Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_103


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah Agnes, mereka berdua turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, Vani menghampiri sofa ruang tamu dan berbaring di sana. Agnes melihatnya dengan ekspresi datar


"Dah.. Sana.. Buruan, ngapain lagi?" Ucap Vani kalem


"Hm.. tamu kok gitu" Ucap Agnes. Vani bangkit dari tidurnya dan duduk di sofa, "Dari pada kamu, dobrak pintu. Mending aku lah, yakan?" Ucap Vani


"Ya lah, terserah kamu" Ucap Agnes sambil berbalik. Ia berjalan menuju kamarnya, "Minuman ambil sendiri Van" Seru Agnes tanpa menoleh


"Siap!" Seru balik Vani. Ia kembali berbaring di sofa


Di kamarnya, Agnes mengganti bajunya dengan cepat dan mengemas barang yang akan ia bawa ke rumah Vani. Setelah itu, ia kembali menghampiri Vani yang masih berbaring di sofa, "Kuy berangkat" Ajak Agnes. Vani yang sedang bersantai kaget dan langsung bangkit dari tidurnya, "Cepet amat!!" Ucapnya terkejut


"Ayo ke rumahmu" Ucap Agnes sambil berjalan menuju pintu rumahnya. Vani berdiri dan segera menyusulnya. Mereka berdua keluar dari rumah dan kembali masuk ke dalam mobil


"Ke rumah temennya, Non" Sapa Supir


"Iya pak" Jawab Agnes


"Berangkat" Ucap Supir. Ia melajukan mobilnya menuju rumah Vani


Beberapa menit berkendara, mereka sampai di rumah Vani. Agnes dan Vani turun dari mobil dan Supir melajukan mobilnya meninggalkan rumah Vani untuk kembali ke rumah Agnes. Mereka berdua berjalan melewati halaman rumah Vani menuju pintu utama rumah. Di tengah halaman rumah, Agnes menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah garasi, "Kaituo udah pulang" Ucap Agnes. Vani yang hendak membuka pintu rumahnya terhenti dan langsung menoleh ke arah Agnes


"Biarin aja" Ucap Vani, "Kenapa emang?"


"Aaaaa.. Masih jam setengah enam, main keluar yok" Ajak Agnes, "Pulang pas jam tidur" Sambungnya


"Hum.. Jalan? Taxi?" Tanya Vani


"Pakai mobilmu" Jawab Agnes


"Males, aku nggak mau ketemu kai hari ini" Ucap Vani murung


"Mustahil kalau nggak ketemu, kalian kan serumah. Gini nih.. Aku yang jadi umpan, kamu masuk kamar Kaituo buat ambil kunci" jelas Agnes


"Hum.. Nice juga, tapi abis itu mau kemana?" Ucap Vani


"Humm.. Kemana yaa" Agnes mencoba memikirkan sesuatu, "Ohh tau! Gimana kalau kita ketemu langsung teman teman komunitasmu itu, trus bilang rencana liburan akhir pekannya deh" Jelas Agnes bersemangat


"Jam segini masih kumpul kayaknya, aku dah lama nggak gabung sama mereka" Ucap Vani, ("Mereka jalanin misi nggak ya") Sambung batinnya


"Yaudah fiks! Kamu masuk bersih bersih sama ganti baju. Abis itu kita ambil kunci mobilnya" Ucap Agnes


"Oke Nice" Ucap Vani sambil tersenyum. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan langsung pergi menaiki anak tangga menuju kamar Vani. Di dalam kamarnya, Vani merasa heran dengan keadaan kamarnya, "Nes.. Kamarku asing nggak?" Tanyanya heran sambil mengamati seluruh kamarnya


"Kamarmu sendiri kok asing" Jawab Agnes sambil berjalan menuju sofa di kamar Vani. Ia duduk di sofa itu, "Udah sana pergi mandii" Sambungnya


"Hmm.." Gumam Vani. Ia meninggalkan keheranannya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya di ruang ganti. Ia keluar dari ruang ganti dan mendatangi Agnes, "Done" Ucapnya


"Kuy gass langsung ke kamar Kaituo" Ajak Agnes sambil berdiri dari duduknya. Mereka berdua keluar dari kamar Vani dan berjalan menuruni anak tangga menuju kamar Kaituo di lantai bawah. Sesampainya di depan kamar Kaituo, Vani bersembunyi di samping lemari hias depan kamar Kaituo dan Agnes berdiri persis di depan pintu Kamar Kaituo


"Tok.. Tok.. tok.." Agnes mengetuk pintu Kamar Kaituo


"Ada apa?" Ucap Kaituo


"Buka pintu dulu woy" Seru Agnes


"Aku di belakangmu" Ucap Kaituo. Agnes membalik badannya dan langsung terkejut melihat Kaituo berdiri persis di belakangnya


"Wahh.. Kok kamu diluar" Ucap Agnes terkejut


"Dari pada itu. Aku tanya, apa yang lagi kalian berdua lakuin?" Tanya Kaituo


"Hah? Berdua? Aku sendiri loh" Ucap Agnes. Kaituo menoleh ke arah Vani yang sedang bersembunyi di samping lemari hias, "Van.. Ngapain disitu?" Tanyanya. Vani yang mendengarnya langsung terkejut dan keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan menuju kamar orang tuanya yang berada tidak jauh dari kamar Kaituo, ia membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam


"Aneh banget, kenapa dia? Kenapa dia nggak nanggepin aku?" Ucap Kaituo


"Oh.. Dia kangen sama ortunya, makanya dia kesana" Ucap Agnes


"Hah? Nggak bisa di biarin, aku akan kesana" Ucap Kaituo. Ia berjalan menuju kamar orang tua Vani. Saat itu Agnes menarik tangan kaituo untuk menghentikannya, "Eh..Tunggu.. Tunggu tunggu" Ucap Agnes panik. Kaituo terhenti dan menoleh ke arah Agnes


"Kenapa?" Tanya Kaituo


"Biarin dia sendiri, dia juga butuh waktu sendiri. jangan ganggu" Ucap Agnes murung


"Kamu benar" Ucap Kaituo, "Btw sampai kapan kamu pegang tanganku?" Agnes langsung melepas pegangannya


"Maap, hehe" Ucap Agnes dengan tawa kecil


"Dasar" Ucap Kaituo sambil tersenyum, "Oh ya, mau apa cari aku?" Sambungnya


"Oh itu.. Apa ya.. em..." Ucap Agnes bingung


"Kamu cari aku belum nemuin alesannya?" Ucap Kaituo heran


"Bukan gitu.. Aku lupa. Oh.. Inget.. Komputer di kamar Vani, ayo ikut aku" Ucap Agnes sambil menggandeng tangan Kaituo. Ia menarik Kaituo menuju kamar Vani


"Lepasin, aku bisa jalan sendiri" Ucap Kaituo sambil berjalan. Saat sedang menaiki anak tangga, Agnes melepaskan tangan kaituo dan terhenti. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, *"Hachiii!!!***" Seru Agnes


Vani yang sedang bersandar di pintu kamar orang tuanya terkejut mendengarnya, 'Heh? Suara Agnes? Bersin? Atau.. Kode?' Gumam Vani bingung. Ia membuka pintu kamar orang tuanya sedikit dan mengintip keluar, 'Nice kode' Gumam Vani. Ia keluar dari kamar orang tuanya dan mengendap endap masuk ke dalam kamar Kaituo

__ADS_1


Di tangga, "Bersinmu kenceng amat" Ucap Kaituo


"Ahahahaa... Maap" Ucap Agnes sambil tertawa kecil, ("Vani kedengeran ngga ya?") Sambung batinnya


"Kamu sakit? dah minum obat belum?" Tanya Kaituo


"Nggak sakit.. Orang cuma bersin. Ayo lanjut jalan" Ucap Agnes sambil melanjutkan jalannya. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Vani


Di kamar Kaituo, Vani mencari kunci mobilnya di laci meja di kamar itu. Setelah mencari kesana kemari, ia menemukan kunci mobilnya di atas meja samping kasur Kaituo. Ia segera mengambil kunci itu, "Nyesel aku cari ke sana kemari" Ucapnya dengan ekspresi datar. Ia memasukkan kunci itu ke saku sweaternya dan keluar dari kamar Kaituo. Ia berjalan menuju tangga dan duduk di salah satu anak tangga untuk menunggu Agnes


Di kamar Vani, Agnes mendahului Kaituo menghampiri Komputer, ia mencabut colokan komputer dari stop kontak dengan cepat dan menghalanginya dari pandangan Kaituo. Kaituo datang menghampirinya


"Kenapa komputernya?" Tanya Kaituo


"Mati nggak mau idup, padahal udah ku colokin semua kabelnya" Ucap Agnes


"idup serem dong" Ucap Kaituo


"ga gitu juga bambank" ucap Agnes dengan ekspresi datar


"ahahahaha.. Hum, udah di colokin beneran?" Tanya Kaituo


"Iya" Jawab Agnes sambil menghalangi pandangan Kaituo


"Coba minggir, aku cek" Usir Kaituo


"Beneran udah. Eh.. Kayaknya tuh, kabel CPU nya yang bermasalah" Ucap Agnes sambil menunjuk ke arah CPU. Kaituo memeriksa keadaan CPU itu. Saat Kaituo sedang fokus memeriksa, Agnes berjalan menuju pintu kamar Vani, "Eh.. Aku cek Vani bentar" Ucap Agnes


"Iya sana" Jawab Kaituo tanpa menoleh. Agnes keluar dari kamar Vani dan menutup kembali pintu kamar itu. Saat menuruni anak tangga, ia melihat Vani duduk di ujung anak tangga. Ia mempercepat jalannya untuk menghampirinya


"Yok skuy" Ajak Agnes sambil menepuk pundak Vani. Vani berdiri dari duduknya dan mereka berdua keluar dari rumah. Vani dan Agnes langsung pergi ke garasi dan masuk ke dalam mobil


Kaituo merasa bingung karena CPU yang ia periksa tidak ada kerusakan sedikit pun, saat melihat sekitarnya ia tidak sengaja melihat kabel komputer yang tidak tercolok di stop kontak, ia menghampiri stop kontak itu dan mengangkat kabelnya, "Dasar Agnes, udah dicolokin dari mananya coba" Ucap Kaituo sambil menghela nafasnya. Ia mencolokkan kabel itu dan menghidupkan komputernya, ("Sebaiknya aku ikut cek keadaan Vani di bawah") batinnya. Ia keluar dari kamar Vani dan berjalan menuruni anak tangga. Saat sedang menuruni anak tangga ia terhenti karena mendengar sesuatu,


"Broommmmm..." Vani menginjak gas mobilnya dan melajukannya pergi dari garasi rumahnya


"Mobil!!" Seru Kaituo terkejut. Ia langsung berlari keluar dari rumah dan mengecek garasi, "Gaada!" Ucapnya terkejut


"Tung..Tingg.." Notif chat. Ia mengambil handphone di sakunya dan mengecek chat itu


Agnes mengirimkan sebuah Voice Note, "Aku sama Vani pinjam mobil cari makan, babay kaituoo" Ucap Agnes bersemangat


'Salan mereka!! Aku di tipu!' Gumam Kaituo kesal. Ia membalas Voice Note Agnes, "Woyy.. Awas Kalian berdua*!!" Ucapnya kesal, "Huhhhh... Sabar Kai" Ucapnya sambil kembali menghela nafasnya. Ia menenangkan dirinya dan kembali masuk ke dalam rumah


Di dalam mobil, Agnes membuka Voice Note dari Kaituo dan menunjukannya Pada Vani, "Dengerin Van" Ucap Agnes senang


"Woyy.. Awas kalian berdua!!" Voice Note


"Ahahahahaha.. Pulang bisa kena omel nih" Ucap Agnes sambil tertawa


"Biarin aja dah" Ucap Vani senang


"Yaudah .. Gas lagi Van" Ucap Agnes


"Woke.." Jawab Vani senang


"Broooommmmm...." Vani menginjak gasnya untuk menambah kecepatan mobilnya


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan markas CRIFITY. Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju pintu markas


"Humm.. Ga apa nih ajak aku kesini?" Tanya Agnes sambil mengamati sekitarnya


"Gapapa.. Tenang sama aku" Ucap Vani. Ia membuka pintu markasnya dan mereka berdua masuk ke dalam


"Kok kosong?" Tanya Agnes heran


"Bukan disini" Ucap Vani. Ia berjalan menuju pintu ruangan tempat member komunitas berkumpul dan Agnes mengikutinya


"Cklekk.."


"Permisi, anybody here" Sapa Vani. Saat itu ia melihat Jack yang sedang duduk di sofa dan sibuk dengan handphonenya, "Jack!!" Panggil Vani. Jack menoleh ke arah Vani, saat melihat keberadaan Agnes, ia merasa bersemangat


"Agnes!! Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Jack senang


"Woy.. Yang sapa aku" Ucap Vani dengan ekspresi datar. Jack tidak menghiraukan Vani sedikit pun, "Duduk Nes" Ucap Jack


"Oh iya" Jawab Agnes. Ia duduk di sofa berhadapan dengan Jack


"Bagaimana kabarmu? Kamu kenapa kesini?" Tanya Jack


"Aku dikacangin njirr" Ucap Vani kesal. Jack menoleh ke arahnya, "Berisik. Duduk tinggal duduk juga" Ucap Jack cuek


"Woy! S*alan" Ucap Vani kesal


"Ahahahaha.. Duduk Van" Ucap Agnes sambil tertawa. Vani duduk di samping Agnes dan menatap Jack dengan tajam. Jack kembali tidak menghiraukannya dan ia berdiri dari duduknya, "Mau minum apa Nes?" Tawar Jack


"Tumben baik. Biasanya kan yang buatin minuman si Ray" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Hishh.. Aku juga bisa buat minuman, mau minum apa Nes?" Tawar Jack

__ADS_1


"Terserah deh, seadanya" Ucap Agnes


"Oke.. Ku buatin coffee ya" Ucap Jack


"Iya boleh" Ucap Agnes


"Ku juga satu Jack" Ucap Vani kalem


"Kamu buat sendiri" Ucap Jack dengan ekspresi datar


"Woy!!" Seru Vani kesal


"Iyaa cerewet, ku buatin juga" Ucap Jack dengan ekspresi datar. Ia pergi ke dapur untuk membuatkan mereka berdua Coffee


"Pilih kasih si Jack, nggak pernah dia gituin aku" Ucap Vani kesal


"Ahhaahhahaa.. Tiap orang beda Van" Ucap Agnes sambil tertawa kecil


"Sumpahh dah.. Dia nggak pernah gituin aku"


"Sabar Van, ahahaha" Ucap Agnes sambil tertawa kecil


"Kok sifatmu berubah gitu pas ketemu Jack" Ucap Vani heran. Agnes berbisik di telinga Vani, 'Formalitas tanpa batas' Bisik Agnes


"Yee.. Kamvret" Ucap Vani


"ahahahahaa.." Agnes tertawa keras


Beberapa saat kemudian, Jack kembali menghampiri mereka berdua membawa cangkir coffee di kedua tangannya. Ia meletakkan coffee itu di atas meja, "Di minum Nes" Ucap Jack


"Aku gimana?" Tanya Vani


"Buang aja" Ucap Jack Cuek


"Hmm..." Gumam Vani, "Btw yang lain kemana?" Sambungnya


"Ada misi tapi dah selesai, mereka lagi di jalan balik kesini" Jelas Jack


"Kamu nggak ikut?" Tanya Vani


"Nggak.. Aku mantau dari sini. dah ada komputer, jadi aku yang monitorin mereka" Jawab Jack


"Wah.. Jack hebat yaa" Puji Agnes


"Ahahaha.. Kamu berlebihan Nes" Ucap Jack sambil tertawa kecil


"Tciihh.." Ucap Vani dengan ekspresi datar, "Woy Jack.. Terus yang setir mobilnya siapa?" Sambungnya


"Jorhan udah punya Sim, dia yang setir" Ucap Jack


"Kalian kok ada misi nggak kabarin aku si? Padahal gc nya sepi loh, ku kira nggak ada misi" Ucap Vani. Jack mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan sesuatu pada Vani, "Kita bikin gc baru tanpa kamu" Jelas Jack


"What? Jahat banget kalian. Aku ternyata dah nggak di anggap member, hiks" Ucap Vani sedih


"Bukannya gitu, tapi Ray yang minta. Dia nggak mau kamu kena kecelakaan lagi" Jelas Jack terhenti


"tin.. tin"


"Oh.. itu suara mobil, mereka udah sampai" Ucap Jack


"Wah.. Beneran?" Ucap Vani. Ia berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Ia melihat satu persatu member komunitas masuk dari pintu utama, "Good jobb" Sambut Vani senang. Mereka bertiga menoleh ke arah Vani


"Eh.. Kamu disini?" Tanya Jorhan


"Yapp.. Aku disini" Jawab Vani senang


"Ray.. Duduk di situ sebentar, ku ambilin kotak medis" Ucap Citra. Ray duduk di kursi dan Citra pergi mengambil kotak medis


Agnes dan Jack keluar dari ruang kumpul dan menghampiri Vani yang sedang berdiri seorang diri. Citra kembali membawa sebuah kotak medis, ia duduk berhadapan dengan Ray


"Ray, wajahmu memar memar gitu kenapa?" Tanya Vani


"Oh... Ini.. Gapapa, tadi lengah sedikit" Jawab Ray


"Humm.. Gitu ya" Ucap Vani. Saat melihat Citra mengobati luka Ray, Vani merasa tidak senang. Ia datang menghampiri mereka berdua, "Cit.. Biar aku aja. Kamu pasti capek, istirahat aja" Ucap Vani sambil tersenyum


"Emang kamu bisa?" Tanya Ray


"Hum... Enggak sih" Jawab Vani


"Biar Citra aja, ntar kamu salah" Ucap Jack


"Hum..  yaudah" Ucap Vani sambil berjalan mundur. Ia berbalik dan berjalan menuju pintu ruang kumpul, "Aku.. Tunggu kalian di dalam" Sambungnya. Ia masuk ke dalam ruangan itu dan duduk di sofa


"Ngambek deh" Ucap Jack


"Aku samperin" Ucap Ray


"Kelarin dulu obatin lukamu" Ucap Jack

__ADS_1


"Oh.. Oke" Jawab Ray. Citra mengobati luka Ray dan memasangkan plester di wajahnya


__ADS_2