
Beberapa saat mengayuh sepeda, Vani sampai di markas CRIFITY. Ia memarkirkan sepedanya dan pergi masuk ke dalam markas. Di dalam markas ia terkejut melihat ke empat member lainnya babak belur, "Heh? Ada apa?" Tanya Vani terkejut. Seketika, pandangan seluruh orang di sana tertuju padanya
"Vani?!" Ucap Jack terkejut
"Jack, apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa babak belur begitu?" Tanya Vani
"Kenapa kamu kesini?" saut Jorhan
"Kenapa?.. aku kesini? Tentu aja buat ketemu kalian" Ucap Vani
"Sebaiknya kamu nggak terlibat lagi dengan kami" Ucap Citra
"Ahahahahaa, apa maksudnya?" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Kakakmu, Dia itu Presdir Kim Osamu dari perusahaan DV kan? Kenapa kamu menyembunyikannya dari kami" Ucap Citra
"Tunggu Cit, kemungkinan dia nggak tahu tentang masalah ini" Ucap Jack
"Heh? kalian ngomongin apa? Khakim kenapa?" Tanya Vani
"Kamu tahu siapa pemimpin besar yang selalu kami bicarakan?" Tanya Jorhan
"Kalian kan belum pernah kasih tau" Ucap Vani, ''Maksud kalian Khakim.. dia..." Sambungnya terhenti, ''Bukan, kita cuma kaget kakakmu sekaya itu" Saut Jack
''Oh.. ahahaha, kirain apa" Ucap Vani lega
"Buat kebaikanmu, sebaiknya kamu jangan datang kesini lagi" Ucap Jorhan
"Kakakmu nggak akan izinin kamu terlibat dalam masalah yang bisa membuatmu celaka" Ucap Jack
"Apa masalahnya? dia kan gatau" Ucap Vani
"Kalau sampai ketahuan kakakmu, aku nggak tau apa yang akan terjadi ke kamu dan juga kita semua" Ucap Jack
"Aku nggak akan ninggalin crifity" ucap Vani yakin
"Kamu serius?" Tanya Jack
"Seratus persen, aku tanggung resikonya kalau ketahuan. Kalau benaran kejadian, aku nggak akan seret kalian" Ucap Vani
__ADS_1
"Itu keputusanmu, jangan sampai ketauan" Ucap Jack
"Hm... Okeoke" Ucap Vani, "Btw, kenapa kalian serius amat, slow aja kek biasaa"
"Ahahahahaa.. Kita terlalu serius menanggapinya" Ucap Jorhan sambil tertawa kecil
"Kenapa kamu masih berdiri? Duduk sini" Ucap Citra
"Iya" Ucap Vani. ia duduk dan bergabung dengan member lainnya
"Jack, ni buat kamu. pas itu kenapa kamu main pulang aja, alasannya nggak jelas lagi" Ucap Vani sambil memberikan kaset game ke Jack
"Woah! kaset baru" Ucap Jack terkejut sambil menerima kaset game itu
"Iya, aku dapat tiga kaset game. Belum aku mainin semua, kalau udah selesai aku pinjami lainnya ke kamu" Ucap Vani
"Bagus juga koneksimu" Ucap Jack
"Hehe, siapa dulu dong" Ucap Vani bangga, "Oh ya, kalian kenapa babak belur gitu?"
"Tadi pagi kita dapat misi tangkap kelompok orang yang anggap diri mereka gangster. Kemampuan mereka hampir setara sama kita, jadi babak belur deh. Untungnya ada Ray sama tangan barunya, kita jadi gampang menang" Jelas Jack
"Hum.. Handphonemu susah di hubungi" Ucap Citra
"Hehe, kemarin aku habis dari kawasan tanpa sinyal. Trus tadi pas pulang, handphoneku ketinggalan di mobilnya Khakim" Jelas Vani
"Ahahahahaa, kawasan tanpa sinyal. Se plosok apa daerah itu" Ucap Jorhan sambil tertawa
"Tujuh jam dari rumahku, intinya di sepanjang jalan aku cuma lihat pohon doang tau" Ucap Vani
"Bhaks... Ngapain kesana" Ucap Jack
"Khakim yang pilih tempat itu, seleranya benar benar aneh. Yang lebih parah, aku kesana cuma buat jadi orang kelaparan" Ucap Vani
"Ahahahaa, gokil" Ucap Citra sambil tertawa
"Sumpah, aku nggak dapet makanan apapun di sana" Ucap Vani
"Katamu, di sana banyak pohon. Kenapa nggak kamu makan daun daunnya" Ucap Jack
__ADS_1
"Njerr, greget amat makan daun" Ucap Vani. ia menoleh ke arah Ray, "Hm.. Sejak kapan Ray jadi pendiam"
"Iya Ray, kamu kenapa?" Tanya Citra
"Aku cuma ngerasa nggak enak badan, sebaiknya aku pulang" Ucap Ray
"Kalau gitu aku antar kamu pulang" Ucap Vani sambil tersenyum kecil
"Kamu bawa mobil?" Tanya Jack
"Sepeda hehe" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Ray mau taruh di ban kah?" Ucap Jorhan
"Njerr, bisa pusing ikut ban muter" Ucap Vani
"Aku yang antar pakai mobil crifity" Ucap Jack
"Mana kuncinya, biar aku yang antar Ray" Ucap Vani
"Kamu nggak ingat kejadian terakhir kali kamu naik mobil sama Ray?" Tanya Jack
"Hehe, kalau gitu kamu aja" Ucapnya sambil tersenyum kecil
"Kalian tetap di sini, aku bisa pulang sendiri" Ucap Ray
"Tapi kan.. " Ucap Citra terhenti
"Nggak perlu khawatir" Ucap Ray. ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari markas
"Hum.. Kalian rasa ada yang aneh dari Ray nggak?" Tanya Vani
"Mungkin dia lelah setelah kejadian tadi" Ucap Citra
"Mungkin" Ucap Vani lirih, ("Tcih.. pasti gara gara aku. apa ada masalah lain? tapi dia ngga ngeliat ke arahku sama sekali")
"hey, kenapa ngelamun?" Ucap Jack
"Eh..." Ucap Vani tersadar. ia berdiri dari duduknya, "Ada sesuatu yang harus ku urus, aku pergi dulu" Ucap Vani. ia langsung pergi dari markas itu. ia menaiki sepedanya dan pergi mengejar Ray, ("Harusnya belum jauh") batin Vani
__ADS_1