Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_019


__ADS_3

"hum, Khakim turunin aku disini aja. Rumah juga udah deket, aku bisa terobos lewat gang biar cepat sampai. Lagian kantornya kan jauh dari rumah" Ucap Vani. Saat itu Kim menghentikan mobilnya, "Kakak antar kamu sampai rumah" Ucap Kim


"Udah kak, aku bisa sendiri. Rapat kakak lebih penting, cepetan gih ke kantor" Ucap Vani sambil turun dari mobil Kim


"Kamu beneran tahu daerah ini?" Tanya Kim


"Aku hapal setiap sudutnya" Jawab Vani dengan percaya diri, ("Tapi boong hiyaaa"), "Barang barangku biar disitu aja, nanti Khakim bawa ke rumah ya"


"Sepertinya Kakak akan lebur malam ini" Ucap Kim


("Yes.. Mantap deh") Batin Vani, "Next time aja kalau gitu, Selamat bekerja. Fighting" Ucap Vani sambil tersenyum. Kim ikut tersenyum kecil, Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju ke kantor


"Nah, sekarang. aku buka maps cari jalan pulang deh" Ucap Vani. ia merogoh sakunya untuk mengambil handphonenya. ia terkejut karena handphonenya tidak berada disaku nya, "Heh? Anjirr, kemana handphoneku" Ucapnya sambil mencari handphone di seluruh sakunya, ("Akh.. Masa iya, kejadian handphone ketinggalan terulang kembali. B*dohnya jadi human"), "Aaaaa.. huuuuuh..." Vani menarik nafas panjang. Setelah itu ia mengamati daerah tempatnya berdiri


"Hum.. Sepertinya ini kompleks perumahan sebelah, kalau aku telusuri jalan raya ini, pasti nanti sampai di kompleks perumahanku, Tapi pasti bakal makan waktu lama. Kalau aku terobos lewat gang gang ini, kemungkinan mempercepat waktu, lebih efektif. Tapi masalahnya aku nggak tau rute gang perumahan ini, nggak jadi efektif, kelamaan muter muter ntar. Terlalu beresiko, ngga usah deh" Jelas Vani sambil mengamati keadaan sekitarnya, ("Mantap, timingnya pas banget") batin Vani senang. ia menghentikan taxi yang lewat di jalanan sampingnya. ia segera menaiki taxi itu

__ADS_1


"Pak, ke kompleks perumahan jalan sasageyo nomor lima" ucap Vani


"Baik" Jawab supir taxi


("Pake taxi ini, aku seratus persen sampai tujuan trus hemat waktu, tanpa resiko yang fatal juga'') batin Vani senang


Tiga menit kemudian, taxi itu sampai di kompleks perumahan jalan Sasageyo. Vani terkejut karena jaraknya tidak jauh dari tempatnya berdiri sebelumnya


"Heh? Udah sampai?" Ucap Vani terheran


"iya tau,  itu rumahku" Ucap Vani yang masih terheran. ia membayar ongkos taxi itu dan turun dari taxi. Taxi itu melaju pergi dari rumah Vani


"Yee anjirr kali, ternyata tadi aku berdiri di ujung sana, kenapa aku nggak tahu jalan itu ya. Padahal sering lewat situ pakai mobil. Dan juga kenapa aku naik taxi! Padahal tinggal jalan lurus aja sampe" Ucap Vani


"Akh.. B*gonya'' Ucap Vani kesal. ia berjalan ke pintu rumahnya, di tengah halaman rumah ia terhenti

__ADS_1


"Eh.. Kata khakim, dia bakal lembur malam ini trus sekarang masih jam tiga sore" Ucap Vani senang, ("Udah lama aku nggak ke markas, gara gara penjahat sekarang jarang nampakin diri sih"), "Hm.. Kalau gitu aku mandi dulu deh, udah sampai rumah juga" Ia masuk ke dalam rumahnya dan pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia duduk di sofa kamarnya


"Huh.. Hari yang melelahkan, tujuh jam duduk di mobil gara gara Khakim" gumam Vani lirih


"Oh, liontinnya" Ucap Vani teringat. ia mengambil liontin di saku jaket yang ia kenakan tadi. ia meletakkan di laci mejanya, "Disini pasti aman, lagian nggak bakal ada yang mau nyuri beginian" ketika ia berbalik, tanpa sengaja ia melihat kantong mencolok di atas meja belajarnya, ia berjalan mendekati meja belajar dan membuka kantong itu


"Wuahh.. Mantap gila! Ini pasti Kak Belz" Ucap Vani senang. ia mengeluarkan semua isi kantong itu, "Gilakk.. Dia kasih aku semua kaset game baru dari perusahaannya. Ini juga, ini bonus limited edition dari kaset game itu, cuma ada lima di dunia ini. Akhh... Kak Belz, Sankyuu!!" Ucap Vani senang. ia langsung mengambil handphonenya dan menelpon Belz, "Nomor yang anda tuju seda...." Suara operator. Vani memutuskan panggilannya


"oh, sibuk. kirim chat aja" Ucap Vani


Di chat


Vani: "wohoho >< Kak Belz, kalau kak Belz baca chat ku ini, otomatis kak Belz udah nggak sibuk lagi. makasih ya buat hadiah yang udah disiapin, kak Belz memang yang paling tahu seleraku. Oh ya, kalau ada game baru langsung bilang aku. Aku pasti langsung terbang ke negara C buat coba game itu sebelum sampai ke publik, kita juga bisa mabar lagi hehe. Udah lah, dari pada kepanjangan. Sekali lagi, trimakasih Kak Belz.. Kak Belz paling the Best ^v^"


("Udah ku kirim, sekarang tinggal pergi ke markas") batin Vani. ia berjalan keluar dari kamarnya. Saat berada di pintu kamarnya, ia berhenti berjalan dan berbalik. ia kembali menuju meja belajarnya dan mengambil salah satu kaset game, ("Jack pasti suka") batin Vani. ia langsung keluar dari kamarnya dan pergi ke garasi untuk mengambil sepedanya. ia menaiki sepedanya dan pergi menuju markas CRIFITY. Di perjalanan, dia memikirkan sesuatu, ("Ke markas, alasanku cuma buat antar kaset game ini ke Jack. Oh iya, kira kira Ray ada di sana nggak ya? Semenjak pulang dari negara A, aku belum ketemu dia sama sekali. Padahal udah seminggu lebih, dia juga nggak kirim aku chat sama sekali. Apa dia masih marah ya gara gara ku acuhin dulu"), ("Mending ngalah deh nanti, ga seru kalau kalau gaada Ray" ) batin Vani. ia mempercepat laju sepedanya

__ADS_1


__ADS_2