Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_034


__ADS_3

Saat mereka berempat sedang berjalan kembali ke kelas. Vani menghentikan langkahnya, ketiga temannya yang menyadarinya langsung menoleh ke arah Vani


"Kenapa berhenti?" Tanya Agnes


"Kalian duluan aja" Ucap Vani


"Wah wah.. Kamu mau bolos sendiri ya?" Ucap Putri


"Aku mau ambil handphone di mobil njerr" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Yakin ambil handphone doang? Nanti nggak taunya, kakimu nggak sengaja nginjak gas lagi" Ucap Agnes


"Hehe, beneran deh" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


"Ya udah sana" Ucap Agnes


"Yokay, satu jam lagi aku balik" Ucap Vani sambil berlari meninggalkan ketiga temannya


"Woy, satu jam! Mau bolos pasti!" seru Putri dari kejauhan


"parah dia, bolos nggak ngajak ngajak" Ucap Agnes kesal


"Slow gan, mungkin dia ada masalah yang harus dia selesaikan sendiri. Lebih baik kita kembali" Ucap Putri


"Hah? Kembali? Ke kelas maksudmu?" Tanya Agnes


"Ke kelas? Kelas apanya? Jelas kembali ke kantin lah" Ucap Putri sambil tersenyum

__ADS_1


"Nice, kelas kita kan di kantin" Ucap Agnes


"Kuylah jalan" Ajak Putri


"Siyap" Jawab Agnes. Mereka bertiga berjalan ke kantin sekolah. Di perjalanan ke kantin, mereka bertemu dengan Gabriel yang terlihat sedang membawa setumpuk buku


"Hai kakak Senior" Sapa Gabriel


"Hai juga.. aaa... kamu siapa?" Ucap Agnes linglung


"Masa nggak ingat sih? Aku Gabriel Kak" Ucap Gabriel


"Hehe, maaf lupa. Kamu mau kemana?" Ucap Agnes sambil tersenyum kecil


"Aku mau balik ke kelas, abis pinjam buku di perpustakaan buat pelajaran dikelas" Jawab Gabriel


"Mau maunya kamu angkat begituan, nggak berat apa?" Ucap Putri


"Temen piket yang lain mana? Masa cuma kamu seorang sih. Nggak adil tau" Ucap Agnes


"Nggak apa kak, aku udah terbiasa" Ucap Gabriel sambil tersenyum


"Jangan begitu, sini kita bantu" Ucap Agnes sambil mengambil buku yang sedang di bawa Gabriel. Sebelum ke kantin, mereka bertiga membantu Gabriel membawakan buku paket ke kelasnya


Sementara itu...


Setelah berlari cukup lama, Vani sampai di parkiran. Ia membuka pintu mobil dan mengambil handphonenya, "Tiga hari nggak ketemu, kangen juga" Ucap Vani sambil menyalakan handphonenya, "Njirr, dua puluh persen. Perasaan pas aku tinggal, masih empat puluh deh" Ucap Vani. Saat itu banyak notifikasi chat yang Vani dapatkan

__ADS_1


"Wih, emang aku ini orang penting yak, banyak yang nyariin" ucap Vani bangga


(" Ray juga kirim aku chat, Khakim... Trus.. Sama mama") batin Vani, ("Buka punya mama dulu lah, pasti dia nunggu jawabanku")


Di chat (dua hari yang lalu)


Mama: "Vani, ini penting nak. Pesawat yang kami naiki kena badai dan hilang kontak dengan bandara, kemungkinan besar akan jatuh. Tolong sampaikan pesan ini ke Kakakmu. Semua orang di sini akan diturunkan dengan parasut. Mama sama papa juga akan terjun dari pesawat dengan parasut, tapi kita nggak tahu posisinya dimana. Tolong kirimkan bantuan segera. kalau nomor ini nggak aktif, berarti tempat ini kawasan tanpa sinyal"


"Bhakss.. Ahahahaaa.. Apa apaan ini, mau prank aku ya? Nggak akan mempan. Mana ada orang yang lagi panik di pesawat kirim chat" Ucap Vani sambil tertawa kecil, "degg" ("Berita tadi pagi, katanya ada pesawat hilang dua hari yang lalu. Dan mama sama papa juga pulang dua hari yang lalu") batinnya, (" Hah!! Nggak mungkin!!"), "Mana mungkin lah" Ucap Vani. ia melihat chat dari Kim


di chat (dua hari yang lalu)


Khakim: "Van, kamu dapat kabar dari mama atau papa? Mereka berdua belum sampai negara A"


"Serius anjirrr!!!" Ucap Vani terkejut. ia menelpon Kim, "Nomor yang anda tuju....", " Akh.. **!! Kemana Khakim! Aku harus cek sendiri!" Ucap Vani cemas


ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke Kantor Kim dengan Cepat, "Brooom....Wuuuusshhhh...."


Beberapa menit kemudian, ia bertemu lampu merah yang mengganggu perjalanannya, "Akh.. Lampu merah segala!" Ucap Vani kesal. ia menginjak gasnya lebih kuat, "Brooommmm...SWusssshhhhh..." mobil yang Vani lajukan dengan cepatnya menerobos lampu merah. Saat itu juga, polisi yang bertugas di perempatan jalan langsung mengejar mobilnya


("Gimana keadaan mama sama papa sekarang!. Ini udah dua hari. B*go Vani! Kenapa nggak ambil hp dari kemarin kemarin. Kalau kejadian apa apa sama mama atau papa, semua salahku") batin Vani Khawatir


"Wiuwiuwiwuwiwuwiwuwiwuu.." Siliner mobil polisi, "Mobil, dengan nomor Plat 12CZZ di mohon untuk berhenti. Anda telah melanggar lalu lintas. Saya peringatkan sekali lagi, mobil dengan nomor Plat 12CZZ di perintahkan untuk berhenti atas nama hukum" Ucap Polisi


"Akh.. Bcod!!" Teriak Vani kesal. ia mempercepat kendaraannya, "Brooommmmm*..."


"Tikungan!" Ucap Vani terkejut, "Nggak masalah, aku bisa rem sedikit dan langsung drift banting stir ke kiri, pasti akan berhasil" Ucapnya yakin

__ADS_1


Dengan keadaan mobil yang melaju sangat cepat, Vani membanting setir ke arah kiri untuk membelokkan Kendaraannya di tikungan. Namun prediksinya tidak tepat. Mobilnya membentur tembok dengan sangat kerasnya "Cittttttt......" "Sraaakkk..."


" Braakkkk!!" "Krakk... Brungg.." Sebagian Tembok yang terkena benturan mobil, retak dan roboh mengenai mobilnya. Vani terluka cukup parah, "Akh.. Sa.. kit.. Maaf... ma.. maa" rintihnya kesakitan. ia langsung pingsan di tempat


__ADS_2