Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_011


__ADS_3

Suasana di ruangan itu terasa sangat canggung, Mereka berempat hanya terdiam tanpa membincangkan apapun. Vani yang merasa tidak nyaman mencoba memecah keheningan


"Ahahahaaa, Khakim sama Kak Belz biasanya kalau ketemu diem dieman gini ya?", "Apa Jangan jangan kalian komunikasi lewat batin?" Ucap Vani, "Kalian berdua teman sekolah?" Tanya Kim menyela


"siapa? aku sama Jack?" Tanya Vani


"Hm" gumam Kim


"Bukan lah, kita beda Sekolah. Lagian Jack kan udah kuliah" ucap Vani


"bagaimana kalian bisa kenal?" Tanya Kim


("Hm.. Aku nggak bisa cerita tentang komunitas ke Khakim, dia bisa marah besar kalau tahu itu. Cari alasan apa ya") batin Vani bingung, "oh Game!! Jack suka main game. sampai sekarang kita masih jadi patner mabar, sama Agnes juga"


"Hm.. sudah kuliah, masih main game? harusnya lebih bisa mengatur waktu" Ucap Kim


"Terimakasih atas sarannya, tetapi saya memainkan game untuk menghilangkan penat" Jawab Jack sopan


"Ahahahaa, Jack. Kamu kenapa? Ngomong kayak robot gitu. Nggak perlu sungkan gitu" Ucap Vani


"Maaf, sepertinya saya ada pekerjaan lain. Saya permisi pergi. Duluan Van" Ucap Jack panik. ia bergegas keluar dari ruangan itu


"Eh.. Jack, mau kemana?! Kasetnya gimana?" seru Vani, "yah, udah pergi", "Aku mau kejar" sambungnya sembari berdiri dari duduknya


"Nggak perlu! duduk" Ucap Kim tegas


"heh? kenapa?" Ucap Vani


"Dia bilang kalau dia punya pekerjaan, jangan ganggu" Ucap Kim


"Hm.. oke deh" Jawab Vani. ia kembali duduk di tempatnya. Kim dan Vani hanya diam setelah perselisihan kecil mereka, Belz mencoba mendamaikan suasana


"hey, kalian berdua jangan begitu. Adik kakak harus akur" Ucap Belz


"Emang kita ngapain?" Tanya Vani


"Haissh.." Belz menghela nafasnya

__ADS_1


"Aku keluar sebentar" Ucap Kim. ia berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Di lorong restoran, ia menghubungi Zuan dengan handphonenya


"tutt.."


'Halo Presdir Kim. Agnes sudah saya antar dari tadi, maaf karena belum sempat menghubungi anda' Ucap Zuan dari telepon


"Asisten Zuan, carikan data tentang anak yang bernama Jack, dia sering bermain dengan Vani. cari juga latar belakang keluarganya. Saya tidak ingin Vani bergaul dengan orang yang salah" Ucap Kim


'Jack ya, Baik Presdir Kim. ada yang lain?'


"Itu saja. Kirimkan segera ke saya"


'Baik Presdir Kim' Ucap Zuan dari telepon. Saat itu Kim memutuskan teleponnya dan kembali masuk ke dalam ruangan, "Maaf lama" Ucap Kim sambil duduk bergabung dengan Vani dan Belz


"Lima menit aja belum sampai" Ucap Belz


"Khakim kemana? Toilet?" Tanya Vani


"Angkat telpon di luar" Ucap Kim


"Kakak sudah pesankan sesuatu untukmu, tunggu saja" Jawab Kim


"kalian udah baikan?" Tanya Belz terheran. Namun tidak ada yang menjawabnya, "Ahahahaaa, lupakan" sambungnya sambil tertawa kecil


Setelah beberapa saat, Pesanan yang dimaksud Kim datang. Vani merasa penasaran dengan hal itu


"Cklek.." pintu terbuka. Mereka bertiga serentak menoleh kearah pintu


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday dear Vani, happy birhday to you.." Vani langsung berdiri saat melihat kedua orang tuanya berdiri di depan pintu sembari membawa sebuah cake. Kim dan Belz ikut bergabung dengan orang tua Vani


"Kejutann" seru mereka berempat dengan bahagia


"Kenapa mama sama papa disini? Bukannya kalian sibuk di negara A?" Tanya Vani


"Mana mungkin kita tinggalkan momen berharga untukmu", "kamu mau bikin pesta?" Ucap mama Vani


"Mama sama papa nggak perlu repot repot buat bikin pesta dan siapin semua ini. Aku nggak berharap" Ucap Vani dingin

__ADS_1


"Vani! etikamu!" Ucap Kim


"Haha, maaf" Ucap Vani menyepelekan, "Lebih baik kalian balik kerja, sebelum kalian menyesal karena sudah mensia-siakan waktu kerja yang berharga cuman buat kasih aku cake itu" sambungnya sembari kembali duduk di sofa


"Vani!" seru Kim


"Cukup Kim" Ucap mama Vani. ia menghampiri Vani dan duduk disampingnya, ia memeluk Vani dari samping, "Maafkan mama nak, selama ini mama sama papa tidak pernah memberikan kasih sayang yang selayaknya untukmu. Mama sama papa egois karena tidak memikirkan mu. Maaf, mama sangat menyesali semua itu.." Ucap mama Vani sedih. Vani hanya terdiam dengan tatapan kosongnya, "Mama janji, mulai sekarang mama sama papa akan sering pergi ke negara B untuk menemuimu"


"Aku... Sudah sering dengar kata janji dan aku udah nggak bisa percaya lagi" Ucap Vani sambil melepaskan pelukan mamanya


"Kali ini mama bersungguh sungguh. Di usiamu yang ke enam belas ini, mama berjanji tidak akan memberikan janji palsu padamu" Ucap mama Vani sambil tersenyum


"Apa perkataan mama bisa dipegang?" Tanya Vani berharap


"Iya! Kalau mama mengingkarinya, mama akan tinggalkan semua pekerjaan di negara A dan tinggal di negara B bersama kamu" Ucap mama Vani bersungguh sungguh


"benarkah?" Tanya Vani


"Seratus persen" Jawab mama Vani


"Oke, akan aku coba" Ucap Vani yang sedikit merasa senang


"duduklah disini" Ucap mama Vani. Vani duduk ditengah kedua orang tuanya dengan perasaan yang begitu bahagia


'Vani mudah sekali dipengaruhi ya' Ucap Belz lirih


"Kamu benar, dia masih labil. aku harus menjaganya" Ucap Kim sambil tersenyum kecil


"Khakim, Kak Belz sini. Ayo tiup lilin" seru Vani


"Hm..."gumam Kim. ia dan Belz ikut bergabung duduk di sofa


"Buat permohonan mu" Ucap Belz


"Okeoke" Ucap Vani senang. ia menutup kedua matanya dan membuat sebuah permohonan, ("Aku harap keluargaku bisa seperti ini selamanya dan satu lagi, aku harap semoga apa yang di katakan mama bukanlah kebohongan") ia membuka matanya dan meniup lilin hingga padam "huffhhhh.. "


"Horee" "Prok.. prokk.. prokk.. prok" Semua orang bersorak bahagia untuk Vani~~~~

__ADS_1


__ADS_2