
Setelah berlari cukup jauh, Vani menaiki anak tangga ke lantai dua. Di lantai dua ia memutuskan untuk naik lagi hingga ke rooftop. Ia duduk di depan pintu rooftop yang terkunci, "Huuhhh... Capek juga" Ucapnya lega sambil menghela nafas. Ia mengambil handphone di sakunya dan menelepon seseorang
Di kelas XI Mipa A,
"Drrrtttt... Drttt... Drtttt... " Handphone Agnes berdering dan bergetar dengan keras di saat keadaan kelas sedang hening. Guru yang sedang duduk di kursi guru menoleh ke arah murid muridnya, "Handphone siapa itu?" Tanya guru tegas. Agnes yang merasa handphonenya berdering langsung panik dan mematikan handphonenya. Namun saat itu seluruh kelas sudah mengetahui handphone Agnes lah yang berdering, mereka semua menoleh ke arah Agnes. Guru yang menyadarinya ikut menoleh ke arah Agnes
"Agnes??" Tanya Guru
"Iya bu.. Handphone saya" Jawab Agnes sambil berdiri dari duduknya
"Kenapa kamu berdiri?" Tanya Guru
"Oh nggak.. Maaf, bu" Jawab Agnes. Ia kembali duduk di bangkunya
"Siapa yang memperbolehkanmu duduk?" Tanya Guru
("F*ckk.. Ni guru maunya apa coba?") batin Agnes kesal. Ia kembali berdiri dari duduknya. Di sampingnya\, Putri menoleh ke arah Agnes dan mencoba menggodanya\, 'Wahahahaha.. M*mppuss di mainin guru' Ucapnya lirih. Agnes menoleh ke arah Putri\, 'Diam kau' Ucapnya lirih sambil menatap tajam Putri
"Siapa yang ngizinin kalian ngobrol?" Tanya Guru. Mereka berdua langsung terdiam dan menoleh ke arah Guru
"Itu.. Yang tadi ngobrol. Berdiri juga" Ucap Guru tegas
"Heh? Saya bu?" Tanya Putri bingung
"Siapa lagi!" Ucap Guru tegas. Putri mengikuti perkataan gurunya dan berdiri dari duduknya
"Agnes, bawa handphonemu ke sini" Ucap Guru. Agnes mengeluarkan handphonenya dari saku dan membawanya maju ke meja guru. Ia meletakkan handphonenya di meja itu. Guru mengambil handphone itu dan memeriksanya
"Handphonemu merk terkenal juga ternyata" Puji guru
"Jangan di jual loh bu" Ucap Agnes
"Nggak" Jawab guru dengan ekspresi datar, "Kamu bisa ambil pas pulang sekolah di kantor" Sambungnya
"Istirahat boleh nggak bu? Soalnya saya mau pulang" Ucap Agnes
"Kamu mau bolos?" Tanya Guru
"Bukannya bolos bu" Ucap Agnes, "Cuma.. Saya mau pulang lebih awal" Sambungnya
"Kalau bukan bolos, apa namanya?" Tanya Guru
"Pulang awal bu" Jawab Agnes
"Astagaa.. Kamu ini. Oke Fine.. Bolos aja, tapi handphone ini jadi milik ibu" Ucap Guru sambil tersenyum
("Njirr ngincar handphoneku ternyata") batin Agnes, "Oke bu" Ucap Agnes
"Heh? Handphone ini buat ibu? Beneran?" Tanya Guru mengharap
"Oke bu.. Saya nggak jadi bolos" Jawab Agnes sambil tersenyum lebar, "Jangan terlalu percaya diri bu" Sambungnya
"Hahh.. Ya sudahlah. Kamu kembali ke bangkumu" Ucap guru sambil menghela nafasnya
"Baik bu" Ucap Agnes. Ia berbalik dan kembali ke bangkunya. Di bangkunya, ia tetap berdiri
"Baiklah.. Apa pekerjaannya sudah selesai?" Tanya Guru sambil berdiri dari duduknya
"Belumm" Jawab Serentak murid di kelas
"Kalian berdua, kenapa masih berdiri?" Tanya Guru
"Boleh duduk bu?" Tanya balik putri
"Lha iya.. Mau ngapain lagi emangnya?" Tanya guru
"Heh? Nggak di hukum?" Tanya Agnes terkejut
'G*blok!' Ucap Putri lirih yang sudah kembali duduk di bangkunya
"Kamu mau dihukum?" Tanya Guru
"Nggak bu!!" Seru Putri. Ia menoleh ke arah Agnes yang masih berdiri di sampingnya, "Nes.. Duduk!!" sambungnya. Agnes duduk di bangkunya
"Bu.. Lupakan masalah ini, mari lanjut pelajaran. Ada yang mau saya tanyakan bu" Ucap Putri sambil tersenyum
"Bagian mana yang nggak kamu mengerti?" Tanya Guru. Saat itu Putri membuka buku pelajarannya dan mencari materi yang bisa ia tanyakan, "Oh ini.." Ucapnya senang, "Jam pelajaran ibu kapan selesai?" Sambungnya
"Ahahahahhahahaaa... " Seluruh kelas termaksud guru yang sedang mengajar tertawa mendengar apa yang Putri tanyakan
"Tett.."
"Jam istirahat ke dua telah di mulai, siswa siswi bisa beristirahat untuk makan siang dan lainnya. Kembalilah ke kelas masing masing sebelum bel pelajaran selanjutnya di mulai" Suara bel
"Nah.. Itu sudah ke jawab" Ucap Guru sambil merapikan bukunya. Ia berdiri dari duduknya, "Sekian pelajaran untuk siang ini, kita lanjutkan di pertemuan berikutnya" Sambungnya
"Terima kasih bu" Jawab serentak anak Sekelas. Guru itu keluar dari kelas dan kembali ke kantor
"Heh? Kalian ngerasa aneh nggak?" Tanya Agnes
"Iya.. Gurunya saraf kayaknya, kok nggak marah ya dia" Ucap Putri bingung
"Ya kan? Makanya ku juga bingung" Sambung Agnes heran
"Nes" Panggil Awani. Agnes menoleh ke arah Awani yang duduk di belakangnya, "Paan?" Tanya Agnes
"Tadi yang telpon kamu siapa?" Tanya Awani
"Owh iya... Vani. Coba telpon dia!!" Ucap Agnes teringat
__ADS_1
Di sisi lain, Vani sudah berulang kali menelepon Agnes, namun tidak terespon karena handphone Agnes yang mati
"Nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan, cobalah.. " "Tut.. "
"Lima kali.. Anjay. Sampe bel segala, sia sia aku naik ke atap" Ucap Vani kesal. Ia segera mematikan handphonenya dan menyimpannya di saku. Setelah itu, ia kembali menuruni anak tangga hingga lantai paling dasar. Ia kembali ke Kelasnya. Saat sampai di depan pintu kelas, handphone Vani berdering. Ia menghentikan langkahnya
"Drrtt.. Drrtt.. "
'Siapa nih?' Gumamnya. Ia mengeluarkan handphonenya dan mengangkat telepon itu
"Tut.. "
'Van? Kamu baik baik aja kan?' Tanya Awani dari telepon
("Heh? Apa maksudnya?") batin Vani bingung, 'Kamu bilang, aku baik baik aja? Yang bener aja' Jawab Vani lirih
"Vani kenapa?" Tanya Agnes. Awani memberikan handphonenya pada Agnes, ia menyambung telepon dengan Vani, 'Hallo Van, kamu kenapa?' Tanya Agnes di telepon
"Tutt.." Vani memutus teleponnya. Saat itu, Agnes merasa terkejut
"Heeh?? Mati??" Ucap Agnes terkejut. Ia menoleh ke arah Awani, "Tadi dia bilang apa?" Sambungnya
"Pas ku tanya dia baik baik aja, dia jawab gini.. Kamu bilang aku baik baik aja? Yang bener aja" Jelas Awani
"Dia kenapa?" Tanya Putri penasaran
"Gawat. Masalahnya tadi pagi, pas aku sama dia bolos. Kita ketemu Kaituo sama Pacarnya, trus Kaituo kenalin pacarnya Ke Vani.. Namanya ku lupa" Jelas Agnes
"Pasti dia lagi nangis nangis sekarang" Ucap Putri
"Aku nggak bisa bayangin liat Vani nangis" Ucap Awani
"Eh.. Ku ngga tau dia pergi kemana pas kita pencar tadi pagi" Ucap Agnes
"Dia nggak bilang?" Tanya Putri
"Ngga.. Dia bilang mau nenangin diri dulu" Jawab Agnes
"Hehh?? Jangan jangann.." Ucap Putri terkejut
"Apaan?" Tanya Agnes
"Jangan jangan barusan dia telpon, dia lagi di atas tower listrik kalau ngga jembatan. Abis itu dia matiin telponnya dan.. Patzz" Jelas Putri
"Ngaco kau bambank, mana mungkin seorang Vani bunuh diri" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Kali aja dia frustasi" Ucap Putri
"Pufftt.." Vani tersenyum kecil menguping pembicaraan mereka dari depan kelas. Saat itu, Azka yang hendak pergi ke kelas XI Mipa A, melihat Vani berdiri di depan kelas, ia datang menghampirinya, "Vanii" panggil Azka. Saat mendengarnya Vani terkejut dan langsung menoleh ke arah Azka
"Pak Azka.. Kenapa?" Tanya Vani terkejut
"Yee.. Siapa yang senyam senyum?" Ucap Vani
"Itu mukamu kenapa memar begitu?"
"Abis jatoh ditangga pas lari"
"Makanya hati hati, nanti obatin ke uks. Oh ya, Kamu tadi bolos?" Ucap Azka
"Hah? Bolos? Pak Azka ngaco nih. Aku abis balik makan dari kantin" Ucap Vani
"Dasimu coba singkirkan" Ucap Azka. Ia bermaksud ingin melihat badge name milik Vani namun saat itu badge name Vani tertutup dasi yang di sampirkan ke pundak
"Kenapa emang? Bagusan gini kan" Ucap Vani menolak
"Nama belakangmu ketutup, nama marga keluargamu apa?" Tanya Azka
"Ngapain tanya tanya? Pak Azka kepo" Jawab Vani
"Soalnya tadi ada anak cewek.. Bolos.. Trus ngomong kasar di depan gerbang sekolah. Pas di bawa ke kantor sama Satpam, dia kabur. Marganya Osamu kalau nggak salah" Jelas Azka
("Gawat kalau sampai nama belakangku kelihatan") batin Vani tegang, "Emang pak Satpam ngga kasih tau ciri ciri anak itu?" Tanya Vani
"Saya lupa tanya, dia cuma bilang nama marganya" Jawab Azka
"Hum... Osamu ya. Marga Agnes.. Osamu kayaknya" Ucap Vani
"Agnes?" Tanya Azka
"Iya pak. Dia sekarang di kelas pak" Jawab Vani dengan senyuman di wajahnya
"Panggil dia kesini" Ucap Azka
"Pak Azka aja masuk, kalau di suruh keluar ntar dia kabur pak" Ucap Vani
"Kamu nggak masuk?" Tanya Azka
"Oh itu.. Katanya suruh ke uks" Jawab Vani
"Ya udah, sana pergi" Ucap Azka
"Thanks pak!" Ucap Vani sambil tersenyum. Ia berbalik dan pergi meninggalkan kelas. Azka masuk ke dalam kelas itu dan menghampiri bangku Agnes
"Agnes" Panggil Azka. Saat melihat badge name milik Agnes ia merasa terkejut, "Heee?? Marga keluargamu Shin?" Tanya Azka terkejut
"Iya.. Nama saya kan Agnes Shin. Pak Azka kenapa? Dateng dateng kaget gitu" Ucap Agnes heran
"Astagaa, saya di tipu" Ucap Azka, "Marga keluarga Vani apa?" Sambungnya
__ADS_1
"Vani Osamu" Saut Putri, "Pak Azka di tipu Vani?" Sambungnya
"Dia di sekolah pak?" Sambung Agnes
"Iya.. Barusan dia di depan kelas, sekarang nggak tau dimana. Tadi dia bilang, marga keluargamu Osamu. Jadi saya masuk ke sini" Jelas Azka
"ahahahaha... Dikibulin gampang banget. Nggak lihat badge name di seragam Vani apa?" Ucap Agnes sambil tertawa
"Dasi Vani di sampirin ke pundak, ketutup jadinya" Ucap Azka
"Bagus deh Vani di sekolah, kita bantu cari pak!" Ucap Agnes bersemangat
"Kalian ikut cari apa mau gabung bolos sama dia?" Tanya Azka curiga
"Cari beneran pak! Biarin aja dia di hukum. Dari pada dia diem ngga ada kerjaan, ntar malah jadi Sad. Kan kasihan" Ucap Agnes bersemangat
"Sad? Dia kenapa?" Tanya Azka
"Broken heart" Jawab Putri
"Humm.. Ya udah sepakat, kita pencar cari Vani" Ucap Azka
"Sip Pak, let's go!!" Seru Awani. Mereka bertiga beserta Azka berjalan keluar dari kelas
"Pak! Pak Azka cari di rooftop! Kita cari di tempat lain" Ucap Agnes
"Oke.. Ketemu.. Tangkap dia, seret ke ruang BK" Ucap Azka
"wkwk sadis" Ucap Awani. Azka pergi mencari Vani di rooftop dan mereka bertiga berjalan menelusuri lorong menuju kantin sekolah
Saat melewati belokan lorong kelas, Putri tidak sengaja melihat Vani yang sedang berada di ujung lorong. Ia menghentikan langkahnya dan berteriak memanggilnya, "Vann!!" Teriak Putri. Vani yang sedang berjalan, terhenti dan menoleh, "Woyy.. Apa??" Teriak balik Vani
"Kejarr!!" Teriak Putri. Mereka bertiga berlari menghampiri Vani
'Wahhh?' Gumam Vani terkejut. ia berlari menelusuri lorong kelas dan ketiga temannya mengejar di belakangnya
"Woy Van!! Stoppp!! Jangan kaburr!!" Seru Putri. Vani berlari sambil menoleh, "Bweeee.. Ga kenaaa!!!" Ejeknya sambil berlari
"Putri b*go!! Harusnya jangan teriak gitu. Kita bisa datengin dia pelan pelan trus tangkep!!" Ucap Awani sambil berlari
"Maaf.. Aku terlalu bersemangat" Ucap Putri sambil berlari
"Van stopp!!!" Teriak Agnes. Vani yang sedang berlari, kembali menoleh, "Bodoamatt.. Kalian lambann" Ejek Vani sambil berlari. Saat ia melewati perempatan lorong, "brakk" Vani menabrak seseorang yang tiba tiba muncul di hadapannya dan langsung terpental jatuh ke lantai
"Woy anyink! Jalan pake mata b*go!" Ucap Vani sambil menoleh ke arah orang yang ia tabrak. Saat melihat orang itu, ia terkejut dan langsung mundur untuk jaga jarak. Orang itu menatap Vani dengan tajam
"Sorry sorry.. Jangan pelintir tanganku lagi" Ucap Vani sambil tersenyum kecil. Ketiga temannya sampai di tempat Vani jatuh dan mereka langsung memegangi Vani dengan erat
"Kena kau.. Mau kemanaa" Ucap Putri senang
"Makasih ketua Osis! Udah bantu nangkap Vani!" Seru Awani
"Iya Aw, sama sama" Jawab Ketua osis dengan senyuman. Saat Vani melihat ke arah ketua osis, ketua osis langsung membalasnya dengan tatapannya yang tajam dan dalam, ("Serem jirr.. Kayaknya dia punya dendam tersendiri ke aku") batin Vani tegang
"Apa yang anak ini lakukan?" Tanya Ketua Osis
"Dia bolos.. aahahahhahaa" Jawab Agnes sambil tertawa keras
"Bukannya kalian komplotan dia? Kenapa kalian tangkap?" Tanya ketua osis
"Kita lagi pindah komplotan sama Pak Azka" Jawab Awani
"Ahahahahaa.. Bisa gitu juga ya. Ya udah.. Aku pergi ke kelas dulu" Ucap Ketua Osis
"Oke.. Hati hati" Ucap Awani. Ketua Osis pergi dari tempat itu meninggalkan mereka semua
"Kalian liat ngga? Tatapannya serem" Ucap Vani
"Siapa?" Tanya Awani
"Ketua Osis" Jawab Vani
"Ah ngaco, dia orangnya baik kok" Jawab Awani
"Serem jirr. Btw kalian jahat bat komplotan ama pak Azka buat nangkap aku" Ucap Vani
"Iya.. Ini demi kebaikanmu. Ayo bawa dia ke pengadilan sekarang" Ucap Agnes
"Njirr pengadilan" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya. Agnes memandu jalan menuju ruang BK, sementara Awani dan Putri memegangi tangan Vani agar ia tidak bisa kabur
"ahahahaha.. Serasa jadi napi" Ucap Vani sambil tertawa
"Udah diem, di tangkap kok seneng" Ucap Putri
"njirr" Ucap Vani
Setelah berjalan beberapa saat, mereka sampai di ruang BK. Agnes membuka pintu ruang BK dan mereka berempat masuk ke dalam, "Lapor.. Siswa bolos tertangkap" Ucap Agnes
"Bolos?" Tanya guru BK
"Iya Pak. Bilangin ke pak Azka juga kalau Vani udah ketangkap" Ucap Agnes. Saat itu Vani duduk di kursi berhadapan langsung dengan guru BK
"Ya udah Pak, kami bertiga permisi" Ucap Agnes sopan, "Baik baik ye Van" Sambungnya sambil menepuk pundak Vani. Mereka bertiga berbalik dan berjalan menuju pintu BK. Saat hendak keluar, Guru BK menghentikannya
"Kalian bertiga tunggu" Ucap Guru BK. Mereka bertiga terhenti dan menoleh
"Kenapa Pak?" Tanya Putri
"Kalian bertiga.. Yang bolos loncat dari tembok belakang sekolah kan?" Tanya Guru BK
__ADS_1
("njirrr.. Ternyata itu guru yang itu!") batin Awani terkejut