Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_062


__ADS_3

"Kamu, Ikut bapak ke bk" Ucap guru


"Saya pak?" Tanya Agnes


"Siapa lagi?" Tanya balik guru


"Kok saya sih!! Saya ngapain emang!"


"Loh pak, dia kan temen kita. Kenapa dia yang ke bk?" Ucap Putri


"Iya pak! Agnes susah susah bantuin. Masa dia juga yang kena sih! Kamu juga woy! Di bully jangan nurut aja!" Ucap Awani kesal


"Awani, Kamu itu mantan Wakil Ketua Osis. Pasti tahu kan peraturannya" ucap Guru


"Yah.. Tapi pak! Coba bapak Jelasin! Aku sama Putri kan ada di pihak Agnes, Kalau emang Agnes yang ngelakuin pembullyan. Kenapa aku harus capek capek manggil bapak?" Ucap Awani


"Siapa tahu kalian berniat untuk mengelabuhi saya" Ucap guru


"Yah.. Tapi kan, masalahnya bukan gitu!" "Akh.. Gimana sih! padahal niatnya kesini cuma mau ngaca! Kenapa jadi kena masalah sih!" Ucap Putri kesal


"Tidak ada tapi tapian" "Saksi mata yang terbanyaklah yang akan di percaya. Peraturan tetap peraturan" Ucap guru


"Tapi.. Kalau saksi itu penipu? Gimana?" Tanya Agnes


"Kalau saja ada cctv di ruangan ini, pasti jadi mudah" Ucap guru


"Mudah ngintip lewat monitor" sambung Awani dengan ekspresi datar


'Cctv mata kau!' Ucap Agnes lirih


"Yang bener aja, Toilet di kasih cctv! mending nggak ke toilet deh" Ucap Putri


"Sekarang sudah cukup" "Kamu.. Ganti baju, trus Ikut bapak ke bk. Kalian berdua bantu mereka berempat ganti baju. trus bawa ke uks untuk pemeriksaan" Ucap guru


"Tcih.. Ogah!" Ucap Putri cuek


"Orang macam mereka, apa yang perlu di bantu? Anak yang di bully aja diem, kapan mau keluar dari pembullyannya? Sok sokan ngerasa jadi makhluk paling perlu di kasihani apa! Kalau bukan diri sendiri yang rubah, Siapa lagi!" "Mikir dong! T*lol!" Jelas Putri yang Emosi

__ADS_1


"Kamu!! Ini di sekolah! Jaga bicaramu!" "Ini sekolah elite, jangan cemari nama sekolah ini dengan mulut kotor kamu" Ucap Guru


"Tcih.. Serah bapak lah! Kita cuma murid, bisa apa coba!" Ucap Awani


"Kuy keluar! Males kumpul bareng ama pecundang!" Ucap Putri. Mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar toilet


"Kalian!! Guru masih disini! Main pergi pergi aja! Jangan pergi!! Masih ada urusan di bk!" Ucap guru kesal


'Hilih bicid' Ucap Putri lirih


"Iya, nanti aku ke bk! Sellow aja napa!" Ucap Agnes sambil terus berjalan


"Haisshh..." "Dasar anak anak sekarang. Nggak punya tata krama sama sekali. Punya salah, tapi nggak mau ngaku salah. Udah gitu masih nyolot lagi" Ucap guru kesal, "Kalian nggak apa apa?"


"Iya pak, makasih" Ucap anak di sana dengan muka memelas


"Kasihan banget kalian. Jaman sekarang, masih ada aja masalah pembullyan. Kalian bisa bangun?" Ucap guru


"Iya pak" Jawab anak disana


"Tidak perlu pak, kita masih sanggup jalan" Jawab anak disana


"Ya udah.. Sana buruan. Bapak sudah hubungi perawat di uks buat rawat kalian" Ucap guru


"Sekali lagi trimakasih pak" Ucap anak disana sambil tersenyum


"Iya iya.. Ini udah tugas guru" Ucap guru


"kami permisi pak" Ucap anak disana. Mereka berempat berjalan keluar dari toilet dan pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka


Sementara itu, Agnes, Putri dan Awani yang masih sangat kesal memutuskan untuk pergi ke kantin. Di kantin, hanya terdapat mereka berempat dan ibu kantin


"Akhhh.. T*lol sumpah!! Guru aja nggak bisa ngebedain mana yang benar dan mana yang salah!" Ucap Putri kesal


"minum dulu bos" ucap Awani sambil memberikan minuman pada Putri


"oh.. makasih" jawab Putri

__ADS_1


"Tahu gitu tadi aku rekam pembullyannya" Sambung Agnes


"Eh.. Nes.. Bajumu kan basah, main duduk duduk aja. Ganti baju sana" Ucap Awani


"Iya juga.. Pantes rasanya nggak enak. Aku ke ruang ganti bentar" Ucap Agnes


"Iya.. Abis itu sekalian ladenin guru tadi di bk, biar cepat kelar" Ucap Putri


"Siyap laksanakan. Kalian jangan ke kelas dulu ya" Ucap Agnes


"Okeoke" Ucap Awani. Agnes pergi meninggalkan kedua temannya dan pergi menuju ruang ganti


Saat masuk ke dalam ruang ganti, Agnes melihat ke empat anak tadi yang sedang mengganti pakaian mereka. Tanpa memperdulikan mereka, Agnes berjalan menuju loker pakaiannya. ia membuka loker itu dan mengganti pakaiannya


"Haahaha.. Sok sokan jadi pahlawan kesiangan sih" Ucap anak disana


"Mau ngelawan kita? Hahaa.. Masih terlalu cepat seratus tahun" Ucap anak lainnya


"M*mpus kamu.. Harus dapet hukuman. Aku peringatin nih ya.. Lain kali jangan main masuk masalah orang" Ucap anak disana


"Cuma orang t*lol yang begitu" Ucap anak disana


'Su.. sudah.. Ja.. jangan ganggu di.. dia' Ucap lirih anak yang terbully


"Hah? Apa! Ngomong tuh yang keras!" Seru anak disana


"Ja.. jangan ga.. nggu dia" Ucap lirih anak yang terbully


"Heh??" "Plakkk..." Anak disana menampar anak yang terbully dengan keras, "Kamu mau sok sokan jadi pahlawan kesiangan juga ya.." Ucap anak disana


"Heyy.. Lihat dong status kamu! Disini kamu itu nggak lebih dari babu!" Ucap anak disana


Saat Agnes selesai mengganti pakaiannya, ia merasa tidak tahan dengan kelakuan mereka bertiga, "Brakkk!" ia membanting pintu loker dengan keras. Seketika, keempat anak disana menoleh ke arahnya


"Heh?? Si pahlawan kesiangan marah ya" Ucap anak disana sambil tersenyum. Agnes menoleh ke arah mereka bertiga dan menatap tajam mereka semua


"B*cod kalian!! Kalian nggak kapok apa! Kena pukulanku tadi?" "Mau nambah apa? Ayo War.. Sini ku ladenin" "Jangan cuma b*cod ga jelas\, Anj*ng!!" Ucap Agnes ngegas

__ADS_1


__ADS_2