Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_072


__ADS_3

Saat mereka berempat sampai di depan kelas, mereka menggeser pintu perlahan dan melangkah masuk. Saat itu, guru yang sedang mengajar langsung menatap tajam mereka berempat, "Hehe" Tawa kecil putri


"Darimana saja kalian, baru masuk!" Tanya tegas guru


"Maaf bu, tadi kami telat ke kantinnya. Trus juga di kantin nunggu ibu kantin ke warung beli gas, karena gasnya abis. Abis itu, masih nunggu masak. Kan jadi lama" Jelas Vani


"Tapi ini udah hampir dua jam pelajaran!"


"Ya maaf bu. Tadi kita juga di cegat pak Azka, di suruh buang sampah ke pembuangan belakang bu" Jawab Agnes


"Iya bu.. Parahnya, sampah dari kelas dua Mipa A sampai G. Trus kelas IPS dari A sampai J. Kan butuh waktu lama" Sambung Awani


"Tapi barusan ibu buang sampah di depan kelas kalian, sampahnya masih penuh!" Ucap guru


"Ah.. Itu, pasti kelewatan. Gimana sih put, kan itu tugasmu buat cek ulang tempat sampahnya" Ucap Vani sambil menepuk pundak putri


"Ahahaha.. Maaf bu, namanya juga manusia, pasti bisa salah" Ucap Putri sambil tertawa kecil


'Ting.. Tong.. Jam pelajaran kedua telah selesai, murid murid diharap mempersiapkan diri untuk jam pelajaran ke tiga' Suara speaker


"Nah.. Pelajaran ibu toh udah selesai kan" Ucap Vani sambil tersenyum. Saat itu, guru mengambil barang barangnya dan berjalan menuju pintu kelas. Sebelum keluar dari kelas, ia menoleh, "Pelajaran cukup sampai disini, kita lanjutkan minggu depan" ucap Guru


"Terima kasih bu" Seru anak satu kelas


"Dan untuk kalian berempat, tunggu hukuman kalian dari saya" Ucap tegas guru. ia berbalik dan melanjutkan perjalanannya kembali ke kantor


"Hei.. Kalian dengar" "Intik kiliin birimpit, tinggi hikimin kiliin diri siyi" Ucap putri nyinyir


"Dosa voss" Ucap Agnes sambil menepuk keras punggung putri, "Uhukk!! Woy! Minta di gedik ya ni anak!" Ucap putri kesal sambil menarik kerah baju Agnes


"Kalian duduk!" Ucap orang dari arah pintu kelas


"Ada guru woy!" Teriak Vani. Mereka berempat segera berlari dan duduk di bangku mereka


"Guru apa?" Bisik Vani


'Mtk.. Aku pernah ikut pelajarannya. Ada susah dan ada senangnya pelajaran ama dia' Bisik Balik Agnes


"Oh.. Okeoke" Ucap Vani. ia menyiapkan bukunya di atas meja

__ADS_1


"Baik.. Buka halaman seratus lima belas, trus baca dan pahami. Ibu beri waktu sepuluh menit" Terang guru


Setelah membaca sepuluh menit


"Baik, sudah kan. Coba kalian buka halaman, seratus dua puluh. Kerjakan nomor satu sampai lima dulu. Ibu belum makan siang, jadi maaf ya di tinggal bentar" Ucap guru


"Iya bu" Seru anak satu kelas. Guru itu keluar dari kelas


"Nah kan.. Susahnya itu, kita nggak ngerti materinya udah di suruh ngerjain. Dan senangnya, kelas ga ada guru" Jelas Agnes


"Lah? Apa faedahnya dia kesini? Nggak ngajar gitu? Guru macam apa? Cuma suruh baca? Trus ngerjain? Kayak gitu doang sih, aku juga bisa jadi guru" Ucap Vani heran


"Gimana nih.. Nggak bisa ngerjainnya" Ucap murid lain


"Iya.. Kenapa sih, nggak di ajarin dulu caranya" saut murid lain


"Wah.. Kalian bertiga tahu nggak?" Tanya Vani


"Apaan?" Tanya Putri


"Akhirnya murid di kelas ini dapet naskah dialog, nggak cuma diem doang" Ucap Vani sambil tertawa


"Oke lupakan" Ucap Vani. ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju depan kelas, "Ehem.. Tenang teman teman, sebagai penyandang ranking satu di seluruh SMA ini. Aku bakal jelasin semua yang aku tahu ke kalian tentang materi ini menggantikan guru ga jelas itu" Jelas Vani bangga


"Kamu beneran bisa?" Tanya anak dikelas itu


"Wah.. Ngeremehin ya?" Tanya balik Vani


"Enggak enggak.. Maaf" Ucap anak itu tertunduk


"Oke.. Kita mulai" "Em.. Langsung bahas kelima soal tadi aja kali ya, biar cepet selesai" Ucap Vani


"Iya Van, langsung kerjain soal lima tadi" Teriak Agnes dari bangkunya


"Siyap dah" Ucap Vani senang. ia mengerjakan kelima soal itu dan menerangkan semua langkah langkah penyelesaiannya


Setelah kelima soal selesai di bahas


"Do you all understand?!" Teriak Vani

__ADS_1


"Yes mam" Seru anak sekelas


"Hm.. Jangan mam dong! Smart friend gitu. Kalau nggak hapus nih" Ucap Vani


"Yes.. Smart Friend" Seru anak sekelas


"Sips" Ucap Vani bangga sembari berjalan kembali ke bangkunya


"Yee.. Smart sama Friend di gabung jadi.. Sm*rtfren wkwk" Ucap Agnes


"Jangan ngiklan woy!" Ucap putri


Beberapa saat kemudian, mereka selesai menyalin jawaban Vani di papan tulis. Mereka memanfaatkan jam kosong untuk kesenangan masing masing


Setengah jam setelah jam kosong, Agnes tidak sengaja melihat kepala guru dari jendela yang sedang berjalan menuju kelas mereka. Saat itu, jawaban di papan tulis belum di hapus. ia langsung berdiri dari duduknya, "Woy! ada guru anyink! Buruan hapus!" Ucapnya panik


"Aku urus gurunya!" Ucap Agnes. ia berlari menuju pintu kelas dan keluar. ia menghalangi pintu kelas. Sementara itu, Awani segera menghapus jawaban di papan tulis


"He? Ada apa? Kenapa panik begitu" Tanya guru bingung


"Oh.. ibu. Udah kenyang bu?" Tanya Agnes


"Iya... Ayo masuk, kita cocokin jawabannya" Ucap Guru


"Ahahaha.. Sebenarnya.. Ada yang ingin saya tanyakan pada ibu" Ucap Agnes panik


"Ada apa?" Tanya guru


"Ah.. Itu.. Sebenarnya.. " Ucap Agnes terhenti, "clear" Teriak Awani


"Nggak jadi bu, udah lupa. Kuy masuk" Ucap Agnes. ia masuk meninggalkan guru di luar


"Apaan sih?" Tanya guru terheran. ia juga masuk ke dalam kelas, "Gimana? Soalnya gampang kan!"


"Iya bu" Seru anak sekelas


"Bagus.. Anak kelas Mipa A memang hebat, padahal di kelas ips ibu harus berkali kali jelasin materinya loh. Di sini malah nggak perlu sama sekali" Jelas guru senang


"Hehe" Tawa Vani lirih

__ADS_1


__ADS_2