
"Coba cek" Ucap Kaituo. Ia pergi mengambil sesuatu yang sudah ia persiapkan sebelumnya dari atas meja. ia memberikannya pada Vani
"Termometer?" Tanya Vani sambil menerima termometer itu, "Hm... Okee. ku cek" Sambungnya. Ia menaruh termometer itu di mulutnya
Beberapa saat kemudian, Kaituo mengambil termometer itu dan memeriksanya, "Tiga puluh tujuh derajat, masih demam. Hari ini kamu nggak sekolah, kamu harus istirahat"
"Heh? Aku baik baik aja kai. Aku pengen ke sekolah!" Keluh Vani, ("Aku kan mau minta pendapat mereka bertiga soal cinta")
"Jangan bandel, mau ku aduin ke Kim?" Ancam Kaituo
"Hah.. beraninya ngadu"
"Dah sana tidur"
"Eh.. Kai. Aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Vani
"Tidur dulu, nanti ku jawab" Ucap Kaituo. Ia menoleh ke arah jam di kamar Vani, ("Masih jam enam, temenin dia dikit lagi deh") batinnya. ia duduk di samping Vani yang sedang berbaring di atas kasur, "Apa yang mau kamu tanyain?"
"Eh? Kamu mau jawab?" Tanya Vani
"Iya.. Masih ada waktu seperempat jam sebelum aku siap siap ke sekolah" Ucap Kaituo
"Nice.. Ini seriusan ya, aku nggak bercanda" Ucap Vani serius
"Emang kamu bisa serius?" Tanya Kaituo
"Bisa lah, jangan ngejek!" Ucap Vani
"Ahahaha... iya iya, si paling bisa serius" Ucap Kaituo sambil tertawa kecil
"Kai.. turuti perintahku"
"Gak" Tolak tegas Kaituo
"Kaii!!" Ucap Vani kesal
__ADS_1
"Apa dulu?"
"Coba tatap mataku yang serius!" Ucap Vani serius sambil menatap tajam mata kaituo
"Owh.. Mau main siapa yang kedip duluan kalah ya? Oke oke" Ucap Kaituo menyetujui. Ia membalas tatapan Vani dengan tajam
("Hm? nggak kejadian apa apa. Katanya bakalan berdebar kalau tatapan sama orang yang disukai") batin Vani, "Ah.. Dahlah. Ga guna juga" Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya
"Heh? Dah nyerah?" Tanya Kaituo bingung
"Hmm" Gumam Vani
"Udah kan itu doang? ku tinggal balik ke kamar yaa" Ucap Kaituo
"Hmm.." Gumam Vani cuek. Kaituo menaruh tangannya di atas kepala Vani dan mengusap usap rambutnya, "Cepat sembuh" Ucap Kaituo dengan senyum manisnya
"Deg.. "
Saat menoleh ke arah kaituo, Vani merasa terkejut
"Degg... Deg... Deg.. " Jantungnya mulai berdebar dengan kencang
Kaituo berdiri dan berjalan menuju pintu kamar Vani. Saat sedang berjalan, Vani memanggilnya, "Kai" Panggil Vani
Kaituo berhenti berjalan dan menoleh, "Kenapa?"
"Misal.. Aku suka sama kamu gimana? Apa kamu juga bakal suka ke aku?" Tanya Vani
"Hah? Kamu dari kecil udah aku anggap adik sendiri, sampai sekarang pun masih. Kalau bukan karena suka, kenapa aku lakuin?" Ucap Kaituo, "Udah, jangan mikir aneh aneh.. istirahat aja biar demammu turun. Aku akan panggil bibi buat jaga kamu" Ia melanjutkan jalannya dan keluar dari kamar Vani
"Heh? Jadi.. Kai juga suka aku?" Tanya Vani bingung, "Apa.. Artinya aku sama dia pacaran sekarang? Hehh? Apa cuma begini doang? kok rasanya ada yang aneh" Sambungnya terheran
"Ah.. Dahlah. Kepalaku tambah pusing mikirin itu" Ucapnya. Ia memejamkan matanya dan kembali tertidur
Sementara itu, sebelum berangkat Sekolah Kaituo menghampiri bibi yang sedang memasak di dapur, "Bi.. Hari ini aku berangkat awal, masak dikit aja buat Vani. Aku makan di jalan"
__ADS_1
"Eh? Sudah mau berangkat? Nggak bareng non Vani?" Ucap Bibi
"Nggak bi, Vani lagi sakit. Tolong jagain dia ya bi" Ucap Kaituo
"Ya ampun.. Kenapa saya tidak tahu. Trus ini tuan Kaituo nggak sarapan dulu?" Tanya Bibi
"Kemarin aku lupa bilang. Udah terlambat, aku berangkat dulu" Jawab Kaituo. Ia langsung pergi meninggalkan bibi dan menaiki mobil. Kaituo melajukan mobilnya pergi dari rumah. Anehnya, saat mobilnya sampai di gerbang parkir sekolah, ia terus melajukannya hingga melewati sekolah. Beberapa saat kemudian, ia berhenti di depan suatu rumah dan ia melangkah turun dari mobilnya
Di depan sebuah rumah yang cukup mewah, Kaituo berdiri dan memperhatikan jam tangan yang ia kenakan, "Hah.. Apa aku kesiangan?" Ucapnya sambil melihat jam tangannya
"Kaituo!!" Panggil seseorang. Saat menoleh ke asal suara, Kaituo melihat seorang gadis yang baru saja keluar dari rumah itu dan sekarang terlihat berdiri di depan pintu rumahnya. Kaituo hanya membalas panggilan gadis itu dengan sebuah senyuman. Gadis itu berjalan menghampirinya
"Laaamaaaa" Ucap gadis itu dengan muka cemberut
"Maaf buat kamu nunggu" Ucap Kaituo sambil mengusap usap kepala gadis itu
"iiiihhh.. Kaituooo" Ucap manja gadis itu
"ayo berangkat. Nanti kesiangan loh" Ucap Kaituo
"asal sama kamu, nggak apa kok aku di hukum.. Hehe" Ucap Gadis itu
"Nggak boleh gitu dong, ayo berangkat" Ajak Kaituo. Kaituo membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan gadis itu masuk ke dalam mobil. Setelah itu, ia juga masuk ke dalam mobil dan kembali melajukannya ke sekolah
Sesampainya di sekolah, mereka berdua turun dari mobil dan berjalan bersama menuju gedung sekolah. Saat itu, Putri yang baru saja berangkat sekolah melihat keberadaan kaituo dengan seorang gadis di sisinya. ia berlari menghampirinya
"Vani!!" Panggil Putri sambil berlari. Kaituo berhenti berjalan dan menoleh ke arahnya. Dari jarak yang cukup dekat, Putri berhenti berlari dan ia merasa terkejut melihat orang yang bersama kaituo ternyata bukanlah Vani, "Hahhh?!" Ucap Putri terkejut sambil menutup mulutnya, "Vani?? Ngapain oplas?!"
"Dia bukan Vani" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar
"Vani siapa?" Tanya gadis itu pada Kaituo
"Adikku" Jawab Kaituo sambil tersenyum manis
Saat melihat kaituo tersenyum, Putri tambah terkejut, "Hahhh??!! Kenapa kamu bisa senyum begitu?!"
__ADS_1
"Kenalin.. Dia temen adikku, namanya Putri" Ucap Kaituo lembut
"Hahhh??!!! Kaituo.. Dia siapa?!" Tanya Putri