Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_042


__ADS_3

"Eh btw kita ke rumah sakitnya gimana?" Tanya Putri


"Jalan" Jawab Awani


"Kenapa jalan?! Rumah sakit keluarganya Vani kan jauh dari sini. Naik mobil aja bisa abis waktu satu jam, masa kita jalan sih" Ucap Putri


"Kalau gitu ngesot" Ucap Awani dengan muka datar


"Woy, serius anjerrr!!" Ucap Putri ngegas


"Lagian.. Jadi orang banyak nanya" Ucap Awani


"Oh, itu dia taxinya.." Ucap Agnes sambil melambaikan tangannya ke taxi


"Owh, kita naik taxi" Ucap Putri


"Nggak! kita naik sepatu!" Ucap Awani


"Njeerr.. Sepatu. bukannya sebelum sepatu kita naik kaos kaki dulu ya" Ucap Putri


"Terserah kau lah Put" Ucap Awani mengalah


"Yah.. nggak asik" Ucap Putri kecewa


Taxi itu menepi ke arah mereka. Agnes membuka pintu taxi dan masuk, Awani dan putri segera masuk ke dalam taxi. Namun saat putri hendak masuk ke dalam taxi, ia terhenti


"Kenapa nggak masuk?" Tanya Awani


"Masuk woy, buru!" Sambung Agnes


"Kita jenguk Vani nggak bawa apa apa?" Tanya Putri


"Bawa... Kok" Ucap Awani


"Kapan belinya, kok aku nggak tahu sih. Btw paan?" Ucap Putri


"Tadi kita beli pas kamu ke toilet" Ucap Agnes


"Hum... Kapan aku ke toilet. Perasaan aku belum ke toilet deh hari ini" Ucap Putri bingung


"Paling kamu lupa" ucap Awani


"Hum... Iya kali..", "Btw, bawa paan?" Ucap Putri

__ADS_1


"Bawa diri, wkwk" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Yee... Anjirrr" Ucap Putri


"Permisi, jadi pergi tidak?" Tanya Supir


"Woy, cepetan masuk! Ditunggu supirnya nih!" Ucap Agnes ngegas


"Iya iya.." Ucap Putri. ia masuk ke dalam taxi dan menutup pintu taxi itu. Taxi itu melaju ke rumah sakit keluarga Vani. Di perjalanan, Agnes mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelepon seseorang


"Telpon siapa?" Tanya Awani


"Orang!" Ucap Agnes


"Tau! Tapi siapa?" Tanya Awani


"Kepo kali kau" Ucap Agnes


"Yee.. Pelit" Ucap Awani dengan ekspresi datar


"Tutt...."


"Hallo? Jack" Ucap Agnes


"Owh, ternyata Jack" Ucap Awani Lirih


"Nggak si"


'Iya Nes? Ada apa?' Tanya Jack dari telepon


"Kamu dimana?" Tanya Agnes


'Hari ini aku libur kuliah, lagi di rumah Ray. Kenapa?'


"Aku udah tau keberadaan Vani, lagi otw kesana" ucap Agnes


"Kok aku doang sih? Kita lah" Sambung Awani


'Hestt... Iya iya..' Ucap Agnes lirih


"Apa Nes?" Tanya Jack


"Aku sama Putri, Awani nih. Kalian mau ikut nggak?" Ucap Agnes

__ADS_1


"Kata Ray, kita jangan datengin Vani dulu biarin dia istirahat" Ucap Jack dari telepon


"Nggak masalah kalau kalian nggak ikut, biar kita bertiga aja", "Kalian bisa aja sih jenguk Vani besok, tapi kalian pasti nggak bakal bisa masuk ke rumah sakit, itu kan rumah sakit keluarga. Kalau bukan orang tertentu, nggak di izinin masuk tanpa persetujuan" Jelas Agnes


'Alamatnya?' Tanya Jack dari telepon


"Jalan *****... Kita bertiga di taxi. Sekarang jam empat\, kalian kita tunggu di taman rumah sakit sampai jam lima"


"Kalau sampai jam lima kalian belum nampakin diri. Jangan salahin kita kalau kalian kita tinggal" Jelas Agnes


'Baiklah, aku sama Ray segera kesana' Ucap Jack dari telepon


"Oke, bye.. Aku tutup telponnya" Ucap Agnes. ia memutuskan teleponnya, "Put.. Kamu pakai jepit rambut kan?" Tanyanya


"Iya, aku pakai terus. emang kenapa?" Tanya balik Putri


"Nggak ada nanya doang" Jawab Agnes singkat


Sementara itu, di rumah Ray. Jack yang sedang duduk di depan meja belajar Ray langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Ray yang sedang berbaring di kasurnya sembari mendengarkan musik


"Ray" Panggil Jack. Ray tidak menyadari kehadiran Jack, "hey!" Ucap Jack setelah berpindah posisi ke tempat yang terlihat oleh Ray. Saat Ray menyadarinya, ia langsung melepaskan headset yang ia pakai dan segera bangkit dari tidurnya


"Kenapa?" Tanya Ray


"Ayo jenguk Vani" Ucap Jack


"Jangan dulu, kau lupa kata orang tadi?" Ucap Ray


"Hum.. Tapi kata tiga temannya Vani bisa di jenguk", "Sekarang aku mau ke sana sama mereka. kamu nggak ikut yaa.. fine fine aja" Ucap Jack sambil berjalan menuju pintu kamar Ray


Ray langsung berdiri dan mengambil jaketnya, "Aku ikut!" Ucapnya


"Ayo!" Ucap Jack sambil tersenyum kecil. Mereka berdua keluar dari rumah Ray dan pergi menuju rumah sakit keluarga Vani dengan menaiki motor milik Jack


Di sisi lain, setelah berkendara lebih dari setengah jam, Zuan sampai di perusahaan DV. ia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam Perusahaan. ia langsung pergi menuju ruangan Mephi. Setelah sampai di depan ruangan Mephi, Zuan membuka pintu dan masuk ke dalam. ia menghampiri Mephi yang sedang duduk di depan layar monitor, "Mephi" Panggil Zuan. Mephi menoleh ke asal suara


"Eh.. Sekretaris Zuan, ada masalah apa?" Tanya Mephi


"Di Jam tangan ini terdapat sensor pelacak yang bisa melacak jam lain yang tersambung. Tolong cari tempat akurat letak jam satunya. Dalam satu jam, kau harus menemukannya dan kirim lokasinya ke Presdir Kim" Jelas Zuan sambil meletakkan Jam tangan yang ia bawa di meja depan Mephi


"Kalau ada sensornya sih gampang, sepuluh menit bisa" Ucap Mephi yakin


"Baguslah kalau begitu" Ucap Zuan. ia keluar dari ruangan Mephi dan kembali ke ruangannya

__ADS_1


Di dalam ruangannya ia menelepon Seseorang, "Tutt..", "Hallo Presdir Kim, bagaimana perkembangannya" Tanya Zuan


"Pesawatnya sudah di temukan jatuh di tengah laut perbatasan negara. Tapi setelah di telusuri tidak ada satupun korban yang terlihat. Kemungkinan mereka semua sudah terjun dari pesawat sebelum pesawat itu jatuh" Jelas Kim dari telepon


__ADS_2