
("Owh.. tau aku tuh yang beginian") batin Agnes
"Hikss.. hiks.. Hiks.."
"Kamu denger nggak hah? Apa kataku barusan! Jangan nangis mulu!" Ucap salah satu orang dari ketiga orang di sana, "Brakk" Salah satu dari ketiga anak itu tiba tiba menggebrak pintu toilet dengan keras. Saat mendengarnya, Agnes kembali terkejut, "Woy!! Kaget B*bi!" Serunya. ketiga anak di sana menoleh ke arahnya
"Ngapain kamu disini?" Tanya salah satu orang di sana
"Lah.. Ini toilet woy. tempat umum" Jawab Agnes
"Pergi sana, jangan ganggu urusan orang" usir orang lainnya
Agnes tersenyum kecil dan berjalan mendekat, "Wah wah.. Kalian lagi ngapain tuh? Kayaknya seru juga" ucapnya. ia melihat satu orang lagi yang sedang duduk di lantai toilet sambil menangis lirih, (" udah kuduga, dasar cewek cewek k*parat! beraninya keroyokan") batinnya kesal, "Wih.. Seru juga mainan kalian. boleh gabung?" Ucapnya sambil mengangkat ember berisi air kotor di sampingnya
"lumayan juga kamu. Tunjukan apa yang kamu bisa" Ucap salah satu orang di sana sambil tersenyum kecil
"Hehe.. Beginian mah udah sering ku lakuin" Ucap Agnes bangga
"Wah.. Sepertinya kamu lebih senior dari kita" puji salah satu orang disana
"Emang udah berapa kali kalian lakuin ini" Tanya Agnes
"Ini ketiga kalinya, salah sendiri nggak nurut. Di beginiin pun dia nggak kapok kapok, sok banget!"
"Hiks.. Hiks.. Hikss.."
"Iya, udah ku bilang nurut masih nggak mau nurut! Suruh kerjain pr kita bertiga aja nggak bejuss! sengaja banget disalah salahin biar nilai kita jelek!" sambung orang di sana
"Tcih.. Aku jadi ikut kesal" Ucap Agnes kesal. ia mengangkat lebih tinggi ember itu
"Byuurrrrrrr...." ia menyiram ketiga anak di sana hingga basah kuyup
"woii! Apa yang.. " Ucap orang itu terhenti, "Yah.. Salah siram.." Sambung Agnes terkejut
"Bhaks.. Ahahahahahaaha.. Mamposs kalian. Basah.. Bau lagi.. Hiiii.. jauh jauh" Ucap Agnes sambil tertawa keras
__ADS_1
Mendengar tawa Agnes. Awani dan Putri yang berdiri di depan pintu toilet merasa penasaran, "Njirr.. Agnes kesurupan tuh, ketawa kenceng banget di dalam" Ucap Awani
"Waduh.. Gawat nih. Setan beneran berarti" Ucap Putri. ia segera mengecek keadaan di dalam toilet dengan mengintipnya dari pintu, 'Aw.. Panggil guru sekarang!' Ucapnya lirih
"Oh.."
"Iya!" Jawab Awani. ia langsung berlari menuju ruang guru untuk memanggil guru
Sementara itu, di dalam toilet. Ketiga anak yang di siram air kotor oleh Agnes merasa tidak terima dengan perlakuan Agnes
"Woii! Apa yang kamu lakukan!" Ucap Ngegas salah satu anak disana
"Kalian nggak sadar? Apa yang udah kalian lakuin?!" Ucap Agnes yang ikut ngegas
"Baju kita jadi kotor!"
"Bau lagi! Cepat cari ganti!"
"Dasar b*go! Nyiram aja nggak bejus!"
("Eh? Mereka nggak sadar? Kalau aku bukan dari pihak mereka?") batin Agnes bingung, "Eh? Aku kira anak itu yang kesiram. aku lupa bawa kacamata, jadi buram"
"Gimana sih! Jadi jijik kan.. Bau bajuku" Ucap anak lain
"Heh??" Ucap Agnes yang semakin bingung
"Cepat ambil baju ganti!"
"Eh?? Iya.. Tunggu ya" Ucap Agnes linglung. ia berbalik dan berjalan kembali menuju pintu keluar toilet. Saat sedang berjalan, tiba tiba ia terhenti, "Byuuurrrrr" Salah satu anak disana menyiram Agnes dari belakang
"Woy! K*mvret!" Ucap Agnes kesal. ia berbalik dan kembali mendatangi ketiga anak di sana
"Hahahaa.. Kita bertiga tahu kalau kamu ada niatan jadi pahlawan kesiangan buat sampah ini kan" Ucap anak disana
"Sampah macam kalian nggak pantes jadi temen kita" Ucap anak disana
__ADS_1
"Plak.. Plakk.. Plakk" Dengan cepat Agnes menampar ketiga anak disana
"Awww.. Sakit b*go" Ucap anak disana
"Buagg!" Agnes langsung melanjutkan nya dengan memukul wajah mereka disana hingga memar
"Hiks.. Sakit.. Cukup pliss" Pinta anak disana
"Woy! B*ngsad!! Kalian nggak nyadar. Kalian udah tiga kali lakuin pembullyan ke anak itu! Apa yang aku lakuin barusan! Nggak seberapa dengan apa yang kalian lakukan!" Ucap Agnes kesal, "Kalian nggak tahu? Rasanya jadi anak yang terbully hah?"
'Good job Nes' Ucap putri lirih dari pintu. Saat itu, Awani datang bersama salah satu guru. Mereka bertiga masuk ke dalam toilet
"Cukup!!" Ucap guru di sana. orang orang di sana langsung menoleh ke arah guru
"Bagus, udah datang" Ucap Agnes senang
"Hiks.. Hiks.. Pak!! Tolongin kita pak! Kita berempat di hajar sama anak ini pak!" "Gara gara kita hikss.. nggak mau kerjain pr dia, pak tolong pak!" Ucap salah satu anak di sana
Agnes terkejut hebat, "Woy! Diem Bngsadd!!"
Saat tersadar, ia menoleh ke arah guru dan tersenyum kecil, ("mmpuss.. Keceplosan njerr") batin Agnes, "Hehe.. pisss damai" Ucapnya sambil tertawa kecil
"Pak.. Lihat dia, mulutnya kotor. Udah salah tapi masih aja ketawa tawa begitu" Ucap anak di sana
"Jangan ngarang cerita woy!" "Pak.. tanya aja sama korbannya langsung kalau nggak percaya!" Ucap Agnes ngegas
"Siapa korbannya?" Tanya guru di sana
'Itu pak.. Anak yang duduk di lantai' Bisik Putri
"Siapa yang udah bully kamu? Katakan saja" Tanya guru
'Awas ya.. Kalau salah jawab kita teror sampai kelas tiga' Bisik salah satu anak pada anak yang terbully, "Hiks.. Cepetan ngomong. Anak itu kan yang bully kita berempat" Ucap salah satu anak disana
"Iya" Jawab singkat anak yang terbully sambil menunduk
__ADS_1
"HAH?!" Ucap Agnes terkejut