
"Aku tadi buru buru" Ucap Vani
"Buru buru?" Tanya Ray
"Hm.. bukan apa apa, lupain" "Sebaiknya kalian pulang dan istirahat di rumah" Ucap Vani
"Aku masih ingin menemanimu" Ucap Ray
"Aku pengen sendiri. Ray, kamu besok kuliah kan? Jack juga. Mereka bertiga juga harus ke sekolah" Ucap Vani
"Nggak masalah, toh udah tengah malam" Ucap Ray
"Tapi...." Ucap Vani terhenti, "baiklah, besok kita kesini lagi" Ucap Ray sambil berdiri dari duduknya
"Pinjami aku handphonemu" Ucap Vani
"Oh, handphonemu ada padaku" Ucap Ray. ia mengambil handphone Vani di saku jaketnya dan memberikannya Pada Vani
"Gimana bisa?" Tanya Vani sambil menerima handphone dari Ray
"Aku nemu di mobil yang kamu pakai" "Sudahlah, aku akan bangunin yang lain" Ucap Ray. ia berjalan menghampiri Mereka berempat yang masih tertidur pulas dan membangunkannya satu persatu
"Hoah... Masih ngantuk njer, ngapain di bangunin" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Jam berapa nih" "Udah pagi ya?" Sambung Putri
"Tengah malam, kenapa dibangunin?" Tanya Jack
"Kita harus pulang, tadi ada dokter kesini" Jelas Ray
"Yah.. Udah saatnya berakhir ya" Ucap Agnes lesu
"Iya, ayo pulang" Ucap Ray
"Tengah malam gini gimana pulangnya?" Tanya Putri
"Aku udah chat Kak Zuan. Katanya dia udah kirim supir ke sini, bentar lagi supirnya nyampe" Jawab Vani. Mereka berempat yang baru terbangun dari tidur mereka langsung menoleh ke arah Vani
"Vani! Kamu nggak jadi mati kah?!" Ucap Agnes terkejut. ia segera menghampirinya. Awani, Putri dan Jack ikut menghampiri Vani
"Njeerr si Agnes. Gimana keadaanmu Van?" Tanya Awani
__ADS_1
"Hehe, aku cuma butuh istirahat. Sekarang, aku gapapa" Ucap Vani sambil tersenyum
"Ahahahaa.. Dah tau aku tu, kamu pasti bisa tahan luka kecil begitu" Ucap Agnes sambil tertawa
"Luka kecil ndastmu, kalau dia kehabisan darah auto mokad dia" Sambung Awani
Mokad = Mati
"Awalnya aku kira kamu beneran mokad wkwk" Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Dasar kalian" Ucap Vani sambil tertawa, "Btw, darimana kalian tau aku kehabisan darah?"
"Kita nggak buta woy, lihat tuh ada kantung darah di atasmu" Ucap Agnes
"Hum.. Ini rumah sakit keluargamu. Pantas aja ada darah yang sama" Ucap Jack
"Emang kenapa?" Tanya Vani
"Bukan apa apa" Jawab Jack
"Kamu beneran nggak apa apa kan?" Tanya Agnes lagi
"Bagian mana aja yang sakit?" Tanya Agnes
"Hum.. Tangan kananku sakit kalau di gerakin. Trus punggung sebelah kanan juga nyeri" Jelas Vani
"Tangannya retak, sementara harus dipasangi gips. Dia kurang darah gara gara di punggung kanannya ada luka sobek yang cukup lebar" Jelas Jack
"Wih, canggih.. Kok kamu bisa tahu sih?" Tanya Agnes
"Magic" Jawab Jack
"Oh.. Supirnya datang, kalian keluar aja" Ucap Vani saat melihat Handphonenya
"Kita lewat teras lagi?" Tanya Putri
"Lewat mana lagi emangnya?" Tanya balik Agnes
"Hum.. Setahuku di teras nggak ada pintu, sama aja jalan buntu" Ucap Vani
"Kita manjat" Ucap Agnes
__ADS_1
"Hahaha, keturunan monyet" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Udah, ayo pergi" Ucap Ray
"Iya iya, sebegitu rindunya apa kamu sama rumahmu wkwk" Ucap Awani. Mereka berlima berjalan ke pintu teras
"Woy kalian.." "Jangan bilang kalian tadi beneran lewat teras" Ucap Vani. Mereka berlima berhenti berjalan, "Bhaks.. Ahahahahaaa... Emang dasar monyet"Tawa Vani senang
"Udah bela belain manjat teras demi kamu. Malah diketawain" "Nyesel aku" Ucap Agnes
"Wkwk, lagian sih.." "Lewat pintu depan aja kali" Ucap Vani
"Ada dua orang yang jagain di depan" Ucap Awani
"Nggak masalah.. ntar ku jelasin" Ucap Vani
"Tanggung jawab loh ya" Ucap Agnes
"Siyap.. Cepetan sana, supirnya kasihan nunggu" Ucap Vani
"Ngusirnya niat banget" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Wkwk" Ucap Vani. Mereka berlima berjalan keluar dari ruangan Vani melewati pintu depan. Saat mereka keluar, dua perawat yang berjaga terkejut
"Hah? siapa kalian?" "Gimana bisa kalian masuk?" Ucap Perawat terkejut
"Sebelum Vani di bawa kesini, kita udah ada duluan" Ucap Agnes
"Tapi bukannya sebelum di pakai ruangan di pastikan kosong, harusnya kan cuma ada satu pasien di dalam" Ucap perawat
"Hum.. Kita lagi buru buru" "Gini aja.. Berhubung tengah malam, kalian bisa anggap kita berlima makhluk astral yang biasa keluyuran malem malem" Ucap Agnes
"Mana mungkin.. Kaki kalian napak di lantai, trus kalian nyata" Ucap Perawat
"Terserah deh" "Kita pergi byee" Ucap Agnes sambil berjalan meninggalkan perawat itu. Mereka berempat juga ikut pergi meninggalkan kedua perawat
"Kita tadi tidur ya? Kok bisa kebobolan" Ucap perawat satu
"Aku nggak ingat" Ucap perawat dua
Beberapa saat kemudian, mereka berlima sampai di depan rumah sakit. Mereka masuk ke dalam mobil satu persatu, "Pak, jalan" Ucap Putri. Supir mengantarkan mereka berlima pulang ke rumah masing masing dengan selamat
__ADS_1