
Sesampainya pesawat di negara A. Vani dan Kaituo melanjutkan perjalanan dengan menaiki mobil dan pergi menuju rumah Kakek Vani. Saat berada di dalam mobil, mereka mengobrol, "Wih... kai! Selera mobilmu keren juga" Ucap Vani takjub saat melihat mobil yang ia naiki
"Kendaraan itu mencerminkan pemiliknya" Ucap Kaituo bangga
"Maksudmu kamu juga keren?" Ucap Vani
"Nah itu kamu tau" Ucap Kaituo
"tapi keknya enggak deh" Ucap Vani ragu
"Mau aku turunin?" Ucap Kaituo
"Hahaha.. becanda" Ucap Vani sambil tertawa kecil, "Btw rumah kakek dimana? masih lama ya?"
"Hampir sampai" "Rumah kakekmu sendiri lupa, dasar cucu durhaka" Ucap Kaituo
"Emang kapan aku pernah ke sana?" Tanya Vani
"Bukannya pas kecil kita sering ke sana ya" Ucap Kaituo
"Masih kecil mana inget" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Aku inget" Ucap Kaituo
"Hmm.. terserah" Ucap Vani
Sementara itu, Ray yang baru saja keluar dari rumah sakit menaiki bus menuju kampusnya. Di dalam bus, ia tidak bisa mengalihkan pikirannya, ("Vani..") ("Apa dia bakal baik baik aja ya") batin Ray cemas, ("huh.. apa yang ku pikirkan, di sana ada kakak dan keluarganya. Dia pasti baik baik aja")
...........
("hah.. tapi aku nggak bisa berhenti pikirin dia!") batin Ray kesal. ia berdiri dari duduknya dan memencet bel bus. Bus itu berhenti di halte terdekat dan Ray segera turun. ia duduk di kursi halte yang cukup sepi
("Tabunganku habis buat biaya rumah sakit, nggak mungkin aku kesana") batin Ray, ("Jack? Apa dia bisa bantu") Ray mengambil handphone di sakunya dan menelepon Jack
"Tutt..." "Jack" panggil Ray
'Sstts.. Jangan keras keras, dosen lagi ngajar' Bisik Jack dari telepon
"Keluar dulu" Ucap Ray. Saat itu, Jack berjalan mengendap-endap keluar dari kelasnya, 'Ada apa Ray?'
"Kau tau kan keadaan Vani sekarang" "Belikan aku tiket penerbangan ke negara A" Ucap Ray
__ADS_1
'Renyah banget kau mintanya' Ucap Jack dari telepon
"Cuma kau yang bisa bantu, aku beneran khawatirin Vani" Ucap Ray
'Dia di negara A? Kenapa kau nggak cegah dia pergi? gimana kalau dia tau?' Ucap Jack dari telepon
"Tadi dia keliatan seneng pas berangkat, aku ga mau buat dia sedih" "Tapi kebenaran nggak selamanya bisa di sembunyiin"
'Itu kau tau!' 'Hahh... oke, aku pesenin tiketnya, kau harus bisa hibur dia sama kasih tau aku keadaannya'
"Makasih Jack, pasti ku ganti uangmu!" Ucap Ray senang
'hmm.. aku pegang omonganmu' Jawab Jack. ia memutuskan teleponnya dengan Ray dan memesankan tiket penerbangan untuk Ray dari handphonenya. Setelah itu, ia mengirim chat pada Ray
Jack : "beres, penerbangan terdekat jam satu siang. Masih ada waktu dua jam, kau bisa siap2"
Ray berdiri dari duduknya dan berjalan pulang menuju rumahnya. Setelah beberapa menit menelusuri jalan, Ray sampai di rumahnya. ia pergi ke kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang diperlukan. Saat ia sedang mencari barang barang itu, seseorang masuk ke dalam kamarnya
"Cklekk" "Kakak!" Panggil orang itu. Ray menoleh ke asal suara
"Yukki.." Ucap Ray sambil tersenyum kecil. Yukki datang menghampirinya, "Kakak udah pulang kan. Main yuk" Ajak Yukki sambil tersenyum senang
"Maaf Yukki, kakak masih ada tugas disekolah. Mainnya nanti ya" Ucap Ray
"Bukan begitu.. Nanti kakak beliin roti kesukaan Yukki deh" Ucap Ray sambil tersenyum. Saat itu Yukki tidak memberikan respon apapun dan masih terlihat murung, "Kakak beliin dua roti buat Yukki"
"Tiga?" Ucap Yukki mengharap
"hum.. iya, tiga" Ucap Ray
"Horeee, nanti Yukki mau kasih rotinya buat temen Yukki, boleh?" Ucap Yukki senang
"Iya iya.. Sekarang Yukki main gih sama temen temen Yukki" Ucap Ray sambil tersenyum
"Iya!" Jawab Yukki senang. ia pergi keluar dari kamar Ray
Ray mengambil bawaannya dan berjalan keluar dari rumahnya. ia pergi menuju bandara dengan menaiki taxi
Sementara itu, Vani masih berada dalam perjalanan ke rumah Kakeknya, "Lamaaa" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Hampir sampai" Ucap Kaituo
__ADS_1
"Dari tadi hampir mulu, kapan sampainya" "Udah satu jam kita di mobil" Ucap Vani kesal
("Aku ragu buat bawa Vani kesana") batin Kaituo
"Kamu mikirin apaan? serius amat" Ucap Vani
"Nggak ada" Jawab Kaituo
"Yang bener?" Tanya Vani
"Iyaa" "Oh ya Van, udah jam dua belas siang. Kita makan dulu ya, aku laper" Ucap Kaituo
"Hum.. Gimana ya" "Tapi aku pengen cepet ketemu mama papa, nggak makan disana aja ya?" Ucap Vani
"Baiklah" Ucap Kaituo murung
"Tapi sekarang gapapa deh, aku juga laper hehe" Ucap Vani sambil tersenyum kecil
"fiks ya, akan ku tunjukin restoran favorite ku di daerah ini" Ucap Kaituo senang
"Jadi penasaran" Ucap Vani, ("Ekspresi Kai pas ku tolak keliatan sedih, kasian pasti beneran kelaperan wkwk") batinnya sembari tertawa kecil
"kamu bawa obat?" Tanya Kaituo
"Obat?" "Oh, luka ini? begini mah nggak perlu minum obat" Jawab Vani
"Bukan buat luka" "Barusan kamu cengingisan nggak jelas, aku takut kamu kambuh" Ucap Kaituo
"Yee.. minta di jitak ya palanya?" Ucap Vani dengan ekspresi datar. Saat itu, Kaituo memarkirkan mobilnya di depan salah satu restoran, "Dah sampai" Ucap Kaituo
"Disini?" Tanya Vani bingung
"Emang dimana?" Tanya Kaituo
"Aku kira restoran favoritemu itu restoran elit" "Ternyata sama aja makan di KCF hahaha" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Kamu juga suka makan di sini?" Tanya Kaituo
"Bukan disini sih, tapi KCF di negaraku" "Gila apa, setiap mau makan masa harus jauh jauh ke sini" Ucap Vani
"Ngajak berantem?" Tanya Kaituo
__ADS_1
"Ahahaha.. Ayo deh turun" "Kita bandingin KCF negaraku vs KCF disini enakan mana" Ucap Vani. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam KCF untuk makan siang