
Vani masuk ke dalam lift dan Agnes ikut bersama dengannya. Awani dan Putri yang merasa penasaran langsung meninggalkan kegiatan mereka sebelumnya dan berlari menghampiri lift
"Ehh.. tunggu tunggu... Kita ikut" Ucap Awani sambil mencegah pintu Lift tertutup
"Dua muatan.. Kalian turun abis kita" Ucap Vani sambil menekan kembali tombol lift. Lift itu tertutup dan membawa mereka turun hingga ruangan bawah tanah
"ting" Pintu lift terbuka. Vani dan Agnes keluar dari lift itu. Di dalam kegelapan, Vani mengambil remote control yang sudah tersedia di tempatnya dan menekan salah satu tombolnya. Lampu lampu di seluruh ruangan berderetan menyala menerangi seluruh ruangan
"Woah!!! anjirr" Ucap Agnes kagum, "Ruangan apa lagi ini? Luas banget!! Gilaa sumpah!" Sambungnya
"Ting" Pintu lift terbuka. Awani dan putri keluar dari lift dan langsung merasa terkejut dengan apa yang mereka lihat
"Woahh.. Apa lagi ini. Ruangan rahasia?" Ucap Putri kagum
"Ini.. Dulu ruang keluarga. gegara orang tuaku pindah ke negara A dan Khakim pergi kuliah di negara C. Aku jadi males ke sini sendirian. Kalian lihat lift lift lainnya itu?"Jelas Vani sambil menunjuk ke arah Lift lain, "Lift itu nyambung ke kamar kamar di rumah ini, tapi nggak semua kamar, cuma kamar utama doang. Kamar tamu nggak termaksud" Sambungnya
"Owh.. Jadi kita bisa ke kamar lain lewat sini ya, semacam jalan tikus" Ucap Agnes
"Hmm... Bisa jadi" Jawab Vani. Mereka berempat berjalan menuju sofa dan duduk di sana
"TV Nya besar banget, kayak layar bioskop aja" Ucap Awani kagum
"Eh? Kok ada plastik makanan di sini?" Tanya Putri ketika ia melihat plastik makanan kosong di atas meja hadapannya
"Hum.. Si Kai ke sini paling" Jawab Vani
"Eh.. Van, kita bisa main di sini?" Tanya Putri mengharap
"Main aja.. Emm.. Gimana kalau jadiin tempat ini markas, biar keren gitumpunya markas" Ucap Vani
"Woo.. Nice.. Boleh juga tuh" Jawab Awani menyetujui
"Aku sih ok aja" Sambung Agnes
"Mainnya besok aja, sekarang kita bicarain masalah dulu" Ucap Vani
"Masalah apa?" Tanya Agnes
"Nggak tau aku, lupa" Jawab Vani
"Hmm.. Gimana sih" Ucap Agnes
"Oh ya.. Ingett, ku mau tanya sesuatu ke kalian" Ucap Vani teringat
"Oh.. Aku juga ingat.. Ada yang mau kita ungkapin ke kamu, soal Kaituo.." Ucap Agnes
"Kai? Dia kenapa?" Tanya Vani penasaran
"Kamu dulu yang cerita.." Ucap Agnes
"Hum.. Oke. Jadi gini.. Nes, Aw, Put, kalian pernah pacaran kan?" Ucap Vani
"Aku.. lagi nggak pacaran, udah tiga bulan nih" Jawab Putri dengan senyum pahitnya
"Aku.. Baru putus seminggu yang lalu" Sambung Awani
"Aku.. ada. Tapi ldr an, dia kuliah di negara D tahun lalu. terakhir ketemu setengah tahun lalu. Sad emang... Ku juga jarang kontakan sama dia" Ucap Agnes
"Owh.. tau aku, kamu jadian di Caffe Harmony kan? ahahahahahaa... Dulu pas lulus smp. Ku naik mobil lewat caffe itu, trus liat kamu lagi sama cowok. Dia bawa bunga, pasti nembak kamu kan. Harusnya ku stop di sana, foto kalian" Jelas Vani bersemangat
"Njirr, ko tau sih" Ucap Agnes
"Tau lah, apa yang aku nggak tau coba" Ucap Vani bangga, "Eh.. Bukan masalah itunya yang pen ku tahu. Tapi.. Rasanya jatuh cinta itu gimana sih?" Tanya Vani serius
"Wiih.. Cie ciee. Ku kira kamu nggak tertarik begituan. Suka sama siapa nich?" Goda Putri
"Nggak tau aku.. Tapi pas di deket dia, jantungku kenceng banget detaknya" Ucap Vani
"Serangan jantung tuh Van" Jawab Putri
"Heh? Aku sakit jantung?" Tanya Vani terkejut
"Becanda t*lol" Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Yee.. Kirain. Apa gitu ya rasanya jatuh cinta?" Ucap Vani serius
"Orang sakit juga kadang berdebar. Kalau nggak sakit sih, berarti beneran" ucap Awani
"Bisa jadi.. Ku dulu juga gitu. grogi, canggung. Tapi pas udah pacaran, jadi nyaman sama dia, pen deket terus rasanya. Pas dia hilang, rasanya cemas, khawatir. Trus nyariin dia deh. Pas lagi kesusahan, dia orang pertama yang stay bantuin" Jelas Agnes sambil tersenyum mengingat kenangan manis bersama pacarnya
__ADS_1
"Malah curhat, senyam senyum sendiri lagi" Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Gitu ya.. Kayaknya ku suka ama Kai deh" Ucap Vani. Saat itu ketiga temannya merasa terkejut dan langsung terdiam
'Jangan kasih tau dia' Bisik Putri pada Agnes
'Okeysip' Bisik balik Agnes
"Jangan kasih tau aku? Soal apa?" Tanya Vani penasaran. Putri merasa terkejut saat mendengarnya
"Kamu denger?" Tanya balik Putri
"Iya.. Kamu kan kalau bisik bisik suaranya kenceng" Ucap Vani. Agnes menoleh ke arah Putri dan menatapnya dengan tajam, "Hmm.." Gumam Agnes dengan tatapan tajamnya
"Hehe.. Maap Nes" Ucap Putri dengan tawa kecil
"Kalian nyembunyiin sesuatu dari aku?" Tanya Vani serius
"Iya lah, makanya kita bisik bisik barusan" Jawab Agnes sambil tersenyum
"Oke Fine.. Kalau gitu, aku juga nyembunyiin sesuatu dari kalian" Ucap Vani cuek
"Apaan?" Tanya Agnes dengan ekspresi datar
"Rahasia lah" Jawab Vani bangga
"Besok pulang war, ku kasih tau. Jan sekarang, ntar kamu drop. warnya jadi kalah ntar" Ucap Agnes
"Apaan sih.. Bikin penasaran aja" Ucap Vani
Sementara itu, di sisi lain. Kaituo di lantai dua hendak menghampiri mereka berempat dan mengajaknya turun untuk makan bersama. Saat ia masuk ke dalam kamar Vani, ia tidak melihat siapa pun di sana. Ia merasa bingung dan penasaran, 'Kemana mereka?' Gumamnya penasaran. Ia mengeluarkan handphonenya dan menelepon Vani
"Drrrtt.. Drttttt... "
"Heh?" Dari kejauhan, ia melihat handphone yang menyala dan berdering di atas meja samping Kasur Vani. Ia menghampirinya untuk mengecek handphone itu. Ia mengangkat handphone itu dan melihat namanya di layar handphone, ia memutusnya dan meletakkan kembali handphone itu
"hm.. Handphonenya di sini, kemana mereka berempat" Ucap Kaituo penasaran
"Oh.. Astaga kelupaan, sampah di ruang bawah belum ku buang tadi" Ucapnya teringat. Ia langsung keluar dari kamar Vani dan berjalan menuju kamarnya. Di dalam kamar, ia membuka sebuah lemari di ruang gantinya dan masuk ke dalam. Ia menekan tombol dan pintu lift terbuka di hadapannya. Ia segera masuk dan menekan tombol lift itu. Pintu lift tertutup dan "tingg.." ia sampai di lantai bawah. Ia berjalan keluar dari lift itu. Kaituo merasa heran karena ruangan itu penuh dengan cahaya, padahal saat ia keluar sebelumnya ia sudah mematikan seluruh lampu di ruangan itu
'Hum.. Kok nyala? Perasaan dah ku matiin semua' Gumamnya. Ia berjalan menuju sofa di tengah ruangan. Dari jarak yang cukup dekat, ia melihat keberadaan ke empat anak yang sedang ia cari. Ia berjalan menghampiri mereka
"Owh.. Pantes di cariin nggak ada, ngumpul di sini ternyata" Ucap Kaituo. Mereka berempat langsung menoleh ke arah Kaituo yang sedang berdiri di belakang sofa yang di duduki Vani
"Hmm?" Kaituo menundukkan kepalanya dan menatap Vani dengan senyum kecil, "Ayo makan, bibi udah selesai masak di atas" Ucap Kaituo sambil berjalan menuju meja di tengah sofa. Ia memungut sampah plastik di atas meja. Setelah itu, ia berjalan kembali menuju lift ke kamarnya. Di tengah jalan, ia terhenti dan kembali menoleh ke arah mereka berempat yang masih duduk diam di tempatnya
"Buruan" Ajak Kaituo. Mereka berempat langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Kaituo. Mereka berlima menaiki lift secara bergiliran
Saat semua sampai di atas, mereka keluar dari lemari pakaian itu, "Wihh.. tembusnya di lemari" Ucap Agnes kagum
"Ini.. Kamarmu kai?" Tanya Putri sambil melihat seisi ruangan itu
"Iya lah, siapa lagi emang?" Tanya balik Kaituo
"Sempit ya.. Besaran kamar Vani" Ucap Putri. Kaituo menoleh ke arah putri dan menatapnya,"Sempit katamu? Kamu guling guling sekali dari ujung sana sampai ujung sana, capek tau" Jelas Kaituo ngegas
"Kamu udah pernah coba?" Tanya Putri
"Ya ud.. " Ucap Kaituo terhenti, "Ah.. Gila apa guling guling di lantai" Sambungnya
"Ehee.. Kamu ukur ruangan pake guling guling di lantai yaa. Coba dong sekali lagi, aku pen liat" Goda Putri
"Coba aja sendiri, udah ayo keluar" Ucap Kaituo. Ia membuka pintu kamarnya dan mereka bergantian berjalan keluar dari kamar Kaituo
"Lah.. Tembusnya di sini? Kamarmu di lantai bawah ternyata. Ku kira di samping kamar Vani" Ucap Agnes terkejut
"Hmm.. Itu kan kamar tamu g*blok, kamu kan pernah tidur di situ" Ucap Vani datar
"Lupaa, itu pas SMP kan? Seingatku, pas SMA ku nginep disini, sekamar sama kamu trus" ucap Agnes
"Emang iya. Dulu pas SMP, kita nggak terlalu kenal jadi ku nggak mau tidur bareng" Ucap Vani
"Wah.. Jahat ternyata" Ucap Agnes kecewa
"Mau gimana lagi?" Tanya Vani
"Iya juga sih, misal aku jadi kamu, aku juga bakal gitu" Jawab Agnes
" Eh.. Van? Tadi kamu bilang apa?" Tanya Kaituo sambil menoleh ke arah Vani
__ADS_1
"Yang mana?" Tanya balik Vani
"Kamar tamu, yang kamu bilang ke Agnes" Ucap Kaituo
"Emm.. Itu kan kamar tamu. Emang kenapa Kai?" Ucap Vani
"Setelah kamar tamu" Ucap Kaituo serius
"Kamu kan pernah.." Ucap Vani terhenti, "bukan.. Sebelumnya" Saut Kaituo
("Njirr.. Aku tau") batin Vani tersadar, "G*blok!" Seru Vani
"ahahahahaa.. nggak ngegas juga lah" Ucap Agnes sambil tertawa
"Dapet dari mana kamu kata kata begituan?" Tanya Kaituo
"Mana ku inget" Jawab Vani
"Kamu anak cewek. Kalian bertiga juga.. jangan ngomong kasar" Ucap Kaituo
"Sejak kapan kamu peduli?" Tanya Vani
"Hee? Kamu nggak inget? Kamu bilang aku nggak peduli? Selama ini, aku ngapain emangnya?" Tanya Kaituo kecewa
"Udah lah, jangan kasih harapan ke dia" Ucap Agnes serius. Ia merangkul Vani dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu, "Yok.. Makan" Sambungnya. Mereka berdua berjalan menuju ruang makan
"Harapan? Apa maksudnya?" Tanya Kaituo bingung
'Kamu tuh udah ada pacar, jangan kasih harapan ke cewek lain' Ucap Awani lirih
"Dah lah, yok Aw.. Susul mereka" Ajak Putri cuek. Mereka berdua berjalan pergi menyusul Agnes dan Vani meninggalkan Kaituo sendirian di sana. Kaituo masih merasa bingung dengan apa yang mereka semua katakan padanya, ia hanya berdiri diam di tempatnya
"Aku salah dimananya?" Tanyanya bingung, ("Aku kan udah janji ke Kim buat jagain Vani, apanya yang salah?") sambung batinnya, "Udah lah.. Lupakan" Ucapnya. Ia berjalan menyusul mereka berempat ke ruang makan. Di ruang makan, ia duduk bergabung dengan mereka berempat yang sudah mulai memakan makanan di sana
"hum.. Masih enak kayak biasanya bi!" Seru putri sambil makan
"Ahahahaa.. Non Putri berlebihan memuji bibi" Saut bibi sambil tertawa kecil dari arah dapur
"Emang enak ko bi" Seru Awani
"Iya iya.. Makan yang lahap ya" Saut bibi
Beberapa saat kemudian, mereka berlima selesai menyantap makanan di hadapan mereka. Saat itu sudah pukul tujuh malam. Awani, Putri dan Agnes memutuskan untuk berpamitan pulang, "Dah kenyang, pulang yok" Ajak Putri
"njirr, kesini cuma numpang makan ternyata" Ucap Agnes
"Ahahahahaa.. Dah malem woy" Ucap Putri sambil tertawa
"Ya udah, ku antar pulang" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya
"Eh.. Nggak boleh! Kamu antar mereka pakai apa?" Ucap Kaituo
"Mobil lah, ya kali jalan kaki" Ucap Vani
"Nggak.. Kamu istirahat lagi, baru sembuh juga. Biar aku yang antar mereka pulang" Ucap Kaituo
"Humm.. Oke oke" Jawab Vani
"Ya udah Van, kita pulang dulu. Jan lupa rencana kita besok yaa" Ucap Agnes sambil berdiri dari duduknya
"Okeysip" Jawab Vani sambil tersenyum
"Rencana Apa?" Tanya Kaituo penasaran
"Rahasiaa bwee" Ejek Putri, "Bye byee Vanii" Sambung Putri sambil melambaikan tangannya. Mereka berempat berjalan keluar dari rumah Vani dan masuk ke dalam mobil. Kaituo melajukan mobil itu dan mengantar mereka bertiga pulang ke rumah masing masing
"Bi.. Beresin ya.. Aku balik ke kamar" Ucap Vani sambil berjalan menuju tangga
"Iya non" Saut bibi. Vani menaiki anak tangga dan pergi menuju kamarnya. Di dalam kamar, ia duduk di pinggiran kasurnya dan memainkan handphonenya
Di chat
Ray : "Bisakah kita bertemu?"
("Mau ngapain Ray ngajak ketemu?") Batin Vani, "Oh.. Inget. Aku belum kasih jawaban ke Ray" Sambungnya
Di chat
Vani : "Besok, ayo ketemu"
__ADS_1
'Eh.. Dia sakit hati nggak ya, ku tolak' Gumamnya bingung, ("Ku ceritain aja yang sebenarnya, ntar dia pasti ngerti") sambung batinnya. Ia meletakkan kembali handphonenya di atas meja dan langsung membaringkan badannya di atas kasur dan tertidur
Beberapa jam kemudian, Kaituo baru saja pulang mengantar mereka bertiga. Ia pergi ke lantai atas untuk mengecek Vani. Di depan pintu kamar Vani, ia membuka sedikit pintu kamar itu dan mengintipnya, ("Dah tidur.. Bagus deh") batinnya lega, 'Good night Van' Gumamnya lirih. Ia menutup pelan pintu itu dan pergi kembali ke kamarnya untuk beristirahat