Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_039


__ADS_3

Seperempat jam perjalanan, taxi sampai tepat di depan gedung perusahaan DV. Vani segera turun dari taxi


"Terimakasih pak" Ucap Vani


"Eh.. nak, Kamu kan belum bayar" Ucap sopir taxi


"Oh iya, tunggu sebentar. Saya ambil uang di dalam"


"Nggak bisa nak. Kalau kamu menipu gimana?"


Wajahnya terlihat begitu pucat dan keringat dingin mengalir diseluruh tubuhnya, "Hum... Iya juga ya, kalau aku menipu gimana ya" ia memikirkan sesuatu, "Oh..", ("Kalung Ray"), ("tapi nggak bisa lepas") batin Vani. ia melepas paksa kalung di lehernya hingga Kalung itu terputus dan terlepas, "akh" "Nih pak jaminannya. Tapi jangan di bawa dulu. Tunggu aku kesini, paling lama dua puluh menitan lah" Ucapnya sambil memberikan kalung itu pada supir taxi


"Dua puluh menit? Lama juga ya. Kalau ada orderan lagi, saya kan jadi rugi" Ucap Supir taxi sambil menerima kalung itu


"Bukannya ini taxi biasa ya, kok ada orderan" ucap Vani


"Kadang ada yang telpon minta di jemput kan"


"Owh, kalau gitu biar bapak nggak rugi bayarannya aku double"


"Nah, kalau begitu mah deal!" Ucap supir taxi senang


"Saya Vani"


Setelah itu Vani berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan DV. Di lobi perusahaan, ia menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana. karena keadaannya, ia memutuskan untuk tidak meladeni orang orang itu


Zuan yang sedang melintas, tidak sengaja melihat Vani berjalan dengan muka pucat dengan baju pasien rumah sakit yang dikenakannya. ia segera berlari menghampiri Vani dan memeganginya, "Little Van? Apa yang terjadi!" Ucap zuan cemas

__ADS_1


"A.. huh.. Kak Zuan.." Ucap Vani dengan nafas berat, "Kak, tolong bilang ke khakim, Kalau mama sama papa selamat. mereka berdua terjun dari pesawat sebelum pesawat itu hilang. Tolong lacak keberadaan mama. Kalau nggak salah, mama selalu pakai jam tangan couple sama papa. Tahun lalu pas aku di negara A, jam tangan papa aku ambil diam diam dan bawa pulang. Pas aku kesini naik taxi, aku baru ingat kalau di jam itu ada sensor pelacak yang bisa mengetahui keberadaan masing masing penggunanya. Jam itu sekarang ada di rumahku, tolong ambil dan cari tahu keberadaan mama sama papa. Tolong temukan mereka berdua" Jelas Vani, "Aku, percaya... kak Zuan"


"Baik Little Van. Tapi apa yang terjadi dengan Little Van?" Ucap Zuan


"Aku.. amann" Ucap Vani sambil tersenyum kecil. kesadarannya perlahan menghilang, ia jatuh pingsan di pelukan Zuan. Zuan segera menangkapnya agar tidak terjatuh, "Little Van? hey, little Van.." ia menyadari punggung bagian kanan Vani terluka "Darah yang keluar terlalu banyak! Apa yang sebenarnya terjadi" ia menoleh dan mencari seseorang, "Kamu, kesini" Panggil Zuan


Orang itu datang menghampirinya, "Panggilkan supir dan suruh dia siapkan mobil sekarang juga" Ucap Zuan


"Baik, Sekretaris Zuan" Ucap orang itu. ia segera pergi menghubungi supir


Dua menit kemudian, mobil dengan supir sudah di siapkan. Zuan mengangkat Vani dan membawanya masuk ke dalam mobil. ia menidurkan Vani dipangkuannya


"Ke rumah sakit keluarga Presdir" Ucap Zuan


"Baik, Sekretaris Zuan" Ucap Supir. ia melajukan mobil ke rumah sakit Keluarga milik Kim. Zuan mencoba menghubungi seseorang dengan handphonenya, "Tut.. tut.. tut.."


"Mephi, Gantikan posisi saya jaga perusahaan selama saya pergi" Ucap Zuan


'Baik Sekretaris Zuan. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?'


"Nanti akan saya ceritakan setelah kembali"


'Baik' Ucap Mephi dari telepon. Zuan mengakhiri panggilannya


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah sakit keluarga Osamu. Zuan turun dari mobil sambil menggendong Vani, "Suruh seseorang untuk bawakan mobil saya kemari, kuncinya di kursi belakang" Ucap Zuan


"Baik" Ucap Supir. ia mengambil kunci di kursi belakang dan langsung melajukan mobilnya kembali ke gedung perusahaan DV

__ADS_1


Zuan masuk ke dalam rumah sakit, "Bantuan!" Teriaknya


Perawat bersama dokter langsung datang membawakan hospital bed. Zuan menidurkan Vani di atas hospital bed. Para perawat segera membawa Vani keruang perawatan


"Sekretaris Zuan, Apa yang terjadi dengan Vani?" Tanya dokter


"Dokter Doni, tolong berikan perawatan segera pada Little Van. Dan juga, tolong utus satu perawat untuk menjaganya sampai sadar. Jangan biarkan dia pergi dari rumah sakit ini" Ucap Zuan


"Baik " Ucap dokter Doni. ia segera menyusul Vani ke ruang perawatan


Selang beberapa menit, mobil Zuan sampai di depan rumah Sakit. Zuan segera menghampirinya dan masuk ke dalam mobil, "Terimakasih" Ucap Zuan pada orang yang membawakan mobilnya


"Sama sama. Sekretaris Zuan" Ucap Orang itu sambil tersenyum. Zuan melajukan mobilnya menuju rumah Vani


"Nah.. Sekarang.. Gimana cara saya kembali ke kantor" Ucap orang yang membawakan mobil Zuan


Di lain tempat, Ray sudah kembali ke rumah sakit. ia segera pergi ke kasir dan membayar semua biaya rumah sakit Vani, "Ini uang untuk membayar administrasi rumah sakit pasien atas nama Vani" Ucap Ray sambil memberikan sekantung uang pada suster, ("Selamat tinggal tabunganku") sambung batinnya


"Baiklah, ini kuitansinya" Ucap Suster sambil memberikan kuitansi pada Ray


"Terimakasih sus" Ucap Ray sambil menerima kuitansi itu. ia segera pergi menuju ruangan 32A


Beberapa menit berjalan di lorong rumah sakit. Ray sampai di ruangan itu. ketika masuk ke dalam ruangan, ia terkejut karena tidak melihat keberadaan Vani, ("Kemana dia!") batinnya, "Jack!" panggil Ray


Jack terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya, "Apa sih, berisik!" Ucapnya yang masih mengantuk


"Dimana Vani?" Tanya Ray

__ADS_1


Saat Jack menoleh ke arah hospital bed, ia ikut terkejut, "Vani mana?"


__ADS_2