Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_069


__ADS_3

Vani masih menunggu di samping lab sembari mendengarkan pelajaran yang sedang di terangkan guru, 'Haishh.. Udah setengah jam. Belum kelar kelar juga ni kelas. Berapa jam pelajaran sih?' Gumamnya lirih


"Hm.. Ngapain juga aku berdiri disini sendirian" ("Masalahnya kalau aku cari jalan keluar sendiri, pasti bakal tambah nyasar. Trus.. Kalau nggak ada yang nemuin aku sampai malem gimana? Telpon mereka bertiga juga nggak guna, mereka belum pernah kesini") batinnya, "Nggak ada pilihan lain, tunggu aja deh" Ucap Vani


Di dalam lab Kimia, Kaituo yang sedang memperhatikan pelajaran tidak sengaja melihat Vani dari kaca pintu lab yang sedang berdiri tidak jauh dari lab, ("Kenapa dia masih disitu? Ada perlu? jangan bilang dia nyasar? dasar, anak itu") batin Kaituo. ia mengangkat satu tangannya dan berdiri dari duduknya, "Bu" Panggil kaituo


"Iya? Ada yang tidak kamu pahami?" Tanya guru


"Saya izin ke belakang" Ucap Kaituo


"Baiklah.. Kamu ingin di temani? Kamu pasti belum mengenal wilayah ini" Ucap Guru


"Tidak perlu bu, sebelumnya saya pernah ke toilet. Jadi saya permisi" Ucap Kaituo


"Iya" Jawab guru. kaituo berjalan keluar dari lab. Di luar lab, ia menghampiri Vani, "Hei.. Kenapa masih disini?" Tanya Kaituo. Vani menoleh kearahnya


"Eh? Kenapa kamu disini? Bukannya pelajarannya belum kelar?" Tanya balik Vani


"Kenapa kamu disini?"


"Emm.. aku.. Itu.. Nunggu Agnes hehe, katanya dia ada urusan sama anak di kelasmu. Jadi.. Sekalian deh" Ucap Vani ragu


"Dasar.. Kenapa nggak bilang aja sih?" Ucap Kaituo sambil tersenyum, "Ayo.. Aku antar"


"Eh? Gimana kamu tau?" Tanya Vani


"Aku kira kamu udah berubah, ternyata masih sama aja. Kamu nggak ingat? Dulu kamu selalu tersesat dan aku lah yang selalu menemukanmu" Ucap Kaituo


"Ahahahaaa.. Biasanya aku pake gps, tapi disini nggak tau denah ruangannya" Ucap Vani sambil tertawa kecil


"Dasar" Ucap Kaituo. Mereka berdua berjalan menuju tangga sambil mengobrol, "Dari awal aku udah ragu, kamu belum tahu wilayah ini kan? Dari tingkahmu, sepertinya kamu baru sekali ini kesini"

__ADS_1


"Gimana kamu tau itu juga?" Tanya Vani penasaran


"Kamu meragukanku? Berapa lama kita saling kenal?" Tanya balik kaituo


"Hehe.. Iya iya" Ucap Vani sambil tertawa kecil, ("malu malu in aja sih")


"Apa mungkin hanya aku saja yang mengerti kamu" Ucap Kaituo


"Eh.. Nggak kok. Aku juga tau tentangmu" Ucap Vani


"Misalnya?"


"Em... Kamu itu, pintar! dsb.. dan sebagainya hehe" Ucap Vani sambil tertawa


"Hanya itu?" Tanya Kaituo


"Dan sebagainya kan mewakili semuanya" Jawab Vani


Mereka sampai di tangga turun. Kaituo mengantar Vani sampai keluar dari gedung kelas tiga, "Dari sini kamu tau jalannya kan?" Tanya Kaituo


"Pastinya lah.. Aku duluan" Ucap Vani


"Iya" Jawab Kaituo. Vani berjalan menuju kelasnya dan begitu juga dengan kaituo, ia kembali ke lab Kimia. Saat Kaituo berbalik, ia tidak sengaja melihat papan nama kelas disampingnya


"hm.. Ini kan kelas mipa A. Kenapa tadi aku nggak lihat? Padahal ini ruangan pertama saat masuk gedung. Jadi nyesel di puterin sama Vani" Ucap Kaituo. ia kembali melanjutkan perjalanan ke lab kimia


Saat Vani sampai di depan kelasnya, ia mendengar suara Azka yang sedang mengajar, ("Aduh.. Kenapa rasanya tiap hari mapelnya pak Azka sih") batin Vani kesal. ia membuka pintu kelas dan masuk ke dalam. Azka yang melihatnya langsung menatapnya dengan tajam


"Hehe.." Vani tertawa kecil


"Darimana saja kamu! Sudah satu jam pelajaran berlalu, Kamu baru saja masuk" Ucap Azka serius

__ADS_1


("Jawab paan yak") batin Vani resah, "Adududuh.. Tangan kanan saya masih sakit pak. Trus juga luka di punggung"


"Jadi barusan saya ke uks buat cek tangan ini, sama kasih salep buat lukanya" Ucap Vani sambil berpura pura kesakitan, "Em.. Kalau nggak percaya, tanya aja Agnes pak!" Ucap Vani. Saat itu Azka menoleh ke arah Agnes yang sedang bersantai


Agnes terkejut dengan keterlibatannya, "Eh?? Oh.. Iya pak. Maaf tadi saya lupa bilang, Vani minta saya izinin ke guru yang lagi ngajar buat periksa keadaannya" "Maaf pak, Saya melupakannya"


"Lain kali izin yang benar" Ucap Azka


"Maaf Pak, namanya juga manusia. Pasti ada kesalahan" Ucap Agnes


"Iya pak, jangan marah marah mulu.. Ntar cepat tua. Lagian pak Azka kan belum nikah, kalau tua duluan, siapa yang mau?" Sambung Putri


"Wkwk.. Auto Jleb put" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Sudah, kamu duduk" Ucap Azka


"Terimakasih pak" Ucap Vani sambil tersenyum. ia pergi ke bangkunya dan duduk, 'Thanks gan' Bisik Vani


'Yoi..' Bisik balik Agnes


'Kenapa kalian nggak bolos?' bisik Vani


'Pas kita mau keluar susulin kamu, Pak Azka udah nongol di depan pintu.. ' Bisik Agnes


'Wkwk, Parah tuh guru, nongol di semua tempat' Bisik Vani sambil tertawa kecil


'mungkin dia bukan cuman satu orang' Bisik Agnes


'bener juga tuh.. mungkin dia sengaja buat kloningannya buat ngelabuhin kita' bisik balik Vani


"Hoii.. Jangan ngobrol!" Seru Azka. Saat itu Agnes dan Vani kembali memperhatikan pelajaran

__ADS_1


__ADS_2