
Saat sampai di rumah orang tua mereka, mereka berjalan masuk ke dalam rumah
"Kamu lapar? udah makan?" Tanya Kim
"Udah" Jawab Vani, 'Aku mau sendiri'
"Yaudah, Tapi tetap di rumah ini. jangan keluar tanpa seizin kakak" Ucap Kim. Vani pergi ke kamarnya dan berbaring di atas kasur. ia menutup kedua matanya dengan lengan tangan kirinya dan mulai kembali meneteskan air mata "Hiks.. Hiks.. Mama.. Papa.. Hikss" ia terlarut dalam kesedihannya hingga tanpa sadar mulai tertidur
Sementara itu, di rumah Putri. ia sedang menonton TV di kamarnya, "Tcih... Nggak ada yang seru apa, isinya cuma sinetron alay begitu" Ucap Putri kesal sambil mengganti channel TV nya
"Udah lah.. Nub" ia mematikan TV nya dan berbaring di kasur. "Mau ngapain coba" Ucapnya lesu. ia menoleh ke samping kirinya dan melihat handphonenya yang tergeletak di meja samping kasur. ia menggapainya dan mengambilnya, "Coba lihat.. Apa followersku nambah, hehe" Ucap putri senang. ia mulai menjelajahi dunia maya
Karena terlalu sering tersakiti, remaja ini telan semen supaya hatinya kuat dan kokoh
"Et dah.. Kamvret. Postingan macam apa ini" Ucap Putri dengan ekspresi datar. ia kembali menscroll berandanya
Keluarga Osamu sedang berduka, Direktur utama perusahaan A.C bersama istrinya di temukan meninggal dunia karena terlibat kecelakaan pesawat Elite
"Hah?" ''Yang bener aja!" Ucap Putri terkejut. ia segera menghubungi Agnes dan Awani dengan Video Call, "Woy! Kalian dah tau beritanya belum?!" Ucap Putri
'Berita apaan sih? Ganggu aja, nggak lihat orang lagi main game apa' Ucap Agnes dari telepon
"Yaelah, pause bentar gamenya. Penting ini" Ucap Putri
'Iya Nes, berhenti dulu' Sambung Awani
'Game online mana bisa di pause t*lol' 'Udah deh bilang aja, aku sambil main' Ucap Agnes
'Berita apa put?' Tanya Awani
"Vani sekarang di mana?" Tanya balik Putri
'Masih di rumah sakit paling, mana mungkin Kak Kim izinin dia keluar' Jawab Agnes
''Bagus kalau begitu, semoga dia nggak tahu informasi ini'' Ucap Putri
'Ada paan sih? Dari tadi Info penting, info penting' Ucap Agnes
"Nama belakang Vani Osamu kan?" Ucap Putri
'Dah tau ngapain nanya? kalau marganya osamu emang kenapa?' Tanya Agnes
"Lihat ini" Ucap Putri. ia membagikan Screenshot artikel yang ia lihat sebelumnya
'Lagi VC ngirim ss njerr' 'Udahan dulu lah, sambung chat. Game ku hampir kelar nih' Ucap Agnes
__ADS_1
"Oke oke" Ucap Putri. Mereka memutuskan video call dan menyambung obrolan di grup chat
"Hm.. Kalau pakai grup lama, ada Vani ya" "Buat yang baru aja lah" Ucap Putri. ia membuat grup chat baru dan memasukkan kedua temannya ke dalam grup
Di grup
Agnes : "Woy! Anjiir, artikel ini real?"
Putri : "Kemungkinan iya, kalian inget kecelakaan pesawat yang kita lihat dulu?"
Awani : "yang mana?"
Putri : "Pas kita di hukum itu loh"
Awani : "Nggak inget"
Agnes : "Emang ortu Vani kecelakaan pesawat?"
Putri : "Baca woy artikelnya!"
Agnes : "udah woy, jan ngegaz"
Awani : "Sekarang gimana?"
Agnes : "aku telpon Kak Kim deh"
Putri : "Ntar infonya share kita ya"
Agnes : "Oke siap"
Agnes meninggalkan gamenya dan menelepon Kaituo
"tut..."
'Halo Nes? Ada apa?' Tanya Kaituo dari telepon
"Kai.. Aku baru aja baca artikel. Apa benar orang tua Vani kecelakaan?" Tanya Agnes
'kamu belum tahu?' Tanya balik kaituo dari telepon
"Aku seharian main game, maaf" "Vani udah tahu?" Ucap Agnes
'Iya, tadi pagi aku jemput dia'
"Ya ampun.. Kenapa jadi gini" "Sekarang gimana keadaannya?" Tanya Agnes cemas
__ADS_1
'Dia sudah baikan' 'Sekarang dia sama Kim' Ucap Kaituo dari telepon
"hah.. Kenapa aku telat taunya sih?!" Ucap Agnes
'Nggak perlu khawatir, aku akan hibur Vani. Dia bakal baik baik aja' Ucap Kaituo dari telepon
"Baiklah, tolong jaga dia" Ucap Agnes
'Nes, kamu nggak perlu kesini' Ucap Kaituo dari telepon
"Kenapa?" Tanya Agnes
'Percayakan Vani ke aku'
"Tapi.. Gimana Vani?"
'Aku tahu Vani. Dia pasti ga mau kalian liat dia nangis, pertemanan kalian bisa canggung' 'Dalam satu atau dua hari ke depan, dia pasti akan minta buat pulang' Jelas Kaituo
"hm.. oke kalau gitu, aku tutup telponnya" Ucap Agnes
'Iya' Jawab Kaituo. Agnes memutuskan teleponnya dengan Kaituo. Setelah itu, ia mengirimkan chat ke grup
Agnes : "Berita itu benar. Tapi buat sementara kita nggak perlu ganggu Vani"
Putri : "Kenapa gitu? Harusnya kita ada buat hibur dia disaat seperti ini"
Awani : "Dia butuh waktu bro"
Agnes : "Kurang lebih benar"
Putri : "Dia pasti sedih berat"
Agnes ; "nggak mungkin.. Kalian nggak ingat? Kalau Vani dulu benci orang tuanya"
Awani : "Kan dulu Nes"
Agnes : " Iya juga sih, setiap orang bisa berubah"
Putri : "Lagian.. Sebesar apapun rasa benci itu, kalau orang tua meninggal pasti bakal sedih"
Agnes : "Sok puitis njer"
Putri : "😝 biarin"
Setelah tertidur beberapa jam, Vani terbangun dari tidurnya. Sejenak, ia melupakan kejadian yang menimpanya, "Hm.. Kenapa badanku pegel pegel gini ya" "Njirr, iya juga. Aku baru keluar dari rumah sakit" Ucap Vani. ia bangun dari tidurnya, ("Eh? Bukannya ini kamarku di negara A ya") batinnya tersadar
__ADS_1
"Deg.."
("Iya juga, aku disini karena kematian papa dan mama") batinnya murung. ia bangkit dari kasurnya dan berjalan keluar dari kamar