
Di deck atas, Kaituo melihat Vani yang sedang duduk menyendiri di pinggir kolam berenang. Ia berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya. Saat mengetahui keberadaan Kaituo, Vani berdiri dari duduknya dan hendak pergi dari tempat itu, Namun kaituo meraih tangannya untuk menghentikannya, "Jangan hindari aku.. Duduk sini" Ucap Kaituo. Vani hanya diam menurutinya dan kembali duduk. Mereka duduk di pinggiran kolam berenang dengan kaki menyentuh air kolam
"Maaf" Ucap Kaituo tanpa menoleh ke arah Vani. Vani merasa bingung dan menoleh ke arahnya, "Buat?" Tanyanya bingung. Kaituo menoleh ke arahnya dan menatap kedua matanya, "Maaf.. Aku nggak sadar" Ucap Kaituo, "Selama ini aku udah anggap.." Sambungnya terhenti, "Owh.. Agnes yang kasih tau ya" Saut Vani dengan ekspresi murung, "Aaaa... Huuuuu" Ia mengambil nafas dan mengeluarkannya, "Dah begini, mau gimana lagi" Sambungnya
"Maksudmu?" Tanya Kaituo
"Kai.. Aku menyukaimu" Ucap Vani sambil menatap tajam kedua mata Kaituo
"Maaf.. Kamu tahu sendiri kan, Aku menyukai Nova" Ucap Kaituo
"Ahahhahaha.. iya tau" Ucap Vani dengan tawa kecilnya
"Maaf" Ucap Kaituo murung
"Nggak masalah.. Ntar paling aku lupa" Ucap Vani dengan senyum kecil di wajahnya
"Wusshh..." Angin bertiup kencang
Hanya ada keheningan setelah percakapan mereka itu. Tanpa di sadari, air mata Vani mengalir keluar dengan sendirinya. Hatinya kembali merasakan rasa sakit yang sudah ia coba lupakan sebelumnya, hal itu membuatnya kembali menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Kaituo merasa bersalah dengan kejadian itu
"Maaf.." Ucap Kaituo tertunduk
'Kenapa..' Ucap Vani lirih. Ia menoleh ke arah Kaituo dan menunjukkan kesedihan yang terpampang nyata di wajahnya, "Kenapa?! Kenapa kamu pilih dia?! Bukannya aku yang lebih lama kenal kamu?! Bukankah kamu suka semuanya tentangku?! Bukankah kita banyak habisin waktu bersama?! Kenapa Kai.. Hiks.. kenapa?!" Vani meluapkan seluruh pertanyaan yang selama ini ia simpan di benaknya. Kaituo menatap balik Vani, ia melihat kedua mata Vani yang berkaca kaca dan air matanya yang tidak mau berhenti mengalir membasahi pipinya
__ADS_1
"Luapin aja ke aku, aku siap terimasemuanya. Kalau dengan pukul aku kamu ngerasa lebih baik, pukul aja. Aku siap tahan rasa sakit yang nggak seberapa itu di bandingin rasa sakitmu" Ucap Kaituo
"Kenapa Kai?.. Hiks.. Kenapa?" Tangis Vani semakin menjadi
"Kamu tau.. Selama ini.. Kamu adalah sahabat terbaik yang kupunya. Tiap kamu sedih aku juga ngerasa sedih. Aku akan lakuin apa pun buat bikin kamu balik senyum lagi. Seandainya rasa sakit yang kamu rasain bisa di pindahin, aku siap gantiin kamu" Ucap Kaituo
"Hiks.. hiks.. Dasar Kai bodoh. hiks.. Aku benci kai, benci banget.." Dalam tangisannya yang tersedu sedu, Kedua tangannya mencoba menghapus air matanya yang sudah membasahi seluruh wajahnya. Saat itu, Kaituo mendekap erat Vani dalam pelukannya. Hal itu membuat Vani semakin merasa sedih sekaligus malu dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya
"Aku yakin, suatu hari nanti kamu bakal temuin laki laki yang lebih baik dari aku. Udah... Cup cup. Jangan nangis lagi. Aku ada disampingmu, sebagai sahabat masa kecilmu" Ucapnya sembari mengelus lembut rambut Vani
Di saat yang bersamaan, Ray melihat dari kejauhan kejadian itu. Ia mengurungkan niat untuk menghampiri Vani. Ia hanya tersenyum kecil karena merasa senang saat itu orang yang Vani cintai ada di sampingnya dan menemaninya. Mungkin kehadirannya hanya akan mengganggu suasana di sana. Jujur dalam benak Ray, ia merasa sedih dan kecewa dengan apa yang sedang ia lihat saat itu, namun ia bisa apa? Dengan berat hati, ia berbalik dan berjalan pergi dari tempat itu
Tangisan Vani mulai mereda seiring berjalannya waktu, ia melepaskan pelukan Kaituo dari dirinya. Ekspresi sedihnya belum bisa dihilangkan dari wajahnya, ia menatap Kaituo dengan ekspresinya saat itu. Kaituo menaruh tangan kanannya di atas kepala Vani dan mengacak acak rambutnya, "Dasar cengeng" Godanya sambil tersenyum lebar
"Siapa yang cengeng? Anginnya kenceng, mataku nggak kuat" Ucap Vani sembari memalingkan wajahnya
"Bodoamat, nggak percaya ya udah" Ucap Vani cuek
"Sekarang udah nggak marah sama aku kan? Jangan cuekin aku lagi ya, sedih aku jadinya" Ucap Kaituo murung
"Nggak.. Aku masih marah, marah banget malah!" Vani mengangkat kedua kakinya dari kolam dan berdiri dari duduknya. Saat itu ia berdiri terlalu pinggir, kakinya yang basah membuatnya terpeleset dan "byurrr" Ia tercebur ke dalam kolam renang. Kaituo yang melihatnya langsung berdiri dari duduknya dengan cepat. Ia tidak bisa menahan tawanya saat melihat Vani terpeleset dan tercebur ke kolam berenang
"Ahahahahaha.. Ngapain Van? Malam malam berenang?" Goda Kaituo dengan tawa kerasnya
__ADS_1
"Akh.. S*alan!! Gara gara kamu Kai!" Seru Vani kesal, "Kai!" Sambung panggilnya
"Pufftt.. Kenapa? Mau aku fotoin?" Ucap Kaituo. Ia mengambil handphonenya dari saku dan mengambil beberapa foto saat Vani tercebur di kolam renang
"Kai! Dingiin" Seru Vani. Kaituo menyimpan kembali handphonenya di saku dan mengulurkan tangannya ke Vani, "Sini ku bantu" Ucapnya. Vani menggapai tangan Kaituo dan menariknya dengan kencang, "Byurrr.." Kaituo ikut tercebur ke dalam kolam berenang
"Ahahaahahaahaa.. rasain kau!!" Ucap Vani senang
"Dasar, jahil banget jadi orang" Ucap Kaituo. Saat itu Vani dengan cepat berenang kepinggiran dan keluar dari kolam renang. Ia merasa kedinginan karena berenang di malam hari, ditambah angin laut malam yang tidak kalah dingin. Kaituo keluar dari kolam renang dan mengambil dua jubah handuk yang berada di penyimpanan lemari kaca yang tidak jauh dari kolam. Ia membawanya dan memberikannya pada Vani
"Pakai ini" Ucap Kaituo sembari memberikan jubah handuk pada Vani. Vani menerimanya dan langsung menggunakannya dengan cepat
"Dingin.. Kamu nggak dingin?" Ucap Vani menggigil. Kaituo melepaskan baju yang ia gunakan. Di tengah dinginnya angin malam, ia berani bertelanjang dada seolah tidak merasakan apa pun
"Hachuu.. " Bersin kecil, "Dingin woy.. Kenapa lepas baju?" Ucap Vani sembari mengusap usap hidungnya
"Pakai jubah handuk harus lepas baju kalau nggak pas pakai baju renang kan" Ucap Kaituo
"Emang gitu? Kalau gitu aku juga..." Ucap Vani sambil melepas ikatan jubah handuk yang ia gunakan, "Eh jangan!!" Seru Kaituo
"Ha?" Ucap Vani bingung
"Nggak boleh.. Jangan lakuin itu di tempat umum. Kamu bisa lepas nanti di kamar mandi" Ucap Kaituo serius
__ADS_1
"Kamu sendiri main lepas disini" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Bukan gitu. Akh.. Dasar kamu ini" Ucap Kaituo