
Selama terjatuh dari tebing, Vani menutup kedua matanya, ia membayangkan dirinya berada di tengah kedua orang tuanya, "Mama, papa, aku datang"
"Byurrrr" Tubuhnya tenggelam menembus lautan dalam, detik demi detik tubuhnya semakin menjauh dari permukaan
"Kenapa gini amat cara matiku. Jatuh dari tebing, kepala pecah kebentur, the end. Abis ni pasti jadi arwah penasaran.. Haha.. boleh juga.."
.
.
.
.
.
("Apa yang ku lakukan?!") Batinnya. Ia membuka kedua matanya. Hanya ada kegelapan yang ia lihat saat itu, ("Heh? Aku nyasar ke Neraka?! gelap banget!")
Ia mulai merasakan keadaan sekitarnya, ("Dingin.. Ini di air.. Aku nggak jadi mati?!")
Ia berenang di kedalaman cukup lama, hingga tanpa sengaja ia menabrak bebatuan tebing di tepian, "Aw" Ia berenang ke permukaan dan duduk di atas salah satu batu, "Uhukk.. Uhukk.. Bwehhh.. asin"
"Dingin njirr.. Gelapp juga" Ia mencoba mencari handphone di saku sweaternya, "Nggak ada dong, handphonenya tenggelam. Selamat tinggal handphoneku, semoga tenang disana. Hiks.. Sad" Ia berdiri dari duduknya dan mengamati sekitarnya, "Sekarang.. Aku dimana, nggak tau jalan Help" Ia menoleh ke belakangnya
"Malem malem ke hutan? Nggak nggak nggak.. Tambah nyasar ntar. Tidur sini aja deh, nunggu terang trus pulang. eh? Mereka udah pulang belum ya?! Besok apa lusa ujiannya?! Akh.. Bodoamat. Tidur.. Night" Ia tertidur pulas dengan keadaan bajunya yang basah
Di atas tebing,
Kesedihan Ray tidak bisa terhenti, ia terus memberontak dan keras kepala ingin menyusul Vani, "Jack.. Lepasin. Aku mau selamatin Vani!"
"Ray.. Diamlah! Jangan memperburuk keadaan! Kita nggak bisa kehilangan dua orang sekaligus!"
"Jack! Kamu nggak tau gimana rasanya kehilangan orang yang penting di hidupmu! Kamu nggak tau Jack, Lepasin aku!"
"Ray! Jangan Gila!!"
"Buagg" Jack memukul pelipis Ray hingga membuatnya kehilangan kesadaran, "Lebih baik diam.." Ia mengambil handphonenya dan menelepon seseorang
"Tutt.. Tutt.."
'Hallo, siapa?' Tanya seseorang dari telepon
"Jack"
'Darimana kau dapat nomorku?!'
"Nggak penting. Vani jatuh dari tebing"
'Apa?! Jangan bercanda?!' Ucap Kaituo dari telepon
"Aku serius. Di sini ada helikopter kan?! Kirimkan ke atas tebing, Ray pingsan di sini. Kerahkan juga bantuan, kemungkinan Vani masih hidup. Di bawah tebing ini banyak batuan yang cukup tajam, semoga saja dia jatuh ke perairan"
'Baiklah.. Tunggu!'
"Tutt.." panggilan berakhir
"Dasar anak itu.. Apa yang dia lakukan kali ini?!" Dengan keadaan panik, Kaituo mencoba untuk tetap tenang. Ia menghubungi semua bala bantuan yang ada di pulau itu. Ia mengerahkan tiga helikopter yang ada di pulau itu. Ia ikut serta dalam salah satu helikopter yang berhenti di atas tebing. Di atas tebing, ia membukakan pintu helikopter. Jack membopong Ray dan membawanya masuk ke dalam helikopter
"Kaituo jangan panik. Bawa Ray ke tempat yang aman, kalau bisa kunci dia di kamar. Emosinya sangat labil"
"Kau nggak naik?"
"Aku akan lacak keberadaan Vani, dia pasti bawa handphone disakunya. Siapkan juga tim penyelam"
__ADS_1
"Baik.. ku mohon temukan dia!"
"Oke.. percayakan padaku"
Helikopter itu pergi meninggalkan Jack sendirian di atas tebing. Jack mengambil posisi duduk yang nyaman baginya, "Semoga kamu masih hidup" Ia mulai mengotak atik handphonenya untuk melacak keberadaan Vani. Ia menemukan respon dari handphone Vani
"Tiga ribu meter di dalam laut, sedalam itu dia terjatuh? Hufhhh... Baguslah. Kalau dia tenggelam, kemungkinan dia nggak terbentur batuan tebing. Kita harus mencarinya segera sebelum air memenuhi paru parunya" Ia berdiri dari duduknya dan melambai lambaikan tangannya pada pilot helikopter. Helikopter itu mendekat padanya dan ia masuk ke dalam helikopter. Helikopter itu membawanya kembali ke Villa. Di villa, ia menghampiri Kaituo
"Kaituo.. Dimana tim penyelam?!"
"Sudah ku kirim ke tebing itu" Jawab Kaituo
"Baguslah.. Bilang ke mereka, kedalaman 3 KM koordinat 41°24'12.2"N 2°10'26.5"E."
"Ha? Apa? Bisa kau bilang sendiri" Ucap Kaituo bingung sembari menyerahkan walkie talkie pada Jack
"Dengan tim penyelam, ganti.. bzztt"
"Bzztt.. Tim penyelam disini, siap melaksanakan tugas, ganti.."
"Bzztt... Pencarian pada Kedalaman 3 KM koordinat 41°24'12.2"N 2°10'26.5"E.. Ganti.. "
"Bzzttt.. Koordinat dimengerti, tim siap menyelam, ganti... "
Jack mengembalikan walkie talkie itu pada Kaituo,"Dah, kita cuma bisa tunggu hasilnya"
"Mereka paham koordinat darimu?!" Tanya Kaituo
"Udah sewajarnya tim bantuan paham kan?"
"Tapi.. Kau juga tau?"
"Bukan saatnya bahas itu. Di daratan tebing, apa kau lihat sesuatu?"
"Kosong.. Kemungkinan dia tenggelam. Tapi Vani bisa berenang, nggak mungkin tenggelam" Kaituo masih tidak percaya dengan apa yang sedang menimpa Vani
"Bzztt.. Dengan tuan Kaituo.. Ganti.."
"Bzztt.. Kaituo disini, ganti.."
"Bzzt.. Hanya di temukan handphone korban di koordinat pada kedalaman itu. Hari terlalu gelap untuk melanjutkan penyelaman, kami memutuskan untuk melanjutkannya esok hari, ganti.."
"Bzzt.. Baiklah.. Hentikan pencarian" Kaituo merasa pasrah dengan kejadian itu
"Tim pencarian udara nggak temuin apa pun di daratan sekitar tebing. Tim penyelam cuma temuin handphonenya di lautan. Kemana sebenarnya anak itu pergi?!" Ucap Kaituo
Di tengah malam, Vani terbangun dari tidurnya. Saat tersadar, ia sudah tidak berada di tempatnya tidur sebelumnya. Ia berbaring di kamar yang di penuhi cahaya. Pakaiannya juga terasa kering, "Aku dimana?! Bajuku kenapa ganti?!" Ucapnya terkejut
"Mama mama, She woke up!" Suara anak kecil yang cukup nyaring
["Mama mama, dia bangun"]
"Finally you realize, my son found you faint under a cliff" Ucap seseorang yang di panggil anak kecil itu mama
["Akhirnya kamu sadar, anakku menemukanmu pingsan di bawah tebing"]
"thank you for bringing me here, but where is this?"
["*Terimakasih sudah membawaku kemari, t*api dimana ini?"]
"We are on vacation at the Osamu family's private island"
["kami sedang berlibur di pulau pribadi milik keluarga Osamu"]
__ADS_1
"oh thank goodness, I guess this is in another country"
["Oh syukurlah, aku kira ini di negara lain"]
"What are you doing here?"
["Apa yang kamu lakukan disini?"]
"I am also vacationing on this island, I will return to my villa"
["Aku juga sedang berlibur di pulau ini, aku akan kembali ke villaku"]
"Do you know the way to return?"
["Kamu tahu jalan untuk pulang?"]
"Yes I know, thanks again for bringing me here"
["*Ya aku tahu, s*ekali lagi terimakasih sudah membawaku kesini"]
Vani bangkit dari kasur dan berjalan keluar dari Villa itu, ibu dan anak kecil itu ikut mengantarnya keluar
"Oh, one more. I'm Vani Osamu. You don't need to pay rent for this villa while you are here"
["Oh, satu lagi. Aku Vani Osamu. Kalian tidak perlu membayar sewa villa ini selama kalian disini"]
"Are you Kim Osamu's younger sister?"
["Kamu adiknya Kim Osamu?"]
"Yes"
"It's an honor to meet you"
["Suatu kehormatan untuk bertemu denganmu"]
"ahahaha, you don't need to do that. it is getting dark, I'll be back"
["*Ahahha, kamu tidak perlu begitu, *Hari semakin gelap, aku akan kembali"]
"Thank you for visiting"
["Terimakasih atas kunjunganmu"]
Ucap orang itu sembari melambaikan tangannya. Vani melangkah pergi dari villa para turis dan kembali ke Villa utama
Saat masuk ke dalam Villa, teman temannya terlihat tidak bisa tidur memikirkannya dan masih berkumpul di lobi Villa mencemaskannya, "I am comeback" Seketika pandangan seluruh orang tertuju padanya
"VANI??!!!" Ucap teman temannya senang. Vani tersenyum dengan lebar melihat kejadian itu
Singkat cerita,
Keesokan harinya mereka pulang dari pulau itu,
Selama seminggu penuh Vani dan Ketiga temannya menjalani Ujian Kenaikan Kelas. Dan seperti biasa mereka selalu mendapatkan peringkat pararel dalam setiap Ujian.
Mereka berempat dinyatakan naik Kelas 12~
...__________BERSAMBUNG__________...
...______LIKE, VOTE, RATE______...
...Baca juga Nextnya...
__ADS_1
..."Cewek Berandal SMA3: Last Season"...
...Thanks for Reading...