Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_060


__ADS_3

"Apa yang aku pikirkan tentangmu ya" "Apa maksudnya?" tanya Vani bingung, "Pertanyaan ini terlalu sulit untukku, mungkin perlu ku jadikan pr"


"Mana mungkin murid pintar sepertimu nggak bisa jawab pertanyaan sederhana begitu" Ucap Ray


"Kamu butuh banget jawabannya?" Tanya Vani


"Tentu aja" "Jawabanmu akan menjadi tumpuanku untuk terus maju atau menyerah" Ucap Ray


"Menurutku, lebih baik tetap maju dari pada menyerah. Meski gagal. Kan setidaknya udah coba" Ucap Vani, ("Ngelantur ni anak. Ngomong kok nggak connect ama topik. Parahnya, aku ladenin lagi")


"Jadi, apa jawabanmu?"


("duh, kesini lagi") "Hm... Jawaban ya.." "Kalau gitu.. Ku tanya balik, apa yang kamu pikirkan tentangku?" Ucap Vani


"Baiklah.. akan ku jawab" "Kamu itu salah satu orang yang spesial bagiku" Jawab Ray


"Degg"


"Hahaa.. udah kuduga sih.. semua orang pasti akan bilang aku spesial bagi mereka" "Secara, Aku kan Vani Osamu" Ucap Vani bangga


"Emangnya udah pernah ada sebelumnya yang bilang begitu?" Tanya Ray


"Nggak sih.. You first" "Kenapa kamu anggap aku spesial?" "Karena temen sepertiku langka kah? Limited edition" Ucap Vani


"Karena.. sebenarnya selama ini aku men.." Ucap Ray terhenti, "Vani!" Panggil seseorang dari arah belakang. Mereka berdua langsung menoleh ke asal suara


"eh Kai!" "Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Vani


"Aku cari kamu. Asisten Zuan yang bilang kalau kamu disini" Jawab Kaituo


"Bukannya kamu masih di sekolah? Ini masih siang. Kamu bolos ya?" Ucap Vani


"Aku udah pulang.. buktinya, sekarang aku disini" Ucap Kaituo


"Hm.. nggak percaya" Ucap Vani curiga


"Terserah kamu mau bilang apa" Ucap Kaituo Cuek, "Ayo pulang"


"Eh.. Tunggu" "Oh ya Ray, tadi kamu mau ngomong apa?" Ucap Vani


"Nggak ada, aku udah lupa" Ucap Ray


"Bhaks.. Ahahahaa. Masa sih udah lupa aja, baru beberapa menit yang lalu" Ucap Vani sambil tertawa kecil, "Yaudah Ray.. aku jawab pertanyaan awalmu pas kita ketemu lagi" "Sekarang ayo pulang" Ucap Vani


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Kaituo penasaran


"Rahasia" "Kamu bawa mobil?" Tanya Vani


"Nggak aku bawa, berat.. tapi aku parkirin di depan KCF" Jawab Kaituo

__ADS_1


"Ngajak ribut kah?" Ucap Vani


"Ahahahaa.. Tenang tenang" Ucap Kaituo sambil tertawa


"Oh ya Kai, kenapa kamu bisa di sini?" Tanya Vani


"Nanti aku ceritakan dirumah, sekarang ayo pulang" Ucap Kaituo


"Oke deh.." "Oh.. Ray, kuy ikut. Aku antar pulang sekalian" Ucap Vani sambil tersenyum


"Nggak perlu, aku bisa naik bus" Ucap Ray


"Ada tumpangan gratis kok nolak" Ucap Vani


"Bagus kalau gitu" Sambung Kaituo


"Ayo Ray. Aku antar sampai depan rumah persis deh, masa aku tinggalin temen sendirian sih" Ucap Vani. Saat itu, bus terlihat berhenti di halte yang tidak jauh dari mereka berdiri, "Oh itu.. Aku duluan" Ucap Ray sambil berbalik. ia berjalan ke arah bus dan menaikinya. Setelah itu, bus melaju meninggalkan tempat itu


"Yah.. dah pergi" Ucap Vani kecewa


"Dia kenapa?" Tanya Kaituo


"Entahlah.. Aku juga nggak tau, padahal tadi dia fine fine aja"


"lupakan dia. Ayo pulang" Ucap Kaituo


Sementara itu..


Di sekolah saat jam istirahat makan siang. Putri, Awani dan Agnes merasa sangat bosan, mereka hanya bermalas - malasan di kantin sekolah


"Haaaaaaaahh.. Mau ngapain coba? Nggak ada kegiatan" Ucap Agnes lesu


"Nggak ada Vani jadi nganggur" Sambung Putri


"Coba pikirkan sesuatu yang bisa kita lakukan" Ucap Awani


"Hm... Males mikir juga" Ucap Agnes lesu


"Woy.. Kripiknya abis, beliin lagi dong" Ucap putri yang juga lesu


"Males" Jawab Awani


"Kripiknya kan deket kamu.. Ambil sendiri" Ucap Agnes


"Nggak ah, malesss" Ucap Putri


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... " Ucap Agnes yang merasa malas


"iiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...." Sambung Putri

__ADS_1


"Uuuuuuuuuuuu..." Sambung Agnes


"Dah lah males.." Ucap Putri lesu


"Toilet kuy, cuci muka" Ajak Awani


"Nggak ah, males.." Ucap Putri


"Sama.." Sambung Agnes


"Yahhhhhhhhh.." Ucap Awani kecewa


"Ada wastafel deket deket, kenapa ke toilet" Ucap Agnes


"Yang ada cermin besarnya lah" Ucap Awani


"Cermin toilet cewek disini kan kecil, besaran di rumahku" Ucap Putri


"Kemarin abis di ganti cermin besar, aku lihat sendiri pas lagi lewat" Ucap Awani


"Eh.. Yang bener?" Ucap Putri yang tiba tiba bersemangat


"Iya beneran" Ucap Awani


"Kuy lihat.. Sekalian aku mau pakai lip tint" Ucap Putri


"Kalian berdua aja deh, aku males" Ucap Agnes lesu. Putri dan Awani langsung berdiri dari duduknya


"Skuy jalan" Ucap Putri sambil menarik paksa Agnes, "Woy.. woy.. Woy!" Ucap Agnes. Mereka bertiga pergi ke toilet wanita untuk melihat cermin toilet yang baru


di sana, saat mereka hendak masuk ke dalam toilet, mereka mendengar suara dari arah dalam toilet


'Njirr.. Denger suara nggak?' Ucap Agnes lirih


'Iya.. Kayak ada yang nangis..' Ucap Awani lirih


"Setan anjirrr!" Ucap Putri ngegas


'Jan keras keras.. Kuy cek ke dalem' Ucap Agnes lirih


'Kamu duluan' Ucap Awani lirih


"Yee.. Pengecut" Ucap Agnes. ia memberanikan diri untuk masuk ke dalam toilet. Di dalam toilet, Agnes melihat tiga anak yang sedang mengerubungi toilet terujung


("Apaan sih? Ngumpul kok di toilet. Nggak ada tempat lain apa?") batin Agnes, 'Kalian berdua, tetap disitu' Ucap Agnes lirih


"Siyap.. Hati hati" Ucap Putri yang mengintip dari luar toilet. Agnes berjalan menghampiri gerombolan anak itu. Saat jaraknya semakin dekat, ia merasa terkejut dengan apa yang ia lihat


("Hah?") batin Agnes terkejut

__ADS_1


__ADS_2