
Vani tidak bisa berhenti terkejut dengan apa yang ia lihat, "Anak mama sudah bangun ya? Sarapan dulu sini. Ini semua mama yang masak loh, di bantu bibi sedikit sih" Ucap mama Vani ramah
("apaan sih.. dipanggil anak mama segala, tapi mayan juga hehe") batin Vani senang
"Tapi banyakan bibi yang masak" Saut Kim sambil tersenyum
"Ahahahaa, lain kali mama belajar masak deh. Biar bisa masakin kalian berdua" Ucap mama Vani dengan tawa kecil
("eh? Aku nggak mimpi kan? Mama sama papa, Khakim juga. Mereka disini? Dirumah ini?") batin Vani yang masih merasa sedikit terkejut. Kim melihat Vani yang masih tetap berdiri diposisinya tanpa melakukan apapun, ia berinisiatif menghampirinya
"hey, kenapa? Ayo duduk" Ucap Kim sambil mendorong Vani dan mengajaknya duduk di kursi makan
'Khakim? Aku nggak mimpi kan?' Bisik Vani pada Kim
"Kamu kan baru bangun tidur, nggak mungkin mimpi" Ucap Kim
"Ayo makan. Sini piringnya, mama ambilkan nasinya" Ucap Mama Vani
"Oh.. Iya" Jawab Vani sambil memberikan piring di depannya pada mamanya, ("Aku kira kemarin semua perkataan mereka cuma buat ngehibur aku. Sepertinya mereka sudah berubah") sambung batinnya, "Hehe" Tawa Vani senang
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri? Ada yang lucu?" tanya Kim
"nggak ada, Khakim makan nih semuanya" Ucap Vani sambil memberikan banyak lauk ke piring Kim
"Eh.. jangan banyak banyak" Ucap Kim
"gapapa, Khakim butuh energi lebih kan, buat kerja nanti" Ucap Vani senang
"dasar, nih kamu juga makan yang banyak, biar cepet besar" ucap Kim sembari mengambilkan beberapa lauk untuk Vani
Setelah semua orang selesai makan, Kim berdiri dari duduknya, "Van, kamu siap siap gih. Sebentar lagi kita berangkat"
"Heh? Berangkat? Sekarang aku kan libur, Masa libur gini mau sekolah" Ucap Vani
"Justru karena libur, cepetan sana. Jangan buat mama sama papa nunggu lama" Ucap Kim
"Iya Van, hari ini kita liburan" Ucap mama Vani senang
__ADS_1
"Liburan? Yang bener ma?" Tanya Vani mengharap
"Iya nak, maafin papa sama mama. Terakhir kali kita ngajak kalian liburan, tapi gagal gara gara kerjaan" Ucap papa Vani sembari mengelus rambut Vani
"Hehe, asalkan kali ini serius. Aku nggak bakal marah" ucap Vani bersemangat
"Okee, tunggu aku lima menit, eh... Sepuluh menit" Seru Vani sambil berlari ke kamarnya
"Tidak perlu buru buru" Teriak mama Vani
Dua puluh menit kemudian, Vani selesai bersih bersih dan ia keluar dari kamarnya. ia menghampiri orangtuanya yang sedang duduk menunggunya di ruang tamu, "Selesai?" Tanya papa Vani
"Udah" Jawab Vani dengan penuh senyuman
"Baru kali ini, sepuluh menit serasa dua puluh menit" Ucap Kim
"Hehe, maaf khakim" Ucap Vani sambil tersenyum
"Semua sudah siap, ayo berangkat" Ajak Kim
"Mama sama Papa beneran nggak apa apa ninggalin pekerjaan?" Tanya Vani
"Papa kamu sudah selesaikan pekerjaan untuk dua hari ini dari kemarin kemarin. Dia bahkan rela lembur" Ucap mama Vani
"Beneran? Ya ampun. Seharusnya papa nggak perlu paksain diri" Ucap Vani sambil menepuk nepuk pundak papanya
"Kamu nggak tanya kakak?" Tanya Kim
"Kalau kakak sih, bisa libur kapan aja. Di kantornya kan ada Kak Zuan, dia lebih bisa diandelin dari pada Khakim" Ucap Vani
"Kamu mau kakak turunin disini?" Tanya Kim
"Nggak masalah, lagian masih di sekitar kompleks rumah, hehe" Ucap Vani sambil tersenyum
"Dasar" Ucap Kim
"Khakim, Kita mau kemana?" Tanya Vani
__ADS_1
"Nah kan, kamu masih butuh kakak, kenapa tadi ngerendahin kakak? minta maaf dulu, nanti kakak jawab" Ucap Kim bangga
"Nggak di jawab nggak masalah. Toh nggak penting, yang penting bareng mama papa" Ucap Vani sambil tersenyum
"Kakak nggak disebut?" Ucap Kim dengan senyuman kecil
"iya deh sama kakak juga" Ucap Vani sembari memalingkan pandangannya
Di perjalanan yang sudah cukup lama, mereka hanya terdiam dan tidak membicarakan apapun. Keheningan ini membuat Vani merasa mengantuk, ("Mau ngomongin apa nih, kenapa pada diem") batin Vani, "Hoahh..." ia menguap karena mengantuk
"Tidur aja, nanti kalau sudah sampai. Mama bangunin" Ucap mama Vani
"Hm.." Jawab Vani dengan senyum kecil. Ia menyandarkan kepalanya ke pundak mamanya dan tertidur lelap
"cepat sekali tidurnya, mirip mamanya" Ucap papa Vani
"papanya baru benar", "Entah kenapa rasanya kita seperti orang asing yang tidak mengenal dia ya, padahal kita ini orang tuanya" Ucap mama Vani sedih
"Karena pekerjaan, kita melalaikan anak kita sendiri. Dia pasti sudah banyak menderita" Ucap papa Vani
"Mama sama papa nggak perlu khawatir, ada Kim disini. Kim janji buat selalu bikin Vani bahagia" Ucap Kim
"Kamu juga Kim, Maafin mama ya" Ucap mama Vani
"Kalian nggak perlu merasa bersalah begitu. Kalian sibuk bekerja, pasti juga karena Kim dan Vani. Jadi tidak ada alasan untuk Kim menuntut lebih" Ucap Kim
"Tapi tetap saja.." Ucap mama Vani terhenti, "Oh, kita berhenti sebentar ya, bahan bakarnya habis" Saut Kim menyela
"Hm.. iya" Jawab mama Vani
Setelah mengisi bahan bakar di pom. Kim kembali melajukan mobilnya ke tempat tujuan. Beberapa saat kemudian, di tengah perjalanan, Vani terbangun karena terjadi sedikit guncangan. Ketika terbangun ia mengamati ke luar jendela mobil, ("heh? hutan? Semua hutan?") batin Vani terkejut, (" Liburan? Di hutan? Jangan jangan, aku mau di buang! atau, aku diasingkan ke pedalaman gara gara nyusahin mereka"), "Paa, kenapa kita kehutan?"
"Kamu sudah bangun? Lebih baik kamu kembali tidur biar nggak menyusahkan" Jawab papa Vani
("Njerr, tuh kan. Dia bilang biar aku nggak nyusahin. Pasti pas aku tidur dia turunin aku di tengah hutan dan mereka pergi. Bangun bangun, aku di tengah hutan yang gelap, banyak hewan buas. keterkam, ekhh.. the end") batin Vani, "Ngga pa, udah ngga ngantuk"
Di sepanjang perjalanan, Vani memperhatikan dan mencoba menghafal jalan yang sudah di lalui, ("Buat jaga jaga")
__ADS_1