yang sangat emosi
"Ahahahahaha" Vani tertawa dengan keras di atas sepedanya, "anjerrr, Bambank" ia hampir melewati ujung taman
"Udah deket nih, udah malem juga. Berani pulang nggak ya, pasti berani lah, hehe" Ucap Vani lirih sambil tetap mengayuh sepedanya. Setelah ia melewati sebuah kursi di ujung taman, ia menghentikan sepedanya
("Eh? Kayaknya tadi aku lihat Ray") batin Vani. ia menoleh ke arah kursi taman itu
__ADS_1
"Ra..." Teriak Vani terhenti
("Tunggu, nanti aku salah orang lagi") batin Vani. ia memutuskan untuk menghampiri orang yang sedang duduk di kursi taman itu