Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_045


__ADS_3

"Beneran deh, kita bukan gelandangan" Ucap Awani sambil menahan tarikan Satpam


"Pergi nggak! Atau saya panggilkan satpam mau?" ancam Satpam itu sambil terus mencoba menarik narik mereka


"Jangan pak! Jangan panggilin satpam" Ucap Putri menolak


"Njirr, satpam manggil satpam" Ucap Agnes


"Cepat pergi dari sini" Ucap satpam


"Nggak.. Nggak mau, aku mau disini" Ucap Agnes menolak


"Tolongg.. Tolong.. Satpam jahat" Teriak Putri


"Hust.. Jangan teriak teriak disini" Ucap Satpam itu sambil melepaskan tangan mereka


"Nah gitu dong di lepasin" Ucap Putri lega


"Bisa nggak jangan teriak!" "Sekarang kalian pergi dengan damai" Ucap Satpam


"Njirr, jalur damai" Ucap Awani


"Pak Satpam suruh kita pergi dari tempat ini?" Tanya Agnes


"Iya.. Bagus kalau kalian sadar diri" Jawab satpam


"Oke Fine" Ucap Agnes sembari berdiri dari duduknya


"Nes? Beneran mau pergi?" Tanya Awani


"Bangun kalian berdua" Ucap Agnes. Awani dan Putri langsung berdiri dari duduknya. Agnes memungut kardus kardus itu


"Nah gitu, jaga lingkungan tetap bersih" Ucap satpam sambil tersenyum


"Oke pak, kita pergi dari tempat ini" Ucap Agnes sambil menghentakkan satu kakinya


"Njirr gempa" Ucap Putri terkejut sembari menghuyungkan badannya


"Gaje kau human" Ucap Awani dengan ekspresi datar


Agnes berjalan menjauh dari tempat pertama ia duduk. Di samping pilar teras rumah sakit, ia kembali menata kardus kardusnya di lantai. ia kembali duduk dengan tenang, "Woy.. Sini" Ajak Agnes sambil tersenyum


"Ahaha, nice idea Nes" Ucap Putri senang. ia dan Awani bergabung duduk dengan Agnes


Satpam merasa bingung dengan tindakan mereka, "Hah?" "Kenapa malah pindah duduk disitu?!" Tanya satpam


"Kata pak Satpam, kita harus pergi dari tempat itu. Jadi kita pindah ke tempat ini" Ucap Agnes

__ADS_1


"Akh.. Dasarr!!" Ucap satpam kesal. ia menghampiri mereka bertiga, "Pergi nggak! Dasar gelandangan susah di atur!" Ucapnya sambil kembali mencoba menyeret paksa mereka


"Pak, jangan dulu pak! Nanti teman kita gimana" Ucap Awani menolak


"Pergi.. pergi.. pergi!!" Ucap Satpam yang semakin kesal


"Tunggu pak" Ucap seseorang dari belakang satpam. mereka berhenti berdebat dan menoleh ke asal suara


"Wah.. Jack!" Ucap Agnes senang, "Dan satunya lagi, siapa tadi ya?"


"Ray" Jawab Ray


"Wah.. Ray juga" Ucap Agnes senang


"Njirrr, respon macam apa itu" Ucap Putri dengan ekspresi datar


"Siapa lagi kalian?" Tanya satpam


"Manusia" Jawab Jack


"Nantang gelut yak!" Ucap satpam kesal


"Pak Satpam marah marah ntar cepet tua loh" Ucap Agnes sambil berdiri dari duduknya


"Apa yang kalian bertiga lakukan dengan kardus kardus itu?" Tanya Ray penasaran


"Hoho.. Biasa lah, semedi" Jawab Putri sambil tersenyum kecil


"Nggak!!" Jawab kompak mereka bertiga


"Jadi?" Tanya Satpam


"Jadi apa?" Tanya balik Jack


"Kalian siapa?" Tanya Satpam


"Udah lah, kuy cabut. Males ladeninnya" Ucap Agnes. Mereka berlima berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan meninggalkan satpam sendiri di teras. Saat sedang berjalan, Agnes berhenti sejenak dan kembali menoleh ke arah satpam, "Em.. Tolong bereskan kardus kardus itu" sambungnya. ia kembali berbalik dan melanjutkan perjalanannya


Mereka sampai di meja Informasi, "Woy.. Pepepe.. permisihh" Ucap Putri lebay


"najis" Ucap Awani dan Agnes kompak


"aku aja" Ucap Jack, "Permisi, saya mau tanya. Dimana ruangan pasien atas nama Vani?"


"Pirmisi, siyi mi tinyi.. Hilih bicit" Ucap Putri lirih. Jack menoleh ke arah Putri, "Ehem.. Buruan woy, kasihan Vani nunggu" Ucap Putri sambil memalingkan Wajahnya. Jack kembali menghadap ke arah suster


"Kalau boleh tau, kalian siapa ya?" Tanya suster

__ADS_1


"Temennya Vani lah, kalau nggak mana mungkin kita jenguk" Jawab Awani


"Tapi maaf, atas perintah dari Sekretaris Zuan. Pasien Vani dilarang untuk di jenguk untuk satu hari ini. Silahkan kembali besok" Ucap suster


"Udah kuduga" Ucap Agnes yakin, "Kuy, pergi" Ajaknya. Mereka berempat mengikuti Agnes pergi menelusuri lorong rumah sakit


"Permisi" Panggil suster itu. Mereka berlima berhenti berjalan dan menoleh, "Pintu keluar bukan ke situ"


"Toilet!" Ucap Agnes. Mereka berlima kembali melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup jauh, mereka berhenti berjalan di ujung lorong


"Mau ke mana?" Tanya Jack


"Hehe, kita bisa tetap ketemu Vani" Ucap Agnes sambil tersenyum licik


"Njirr, otak otak jahat" Ucap Putri


"Biar keren dikit lah" Ucap Agnes


"Jelaskan rencanamu, wahai agen Agnes" Ucap Awani serius


"Kalian kenapa?" Tanya Ray bingung


"Ganggu aja sih" Ucap Awani


"Ehem.. Jadi gini, pertama kita cari ruangan Vani. Kemungkinan besar dia ada di lantai ini" Ucap Agnes


"Bagaimana kamu tahu dia di lantai ini?" Tanya Ray


"Anggap saja takdir" Jawab Agnes


"Teori macam apa itu wkwk" Ucap Putri sambil tertawa kecil


"Nah.. Sekarang, ayo jalan" Ucap Agnes. Mereka berlima melanjutkan perjalanan


Setelah menelusuri lorong demi lorong. Agnes menghentikan langkah mereka semua di sebuah lorong, "Stop" Ucap Agnes


"Kenapa lagi?" Tanya Awani


"Kalian lihat dua bodyguard yang jaga di depan pintu itu? kemungkinan itu ruangan Vani" Ucap Agnes


"Mana?" Tanya Awani bingung


"Loh, itu kan bukan bodyguard. Mereka berdua cuma perawat biasa" Ucap Putri


"Katanya kita lagi main agen agenan" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


'Jack, mereka bertiga beneran temannya Vani?' Bisik Ray pada Jack

__ADS_1


''Setauku iya'' Jawab Jack


"Kasihan Vani temennya ga beres semua" Ucap Ray iba


__ADS_2