Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_054


__ADS_3

Jam menunjuk pukul satu siang. Vani dan Kaituo telah selesai menghabiskan makanan mereka. Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Kakek Vani. Sementara itu, Ray Sudah berada di dalam pesawat menuju negara A


Beberapa jam kemudian, pesawat yang dinaiki Ray telah sampai di Negara A. Ray segera turun dari pesawat dan berjalan keluar dari bandara. ia menaiki taxi dari bandara, "Kemana tujuan anda?" Tanya supir taxi


"Jalan Kanagawa Blok Lima" Jawab Ray


"Baiklah, silahkan nikmati perjalanan anda" Ucap supir taxi


"Terimakasih" Ucap Ray. Taxi itu melaju menuju tempat tujuan. Beberapa saat kemudian, Ray sampai di tempat tujuan yaitu rumah orang tua Vani. ia turun dan berjalan masuk menuju pintu utama. ia memencet bel rumah orang tua Vani


"Ting.. Tong"


"Cklekk" Seorang pelayan membukakan pintu rumah, "Selamat datang dikediaman Osamu" "Tapi mohon maaf, Saat ini kami sedang tidak menerima tamu" Ucap Pelayan sambil menunduk


"Saya teman dari Vani. Apa Vani di dalam?" Ucap Ray


"Saat ini keluarga Osamu sedang berduka" "Nona Vani kemungkinan besar sedang berada di kediaman Osamu Utama" Jelas Pelayan


("Keluarga Vani namanya Osamu? Ini kediaman Osamu. Trus maksudnya Osamu utama apa ya, masih ada rumah lainnya?") batin Ray bingung, "Baiklah, terimakasih atas informasinya. Maaf mengganggu" Ucap Ray. ia pergi dari rumah orang tua Vani. Di pinggir jalan, Ray mengambil handphonenya dan menelepon Jack


"Tuttt.." 'Ray, kau harusnya udah sampai kan? Gimana keadaan Vani?' Tanya Jack dari telepon


"Aku belum ketemu, Vani nggak ada di rumah orang tuanya" "Apa kau bisa cari lokasinya?" Ucap Ray

__ADS_1


'Apa Vani bawa handphonenya?' Tanya Jack dari telepon


"Aku nggak tau. Kemungkinan besar iya, coba cek dulu" Ucap Ray


"aku akan menghubungimu sepuluh menit lagi"


"Iya, aku akan cari taxi" Ucap Ray. ia memutuskan teleponnya dan mencari taxi didaerah itu


Sementara itu, Vani dan Kaituo telah sampai di rumah Kakek Vani. Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah


("Rame bat disini, banyak yang care sama mama papa") batin Vani, "Banyak tamu ya" Ucapnya


"Iya" Jawab Kaituo lirih. Kaituo membawa Vani ke ruangan tempat Keluarga Osamu berkumpul


"Nak, kamu sudah datang" Ucap nenek Vani


("kenapa ekspresi mereka? kesannya kayak ga suka aku dateng") batin Vani


"Temuilah sebentar orang tuamu" Ucap kakek Vani


"Hum.. Emang itu tujuanku ke sini" "Mereka nggak ada luka serius kan? dimana mereka?" Tanya Vani serius


"Mereka di ruang sebelah nak" Ucap Kakek Vani

__ADS_1


"Dimana Kim?" Tanya Kaituo


"Dia tadi pergi ke arah belakang, mungkin di taman" Jawab paman Vani. Vani berjalan menuju ruangan sebelahnya


"Nak Kai, tolong temani dia" Ucap Kakek Vani


"Baik kek" Ucap Kaituo. ia menyusul Vani yang sedang berjalan. Saat Vani hendak masuk ke dalam ruangan itu, ia terhenti karena sesuatu, "Van!" Panggil Kaituo. Vani menoleh ke arahnya, "Kai.. Kamu juga penasaran sama kondisi mereka ya, emang sebelumnya belum jenguk?" Ucap Vani


"Tunggu bentar. Mending kamu panggil kakakmu dulu di taman belakang, kalian bisa masuk bareng" Ucap kaituo


"iya juga, daripada canggung kalo masuk sendiri. aku panggil Khakim dulu" Ucap Vani sambil tersenyum. ia pergi ke taman belakang rumah kakeknya. di sana, ia melihat Kim yang sedang duduk di kursi seorang diri, ia segera menghampirinya, "Khakim" Panggil Vani. Kim berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Vani dengan erat


"Maafkan kakak.." Ucap Kim sambil meneteskan air matanya


("Tanganku lagi lagi kegencet, sakitt woy!") ("Khakim ngga biasanya nangis, pasti masalahnya berat") batin Vani, "Gapapa Khakim, semuanya bakal baik baik aja" Ucapnya


"Maafkan kakak.. Kakak gagal selamatkan papa dan mama" Ucap Kim sedih


"Degg!!" Vani terkejut dan langsung melepas pelukan kakaknya


"Apa maksudnya gagal selamatkan papa dan mama?" Tanya Vani serius, "Nggak mungkin!" ia berbalik dan langsung berlari masuk ke dalam rumah, ia berlari dengan cepat ke ruangan sebelah tempat orang tuanya berada


"Brakk.." Pintu terbuka

__ADS_1


"Degg!" "Nggak mungkin!" Ucapnya lirih dengan tatapan kosong. ia berjalan mendekat ke dua peti mati itu, "Apa? Apa yang kalian berdua lakukan di dalam peti itu?", "Keluarlah! Jangan bercanda!!" Seru Vani dengan kedua matanya yang berkaca-kaca, "Hikss.. Kalian udah janji mau liburan lagi sama aku, sama Khakim!" "Kenapa?! kenapa kalian selalu mengingkari janji yang kalian buat sendiri?!" Air matanya perlahan mulai mengalir membasahi pipinya


__ADS_2