Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_109


__ADS_3

"Hufftt.. Selalu aja acak acak rambutku. Kan capek sisirnya" Ucap Nova sambil menggembungkan pipinya


"Kamu nggak suka?" Kaituo merasa bersalah


"Enggak suka.. Jangan ulangin lagi atau aku ngambek nih!" Ucap Nova manja


"Ahahaha.. Maafin aku yaa. Janji nggak ngulangin lagi" Ucap Kaituo


"Humm.." Nova hanya terdiam tanpa memberikan respon lain


("Kenapa aku agak kecewa ya. Aku selalu acak acak rambut Vani, tapi dia nggak pernah nolak. Mungkin aku udah nggak bisa lakuin hal itu lagi, akhir akhir ini dia jauhin aku. Dari matanya aku tau kalau dia sedih, tapi dia nggak mau cerita apa pun. Padahal dulu setiap sedih dia selalu cari aku. Dia yang berubah? atau.. dia sedih karenaku, jadi dia nggak mau cerita?") batin Kaituo murung. Saat Nova menoleh ke arah Kaituo, ia merasa bersalah melihat ekspresi murung yang terpasang di wajah Kaituo


"Sayang? Aku nggak marah kok" Ucap Nova lirih. Kaituo yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Nova, "Iya aku tau kok, aku beneran janji nggak bakal ngelakuin itu lagi" Ucap Kaituo dengan senyuman, Nova juga membalasnya dengan senyuman manis di wajahnya


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan rumah Nova. Nova keluar dari mobil dan berdiri di trotoar depan rumahnya, "Mau masuk dulu nggak?" Tawar Nova. Kaituo membuka kaca mobilnya dan menoleh ke arah Nova, "Aku tunggu disini aja, cepetan gih masuk" Ucap Kaituo sambil tersenyum


"Oke.. Aku nggak lama kok" Ucap Nova. Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya untuk mempersiapkan diri


Di sisi Lain, Vani sudah berjalan kaki cukup lama dan akhirnya sampai di depan rumah. Dengan rasa lelah yang di rasakannya, ia berjalan melewati halaman rumahnya menuju pintu rumah. Di tengah halaman ia terhenti karena saat menoleh ke arah garasi, ia tidak melihat keberadaan mobilnya di sana, "Hum.. Padahal aku jalan, dia naik mobil. Masa belum sampai juga" Ucap Vani, ("Mungkin dia main sama pacarnya. Biarin deh, kalau gini ku bisa keluar tanpa halangan. hehe") Sambung batinnya senang. Ia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah


Di dalam kamar, ia melepaskan tasnya dan melemparkannya ke sofa di kamarnya. Setelah itu, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, ia keluar dan masuk ke dalam ruang ganti. Ia menggunakan setelan sweater merah dan celana jeans kesukaannya. Ia mengambil handphone dan menaruhnya di saku celananya. Ia keluar dari kamar dan turun menuju dapur. Di dapur, ia melihat bibi yang sedang bersih bersih dapur dan ia menghampirinya, "Bibi!!" Panggil Vani. Bibi merasa sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arah Vani, "Eh Non Vani.. Bikin jantungan aja" Ucap Bibi


"Ahahaha.. telat bi responnya" Ucap Vani dengan tawa kecil


"Ada apa Non?" Tanya Bibi


"Humm.. Ku heran deh.." Ucap Vani sambil memegang dagunya dengan tangan kanannya


"Kenapa non?"


"Setiap kali aku ke dapur, bibi selalu stay di sini. Bibi tinggal di dapur?" Tanya Vani penasaran


"Ahahahaa.. Bisa aja Non ini. Kebetulan aja pas Non Vani ke dapur, Bibi lagi bersih bersih kalau nggak masak" Jelas Bibi, "Eh?? non Vani kok udah rapi banget, mau kemana non?" Sambung tanyanya


"Oh iya Bi, aku dua hari ke depan liburan. Bibi tolong jaga rumah ya. Satu lagi bi, bilangin ke Kai. Aku nginep di rumah Agnes" Ucap Vani


"Eh? Tuan Kaituo belum tahu?" Tanya bibi. Di saat bersamaan,

__ADS_1


"Tin.. Tin.. "


Klason mobil terdengar dari depan rumah Vani


"Nah loh.. Udah dateng mobilnya. Berangkat dulu Bi, bye bye" Ucap Vani sambil membalik badannya. Ia berjalan menuju pintu rumahnya dan keluar


"Dasar Non Vani" Ucap Bibi lirih


Di gerbang rumahnya, Vani di sambut oleh seorang asisten dan satu supir yang duduk diam di dalam mobil yang cukup besar dan terlihat cukup muat untuk banyak orang. Ia berjalan menghampiri asisten yang berdiri menyambut dengan pandangan ke bawah, "Selamat Sore Little Van.. Perkenalkan saya Zuo Lee yang akan menggantikan Kakak saya Zuan Lee, untuk menemani liburan Little Van. Panggil saja Saya Zuo, saya siap melayani semua kebutuhan Little Van" Ucap Zuo sopan tanpa memandang ke wajah Vani. Saat melihat Zuo, Vani terkejut karena ia menyadari sesuatu, "Heh?!! Ketua Osis?!" Ucap Vani terkejut. Saat mendengarnya, Zuo sedikit menaikkan pandangannya dan melirik Vani. Ia merasa terkejut karena melihat keberadaan Vani, namun untuk menjaga keprofesionalannya dalam pekerjaan, Ia hanya tersenyum menanggapi keterkejutan Vani


"Ahahaa.. Suatu kebetulan yang tidak terduga ya Little Van" Ucap Zuo sopan, ("Kenapa adiknya Presdir Kim si cewek berandal ini?!") sambung batinnya terkejut


"Hehh??!! Kenapa kamu jadi sopan begini?!" Ucap Vani yang masih terkejut dengan apa yang terjadi saat itu


"Apa Little Van sudah Siap? Tidak baik mengulur waktu terlalu lama" Ucap Zuo sopan


"Cklekk"


Zuo membuka pintu mobil dengan lebar, "Silahkan lewat sini Little Van" Sambungnya sopan. Vani hanya terdiam dalam keterkejutannya dan masuk ke dalam mobil. Zuo menutup pintu mobil itu dengan pelan supaya tidak menimbulkan suara. Ia berlari kecil mengelilingi mobil menuju pintu depan mobil. Ia membuka pintu mobil dan masuk duduk di dalamnya. Ia menoleh ke arah Vani yang duduk di kursi belakang


"Sudah siap, jalan ke tempat tujuan berikutnya" Ucap Zuo


"Baik Tuan" Jawab Supir mengangguk. Ia melajukan mobilnya menuju tempat tujuan berikutnya. Di perjalanan hanya terdengar suara mesin mobil yang halus dan tidak terdengar suara apa pun yang keluar dari mulut Vani atau pun Zuo


("Adiknya Kak Zuan, si Ketua osis?! Nggak mungkin. atau jangan jangan, ini cuma siasat Ketua Osis buat jebak Aku!!") batin Vani cemas. Ia mengamati jalanan dari jendela mobil, ("Hmm.. Ini beneran jalan ke rumah Agnes")


"Ada apa Little Van? Kenapa kelihatannya cemas begitu?" Tanya Zuo. Vani tersadar dari pemikiran buruknya, "Oh.. Nggak ada" Ucap Vani


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan Rumah Agnes. Di trotoar depan rumah, Agnes, Awani dan Putri sudah berkumpul dan menunggu kehadiran mereka. Saat Vani hendak membuka sabuk pengamannya dan turun, Zuo menghentikannya, "Tunggu di sini saja Little Van, biar saya yang sambut teman Little Van" Ucap Zuo. Vani menghentikan apa yang sedang ia lakukan dan menuruti kemauan Zuo. Zuo membuka pintu mobil dan turun menghampiri Agnes, Awani dan Putri. Vani mengawasinya dari jendela mobil


"Selamat Sore nona nona" Sapa Sopan Zuo


"Zuoo?! Kenapa bisa disini?!" Tanya Awani terkejut saat melihat kehadiran Zuo. Zuo menaikkan pandangannya, "Nona Awani, senang bertemu dengan anda" Ucap Zuo sopan


"Heh? dia ketua osis? Kenapa nih? Kesambet?" Tanya Agnes bingung


"Saya Mewakili Little Van untuk menyambut Kalian bertiga"

__ADS_1


"Cklekk.. "


Zuo membuka pintu, "Silahkan lewat sini, Little Van sudah menunggu kalian" Ucap Zuo mempersilahkan dengan sopan dan berwibawa. Mereka bertiga masuk satu persatu ke dalam mobil. Zuo menutup pintu itu dan membuka pintu depan untuk kembali duduk di dalam


"Mohon sabuk pengamannya di pakai untuk keselamatan masing masing" Ucap Zuo sopan. Supir kembali melajukan mobil ke tempat selanjutnya


'Dia kenapa? Kenapa ada dia?!' Bisik Agnes ke Vani. Vani menekan salah satu tombol di belakang kursi Supir


"Zsstttt...." Pembatas muncul perlahan dari sela sela bawah membatasi kursi kemudi dan kursi belakang. Zuo merasa sedikit terkejut saat menoleh ke belakang dan melihat penghalang di belakangnya, ("Dasar.. Ngapain juga di tutupin") batin Zuo kesal


Di kursi belakang,


"Uwaaa.. Leganya. Akhirnya bisa ngomong" Ucap Vani lega


"Dari tadi kamu diem?" Tanya Putri


"Iya.. Ngobrol sendiri nggak enak kan" Jawab Vani


"Kok bisa ketua osis disini?" Tanya Agnes


'Jangan keras keras, ntar kedengeran b*go' Ucap Awani lirih


"Hmm.. Tulull!" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Kedap suara woy, nggak liat pembatasnya aktif?" Sambung Agnes


"Iya juga hehe" Ucap Awani. Setelah perbincangan itu, mereka hanya terdiam selama perjalanan. Beberapa menit kemudian, mobil terhenti dan terdengar suara dari speaker kecil yang menjadi penghubung kursi supir dan kursi belakang, "Sudah sampai pemberhentian selanjutnya, saya akan menjemput teman Little Van yang lainnya"


Vani menekan salah satu tombol dan mengatakan sesuatu "oke"


Zuo mendengarnya dan langsung turun dari mobil. Di depan Markas CRIFITY, ia di sambut empat orang asing yang tidak ia kenal, "Perkenankan saya untuk memperkenalkan diri.. Saya Zuo Lee, Asisten dari Little Van" Ucap Zuo sopan


"Little Van?" Tanya Citra


"Dia Vani" Ucap Jack. Ia berjalan melewati Zuo dan membuka pintu mobil. Ia masuk dan duduk bergabung dengan yang lainnya


"Ahaaha.. Silahkan lewat sini" Ucap Zuo mempersilahkan. Citra, Jorhan dan Ray masuk satu persatu ke dalam mobil. Zuo kembali ke kursi depan dan supir kembali melajukan kendaraannya

__ADS_1


__ADS_2