
Beberapa jam kemudian, dua jam pelajaran pertama telah selesai. Vani mengajak ketiga temannya kembali ke kelas, "Balik kuy" Ajak Vani
"Pelajaran kimia tiga jam g*blek" Ucap Agnes dengan muka datar
"Oh" Ucap Vani
"Eh.. Kalian bertiga lihat deh, pesawat XXB belum ketemu juga dari kemarin kemarin. Gimana nasib penumpangnya ya" Ucap Putri sambil melihat berita di handphonenya
"Njeer, bodoamat dah. Ngapain juga nonton begituan" Ucap Vani. Saat itu Awani dan Agnes merapat ke putri untuk melihatnya
"Kasihan banget njerr, padahal itu pesawat kelas VVIP, isinya pasti orang orang kaya" Ucap Agnes
"Namanya musibah, nggak bakal ngaruh ke kelas penerbangannya" Ucap Awani
"Makanya aku males naik pesawat, bayar mahal mahal. Tau taunya jatuh kan rugi" Ucap Putri
"Njerr.. Malah nyumpahin jatuh" Ucap Agnes. saat itu Vani yang merasa penasaran mendekati mereka
"Kapan tuh" Tanya Vani
"Dua hari yang lalu" Saat itu Agnes menoleh ke arah Vani, "Njerr katanya bodoamat. Ngapain ikut lihat"
"Penasaran doang" Ucap Vani. ia teringat sesuatu, "Dua hari yang lalu, berarti hari minggu kan?"
"Iya.. Hilangnya minggu kemarin, sampai sekarang belum ketemu" Jawab Putri
"Hm.. Apa gunanya tim bantuan nj*nk. Nyari dua hari masa nggak ketemu juga" Ucap Vani
"Iya juga. Apa gunanya pemadam kebakaran" Sambung Agnes
"Apa hubungannya Kamvrettt" Ucap Putri ngegas
"Pesawat jatuh kan meledak, pastinya kebakaran. Jadi butuh pemadam kebakaran lah" Jelas Agnes
"Belum pasti jatuh njerr. Orang belum ketemu juga" Ucap Putri
"Jatuh di laut gimana?" Tanya Awani
"Tetap aja meledak lah, untung aja banyak air. Jadi kerjaan pemadam kebakaran nggak banyak" Ucap Agnes, "Oh.. Kalau jatuh di laut. Ngapain pemadam kebakaran juga ikut" Sambungnya
"Kali aja daratan di samping laut kebakaran" Ucap Vani
"Iya deh, terserah yang nyari" Ucap Agnes
"kok yang nyari? Yang nyari siapa?" Tanya Vani
"Kakekmu!!" Ucap Agnes ngegas
"Ngapain juga kakekku ngurusin begituan" Ucap Vani
"Kali aja dia jadi sukarelawan" Ucap Agnes
"Njerr, ngerepotin aja. Masa kakekku di negara A di suruh ke negara B buat cari korban. Emang nggak cukup apa orang di negara B buat nyari" Ucap Vani
"Pesawat tujuan Negara A njirr. lost contact nya pas udah di pinggiran negara A. Masa iya balik ke negara B trus jatuh. Kan aneh" Ucap Agnes
"Njerr, greget amat tuh pesawat. Mau jatuh milih milih tempat" Ucap Vani sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Brak!" "Jangan ngobrol!!" Ucap Guru yang sedang berdiri di depan pintu kelas. mereka berempat langsung bergegas kembali ke posisi semula
"Kami cuma liat berita bu" Ucap Vani
"Kalian! Lagi di hukum. Malah mainan Handphone. Sini handphone kalian" Ucap Guru sambil berjalan menghampiri mereka berempat. Agnes, Awani dan Putri menyerahkan handphone mereka ke guru
"Punya Kamu?" Tanya guru
"Ambil aja bu, di mobil hehe" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Kalian jangan bicara lagi!" Ucap guru. mereka berempat menganggukkan kepala mereka
"Kamu... Kalau nggak salah kamu ranking satu kan di sekolah ini. Nggak nyangka ibu, ternyata orang macam kamu bisa begitu. Apa rahasiamu!" Ucap Guru. Saat itu mereka berempat hanya terdiam, "hey! Di tanya guru malah diam begitu. Kalian bisu?" sambungnya emosi
("Nih guru maunya apa sih, katanya suruh diem. Giliran diem, di anggap bisu") batin Vani
("Guru Gesrek") batin Agnes
("Gaje banget tuh guru") batin Awani
("Nantang gelud yak?") batin Putri emosi
"Ah.. Terserah kalian lah, lama lama emosi saya" Ucap Guru sambil berbalik. ia kembali ke kelas
'Maunya apa cobaa!! emang pantes ngatain murid sendiri bisu!' Ucap Vani lirih
''Minta di gedik dia'' Ucap Agnes
"Wkwk, otaknya udah kegeser kali" Ucap Putri
("Njerr, ngapain dia balik") batin Vani
"Kami menyesal bu" Ucap Putri
"Oh.." "Kalian ke ruang bk sekarang!" Ucap Guru
"Ngapain bu? dari tadi kita nggak ngapa ngapain loh" Ucap Vani
"Nggak pake tanya, cepetan" Ucap Guru
"Baik" Jawab mereka singkat. Mereka berempat berjalan menuju ruang BK
"Njerr, paan tuh guru. Di kelas, kita nggak ngapa ngapain, disuruh keluar. Di luar juga nggak ngapa ngapain, di suruh ke bk. Jangan jangan di bk nggak ngapa ngapain, kita di suruh ke kantor polisi nih" Jelas Vani kesal
"Bener ugha kau" Ucap Agnes
"Yakan? Murid itu selalu salah di mata guru" Ucap Vani
"Wezzz.. Jadi bucin kau" Ucap Agnes
"Bucin dimananya?" Ucap Vani, "mana ada bucin ke guru"
"Udahlah, ayo ke bk biar cepet kelar" Ucap Putri. Mereka berempat mempercepat langkah mereka
Beberapa saat kemudian, dari jarak yang cukup dekat, mereka melihat Azka yang sedang hendak membuka pintu ruang BK, "Anjirrr, Pak Azka lagi!!" Teriak Vani terkejut. Saat itu Azka menoleh ke arah mereka berempat
"Selalu saja, Pak Azka yang hukum Kita. Nggak bosan apa!" Ucap Agnes
__ADS_1
"Pak, lepasin kita lah. kayak kejadian di atap dulu" Ucap Putri memohon
"Iya pak, kita lebih suka Pak Azka pas di atap dulu" Sambung Awani
"Kalian bikin ulah lagi ya?" Tanya Azka
"Loh, bukannya pak Azka yang panggil kita" Tanya Agnes
"Hari ini, bukan bapak yang piket" Ucap Azka
"Trus ngapain kesini?" Tanya Vani
"Mau kasih berkas ke pak Gibran" Ucap Azka
"Oh.. " Jawab Vani, "Brarti yang tugas di bk hari ini pak Gibran ya"
"Masalah apa lagi kalian? Berantem?" Tanya Azka
"Nah itu masalahnya. Masalahnya itu masalahnya nggak tahu. Kita udah pikirin masalahnya, tapi masalahnya nggak tahu deh apa masalahnya" Ucap Vani
"Akh.. Diem kau! puyeng aku" Ucap Putri kesal, "Jangan ngomongin hal rumit lah"
"Rumit apanya njirr" Ucap Vani bingung
Mereka berlima masuk ke dalam ruang BK. Setelah Azka memberikan berkas yang ia bawa ke Gibran, ia pamit dan keluar dari ruang BK. Mereka berempat duduk di kursi, "Jadi, apa yang menyebabkan anda memanggil agen gelap seperti kami" Ucap Vani serius
"Njerr, dikira dagang narkoba kita" Ucap Putri
"Senjata ilegal dong, masa narkoba. Kurang greget" Ucap Vani
"Udah kalian, jangan bercanda" Ucap Gibran, "Lihat rekaman ini, mereka itu kalian kan?"
"Oh, kemarin kita ke kunci di atap pak" Ucap Vani
"Trus dari mana kalian dapat ilmu buka pintu tanpa kunci" Ucap Gibran
"Vani doang yang bisa" Ucap Agnes
"Saya pernah liat di yutub pak" Ucap Vani
"Berkat kalian, sekolah ini nyaris aja kecolongan" Ucap Gibran
"Owh.. Maaf pak, pas keluar kita lupa kunci lagi" Ucap Awani
"Dasar kalian ini" Ucap Gibran
"Emang ada pencuri yang masuk ke sekolah ya?" Tanya Putri
"Nggak ada sih" Jawab Gibran
"Yaudah, brarti masalah ini kelar kan. Apa gunanya pak Ran panggil kita kesini" Ucap Agnes
"Buat memastikan aja" Ucap Gibran
"Brarti kita udah boleh balik kan? Kita udah bersih kan?" Tanya Agnes
"Iya, kalian balik ke kelas aja" Ucap Gibran
__ADS_1