
Ray dan Vani duduk di pinggiran kasur sambil menikmati secangkir coklat panas. Karena tidak ingin berlama lama, Vani menghabiskan coklat panas itu dalam sekali minum dan ia segera meletakkan cangkirnya di atas meja
"jadi.. Ray, mau ngomong apa?" Tanya Vani
"Apa.. Kamu suka seseorang?" Tanya balik Ray
"Hum... Suka ya. Ada banyak orang sih yang aku suka" Jawab Vani
"Seseorang yang kamu Cinta?" Tanya Ray lagi
"Cintaa.. Hum... Cinta ya.. Hum... cintaa.." Ucap Vani bingung sambil mencoba berfikir keras
"Jawab aja" Ucap Ray
"Hehe.. Gatau juga.. Cinta apaan sih" Tanya Vani
"Entahlah.. Aku juga nggak tau pastinya... Yang ku tahu.. Saat seseorang berada di samping orang yang dia cintai.. Jantungnya akan berdetak lebih kencang dan dia ingin selalu berada di samping orang itu apapun yang terjadi. Dia juga akan mengorbankan segalanya untuk orang yang dia cintai, meskipun itu membahayakannya. Kadang.. Tanpa terasa orang yang sedang dekat dengan kita, walaupun orang itu menyebalkan, bandel, susah di bilangin, suka seenaknya sendiri.. Dia adalah orang yang kita Cintai" Jelas Ray
__ADS_1
"Stop!! Tunggu tunggu.. Pengertian Cinta panjang kali lebar ya, bingung aku" Ucap Vani
"Coba kamu simpulkan apa yang baru saja ku jelaskan" Ucap Ray.
"Humm.. Jadi.. Tanpa di sadari, orang yang kita cintai itu adalah orang yang lagi dekat sama kita, gitu ya.." Ucap Vani
"Iya.. Menurutmu.. Apa yang harus kulakuin saat orang yang ku cintai nggak peka?" Tanya Ray
"Hum.. Nggak pekanya gimana dulu" Tanya balik Vani
"Udah berkali kali ku kasih kode, tapi dia tetap nggak peka" Jawab Ray
"Kamu yang bilang" Ucap Ray. kedua tangan Ray memegang erat lengan atas Vani. Ia mendekatkan wajahnya ke samping telinga kiri vani dan berbisik halus, 'Aku cinta sama kamu'
"Deggg"
Vani merasa terkejut dengan apa yang baru saja Ray bisikkan, ia menoleh ke arah Ray dan menatapnya dengan tatapan kosong. Ray menanggapi tatapan Vani dengan senyum kecil. ia memejamkan kedua matanya dan langsung mencium bibir Vani dengan lembut. Vani semakin terkejut dengan apa yang sedang Ray lakukan terhadap dirinya, ia hanya bisa terdiam mematung menerima ciuman yang Ray berikan. Pikirannya yang mulai kosong dan jantungnya yang terus berdegup kencang, membuat badannya mulai memanas dan merasakan keanehan
__ADS_1
Di tengah mereka berciuman, terdengar suara dering handphone dari saku jaket Vani, "drrttt.. Drttt... Drtttt..." Suara itu membuat kesadaran Vani kembali dengan cepat, ia mendorong Ray menjauh dari hadapannya dengan cepat. Ray merasa kaget dengan refleks yang di berikan Vani. Vani langsung berdiri dari duduknya dan mengeluarkan handphone dari sakunya, "Ah.. Ini Kai.. Aku udah harus pulang haha" Ucap Vani dengan senyum canggungnya, "Aku pulang!" Sambungnya. Ia dengan cepat berjalan keluar dari kamar Ray dan pergi menuju pintu rumah Ray. Setelah menutup pintu rumah Ray, ia menyandarkan tubuhnya ke tembok rumah Ray. Saat itu, hujan masih turun dengan lebatnya
"Zrrrssshhhhhhhhh......"
"Deg.. Deg.. Deg.." Jantungnya yang terus berdetak dengan kencang dan perasaan aneh yang ia rasakan, membuatnya makin merasa tidak tenang
("S*al.. Apa yang baru aja terjadi! Kenapa jantungku berdetak kencang gini? Trus juga, perasaan macam apa ini..") batinnya gelisah. ia menatap ke arah jalanan yang sedang di guyur hujan dengan tatapan kosongnya, ("Padahal hujan.. Badanku panas sekali, apa aku demam ya..") sambungnya
'Akhhh.. Kenapa aku nggak bisa berfikir dengan jelas. kayaknya aku beneran sakit... Aku harus pulang sekarang juga' Gumamnya lirih.
Tanpa berfikir panjang, Vani kembali menerobos hujan yang cukup deras menuju taman tempatnya memarkirkan mobil. Beberapa saat berlari, ia sampai di samping mobilnya. Dengan keadaan basah kuyup, ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Setelah itu dengan cepat ia melajukan mobilnya kembali pulang ke rumahnya
Sementara itu, Ray masih terdiam duduk di atas kasurnya dengan perasaan senang yang terus menggebu gebu
"Deg.. Deg.. Deg.."
"Aku mengatakannya.. Akhirnya.. Aku mengatakkanya.." Ucap Ray senang
__ADS_1
("Dia juga nggak nolak ciumanku, apa dia balas perasaanku? gimana jawabannya nanti? tapi tadi dia keliatan kaget") batinnya sedikit cemas, "Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku terlalu berlebihan menciumnya?" Ucapnya penasaran. Ray menutupi wajahnya yang merona dengan kedua tangannya, ("Bibirnya sangat lembut.. Ekspresi bingungnya juga sangat lucu. Akhh s*al... Aku nggak bisa lupain apa yang baru aja terjadi") batinnya senang